Sugar Mamy

Sugar Mamy
Ayah Dan Anak


Maria memiliki kemampuan meramal yang cukup baik. Setelah sekian lama ahirnya aku mendengar juga suara Papi


"Hallo Harry.. Apa kabar?" suara Berat Papi terdengar dari seberang sana. "Maaf.. Ayah belum sempat memberimu selamat atas pernikahanmu Dan pencapaianmu.


Sungguh munafik, dia terus menghindari ku saat pernikahan Anthony Dan Renata. Sekarang menelponku dengan kalimat seakan - akan kami belum pernah bertemu sebelumnya.


" Tidak masalah.. Pi"


"Papi mau mengajakmu makan malam, ibumu sudah sangat merindukanmu"


Alasan saja,


"Apakah Papi tidak merindukanku?"


"Tentu saja.."


"Aku akan menanyakan jadwal Maria terlebih dahulu, aku kabarin Papi nantinya"


"Kalau Maria sibuk, Papi Bisa mengerti... Tapi Papi sangat berharap kamu Bisa makan bersama kami"


Tanpa Maria.. No way! Kebiasaanku yang ceroboh Bisa berakibat fatal. Bagaimana klo prediksi Maria benar bahwa Papi akan menganggu perusahaan. Bagaimanapun aku juga pemilik meski 10%, tapi itu satu satunya jalanku untuk memiliki kebebasan dari Papi.


"Aku kabarin nanti Pi.. Aku juga perlu melihat jadwalku Di sekertarisku terlebih dahulu"


Aku menutup telpon tanpa Salam penutup, mungkin terkesan kurang ajar. Tapi Papi lebih kurang ajar, Karen rela membuang anaknya hanya karena tidak sesuai dengan Keinginannya. Bukannya tugas orang tua membimbing, bukan membuang.


****


"Papi mengundang kita makan Malam"


Aku langsung menemui Maria saat makan siang, tiba.


Maria menghentikan goresan penanya "Mereka sudah menentukan tanggal?"


Aku menggeleng...


"Aku selesaikan pekerjaanku dulu"


Maria membaca beberapa Map Di depannya Dan kemudian menyingkirkannya tanpa melakukan apapun. Tidak seperti biasanya.


"perusahaan ayahmu menghentikan tiga kontrak kerja sama kami" Maria menegaskan keadaan perusahaan kami yang berbalik dengan susana yang ingin Di bangun Papi.


"Anthony juga mulai mengancam akan membuat ekonomi ku berantakan, karena sejauh ini aku masih unggul" Maria menarik nafas panjang.


Aku hanya Bisa diam, tidak mengerti harus bereaksi seperti apa. Keluarga Dan Bisnis sungguh tidak selaras saat ini.


"Jadi kita bagaimana?" Ahirnya seperti biasa aku hanya Bisa meminta Maria untuk memikirkan strategy.


"Aku juga masih berfikir mencoba menerka yang akan terjadi" Maria menatapku beberapa saat.


"Sebagai anaknya apa yang kamu pikirkan saat ini.?"


"Jelas ayah tidak tulus... Dia selalu menghindari ku saat pesta pernikahan Anthony, bahkan dia menjauh kan Mami yang jelas - jelas ingin menyapaku"Aku mulai menggerutu" Kenapa tiba - tiba jadi kangen? "


" Anthony juga sudah mendapatkan posisinya di Tower High, yang mungkin seharusnya itu adalah posisimu andai kamu menikah dengan Melissa "


" Bagaimana dengan ayah Melissa apakah dia menepati janjinya? "


" Tentu saja, dia politisi yang baik.. Dia tahu bagaimana Bisa menjaga reputasinya " Maria berdiri dari tempat duduk ya Dan bergabung denganku Di sofa.


" Bagaimana kalau kita ke tempat Alberto.. Untuk memilih gaun makan malam dengan keluargamu, setidaknya satu langkah kita lakukan "


" Jadi kamu pasti akan datang?"


" sepertinya begitu... Aku juga ingin tahu situasi keluarga suamiku bukan?"


"Bagaimana kalau tempat lain, aku tidak menyukai Alberto"


"Maksudmu kita sekalian menggali Informasi?"


