PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
ABADI


Lail Berusaha Untuk bangkit sambil memegang dadanya yang terasa remuk dan sakitnya sangat menyiksa dan dia hanya bisa meringis kesakitan.,


"hahahaha rupanya kamu masih bisa bangkit iblis bangsat,. Tapi tenang kamu akan saya bunuh secara berlahan-lahan, jadi nikmatilah setiap hembusan nafasmu sebelum Detak jantungmu berhenti memompa darah dalam tubuhmu" Ujar Rewadipa dengan tawa yang membahana sedangkan Prajurit lainnya yang berjaga telah tumbang ke tanah Ada yang sudah menemui Ajalnya ada juga yang hanya pingsan saja.,


"Oh ternyata Saya berhadapan dengan orang-orang lembah kematian Dunia kalian tidak terjangkau oleh bangsa jin Ataupun manusia Lantas apa yang membawa kalian kemari.,? " Ujar Lail yang mengenali mereka dari jurus-jurus yang di mainnkanya terasa aneh Dan Aroma tubuh mereka terasa asing dia teringat Akan cerita Azabil tentang satu dunia yang sangat sulit di masuki karena memiliki penduduk yang Rata-rata sakti mandraguna., Wilayah mereka tidaklah begitu besar tapi setiap penghuninya memiliki ilmu yang sangat Tinggi.,


"Heh iblis Laknat dari mana kamu tau Kita dari lembah kematian?! " Ujar Rewadipa sedikit terkejut.,


"Aroma Tubuh kalian sama persis dengan apa yang pernah Azabil Ceritakan Aroma mawar kematian?" Ujar Lail sambil Meremas dadanya sekedar meredam Rasa sakit yang semakin menyiksa


"Penguasa Kegelapan hemm,. ternyata kamu Antek-antek Azabil Iblis yang mencoba menduduki daerah kami tapi sayang dengan mudah kami mengusirnya bersama para pasukannya., dan sekarang kamu sudah merasakan kehebatan Penduduk lembah kematian!? Cuma sayang nyawamu sebentar lagi melayang karena pukulan tapak hitamku sangat beracun dan sebentar lagi racun itu akan sampai di jantungmu!? " Mendengar ucapan Rewadipa Seketika wajah Lail memucat


Uhukkkkkk


huekkkkkkk


Lail terbatuk dan memuntahkan darah yang terlihat mengeluarkan Asap yang beracun., Seketika tubuhnya Lunglai Dan ambruk ketanah dengan wajah pucat pasi.,


"Siapa kalian!? Kenapa membuat kekacauan di wilayah Kesultanan Tanjung Hira!? " Ujar Arisa yang tiba-tiba muncul di tempat itu dan langsung memegang Bahu Lail untuk mengalirkan tenaga dalam untuk sekedar memperlambat proses penyebaran Racun dalam tubuh Lail.,


"Akhirnya Sang Sultanah Arisha sendiri yang datang, Kami dari lembah kematian dan kamulah yang harus bertanggung jawab Atas robohnya patung dalam Tapal batas wilayah kami!? Namun kami sungguh tidak menyangka kalau penyebab dari segalanya Adalah seorang Wanita!? " Ujar Rewadipa dengan suara yang mengelegar.,


"Apa maksud kalian Saya sungguh tidak mengerti!?" Jawab Arisha yang memang sama sekali tidak mengerti dengan maksud Ucapan Rewadipa.,


"17 Tahun Lalu Saat kamu di lahirkan Alam seketika hening dan Tiba-tiba patung penyangah Wilayah kami Roboh Hingga Wailayah kami kehilangan kekuatan ghaibnya sehingga siapapun bisa masuk dan keluar dari lembah kematian., Dan menurut Ramalan Tetua di lembah kematian itu pertanda Lahirnya seorang anak yang kelak akan memimpin dua Dunia dan kami sungguh tidak menyangka jika pemimpin itu adalah seorang perempuan.,!? " Mendengar Cerita Rewadipa Sultanah Arisha Kembali mengenang saat dia di lahirkan memang menurut Kakeknya Almarhum Ki along Saat dia di lahirkan seketika alam menjadi hening., Tapi Itu 27 Tahun lalu,. Mungkinkah mereka salah menghitung Tahun.,


"Mungkin Kalian Salah Orang.,!? " Ujar Sultanah Arisha kemudian.,


"Kami tidak mungkin Salah orang. Ajaran yang kamu Bawa Adalah Ajaran Muhammad kami berdelapan tidak setuju dengan prinsip ajaran Nabi Muhammad., Dan kami berdelapan akan merubah semua takdir yang sudah di tetapkan oleh tetua kami Dan satu-satunya jalan adalah membunuh penyebabnya!? " Mendengar omongan Rewadipa membuat Arisha semakin waspada apalagi Kalung jiwa yang dia kenakan semakin memanas Arisha langsung mengengam kalung itu.,


"Apa yang sudah Allah SWT tetapkan tidak ada satu mahluk yang mampu merubahnya tampa seizinnya Allah yang Maha Kuasa!? " Ujar Arisha mencoba untuk santai.,


"Sultanah mari kita lihat Apa Tuhanmu bisa menyelamatkan nyawamu kali ini!? " Ujar Rewadipa dan langsung melompati tinggi..


