
selang beberapa saat kemudian setelah Arisha dan Lail pergi muncul Lundra jin Laut yang baru saja selesai menebar ikan di tepi laut Batu gaping.,
"sepertinya saya mencium ada bau manusia di sekitar sini, Apa kamu menyembunyikan sesuatu Baram!? " Ujar Lundra sambil matanya terus mencari sesuatu yang tersembunyi.,
''sepertinya penciumanmu sudah mulai terganggu Lundra dari tadi saya di sini tapi saya sama sekali tidak mencium aroma manusia!? " Ujar Baram dengan sikap yang dia buat setenang mungkin.,
"Saya tidak meragukan penciumanmu Lundra., tapi jika kamu tidak percaya silahkan cari saja manusia itu di sekitar sini kalau kamu menemukannya saya akan sujud padamu dan merobek jantung manusia itu untuk saya persembahankan kepadamu Lundra.! " merasa tidak puas Lundra segera memakai penciuman nya dia mulai mengelilingi hutan sekitar tapi sama sekali dia tidak menemukan apa-apa.
"Bagaimana Lundra mana manusia itu biar saya. robek jantungnya buatmu., " Ujar Baram dengan murka yang dibuat-buat untuk meyakinkan Lundra.
"Kamu Benar tidak ada seorang pun di tempat ini., maafkan saya karena sudah meragukanmu baram.,!? " mendengar penyesalan Lundra Baram tersenyum sinis.,
Lundra yang merasa bersalah segera menghilang pergi dari tempat itu menuju lubang kecil di tepi bukit untuk beristirahat.. Baram pun tersenyum lega., karena dia lolos dari hukuman Ratu Zalitun.,
Dalam Gubuk di tepi hutan Lail yang terdiam memikirkan Baram
"Lail, Siapa Baram itu? kenapa dia begitu sangat dekat denganmu? " Ujar Arisha yang melihat Lail diam seperti sedang melamun
"Baram Adalah jin Pohon,. Dia sebenarnya jin yang tidak punya pendirian 4000 tahun lalu saya menongnya dari hukuman Di Hutan Mati, karena mencoba menyelamatkan manusia yang kesasar di hutan itu hingga membuat khanzab murka dan hendak menghancurkan Baram lalu saya datang saat itu saya masih menjadi penasehat khanzab., saya memohon pada khanzab untuk memaafkan Baram. Awalnya khanzab menolak tapi saya terus mendesak khanzab hingga akhirnya khanzab setuju dengan syarat saya di turunkan menjadi ahli exsekusi yang hal sama sekali saya tidak suka dan sebagai gantinya saya harus membunuh sepuluh manusia yang tidak mau menyembah tempat kami tinggal dan demi menyelamatkan nyawa Baram saya menyanggupinya saya pun membunuh sepuluh manusia itu dan mempersembahkan pada khanzab., lebih sialnya lagi saya semakin suka dengan tugas itu hingga akhirnya ada seorang manusia yang mampu menguncang hutan Mati yaitu Ki sapta prana dan saya di pilih untuk mendampinginya,. Dan dari situlah saya bertemu dengan Tuan Aryo ayah Non Arisha., yang mengajarkan saya banyak hal hingga saya seperti sekarang ini., " Mendengar cerita lail Arisha sangat terharu dengan jiwa setia kawan Yang Lail miliki.
"Tuan, Nar Bhun maaf saya muncul tiba-tiba, saya sudah memikirkannya saya sudah siap menanggung semua resikonya Tapi sebelumnya bisakah Tuan jelaskan Apa yang akan saya dapatkan jika saya ikut bersama Nar Bhun untuk mengabdi pada Tuan? " Ujar Baram yang langsung mengutarakan niatnya.,
"Saya Tidak bisa menjanjikanmu apa-apa Tapi janji Allah SWT selalu pasti.,Agama Islam Diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW., yang sekaligus nabi penutup hingga Akhir zaman yang artinya tidak akan ada lagi nabi selain Nabi Muhammad SAW., agama Islam beserta ajarannya diturunkan bukan hanya untuk manusia saja akan tetapi kepada seluruh mahluk hidup ciptaan Allah,. Dan itu termasuk kalian Bangsa jin., Allah menjanjikan surga Buatmu jika semua yang kamu lakukan semata-mata karena Allah " ujar Arisha menjelaskan dan Baram seketika terdiam mendengar semua ucapan Arisha.,
"Tapi Tuan dosa saya terlalu besar akankan Allah mu mengampuni saya? " Ujar Baram dengan wajah penuh penyesalan.,
"Ampunan Allah selalu terbuka kepada setiap hamba yang sungguh-sungguh bertobat! ".Ujar Arisha dengan senyum terpatri di bibirnya mendengar ucapan Arisha seketika Baram bersujud.,
" Bawa saya Tuan biarkan saya mendampingi Tuan dalam menegakkan kebenaran Islam., saya sudah siap mengabdikan hidupku di atas kehendak Tuan dan Ajaran yang Tuan Bawa. Saya sering mendengar tentang turunnya Nabi Muhammad SAW., dan karena dialah Pintu Bumi dan langit Di jaga ketat oleh para malaikat izinkan saya menemani Nar Bhun mengikuti Tuan!? " Arisha hanya tersenyum mendegar peintaan Baram
"Baram Pergilah Kamu ke Desa sanggula cari kyai Aryo., Bilang kepadanya Arisha minta dikirimkan surat An, Naas dia pasti akan mengerti? " mendengar ucapan Arisha, Baram sejenak melirik ke Arah Nar Bhun yang hanya di tanggapi dengan anggukan kepala.,
"Tidak bisakah saya disini saja menamani Tuan bersama Nar Bhun? " Ujar Baram seperti sedang negosiasi., Lagi-lagi Arisha hanya tersenyum
"Baram dalam suatu kebajikan tidak akan ada yang instan., lakukan dulu apa yang. saya perintahkan padamu selepas itu nanti kita bicara lagi.? " Ujar Arisha dengan wajah serius hingga membuat Baram tak berani bertanya lagi.,