
Drrrt....
"Rome?" desisku ketika melihat kode negara Di layar ponselku.
"Hello...!!"
" Apakah anda suami dari Bu Maria?"
"Benar"
"Sepupu anda akan tiba Di Hotel kami empat puluh lima hari kemudian dari sekarang " ucap pria Di seberang sana yang cukup fasih dengan bahasa meski Aksennya masih sangat terasa "Kami akan merawat nona Renata dengan baik selama dia di sini"
"Apakah kamu menanyakan dia berada Di mana sekarang?"
"Dia sedang dalam perjalanan ke Rome dari Singapore dengan Royal caribian Cruise. Penjemputan juga sudah kami jadwal kan"
"Hmm... Thank you for your help"
"Our pleasure sir"
Aku menutup telpon.
" Renata Di Rome" Aku menyela bincang Maria dengan designer favoritnya.
"Ah.. Di Rome?" Maria tersenyum sesaat "Gadis kecil itu ingin main detective dengan kita"
"Apakah kita perlu memperingatkannya Mar?" Alberto mulai nampak lebih serius.
"Apakah kakekmu cukup berkuasa Di prancis?" Maria balik bertanya padaku "Aku rasa nama Kildman berasal dari negara yang lain"
"Aku tidak ahli sejarah soal itu. Aku hanya menerima semuanya sebagai takdir tanpa perlu tahu yang lain" Itu benar Dan jelas.. Aku tidak pernah bersyukur atau bangga dengan keluarga atau latar belakangku..
Hampir seluruh hidupku aku mencoba menghindari untuk menjadi bagian dari keluargaku yang memusingkan. Tapi sayangnya aku adalah anak tunggal.
"Bagaimana kalau kamu bersama keluargamu merencanakan penculikan Renata, agar dia menjauh dari Italy. Setidaknya biarkan dia berada Di prancis untuk menghibur kesedihannya" Maria menyarankan Hal yang aneh.
"Kamu ingin menjauhkan Renata dari Anthony?" Aku mencoba menggali maksud sesungguhnya. Apakah jangan - jangan Maria sedikit berminat Pada Anthony?
Maria Dan Alberto Saling menatap Sejenak "Bagaimana kalau Anthony bukan orang yang cukup baik atau dalam lingkungan yang tidak baik dalam kurun waktu tertentu?" lanjut Maria yang semakin membuatku penasaran.
"Listen Darling!" Alberto mengambil alih "Manusia semenawan Anthony tidak mungkin lari ke negeri orang tanpa alasan yang baik" Alberto mencoba membantuku menganalisa situasi Anthony yang harusnya bukan urusan ku.
"Dia juga bukan Di adopsi oleh orang biasa, seharusnya dia cukup nyaman di sana" lanjutnya.
"Mungkinkah sepertiku?"
Alberto Dan Maria sekali lagi Saling memandang satu sama lain dengan cukup mencurigakan.
"Obat yang di berikan untukku saat itu.. Bukan barang mudah"
Alberto menarik nafas dalam - dalam Dan menahannya beberapa saat. "OK seriously, aku tidak terlibat. Kami hanya kebetulan satu negara Dan berteman akrab Di sini, tidak Di negara kami"
Aku masih bingung soal arah bicara Alberto yang memusingkan.
"Anthony pernah menjadi bagian dari organosasi terlarang. Karena itulah Maria Bisa melakukan blacklist padanya saat ini" Alberto melanjutkan.
"Anthony perlu memberikan bukti bahwa dia benar - benar bersih dari masa lalunya. Sebelum dia menghubungi Tania, karena Maria tidak mau terlibat" Alberto melanjutkan penjelasan rumitnya yang mulai aku mengerti.
"Hah.... Ha.. Ha.." aku tertawa sendiri berharap itu hanya isapan jempol semata atau prank. Tapi baik Maria atau Alberto sama - sama hanya menyajikan wajah yang serous "Kalian tidak bercanda?"
"Jadi kamu pernah mmenikahi seorang anggota organisasi terlarang?" Aku menggumam lirih.
"Jangan lupa dia juga menantu dari pamanmu" Maria menimpali.
Yeah.... Tampang rupawan juga topeng yang ampuh dalam penyamaran.
