
"Untuk yang pertama Sebelum kita benar-benar menyerang Kerajaan Tanjung Hira Untuk menjadi Utusan Kesultanan membawa Berita pada Raja Walan., ini Tugas yang paling berbahaya,. Karena yang jadi Taruhannya nyawa pengantar pesan itu? Kira-kira siapa yang bersedia mengemban Tugas Berat ini? " Tanya Abiyan pada seluruh Punggawa dan perangkat Kesultanan lembayung.,
"Saya Bersedia Tuan Pangeran" Ujar Bisno
"Saya juga besedia Pangeran"
"Saya juga!? " hingga semua Punggawa Kesultanan lembayung mengajukan diri sebagai pembawa pesan. .
"Maaf Tuan Pangeran, Untuk menghindari jatuhnya korban sebaiknya Tuan Pangeran berikan Tugas itu kepada saya,. " Ujar Masauth yang berubah wujud menjadi seorang Pemuda., Mendengar Ucapan Masauth. Abiyan setuju dan Akhirnya Tugas Pembawa pesan itu Jatuh pada Masauth.,
"Sebaiknya Kamu lekas ke sana sebab Rincian Rencana selanjutnya tergantung pada Hasil yang kamu bawa pulang!? " Mendengar perintah Abiyan,. Masauth langsung keluar saat telah Jauh dari Pandangan Orang-orang Dia Langsung terbang menuju Kerajaan Tanjung Hira Di sisi Timur Hutan mati.,
Raja Walan yang masih kesal karena di permainkan Oleh Abiyan., Tengah duduk di atas singasana Sambil sesekali memukul sandaran kursinya untuk melepaskan Amarah dalam jiwanya.,
"Ampun Tuanku Raja,. Di depan Ada utusan Dari Kesultanan lembayung katanya membawa pesan Untuk Tuanku Raja Yang Agung., " Ujar salah seorang prajurit penjaga yang tiba-tiba masuk dan melapor.,
"Suruh Masuk!? " Ujar Raja Walan Datar., lalu penjaga itu langsung keluar dan masuk kembali Bersama Masauth.,
"Maaf Tuan Raja,. Saya Utusan dari Kesultanan lembayung Hendak menyampaikan pesan Sang Sultan Yang ditujukan kepada Tuan Raja Tanjung Hira.,?" Ujar Masauth ketika telah sampai ke hadapan Raja Walan
" Sultan Lembayung. Ingin Agar Tuan Raja segera bertobat dan menghentikan penindasan pada warga yang berbeda keyakinan dengan Tuan Raja.!? " Ucapan Masauth segera di cela. oleh Raja Walan,.
"Apa Sultanmu sudah Tidak Waras kenapa dia tidak urus saja Kesultanan yang dia pimpin kenapa harus mencampuri Urusan saya dan Kerajaan saya,.! " Ujar Raja Walan dengan emosi yang mulai membara,.
"Tindakan Tuan Raja sudah Di luar batas Tuan Raja sudah banyak membunuh kaum muslimin dan memakan jantung mereka., Dan jika Tuan menolak sepuluh Hari dari sekarang Kesultanan lembayung akan menyerang Kerajaan Tanjung Hira.!? " Ujar Masauth dengan sikap tenang
"Sultanmu Terlalu meremehkan kekuatan pasukan Kerajaan Tanjung Hira., hanya karena Dia mampu menahan gempuran Pasukan Kerajaan Awung,. Silakan saja coba Jika Mampu menghalangi kekuatan Pasukan Kerajaan saya., Dan sebagai Balasan penghinaan Sultanmu Sebagai hukumannya adalah Jantung yang berdetak di dadamu?" Ujar Raja Walan sambil menatap Tajam kearah Masauth., Mendengar Ancaman Raja Walan, Masauth tersenyum simpul.,
"Tuan Raja selain sifat buruk Yang sudah Sultan Aryo sampai kan Ternyata Tuan Raja juga orang yang picik dan licik bahkan lebih Hina dari seekor hewan sekalipun!? '' Ujar Masauth masih dengan sikap santai
" Berani sekali kamu berkata seperti itu., ! " Hardik Raja Walan dan langsung berjalan menuju Masauth.,
"Sultanku dengan langkah sopan sebelum berperang mengutus saya untuk memperingatkan rencana penyerangan yang akan Kesultanan lembayung lakukan., Namun Tuan Raja hendak membunuh pembawa pesannya bukankah Alangkah lebih baiknya jika nanti Hari ke sepuluh kita ketemu dalam Arena. pertempuran,. " mendengar ucapan Masauth seketika langkah kaki Raja Walan terhenti.,
"Baiklah kalau begitu bilang pada Sultan Aryo jika Raja Walan tidak pernah takut pada siapapun,. dan katakan padanya dengan senang hati saya sambut pertempurannya!? " ujar Raja Walan dengan membusungkan Dada, dan Masauth segera meninggalkan tempat itu untuk kembali ke Lembayung.