Sugar Mamy

Sugar Mamy
Barter


Elena tertawa lepas, sederet giginya yang terawat nampak membuat senyum itu lebih menawan meski bernada tidak nyaman di hatiku.


"Lelucon??" Elena mendengus "Hidupku ini hanya lelucon bagimu?"


"Iya, karena kamu hanya sibuk menggali yang sulit dari pada membangun yang mudah"


"Apa yang mudah bagiku Har?"


"Kamu yang tahu jawabannya, kamu tahu Kenapa orang selalu kurang?"


"Apa kamu akan memulai karir sebagai motivator?" Elena tertawa meledekku.


Aku menggeleng, "Mungkin itu pilihan bagimu" Aku harus menyelamatkan diri dari tanteku yang sialan ini "Karena kamu hanya memikirkan dirimu sendiri, coba berfikir sedikit tentang orang lain. Setidaknya memaafkan mereka"


"Terimakasih master Harry..."


Aku segera beranjak dari dudukku "On my treat!" Aku menurunkan lima lembar uang ratusan ribu Di meja. Elena dengan segera melempar uang itu kemukaku. Elena sangat benci Di traktir.


"Simpan uangmu, kamu lebih miskin dariku saat ini" Elena mengeluarkan Black card Dan segera memanggil waiter untuk memprocess payment kami.Tanpa menunggu, aku menggerakkan kakiku Dan mulai memperlebar jarak Di antara kami.


Aku tidak menyqngkal bahwa hidup Elena memang cukup menyediakan. Lahir dari hasil perselingkuhan ibunya Dan kakekku, membuatnya harus merenggangkan nasib tidak bisa bebas, bahkan untuk memilih profesi. Elena berfikir menikah dengan Rodriguez adalah Caranya untuk lepas dari sejarah Dan belenggu kelamnya. Tapi ternyata justru Rodriguez membuat perjanjian Bisnis dengan kakek, dengan kata lain Elena juga tak lebih seperti aku atau Renata. Hanya saja, aku dan Renata masih Bisa memiliki kedudukan Di perusahaan keluarga besar kami. Tapi tidak dengan Elena.


Kecantikan yang diwarisi dari ibu Dan ayahnya, Pada ahirnya selalu menjadi bahan yang empuk dalam pertukaran keuntungan keluarga, semata. Padahal dia Bisa jadi seorang celebrity, model atau profesi lainnya yang dia sukai. Elena adalah pelajaran penting dalam hidup keluarga kami, bahwa selingkuh hanya membawa petaka. Yang tidak hanya mengutuk pelakunya tapi juga keturunannya.


Aku memutar balik langkah ku dan menahan lengan Elena yang tak jauh dariku. "Apakah kamu bermaksud mengumpulkan saham Di Tower High?"


"Itu bukan urusan mu, urus saja perusahaan istrimu yang sedang sulit bernafas"


"Atau kamu hanya ingin namamu Di kenal dengan pengakuan?" aku tak menggubris nada ketus Elena.


"Aku tidak tertarik bernegosiasi"


"Kamu lupa bahwa aku masih pewaris tunggal?"


Elena menepis Tanganku, wajahnya yang cantik menatapku dengan garang seperti biasanya.


"Aku berbicara sebagai bussinesman bukan keponakanmu"


"Apa yang bisa kamu tawarkan"


Kekayaan Elena Dan Kecantikannya Di usia yang tidak mudah adalah modal yang langka. Mencari makhluk sejenis ini bukan hal yang mudah.


" Kalau kamu menginginkan Tower High aku bisa menawarkan saham bagianku, tapi kalau hal yang kedua yang kamu inginkan, aku menginginkan sahammu"


"Hah.. Tawaran kalian tidak jauh beda, selalu membuatku kehilangan sesuatu."


Aku segera menggeleng "Sebagai ganti ya, aku akan menukar dengan saham perusahaan baruku, lebih dari itu aku ingin kamu menjadi brand Ambassador produknya"


"Aku bisa punya jabatan?" Elena mulai mendekat.


