PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
ZALITUN


Batu Gaping sudah menjadi pemukiman Padat penduduk di mana mereka tidak perlu bekerja memaksakan tenaga sebab cukup dengan satu keping koin perak setiap purnama mereka sudah bebas makan sepuasnya., karena keserakahan mereka tidak merasakan keanehan pulau itu di mana dengan warga yang semakin padat tapi hasil makanan pulau itu seakan tak pernah ada habisnya begitu pula dengan hewan liar di dalam hutan meskipun tiap hari mereka. berburu tapi Seolah-olah hewan-hewan itu dapat membelah diri., Sembilan bulan sudah perkampungan Batu Gaping berdiri di pimpin Maja sebagai Tuan Tanah.,


"sepertinya sebentar lagi Saya akan melahirkan perutku rasanya sakit sekali., " Ujar Nining sambil meremas otot tangan Maja karena menahan sakit.,


"Apa yang harus saya lakukan.,!? " Maja tampak bingung di samping istrinya yang meraung-raung kesakitan..


Tiba-tiba Pintu Rumah Maja ada yang mengetuk.


Tok tok tok


Mendengar ketukan itu Maja segera membuka pintu di depan pintu berdiri seorang nenek tua memakai tongkat


"Istrimu sebentar lagi mau melahirkan biar saya membantunya., " Ujar Nenek Tua itu seraya langsung masuk dan segera menangani Nining istrinya sedangkan maja hanya terdiam seperti patung tidak tau apa yang harus di lakukan..


Alam tiba-tiba menjadi gelap gulita gerhana bulan penuh sedang terjadi., Hewan-hewan liar dalam hutan semuanya berlari menggitari Rumah Maja., Ribuan hewan liar memadati Seluruh perkampungan hingga seluruh warga Batu Gaping ketakutan karena keanehan yang terjadi., Bumi berguncang petir menyambar nyambar., seiring Suara tangis bayi yang memecah derunya angin


Oe.. oee.. oe.. Ringkihan hewan-hewan saling bersahutan menyambut kelahiran seorang bayi perempuan yang di beri nama zaliatun.,.


Nenek tua itu Nampak mbersikan tubuh Bayi itu dengan lidahnya dia menelan tiap tetes darah yang menempel di tubuh bayi itu., Maja yang sadar akan hadirnya penguasa kegelapan segera bersujud.,.


"Rupanya kau mengenali Tuanmu Maja? '' Ujar Nenek Tua itu yang tak lain Adalah Azabil.,


" Maafkan saya Tuan yang sempat tidak mengenali Tuan saat Tuan datang pertama tadi. " Ujar Maja masih dengan posisi sujud


" Baiklah Tuan. " Lalu mengikuti Nenek tua itu kedepan Rumah di mana seluruh hewan di pulau itu telah berkumpul., lalu Azabil mengangkat Bayi perempuan itu seraya berkata.,


" Sambutlah pemimpin Baru kalian!!! " Mendengar ucapan azabil seluruh hewan itu meringkik hingga suasana malam. ini terdengar sangat riuh.,


Setelah mereka masuk kembali kedalam rumah., Seperti di komando seluruh hewan-hewan liar itu kembali masuk kedalam hutan., setelah terdengar sepi barulah para warga berani keluar dan belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.,


"Maja Mulai besok., Izinkan wargamu untuk menjual keluar hasil dari pulau ini biarkan mereka menikmati indahnya dunia kelak ada harga yang harus mereka bayar..? " Ujar Azabil dengan sorot mata tajam


"Apapun yang Tuan inginkan Pasti saya laksanakan.,!! " Ujar Maja sambil membungkukan badannya.,


"Bagaimna dengan kakimu.,? " Tanya Azabil yang melihat Maja masih berjalan. pincang.,


"Saya sengaja tidak mengobatinya Tuan Untuk mengingat betapa hina Aryo mempermalukan kita., " Ujar Maja yang kembali ger mengingat kejadian saat mereka dibuat tak berdaya.,


"Hmmmm Baiklah Maja,. Saya pergi dulu saat zalitun berumur Empat tahun saya akan datang lagi kesini " Ujar Azabil sambil membenamkan sebuah benda kedalam tubuh bayi mungil Zalitun., setelah itu dengan begitu saja Azabil langsung menghilang., Lalu Zalitun di baringkannya di samping Nining ibunya yang tertidur karena lelah menahan sakit.,


Keesokan Harinya Maja mengumumkan bahwa seluruh warga Batu Gaping boleh menjual hasil pulau ke mana saja.,


keputusan itu di sambut meriah oleh seluruh warga Batu Gaping., dari berita itu cepat menyebar hingga membuat banyak warga yang berdatangan dan menetap tinggal di pulau Batu Gaping.,