PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
MASAUTH Bagian 2


"Kita bertarung jika Aku kalah kau bisa membawa mereka berdua tapi jika kamu yang kalah segera tinggalkan tempat ini dan jangan pernah kamu menginjakan kaki di lautan lagi., bagaimana? Adil bukan? "mendengar tantangan Masauth Dastan terdiam..,


" Apa tidak ada jalan lain selain harus bertarung? Sungguh saya lagi terburu-buru!? " Ujar Dastan dengan sikap tenang.,


"Kamu dalam posisi bukan dalam tawar menawar kalau kamu tidak mau silahkan tinggalkan tempat ini! " Ujar Masauth dengan mata yang melotot.,


"Baiklah kalau itu mau kamu, mari kita selesaikan pertarungan ini.,! " mendengar Dastan yang setuju Masauth segera bersiap menyerang Dastan.,


Hiyaaaaaaa


Byurrrrrrrrr


serangan gelombang menderu ke Arah Dastan dan di balas dengan pukulan Angin Topan


Deuaaaarrrr


suara mengelegar saat bertemunya dua kekuatan besar saling beradu.,


Masauth segera melesat kearah Dastan dengan tendangan gelombang Samudra, Dastan merasakan jika tendangan Masauth memiliki energi cukup tinggi hingga dengan cepat Dastan menghindari dengan cara melompat setinggi dua meter,.


blesssssssssh


sapuan tendangan Masauth menghantam tempat kosong lalu dengan langkah cepat Masauth segera melompat dengan memutar 360 derajat dan melancarkan pukulan


Byurrrrrrrrrr


dashhhhhh


karena posisi Dastan yang belum sempurna hingga membuat kakinya kehilangan keseimbangan karena hebatnya deru pukulan Masauth., membuat Dastan terjatuh Dan dengan cepat Dastan kembali melompat kesamping ketika Masauth telah mengeluarkan pukulan selanjutnya., Dastan Mulai kehilangan Arah hingga setiap serangan balasannya hanya mengenai tempat kosong., Dengan senyuman licik karena mengetahui lawannya sudah terdesak, Masauth segera menyerang lembali dengan Tendangan memecah Samudra dan memadukan dengan pukulan cepat.,


hiyaaaaaaaa


Byurrrrrrrrrr


Dashhhhhh


mendapat serangan yang di luar dugaan dan sudah mustahil untuk menghindar Dastan dengan terpaksa menahan pukulan dan tendangan memecah Samudra Masauth dengan pukulan Angin Topan., Namun tingkat kekuatan pukulan keduanya., jauh berbeda hingga deru Samudra yang melesat tembus melewati pukulan angin Topan yang di kerahkan Dastan., Deru lesatan Dasyat Samudra siap menghantam tubuh Dastan hingga Dastan hanya menutup mata menerima kedasyatan serangan Masauth.,


Dastan Nampak tersentak karena dia tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya berdiri., begitu pula sebaliknya dengan Masauth.,


lebih terkejut lagi ketika dari belakang Dastan muncul seorang pemuda tampan., Rupanya dialah yang menahan serangan Masauth.,


"kamu lama sekali Dastan, menjemput mereka hingga saya harus ikut datang kemari? " Ujar Pemuda Itu


"Maaf Tuan Raja Masauth menyandra mereka!?" Ujar Dastan sambil membungkukan badannya., Masauth yang melihat Ada orang lain selain Dastan semakin murka.,


"Siapa kamu berani memasuki Wilayah kerajaanku!? " Ujar Masauth dengan Geram terlihat dari matanya yang mulai menyala.


"Maaf Raja Masauth, Saya Datang hanya untuk menjemput mereka yang sudah kamu tawan tiada maksud lain saya hanya meminta kemurahan hati Raja, setelah itu saya akan pergi dengan damai., " Ujar Abiyan dengan tenang.,


"Manusia itu telah merusak puri istana ku dan melukai beberapa pasukanku Dengan ledakan jadi dia harus membayar semua perbuatannya.,!!? " Ujar Masauth dengan geram.


"Maafkanlah kelalaian dari manusia itu., saya akan menasehatinya untuk tidak mengulangi perbuatannya.,!? " Ujar Abiyan mencoba membujuk Masauth.,


"Tidak Bisa!!., jika kamu mau membebaskan mereka kamu harus bertarung melawanku!? jika menang Kamu boleh bawa Mereka namun kalau kalah berarti Kamu juga tidak akan bisa kembali ke duniamu karena kau sudah mati di sini.,Kalau tidak kalian silahkan tinggalkan tempat ini!? " Mendengar Sarat yang di ajukan Masauth, Abiyan sesaat termenung lalu dia tersenyum tipis,


"Kalau Begitu Matilah sekarang juga!! hiyaaaaa"


Masauth langsung kembali menyerang dengan pukulan serangan gelombang Samudra..


