
"Saya Elena Kildman.... Salam kenal" Semua mata lelaki tentu tidak akan melewatkan pemandangan menawan. Meski beberapa dari mereka sudah terbilang kakek - kakek.
Senyum penuh rona mulai menghiasi wajah mereka secara bergantian. Kecuali aku, yang mulai tersulut emosi.
"Terimakasih atas kehadiarannya Nyonya Elena" Anthony melanjutkan pidatonya kembali "Seperti yang tercantum Pada lembar structure management, Elena menempati posisi sebagai komisaris independent" Anthony melempar senyum puas ke arah Elena.
"Mungkin Elena terbilang baru dalam dunia kita, Namun langkah pertamanya sebagai directure Di Bio chemical layak untuk di apresiasi"
What??? Yang benar saja, Elena justru menusukku dengan kesempatan yang aku berikan. Meski sudut mata Elena menangkap rasa keterkejutanku, dia sama sekali tidak merasa sungkan.
Uhf... Aku serasa ingin menyemburkan lahar Di hatiku saat ini. Aku benar - benar bodoh telah mempercayai Elena yang jelas - jelas selalu tidak pernah berniat baik Pada keluarga kami.
Lebih mengerutkan lagi, bahwa Elena berhasil memiliki 3% saham, yang tentu saja itu didapat dari Anthony.
Konsentrasiku langsung pudar berderai selama Rapat berlangsung. Aku hanya tidak sabar menunggu saat para pemegang saham mengutarakan pendapatnya.
Dan....
"Saya ada permintaan" Aku segera mengambil yang pertama mengajukan pendapat. Aku sudah tidak tahan berlama - lama Di sini. Terutama melihat penipuku duduk manis penuh kepuasan Di depan mataku.
"Silahkan Tuan Harry" Anthony mempersilahkanku.
Aku segera berdiri dan membagikan dokumen berisi kesalahan Anthony dengan rasa jengkel.
Kalau tahu begini, aku lebih baik langsung menyerahkannya ke pihak berwajib saja.
Aku menarik nafas dalam - dalam, mencoba menata emosiku yang sempat berantakan.
"Semua dokumen yang sudah ada Di Tangan kalian saat ini adalah sepertiga dari pelanggaran yang di lakukan oleh tuan Antonio"
"Sebagai salah satu pemegang saham, saya cukup keberatan dengan tindakan beliau yang akan membahayakan reputasi perusahaan"
Anthony mulai melihat dengan teliti apa yang sedang aku jabarkan.
"Dan Di Tangan saya, saat ini adalah bukti konkrit pelanggaran Anthony..."
"Dia melakukannya dengan nama sendiri, bukan perusahaan. Asalkan keuntungan perusahaan berlipat saya tidak keberatan"
Dasar orang tua serakah, kasus penyuapan Dan manipulasi harga pajak bukan hal sederhana.
"Benar! Lagi pula andai kan ada masalah dia adalah CEOnya, maka sudah pasti dia yang bertanggung jawab penuh. Tapi kami cukup puas dengan keuntungan yang maning kat pesat" sahiut yang lain. Yang mulai membuatku pening.
Ternyata memecat orang yang yang cukup kompeten bukan hal yang mudah.
"Benar! Aku cukup puas dengan hasilnya. Lagi pula itu masa lalu. Sejauh ini dia tidak melakukannya Pada perusahaan kita"
"Benar!!!" semuanyapun mulai serempak membela Anthony.
"Kamu melakukan ini karena Anthony pernah melakukannya Pada perusahaan istrimu bukan?" Ayah Renata mulai menyerangku " Dan urusan pribadi Di antara kalian.. Hah.."
Pasti Renata sudah mengadu banyak hal Pada papanya.
"Kamu baru datang ke Tower High Dan langsung menabuh genderang pada kami" Ayah Renata melanjutkan kalimatnya Di iringi tawa kecil mengejekku.
