Sugar Mamy

Sugar Mamy
Perubahan


" Tunggu.... Kalau kamu banyak yang naksir bagaimana? "


" ck... Common Har.. Usiaku tidak lagi punya cukup waktu untuk hal aneh seperti itu "


Itu menurut Maria, bukan menurutku yang merupakan keponakan dari Elena.


"Hmmm... Targetmu masih satu anak lagi kan?" Tanyaku yang mulai meraih jemarinya " ijin kan aku jadi ayahnya.... Please"


"Jangan berlebihan, tidak akan Ada yang naksir aku meski aku seperti malaikat"


"uhf... Apa karena mulutmu kadang seperti malaikat pencabut nyawa?" Aku bergurau ringan.


"Tidak, karena aku tidak pernah membuka kesempatan"


Tapi aku memaksa, tentu lebih nyaman melihat istrimu akan sesuai seleramu setiap saat. Dan..... Aku juga jadi lebih berselera Di setiap saat.


*****


"Ganteng??? Tumben telpon - telpon aku"


"Sepertinya kamu penjilat yang baik Alberto" Aku menimpali sambutan genit Alberto Di seberang sana.


"Aku ingin beberapa pilihan koleksi untuk Maria. Pastikan warna yang lembut Dan kalau Bisa cerah"


"Kamu tidak sedang berselingkuh bukan?"


"Mungkin aku tidak keberatan, asal itu kamu" Godaku.


"Huh... Sorry.. Aku tipe setia"


"Bagus.. Jadi jangan banyak Tanya Dan berikan yang terbaik untuk permintaanku"


"OK ganteng" balas Alberto dengan gaya kemayunya..


"Ah... Kirim hari kamis ini Pada jam dua siang Di rumah"


" Kalian tidak bekerja??"


"Itu bukan urusanmu. Selama penjualan koleksimu lancar kamu tidak usah khawatir bukan?"


"ya... Ya.." Alberto menutup obrolan kami dengan tidak ramah. Seperti obrolan - obrolan kami biasanya.


Drrrrtttt....


"Mau protest???"


"protest apa? Ini Mami!!" suara mami melengking menyambut nada judesku.


"Eh Mami? Tumben"


"Mami masih punya hak menelponmu" jawaban mami yang terdengar kesal.


"Asal normal"


Terdengar mami menghembus nafas kasar. "Renata Hilang!!"


"Ah.. Party kali Mi!"


"Enggak.... Serius ini. Kami pikir kami sebegitu lemahnya hingga tidak bisa membedakan dia bermain atau menghilang" Jelas mami masih dengan nada sewotnya "Passportnya juga tidak ada.. Tapi tidak ada Di bandara manapun.. Bantu cari ya..."


Apakah Anthony tidak menjalin hubungan baik - baiknya dengan Renata?


"Anthony?"


"Entahlah dia sulit di hubungi sejak sampai di Italy"


Ah.. Lelaki itu sepertinya memiliki hobby kabur.


"Kalian masih bergerak Di bidang pengangkutan kan? Bisa bantu periksa Di semua imigrasi pelabuhan, Renata itu anak manja kita semua khawatir dia Kenapa - Kenapa"


Benar juga, selain mempercantik diri Dan bersenang - senang. Renata tidak memiliki keahlian bertahan hidup yang lain.


******


"Apakah Anthony menghubungimu"


"Dia tidak akan menghubungi kami segera, butuh waktu beberapa bulan" Jawab Maria yang tidak ragu.


"Tidak kah dia merindukan Tania?"


"Tentu saja, aku tidak pernah ragu soal dia jadi ayah" Lanjut Maria yang masih juga tenang.


"Dasar.... Bagaimana dia Bisa berfikir seperti itu" Maria mengumpat Renata, tapi membekaskan gores Pada hatiku.