Hiyaaaaaaaaa


Whusssss


shahhhh


Rewadipa langsung menukik tajam kearah Arisha dengan melontarkan Ribuan serpihan jarum beracun yang tepat mengarah kearah Arisha., Sedangkan Arisha yang sudah mendunga akan serangan itu segera mengeluarkan pedang cahaya dan menghalau semua jarum-jarum beracun itu.,


ketika para panglima yang baru tiba di tempat itu segera akan masuk dalam arena pertempuran namun di beri isyarat oleh Arisha Agar menjauh dari tempat itu., Begitupun semu anak buah Rewadipa hanya menonton Tuanya berkelahi karena mereka memegang prinsip ketika pemimpin bertempur bersama pemimpin lainnya Anak buah wajib berhenti berperang.,


Hiyaaaaaaaaaa


whissssss


Ctasssss


whutttt


zippp


Balas Arisha menyerang Rewadipa dipa dengan serangan cepat dengan pedang cahaya yang tepat merobek perut Rewadipa namun Luka Rewadipa sama sekali tidak mengeluarkan darah dan secepat kilat lubang yang di buat Arisha dari sabetan pedang cahaya kembali utuh seperti sedia kala.,


Mereka Bertempur dengan kecepatan tinggi Serangan kaki dan Tangan Rewadipa Mampu di imbangi Arisha hingga.,


Srekkkkkk


ctassssss


pedang Cahaya milik Arisha berhasil menebas leher Rewadipa Namun lagi-lagi mereka di buat terkejut Karena Rewadipa tidak roboh melainkan terus menyerang dengan tendangan dan pukulan kearah Arisha dan kepala yang telah putus itu begitu saja menghilang dan kembali keTubuh Rewadipa, Membuat semua yang berada di situ bergidik ngeri., Arisha terus menangkis setiap serangan yang di layangkan oleh Rewadipa dengan terus meliuk-liuk an badannya sambil membalas setiap serangan Rewadipa dengan sabetan pedang cahaya.,


Serangan Arisha semakin lama semakin melembat karena dia mulai kehabisan ide semua ilmu sudah dia keluarkan Namun tidak ada satupun yang mampu melukai Rewadipa., dengan satu sentakan Sultanah Arisha melompat ke belakang beberapa tombak.,


" Hemmm apa Hanya segitu kekuatan penguasa Dua Alam ternyata cerita Tetua kami tidaklah sehebat Apa yang dia katakan Bagaimana mungkin Kamu bisa menguasai Dua Alam? Sedangkan menghadapi saya saja kamu tidak mampu!? " Ujar Rewadipa Dengan suara seperti mengejek., Arisha hanya tersenyum pahit., Apalagi ketika melihat Lail yang hampir sekarat.,


"Untuk Apa bisa menguasai Dua Alam lagian saya tidak berminat berkuasa di dunia lain? " Ujar Arisha dengan tenang dan penuh waspada mengingat lawannya memang memiliki ilmu tinggi dan tak punya celah tubuhnya Tak bisa di lumpuhkan dengan senjata Arisha berpikir keras cara melumpuhkan lawannya., Raja Masauth yang tiba-tiba muncul di tempat itu langsung melompat membantu Arisha namun ketika Masauth melihat lawannya dia lansung mundur beberapa langkan


"Tuan mereka bukan manusia dan Juga Bukan dari Bangsa jin tapi mereka perpaduan keduanya senjata apapun tidak ada yang bisa melukainya!? " Ujar Masauth karena dulu pernah dia ikut dalam penyerangan bersama Penguasa kegelapan Azabil dan dialah yang berhadapan dengan Rewadipa yang memang sengaja dalam awal pertempuran hanya mengunakan sebagian kekuatannya untuk membuat lawannya menjadi lelah sehingga dengan mudah dapat dia Bunuh Namun yang membuat Raja Masauth heran Bagaimana bisa mereka keluar Dari lembah kematian sedangkan pintu masuk daerah mereka telah tertutup patung suci yang tidak bisa di tembus oleh Siapapun termasuk penduduk yang ada di dalamnya.,


Next Episode


Jangan lupa Like Comen and Vote.,