"Anthony juga mulai memgumpulkan saham untuk menjadi yang dominant, paman!! " Aku berbisik tertahan tentang kenyataan yang sedang dalam process.
"Jangan membuatku tertawa, dia memberikan 3% dari sahamnya Untuk Tantemu yang sedang duduk Di sana" Ayah Renata menggeleng Sejenak "kembali lah ke Ketiak istrimu Dan biarkan kami damai mengurus Tower High"
"Tapi tidak Apabila kasus yang lain menyebar" Suara Maria tiba - tiba menggema Di seluruh ruangan.
Dengan nada langkah yang berirama teratur Maria tanpa ragu melangkah lebih dekat menuju podium Di mana Anthony memimpin Rapat hari ini.
"Saya Maria, dan saya datang mewakili William Jefford" Maria segera menunjukkan surat kuasa Di tangannya. Dengan hanya Seutas senyum classicnya. Anthony tanpa menunggu pinta segera memberikan ruang untuk Maria.
"Tapi bagaimana Apabila belia terjerat kasus perdagangan manusia?" lanjutnya.
Seluruh ruangan segera terdengar penuh riuh. Wajah Anthony mulai perlahan memucat.
"Terutama Apabila korbannya adalah ibu dari putrinya"
Maria memutar perjanjian Anthony dengan Luna tentang malam insiden Maria malam itu.
"Karena ada nominal Di dalamnya, maka ini Bisa dikategorikan perdagangan manusia bukan?"
"Are you Crazy Mar?" Anthony tidak bisa menahan diri untuk mendekati Maria Dan hendak menamparnya.
Aku secara reflect, segera bergegas mendekati Maria dengan rasa panik. Tapi Maria dengan wajah tenangnya tanpa khawatir Tangan kekar Anthony mendarat.
"Bahkan Beliau tidak segan melakukan kekerasan ckckck"
Aku dan Anthony seketika membeku bersamaan.
"Kita tahu bersama bahwa image moral dalam Bisnis Sungguh sangat penting terutama bagi seorang CEO yang tentu menjadi simbol dari perusahaan" Maria masih melanjutkan kalimatnya tanpa gemetar sedikit pun.
"Dan bukan pilihan yang bijak bila beliau tetap menjabat sebagai CEO"
Seluruh ruang segera hening.
"Dan saya sebagai korban sangat siap dengan semua bukti lengkap untuk meneruskan kasus ini ke ramah hukum" kali ini sepasang mata Kelan Maria segera tertuju Pada Elena "Bukan begitu Nyonya Elena"
"A... Aku tidak ada hubungannya"
"Olah tkp akan segera Di gelar Di gedung milik anda"
Maria menampilkan foto gedung tempat kejadian malam itu, beserta surat kepemilikan yang berstatus leasehold dengan nama Elena Kildman.
(Leasehold \= sewa dalam jangka panjang sekitar 35 tahun)
"Saya Maria perwakilan dari Tuan William Jefford dengan 15% saham setuju atas pemutusan kontrak kerja Tuan Antonio sebagai CEO Dan penolakan terhadap Elena sebagai komisaris independent Tower High"
"Saya setuju" Aku segera menyahut " Harry Edric Jefford dengan 5% saham"
"Raja Thomas Jefford dengan 35% saham setuju"
Suara Papi membuat semua mata langsung menoleh. Ini pertama kali Papi Di pihak ku.
"Pa.. Pi..." Aku hampir tak percaya tentang sosok Papi yang benar - benar berdiri Di ambang pintu.
"Adi Kurniawan 1% saham juga setuju"
Sepasang mataku rasanya ingin keluar. Bagaimana mungkin Adi juga tetfikir hadir. 1% saham Adi adalah milikku yang aku dapatkan saat berita persidangan Papi bergulir.
Aku Sungguh terharu dengan situasi saat ini.
"Aku tidak ingin Tower High menjadi rendah secara moral, mungkin saya sempat keliru Dan telah menebusnya. Tapi merendahkan ibu dari anak kita. