PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
HANCURNYA GOLOK SETAN


srettttt


duarrrr


Suara seperti tersayat dan suara ledakan membuat membuat Rendra begitu yakin jika dia berhasil menebas leher Abiyan dengan golok nya.,


Namun betapa Rendra sangat terkejut ketika melihat Abiyan masih berdiri di tempatnya semula tak bergeming sedikitpun.,


"Apa!!!! Belum ada yang bisa menghadang dan mampu berdiri Dengan tebasan Golok setan milik saya! Siapa kamu sebenarnya!? " Ujar Rendra dengan wajah keheranan.,


"Saya sudah bilang sejak awal! Saya hAnyalah seorang pengembara yang tidak suka dengan kedzaliman!? " Ujar Abiyan dengan masih sikap seperti sebelumnya.,


"Jangan Main-main Anak muda? Cepat katakan siapa kamu sebenarnya!? " Ujar Rendra semakin naik pitam.,


"Tuan terlalu memaksa, Bukankah sejak awal saya katakan saya hanya seorang pengembara!? " Mendengar jawaban Abiyan semakin membuat Rendra semakin Murka,


"Sepertinya kamu ingin cepat mati Anak muda!? " Cecar Rendra dengan wajah murka.,


"Sejak kapan Manusia lebih hebat dari Sang Pencipta hingga bisa menentukan takdir orang lain. Nyawa saya milik Allah dialah yang berhak menentukan hidup dan mati saya.,Bertobatlah Tuan karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun!? " Mendengar nasehat Abiyan semakin membuat Rendra semakin naik darah.,


"Lancang kamu anak muda!! Siapa kamu sampai berani menggurui ketua pasukan hitam!? " Ujar Rendra dengan suara lantang.,


"Saya tidak sedang menggurui Tuan, saya cuma sekedar saling mengingatkan., percayalah Tuan Azab Allah sangat pedih saya yakin Tuan tidak akan sanggup!? " Ujar Abiyan masih Mencoba membuat Rendra dan anak buahnya Sadar jika perbuatan mereka salah.,


"Tadi kamu mungkin hanya beruntung bisa selamat dari kesaktian Golok setan milikku ini Tapi apakah kali ini kamu masih bisa menahan dan selamat dari kehebatan golok setan ini!!? " Ujar Rendra sambil mengacungkan Golok yang ada di Tangannya., lalu Rendra mulai membaca Mantra


"Azzakazam suiton Baung maung sangkep!! Yeahhhhh!! " Tiba-tiba golok Setan Milik Rendra menjadi berubah warna dari Hitam menjadi merah darah gigi Rendra keluar dua Taring


hahahaha


dia mengeluarkan tawa yang mengerikan., sepertinya Raga Rendra telah di kuasai Iblis,.


"Heh manusia jika kamu mau bersujud di bawah telapak kakiku saya Akan mengampuni selembar nyawamu!? " Ujar Iblis yang merasuki tubuh Rendra.,


"Seharusnya Kita semua Hanya Patuh dan taat serta hanya bersujud Pada Allah, bukan pada Sesama Mahluk ciptaan Allah, Ya Muqallibal qulubi tsabbit qalbi 'ala dinika.,!? " Ujar Abiyan dengan Tegas., Sedangkan iblis yang menguasai tubuh Rendra langsung berang dan dengan kekuatan penuh dia menyerang Abiyan.,


Hiyaaaaaaaaaa.,


sretttttttt


whussssssdx


trackkkkkkk


Duarrrrrrrrrr


Lesatan pedang setan milik Rendra melesat cepat kearah Abiyan suara deru gelombang hawa panas Menghantam apa saja yang di laluinya hinga menimbukan ledakan dan Siap menghantam tubuh Abiyan.,


Abiyan yang sudah memperkirakan semuanya dengan sekali sentakan Dia Menyiapkan serangan Balasan Dengan Pukulan Jarak Jauh.,


"Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan Setan dan aku berlindung pula kepada-Mu ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.”


Happp


Whussssssss


Duarrrrrr


Hawa dingin keluar Seperti lingkaran Yang mengitari Tubuh Abiyan sehingga membuat serangan Golok setan itu Laksana menghantam tembok Baja Hingga mengeluarkan Dentuman Keras Sehingga pedang Setan itu Hancur berkeping-keping dan Tubuh Rendra Mental beberapa meter dengan wajah pucat pasi sedangkan Iblis yang merasuki Tubuh Rendra Langsung melarikan Diri bersama Hancurnya pedang Setan., Dengan menahan sakit yang teramat sangat menyiksanya Rendra berusaha untuk Bangkit namun dia sama sekali tidak sanggup melakukannya., Rendra tergelak tak berdaya sambil meraung-raung kesakitan.,


Lalu tiba-tiba dari dalam ruangan Keluar seorang Wanita muda yang Pakaiannya terkoyak di mana-mana, Abiyan langsung membalikan pandangannya Dan melempar Jubahnya hinga tepat menutupi Tubuh Wanita itu.,


Tatapan Mata Wanita muda itu Tiba-tiba berubah murka dia meraih sebilah Pedang yang tergeletak di Lantai. Dan melangkah menuju Rana Yang telah membunuh Suaminya., sedangkan Rana yang sudah tak berdaya menjadi pucat Pasi ketika melihat Istri Ramin menuju kearahnya Dengan sebilah pedang yang siap menebas lehernya.,


Hiyaaaaaaaaaaaaa


sretttttttt


Trankkk


Wanita muda itu langsung mengayunkan pedangnya kearah leher Rana dengan sekuat tenaga Sesangkan Rana yang sudah tidak berdaya hanya bisa memejamkan mata menanti Ajal yang menjemputnya.,