"Apakah dia masih active?" Kali ini aku penasaran.
"Dia mengatakan tidak" Maria merapatkan kedua bibirnya "Kita tunggu beberapa bulan hingga polisi setempat Bisa memastikan"
Huh.. Ha.... Aku tertawa dalam hati. Maria sanggup bertindak sejauh itu tanpa sepengetahuanku.
"Yeah.... Renata pasti tidak mau mendengarkan. Menculiknya itu lebih efisien dari Pada membujuknya".
"Bisakah kamu juga membuat pakaian dalam dengan warna senada?"Kami kembali ke topik fashion Maria" Aku mau yang shameless, so.... It will blend with her skin smoothly "
" That's Great Idea "Alberto menimpali segera.
" Apakah kalian berdua bekerja sama untuk mengerjaiku? "
" Common Mar...! "Aku dan Alberto menyahuti hampir bersamaan.
" Berinovasilah lebih Pada dirimu bukan hanya pekerjaan "Aku mencoba memepertahankan pendirian ku.
" Aku berjanji aku akan membuat koleksi untuk ini dan melakukan launching dengan model yang se tipe denganmu agar kamu percaya diri " Bujuk Alberto penuh semangat.
" Pastikan saat itu, kamu mengundang media dengan reputasi positif, aku yakin itu akan booming "Alberto memintaku dengan mata yang bersinar.
Seiring bersinarnya harapanku melihat Maria yang berpenampilan lebih baik dalam waktu dekat.
*'******
Maria memandangi gantungan bajunya Dan termenung cukup lama.
" Aku tidak memilihnya sembarangan "Maria bergumam Dan mengubah sedikit posisinya.
Aku hanya memandangi dari ujung ruang, Menikmati keresahannya. Tapi dalam hati aku bertanya, apakah aku akan merindukan Maria yang lama?
" Pernah kah kamu memikirkan perasaanku? bukan hanya masa depanku "
Maria sedikit terkejut melihat kehadiaranku.
"Bukankah perasaan akan lebih baik ketika masa depan kita baik?" balas Maria yang sepertinya tidak menganggap serius ucapanku.
Maniknya kembali mengedarkan pandangannya seperti semula.
"Beberapa hal itu harus berubah, aku juga berubah. Dan seharusnya kamu juga" Aku kehilangan kata untuk merayu Maria " meski hanya sedikit, seperti menpertimbangkan perasaanku"
Maria mengarahkan sudut matanya kepadaku.
"Aku menginginkan istriku Di puji, bukan Di olok. Aku juga ingin Di hargai dengan pilihan pasangan hidupku, bukan Di tuduh yang aneh - aneh" Aku mengulum ludahku sendiri "Aku selalu berusaha sendiri untuk hal yang kamu anggap remeh, tapi sangat menggangguku"
Kali ini Maria menunduk Dan memainkan kedua ujung jemari kakinya.
"Dan aku selalu gagal, karena ternyata setelah menikah semua hal butuh kerja sama" Aku tersenyum seadanya.
"Tapi...."Maria enggan melanjutkan ucapannya." Aku Sebenarnya takut "lanjutnya lirih.
" Takut...?? "
Maria tertawa kering " orang rupawan sepertimu tidak akan mengerti rasanya, ketika orang lain membuat lelucon tentang penampilan kita "Maria membalas tatapanku" Kami seperti junk food "
Aku mengerutkan alisku.
" Hanya karena tidak putih seperti bintang iklan, tidak memiliki ukuran B, C, D atau sederet hal lainnya "Maria mendongakkan wajahnya" Maka kamu tidak Di hargai juga "
" Common!! Pretty is not depend in color and size "
Maria mengangguk" Seharusnya, tapi kita tidak bisa memaksa pola pikir orang lain "
Kenapa Maria selalu Bisa membuatku lagi - Dan lagi menerima pemikirannya.
" blazer hitam, kemeja dusty Celana cream? " Tawarku.
" Jadi kita mix? "
" Well.. Not bad.. Tapi... The underwear is full of my choice " Aku mengajukan syaratku.
Maria menyandarkan kepalanya Pada lenganku.
"Aku rasa kamu Bisa mulai berhenti menghitung hargamu" Desisnya.
"Ha...? Maksudmu...? We are stop?"