Byurrrrrrrrrrrr


Deru gelombang laut melesat tajam kearah Abiyan yang dengan tenang melesat memecah gelombang itu dengan telapak tangan dan langsung menghantam dada Masauth hingga membuat dia terjengkang kebelakang., Masauth yang tidak menduga mendapt serangan itu hanya meringis menahan nyeri dan kembali bangun dan langsung kembali menyerang Abiyan dengan pukulan jarak dekat.,


Pukulan dan tendangan Masauth mengandung hawa panas bertanda dia mengerahkan seluruh kemampuan yang di miliki nya., namun Abiyan hanya meliuk-liukan tubuhnya sambil menangkis semua serangan Masauth., karena merasa Lawannya membuka kesempatan Masauth dengan cepat memutar badan dan melesatkan tendangan dengan seluruh tenaga dalam yang Dia miliki


hiyaaaaaa


byurrrrrrrr


deru gelombang Samudra kembali melesat siap menghantam tubuh Abiyan,. Dengan satu gerakan indah Abiyan memasang kuda-kuda memusatkan kekuatan pada kaki dan tangannya lalu menahan laju serangan dasyat itu., Dastan yang menyaksikan kejadian itu bergidik ngeri tak kuasa rasanya dia melihat apa yang akan terjadi selanjutnya sehingga Dastan hanya memejamkan kedua matanya.,


Duaaaaaarrrrrr


ledakan keras terdengar ketika deru gelombang itu menghantam Tubuh Abiyan., sesaat Masauth tersenyum puas karena telah berhasil membunuh lawannya., Namun senyumamnya tidak berlangsung lama ketika dia merasakan hawa panas yang siap membakar tubuhnya ketika dia menoleh Abiyan sudah siap dengan pukulan kerasnya yang siap menghancurkan batok kepala Masauth., mendapat serangan tak terduga Masauth langsung bersimpuh.,


"Ampunilah nyawa saya Tuanku!? " pinta Masauth dengan menghiba berharap Abiyan menghentikan pukulannya.. Karena Masauth menunggu beberapa saat tidak terjadi apa-apa kepadanya Dia lalu membuka mata Melihat Abiyan telah berdiri di depannya dengan senyuman manisnya.,


"Tuan Ampunilah saya yang hina ini yang tidak mengenali Tuannya., "lanjut Ujar Masauth.,


" Bangkitlah kamu hanya melindungi apa yang kamu miliki,. tapi manusia itu sungguh tidak melihat keberadaan kalian., karena mereka hanyalah orang buta bagi bangsa kalian.,!? " Ujar Abiyan dengan tenang.,


"Iya Tuan izinkan saya dan seluruh pasukan saya mengabdikan diri pada Tuanku.? " Ujar Masauth sambil membungkukan badannya pada Abiyan mendengar permintaan Raja Masauth Abiyan hanya tersenyum.,


"Kapan saja jika kamu punya waktu temui saya di Kesultanan lembayung saya akan mengajarkanmu beberapa ilmu yang akan membuat kamu selamat di dunia dan Akhirat kelak? " medengar ucapan Abiyan seketika Dastan dan Masauth langsung bersujud di hadapan Abiyan.,


"Saya Siap menjadi Murid Tuanku" Ujar mereka bersamaan


"Sekian lama saya mengabdikan diri pada Tuanku kenapa Tuanku tidak menawarkan hal yang sama padaku? " mendengar keluhan Dastan Abiyan hanya tersenyum dan memegang Bahu Dastan


"Ilmu itu begitu dekat dengan kamu tapi kamu terus menghindarinya,. kapan saja kalian punya waktu datanglah mencariku,. dan sebagai balasan Atas apa yang sudah kamu lakukan Masauth,. Tolong Bawa pulang nelayan itu ke Kesultanan lembayung setelah itu temui saya di sana'' mendengar ucapan Abiyan Masauth langsung mengangkat kepalanya hendak berkata., Namun semua Ucapanya tersekat di kerongkongan karena Abiyan sudah tidak ada di tempat itu.,


"Dastan, maaf atas kekasaran yang telah saya lakukan padamu tadi., mulai saat ini kamu adalah saudara seperguruannku,!?" Ujar Masauth sambil merangkul bahu Dastan.,


"Iya kita saudara seperguruan, mari bebaskan mereka., " Ujar Dastan lalu Dastan mersngkul bahu Baram yang terluka


"Tunggu Baram terluka karena pukulan ku saya tidak mau membuat Tuan Abiyan menjadi Murka padaku" Lalu Masauth mendekati Baram dan mengalirkan tenaga dalamnya ketubuh Baram.,


"Terima kasih karena sudah membebaskan saya.,! tapi saya harus pulang bersama manusia itu" Ujar Baram sambil menunduk,.


"Sampaikan Salamku pada Sultanmu Saya sendiri yang Akan mengantarkan manusia itu kepadanya., sebaiknya kamu segera pulang., " Ujar Masauth dengan lembut tidak segarang saat pertama Baram bertemu dengannya.,


"kalau begitu saya permisi juga Raja Masauth!?" Ujar Dastan sambil berlalu pergi dan menghilang begitu pula dengan Baram yang merasa heran dengan perubahan sikap Raja Samudra Masauth yang tiba-tiba begitu lembut lantas apa tujuan Raja Hutan Harapan datang ke istana Raja Masauth., Ahk sungguh semua itu membuatnya bingung. ,


Next


jangan lupa like coment and Vote yah agar Author makin semangat Yang sudah ikutan Vote saya ucapkan terima kasih dan saya doakan Rejeki kalian semuanya lancar Aamiin