Aku mengangguk membenarkan ucapannya "tapi karena pengalamanmu yang sedikit, kamu butuh assistant untuk membantu lmu. Seperti Dion"


"Ah.. Kamu hanya ingin menyelamatkan temanmu. Aku tidak bodoh, kakek tidak akan membiarkan itu terjadi"


"Kalau itu tidak menguntungkanya, tapi kalau itu menguntungkannya?"


"Apa yang akan membuatnya untung, dia sudah memiliki semuanya"


"Maksudmu?"


"Perusahaan yang akan aku mulai adalah bergerak Di bidang, chemical. Kami dalam tahap uji kedua untuk jenis obat baru. Yang bersifat regenerasi Sel. Dalam dosis rendah, ini akan membantu dalam menunda keriput Dan monopouse, dalam dosis berikutnya akan membantu mempercepat kesembuhan paska operasi yang selanjutnya masih akan Di jadwal kan Pada tahap uji ketiga "


" Kamu terinspirasi karena istrimu yang sudah mulai menua? "


" Overall aku cuma bussinesman, aku hanya mencoba keluar dari bidang yang sama dengan jaringan keluarga kita, dan dunia science ternyata cukup menarik "


" Jadi kamu mau uangku? "


" Tidak salah tapi tidak 100% benar, tergantung pilihanmu, mungkin juga obat ini akan membantu process reproduksimu yang sudah terlalu lama mengkonsumsi kontrasepsi? " wajah Elena mulai lebih tenang" Kecantikanmu juga akan lebih bertahan lama "


Elena masih terdiam


" Ini adalah harapan lain "


" Bagaimana dengan kakekmu? "


" Kakek akan segera menjalani operasi bukan? "Aku mulai menanyakan keadaan kakek yang tentu Elena paling tahu" semakin cepat kamu mengambil keputusan, semakin cepat kamu bernegosiasi dengan kakek soal pembatalan perjanjiannya dengan ibumu "


Elena menarik nafas dalam - dalam.


" Bukankah kakek masih takut mati? "


Elena mendengus kesal Dan tertawa" Mahkluk tua itu masih sangat mencintai harta Dan kekuasaannya "


" Setidaknya, kamu Bisa mengambil keuntungan dari sifatnya itu saat ini "


" Apa kamu yakin akan perusahaan baru u itu? "


" Kami sudah berhasil Pada tahap uji pertama, dan akan segera menerbitkan produk Kecantikan untuk memperbaiki Sel luar Dan sell dalam. Tentu saja setelah aku mengakusisi sepenuhnya "


" Hah.....kamu ternyata sudah benar - benar meninggalkan cangkang manjamu itu "


Aku mengangkat kedua bahuku" pilihannya Tower High atau Aku? " aku tak segan membalas tatapan Elena yang tajam" Egomu atau kebebasanmu? "


" Apakah kamu berniat mengambil alih Tower High? "


" Itu urusanku, pikirkan lah dirimu sendiri, dan berhentilah melakukan hal sia - sia dengan membuat kekacauan "


" Well bukan tawaran yang buruk, tapi aku butuh memastikan bahwa ini bukan jebakan "


" Like I said, aku hanya bussinesman aku tidak bermain politik apapun. I don't need power like that. Aku hanya butuh kedamaian yang tidak berharga murah "


Elena tertawa berderai, Entah menertawakanku atau dirinya sendiri.


" Kamu hubungi aku bila setuju, dan aku berharap pertemuan berikutnya kita Bisa bertemu Di kantor time legalku "


Aku memilih meninggalkan Elena dengan cepat. Aku yakin dia tidak akan menyia - nyiakan kesempatanya. Aku mulai menghitung angka bulir - bulir kekayaan yang aku miliki, ada satu ke tidak pastian dalam kemampuan ku untuk mengakusisi Bio chemical sesegera ini. Dan tentu saja, aku tidak akan membiarkan wanita angkuh itu memiliki mayoritas saham dari hasil kerja keras ku.


Aku harus memikirkan option yang lebih menguntungkanku...


******'