"Tidak berharap sejauh itu... Alberto adalah teman yang baik, paling tidak dia juga Akan hadir dalam saksi persidanganku tentang pernikahan kita"


"Hubungan ya...."


"Memeprtahankan sisi harmonies yang belum kita tunjukkan padanya"


Aku mengerutkan kening masih tidak mengerti.


" hal itu pasti akan sampai kepada Anthony Dan aku berharap dia tidak menyerang pernikahan kita, mengingat awal pernikahan kita yang jauh dari kata sempurna"


"Aaah..." yup. Aku hanya Bisa menjawab itu karena aku masih belum mengerti Jalan pikirkan Maria.


"Sekalian kita Akan memilih gaun sebagai oleh - oleh untuk ibumu, aku percaya Alberto pasti memberikan karya terbaiknya Dan mungkin Akan membuat ibumu yang cantik itu akan histeris Dan menjadi langganan baru Alberto"


Ah... Kali ini aku mulai faham.


"Kamu yang nyetir atau kamu yang nyetir?"


Perbedaan menikahi wanita seperti Maria ada dalam satu hal ini, posisi perempuan Dan laki - laki selalu setara. Meski kadang rasanya egoisme laki - laki ku tergores. Tapi Sebenarnya ini adalah yang seharusnya, dan aku mulai terbiasa sekarang.


" Aku saja yang menyetir, kamu pikirkan baik - baik bagaimana menghadapi keluargaku saja"


Maria tersengal singkat "Bagaimana kamu memintaku untuk hal yang seharusnya kamu lebih mengerti"


"Seperti kamu bilang, aku jarang menggunakan otakku terutama untuk hal yang seperti itu" Aku mencoba membalikkan ucapan Maria padaku.


******


"Mariaaa....." suara Alberto langsung melengking ketika aku dan Maria memasuki boutique miliknya.


"Kamu masih belum menceraikannya?"


Kalimat awal pemyambutan Alberto langsung menaikan tempramenku. Kalau saja aku tidak ingat apa rencana Maria, tentu aku sudah memakinya.


"Kamu tidak akan membuang Berlian bukan?" Maria kali ini membelaku dengan baik.


"Aku menikmati memiliki suami lebih muda..." lanjutnya "He is so Good" Maria berbisik ke Telinga Alberto dengan senyum yang merekah.


"huh... Mana mungkin.. Cuih" Alberto menaggapi dengan nada tidak suka.


"Sudah aku bilang aku adalah pilihan yang terbaik" Aku mulai bersuara Dan meraih pinggang Maria untuk mulai berjalan denganku ke arah Sofa.


"Kami Akan makan malam dengan orang tuaku, ini baru pertama kalinya aku berharap kamu membalutnya dengan gaun terbaik agar Bisa mengesankan"


Aku langsung mengambil posisi untuk menjelaskan maksud kami.


"Sekaligus aku ingin memberi hadiah untuk ibu mertuaku gaun yang cantik, yang kira - kira Bisa dia pakai untuk acara - acara pentingnya, aku yakin kamu yang terbaik"


Wajah Alberto langsung berubah menjadi cerah, senyumnyapun menjadi lebar Dan ramah padaku.


"Aaaah... That's great idea! Apa ini ide si tampan ini?"


Hampir tak percaya dia juga memanggil ku tampan. Urusan uang manusia Bisa berubah begitu cepat.


"Benar... Dia menyukai gaun pengantin rancanganmu untukku waktu itu jadi..."


" Aku ingin melihat lebih lagi soal sentuhan ajaibmu" Aku memotong kalimat Maria Dan mencoba berimprovisasi sedikit.


Rupanya, menjadi sugar Baby membuatku juga memiliki keahlian tambahan yaitu menjilat. Sama sekali bukan karakterku.


****


"Dalam dunia bussinessmenjilat atau semacamnya adalah lumrah mungkin harus, selama sebatas Norma yang ada. Kita tidak perlu menyukai sesuatu untuk memuji tapi kita memuji sesuatu yang berpotensi menguntungkan kita. Dan jangan pernah menjatuhkan lawan dengan ucapanmu karena itu berarti kamu lebih rendah darinya " pelajaran singkat Maria saat itu sering terngiang Di telingaku, dan aku mulai perlahan mengerti maksudnya ahir - ahir ini.