PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
LAMARAN


Damanta Reksa Dipa.,


memutuskan Untuk Tinggal dan menetap di lambaian.,


Kebaikan Hati Samudra., membuat Damanta Reksa Dipa., Tergugah hatinya dan bersedia melepaskan semua ilmu Hitam miliknya.,


"Apa kamu yakin., !! melepaskan semua ilmu Hitam yang kamu miliki?? " Tanya Imam Samudra.,


"Saya sangat Yakin.,!!! " Ujar Damanta Reksa Dipa.,.


akhhhhhhh


Teriakan Damanta Reksa Dipa Tak, kala Samudra., menyiram kepalanya., Asap hitam keluar dari batok kepalanya.,


saking sakitnya teriakan Damanta terdengar., sampai ke ujung kampung.,


"Sekarang semua ilmu santet yang kamu miliki., telah lenyap.," Ujar Imam Samudra., sambil menyentuh bahu Damanta Reksa Dipa.,


Damanta Reksa Dipa hanya mengangguk paham.,


Lalu Damanta Reksa Dipa mengucapkan Dua kali ma syahadat., di pandu oleh Imam Samudra., Damanta mengucapkannya dengan suara mantap


 "Ayshadu An-la ilaha illallah yang artinya saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, .,Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah yang artinya dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah." Air mata Damanta Reksa Dipa menetes setelah mengucapkan ikrar suci


pertanda hati dan jiwanya telah ikhlas memeluk Islam...,


Waktu berlalu begitu cepat.,


keimanan Damanta Reksa Dipa semakin kuat., seiring dengan kuatnya Cintanya pada Indira.,


putri Imam Samudra.,


karena Imam Samudra takut menimbulkan fitnah maka dengan segenap jiwa raga.,


Damanta Reksa Dipa., memberanikan diri menemui Imam Samudra., guna melamar Indira menjadikannya sebagai istrinya.,


"Waalaikum salam., Ada apa damanta.??, Sini duduk?!., sepertinya ada sesuatu hal yang penting.,,,! " Ujar Samudra dengan bibir tersenyum simpul.,


"sebelum nya maafkan saya., Imam... kalau saya sudah lancang.,. eee...!! " Damanta tidak berani melanjutkan ucapannya., dia tertunduk tidak berani menatap mata Imam Samudra.,


"Ada apa Damanta., katakan saja., sesuatu kebaikan atau keburukan tidak bagus jika di pendam terlalu lama., " Suara lembut Imam Samudra dan bibirnya yang selalu tersenyum.,


membuat Damanta Reksa Dipa memiliki sedikit keberanian.,


"Maaf Iman., Apakah saya pantas jika ingin Melamar Putri Imam Indira..,!? " Ujar Damanta dengan wajah Gugup.,.


"Apa yang membuatmu Merasa Tidak pantas!?? " Imam Samudra malah balik bertanya.,


"Saya merasa teramat sangat hina., Tuan., Mengingat masa lalu saya yang kelam., " Suara Damanta Reksa Dipa nyaris tak terdengar., dan tatapannya masih tertunduk.,


mendengar ucapan Damanta Reksa Dipa.,


Imam Samudra tersenyum


"Saya., Tidak pernah menilai Awal., Tapi Hasil Akhir yang akan jadi penentu.,. terus apa yang kamu punya., hingga berani melamar putriku Indira., !? " Tanya imam Samudra dengan suara lembut.,


"Saya tidak punya Apa-apa., Saya cuma punya iman dan tanggung jawab., " jawab Damanta Reksa Dipa dengan suara lirih., keyakinannya berangsur-angsur hilang.,. Wajahnya pasrah., hatinya ikhlas., jikapun imam Samudra menolak lamarannya.,


"Apa yang akan kamu., Lakukan jika saya menolak lamaranmu..!? " ujar Imam Samudra., menguji batas kesabaran Damanta Reksa Dipa.,


"Jika Imam., menolak saya., berarti itu semua sudah goresan takdir dari Allah SWT.sebab, sekuat apapun saya berusaha jika Allah tidak menghendaki., maka hal itu tidak akan pernah terjadi., dan begitupun sebaliknya., " Ujar Damanta Reksa Dipa dengan suara bergetar.,


" Damanta., itu sudah lebih dari cukup untuk seorang menantu yang aku butuhkan., saya Terima lamaran kamu dengan satu syarat., Mahar nya adalah sholat 5 Waktu., Bagaimna apa kamu sanggup!!!? " Ujar imam Samudra memberi syarat pada damanta Reksa Dipa.,


"InsyaAllah saya bersedia Imam.,. " Ujar Damanta Reksa Dipa mantap.,


"Alhamdulillah., semoga semua berjalan lancar dari Awal hingga akhir., "