"Tapi aku bisa mengerti, dia pasti khawatir karena Anthony tidak ada kabar" Aku terdiam Sejenak "Bagaimana kalau aku Di sisi Anthony, apakah kamu akan menyusulku"


"Kamu tidak akan seperti Anthony, kasusnya berbeda Dan aku juga bukan Renata" jawab Maria cukup menohok "Aku akan menghubungi interpol Dan meminta bantuan semua koneksi yang aku punya" Maria membalas tatapanku seperti biasa "Aku juga tidak mau mati ketika kamu ditemukan"


"Hush kamu masih egois"


"Apakah kamu berharap kamu melihat mayatku?"


"Ah tidak se extreme itu"


"Bagus..!! Aku akan membantu mencari Di semua kantor imigrasi Di area pelabuhan. Aku juga akan membantu menghubungi keluarga Anthony Di Italy"


"Ah iya itu benar..."


"Dan... Hubungi semua semua Hotel.serta lacak transaksi Bank Renata, terutama Di virgin Island"


"Kenapa harus ke sana?"


"Keluarga kalian sangat kaya kan?"


Aku mengangguk "Kalau begitu kamu tahu Di mana tempat Bisa mengakses uangmu dengan rahasia"


"Ah benar...!!" Aku baru sadar. Tentu saja keluarga kami menyebar rekening Di beberapa negara.. Termasuk negara yang di sebutkan oleh Maria.


****


****


"Sea Shell color adalah tema untuk warna untukmu Mar" Alberto mengoceh manja "Sesuai dengan pribadi Harry yang sepertinya menyukai kebebasan"


" Warna ini aneh untukku meski manis"


"Aku setuju" Pencegahan mutlak. Bukankah kali ini dia harus menurutku.


Maria hanya mengangkat alisnya Dan menerima tumpukan baju untuknya.


"Ada berita soal Renata?" Alberto rupanya juga ikut cemas.


"Anthony sama sekali tidak menghubungimu?


Alberto hanya menggeleng." Hmmm... Dia tidak akan mudah Di hubungi dalam waktu dekat "


" Kalian menyembunyikan beberapa kenyataan soal Anthony? "


Alberto hanya berpaling Pada Maria yang baru saja muncul.


" Aku selalu memimpikanmu memakai warna itu, aku sudah kira pasti Cocok dengan kulit tanning kamu " Alberto mengalihkan topik tanpa Bisa aku cela.


" Tapi seleramu tidak begitu Di terima Di sini" Maria selalu menolak kata cantik untuknya "


" Aku juga suka " Aku langsung setuju dengan Alberto. Karena seleranya memang bagus.


Kulit Maria tidak terlalu terang atau gelap. Tapi semua yang terlihat sama dengan semua yang tertutup. Lapisannya Halus seakan membelai sutra ketika menyentuhnya. Dan Alberto tahu bagaimana membuatnya nampak lebih menarik.


"Kita Bisa aplikasi kan beberapa warna Pada makeup kamu Mar!. Tertarik untuk mengubah rambut?"


"No...?" Aku dan Maria serempak menjawab.


****


"Belum ada kabar soal Renata?" aku menghubungi staff kami yang mengurus bagian pelabuhan.


"Renata ke Singapore lewat pelabuhan batam" jawab staff itu cepat "untuk pelabuhan International kami butuh waktu lebih"


"hmmm... OK! Kabari aku setelah kamu mendapat kabar" Aku menutup telpon Dan bergabung kembali Pada keriuhan Maria Dan Alberto.


Namun wajah Maria seperti tidak dalam kondisi yang senang.di antara senyum kepuasanku Dan Alberto.


"I am OK" respon ku melihat penampilan Maria yang baru.


"Ternyata kita punya selera yang sama, Kenapa kamu tak bilang dari awal. Sehingga kita Bisa sedikit berbaikan" Alberto mengutarakan pendapat munafiknya. Jelas - jelas dia yang menolak ku dari awal.


Drrrt....


"Rome?" desisku ketika melihat kode negara Di layar ponselku.


"Hello...!!"