
Hujan lebat melanda perkampungan lambaian.,
krek.,
Duaaarr
petir bersahutan., mengelegar,
Angin bertiup kencang., Alam laksana mencekam.,
Suara teriakan Indira yang kesakitan.,
Tengelam Dalam derasnya gemercik hujan
"Abi....!!! .. Sakitttttt.,!!! "
" Tarik nafas non.. Tahan.. berkuat.. " ujar seorang ibu tua yang kerap membantu setiap persalinan para wArga.,
"uuuuuuggggggggh.. ah" Suara Indira Tengelam bersama petir yang bersahutan.,
whussssssssss
ctassss
duarrrrrr.,.
Alam semakin mengila dentuman petir saling bersahutan.,
"Sekali non., Tarik nafas tahan.. Berkuat Non..!! "
haghhhhhhhhhh
Oe..oe.. oeee..
dari dalam kamar terdengar suara tangis bayi.,
seketika Alam menjadi sunyi.,
hujan Mereda.,
yang terdengar hanya sisa-sisa air yang menetes dari dahan pohon...
Damanta langsung masuk dan melainkan Azan di samping telinga putranya.,
"Alhamdulillah Ya Allah SWT engkau telah percaya padaku dengan menitipkan Saya putra., jadikan putraku Anak yang soleh ya Robbi.. Amin.. "
Kebahagian Damanta Reksa Dipa dan Indira semakin lengkap dengan hadirnya Buah Hati mereka Yang Di beri Nama Aryo Damanta.., sejak kecil Aryo Damanta jarang menangis.,
bahkan nyaris tidak pernah terdengar suara tangisannya., yang terdengar hanyalah cekikikan suara bayi yang mengundang Tawa.,
kehadiran Aryo kedunia membawa kebahagiaan pada setiap orang di sekitarnya.,
Waktu terus berlalu Aryo kecil., Tumbuh semakin besar ayah dan ., kakenyA Imam Samudra sudah mengajari Aryo ilmu Agama sejak dini., hal itu yang membuat Aryo kecil berbeda dengan anak-anak sebayanya.,.
Usia Aryo sudah 10 Tahun saat itu...
saat kejadian tragis itu terjadi..
"Abi.. Umi mau kerumah Ayah dan ibu., katanya Ibu kurang enak badan,. tapi paling kecapean.,
Aryo mau ikut umi ke rumah eyang!?? " Izin Indira Pada Damanta suaminya yang lagi siap-siap mau ke ladang.,.
"Iya umi hati-hati., Aryo kamu mau ikut umi kerumah Eyang..!? " ujar Damanta sambil mengusap kepala putranya.,
"Abi.. umi... Aryo sudah janji sama eyang.. kalau Aryo harus Hatam Qur'an.. saat Aryo ketemu eyang., umi., duluan kerumah eyang., Aryo sedikit lagi menyelesaikan tugas dari eyang., " Ujar Aryo dengan mulutnya yang imut.,
"oke kalau begitu Umi pamit yah Bi., Aryo Asalamu alaikum. " Pamit Indira sambil mencium punggung tangan Damanta Reksa Dipa., dan menyentil hidung putranya., Aryo meringis sambil berlari memeluk ibunya.,
"Waalaikum salam" Jawab Damanta dan putranya Aryo berbarengan.,
sepeninggal istrinya ke rumah mertua.,
"Aryo., Abi mau ke ladang., kalau Aryo butuh sesuatu pergi saja kerumah eyang.,!? " Nasihat Damanta pada putranya.,
"Iya.. Abi., Aryo cuma mau menyelesaikan tugas dari Eyang.,. "
"Waalaikum salam" Balas Aryo sambil mencium punggung tangan Ayahnya.,
Damanta Reksa Dipa berjalan santai melewati tepi pegunungan.,
mencari makanan ternak adalah kegiatannya sehari-hari.,
whusssssss
"Hahahahahaha Akhirnya saya menemukanmu Damanta Reksa Dipa., seorang penghianat.,yang rela menghianati. saudaranya sendiri demi seorang wanita..,!!!! " Damanta sangat terkejut saat suara keras tiba-tiba menghalangi langkanya lebih terkejut lagi tak kala mengetahui siapa orang yang telah menghadangnya.,
"Ranu Galang., sudah lama tidak bertemu., kelakuanmu belum berubah sama sekali., sifat iblismu masih bertahtah dalam jiwamu..!!! " Ujar damanta Reksa Dipa.,
"Banyak Omong kamu Damanta., saya sudah bersumpah akan memisahkan kepala dan tubuhmu Sekaranglah saatnya., " ucap Ranu Galang dan langsung menyerang Damanta Reksa Dipa.
