
Kapal sudah sandar di dermaga kota Lembo.,
"Cepat turunkan ikan-ikan ini.,. Dan ingat tetap Waspada., " Ujar Dawung setelah turun dari Atas kapal.,
"Siaap paman!!! " Jawab mereka serentak dan langsung mengerjakan perintah Dawung.,
mereka berempat bahu membahu menurunkan ikan., lalu di bawa ke tempat penampungan.,
Tampa mereka sadari Kegiatan mereka di pantau oleh Dua orang berperawakan satu pendek dan satu tinggi.,
"Anoi., kita harus segera melaporkannya pada ki Ranu Galang., " ujar Rana segera berbalik masuk kedalam lorong di ikuti Anoi yang hanya diam saja tampa protes..
kiekkkkkk
pintu terbuka..
muncul di balik pintu Rana dan Anoi.
"Ada berita apa??.. menantu Ki Along sepertinya tidak ikut., hanya Dawung dan 4 anak buahnya yang terlihat., apa yang harus kita lakukan Tuan...!!?? " ujar Anoi meminta petunjuk pada ki Ranu.,.
"Pantau Saja dari jauh., jangan dulu gegabah., Buat suasana seaman mungkin.. agar mereka yakin jika kita sudah tidak ada di kota ini., kita tunggu sampai ki Along., meninggalkan Sarangnya., karena pagar ghaib yang ada disekitar kediamannya tida bisa saya tembus.," ujar ki Ranu Galang panjang lebar.,
mereka semua., yang ada di ruangan itu hanya manggut-manggut., tanda setuju dengan usulan Ki Ranu Galang karena memang tujuan mereka hanya untuk membunuh ki Along...
Dawung yang sudah kelar melakukan tugasnya.,.. menjual ikan ke penampung., bersiap-siap untuk segera pulang..
saat mereka sedang sibuk mengatur wadah kosong kedalam kapal.,
" permisi Tuan., Apa Tuan yang bernama Dawung??? " Ujar bapk Tua itu memastikan.,
"Iya Benar saya., " Jawab Dawung keheranan dari mana orang tua ini mengenalinya sedangkan dia baru pertama kali bertemu dengannya.,
"Sukur kalau begitu., ini tadi Ada yang beli rambutan saya., Terus katanya untuk hadiah buat Non Rindi putri ki Along, istri Aryo Damanta'' sambil menunjuk sekeranjang penuh rambutan., Mendengar penjelasan orang tua itu semakin heranlah Dawung karena orang tua itu mengetahui setiap detil tentang ki along dan keluarganya., dan dari mana juga dia mengetahui nama lengkap Aryo., sedangkan yang mengetahui nama itu hanya orang-orang terdekatnya.,.
"Maaf Tuan., Apa Tuan tau siapa orang yang membeli rambutan ini tadi!!? " selidik Dawung
"Saya tidak tau tuan., saat saya tanya dari siapa., dia cuma menjawab apalah Artinya sebuah nama.,Itu rambutan nya silahkan Tuan bawa buat non Rindi., saya permisi., " ujar orang tua itu., tampa menunggu persetujuan Dawung dia langsung pergi., begitu saja sejurus kemudian saat Dawung hendak mengucapkan terimakasih orang tua itu sudah menghilang entah kemana.,
makin bingung Dawung memikirkan hal yang barusan terjadi.,
"yanto., Bawa naik keranjang rambutan itu., kiriman buat non Rindi.,. Bisno apa kamu pernah melihat orang tua yang saya ajak bicara tadi.,!!!?? " Tanya Dawung pada bisno karena dia yang selalu menemaninya ke kota.,
" maaf Paman saya sungguh tidak melihatnya.., " ujar Bisno., dengan wajah serius.,
"Apa kalian ada yang melihat orang yang saya Ajak bicara tadi.,!? " lanjut Dawung bertanya pada yang lainnya.,
"kami juga tidak melihatnya Paman., " Ujar yanto sambil menaikan keranjang rambutan ke atas kapal..
semakin bertambah bingunglah Dawung.. seolah tak percaya dengan apa yang barusan terjadi., tidak masuk akal begitu lama dia dan orang tua itu ngobrol tapi tidak seorangpun dari Bisno dan teman-temannya melihatnya.,
"Akh sungguh hal yang membingungkan. , " Dawung membatin frustasi.,