hiyaaaaaaaa
Ranu Galang melesatkan tendangan dan pukulan dalam beberapa jurus Damanta Reksa Dipa masih bisa mengimbangi setiap serangan Ranu Galang.,
trinkkkk
Saat Ranu Galang mulai memakai golok sadarlah dia kalau Ranu Galang., sudah sangat berbeda dari sebelumnya tenaga dalamnya meningkat pesat.,
pada akhirnya sebuah tendangan tepat mendarat di dadanya.,
Damanta yang sudah terluka teringat akan putranya di rumah sendirian.,
langsung berlari ke Arah rumah nya.,
Ranu Galang yang sudah mengetahui Damanta Reksa Dipa terluka hanya tertawa puas.,
"Aryo.. segera tinggal kan tempat ini cepat..!!? " Titah sang ayah namun belum sempat Aryo melakukan apa - apa.,
Brakkkkk
darrttt
sebuah tendangan menghancurkan pintu rumah Damanta.,
Aryo hanya bengong seolah tidak mengerti apa yang sedang terjadi.,
"Tolong Ranu Galang., bunuh saja saya bebaskan putraku., !? " pintar Damanta.,
Hahahahahahahaha
"saya tidak punya urusan dengan putramu., Saya hanya punya urusan dengan penghianat sepertimu Damanta., "
hiyaaaaaaaaaa
dengan cepat Ranu Galang menegaskan pedangnya ke leher Damanta.,
seketika leher Damanta terlepas dari tubuhnya., Aryo terdiam seribu bahasa., seorang anak kecil melihat kematian Ayahnya di depan matanya.,.
setelah menghabisi Damanta Reksa Dipa.,
Ranu Galang pergi begitu saja meninggalkan Aryo anak lelaki 10 Tahun berasama Jasad Ayahnya.,.,
mendengar kematian Damanta yang tragis Indira jatuh pingsan tak kuasa menyaksikan kematian suaminya.,
"Abiiiiiiii., kenapa abi tinggalkan umi bi., Bawa... umi sekalian... umi tidak sanggup bi.... " Ratap Indira.,
Pemakaman telah selesai di laksanakan tapi Aryo tidak juga mau buka mulut., seribu pertanyaan tak satupun yang di jawab oleh Aryo., dia bungkam seperti orang bisu.,
karena kematian Damanta., Indira mulai sakit-Sakitan., dan pada akhirnya tepat setahun kematian Damanta., Indira menghembuskan Nafas terakhir...
"Umiiiiiiiiiiiiiiiiii., abi sudah tidak ada Umi juga meningalkan Aryo.,. lantas Aryo sama siapa umi.. '!? " Inilah suara dan tangis pertama kali terdengar sejak kematian Ayahnya.,
Sang kakek imam Samudra lalu membopong Aryo dan membawanya tinggal berasama.,
Diatas pusara kedua orang tuannya Aryo berjanji Akan jadi anak yang soleh., seperti keinginan kedua orang tuannya..
di bawah bimbingan Imam Samudra Aryo mulai mempelajari semua ilmu baik ilmu agama bhkan ilmu kanuragan.,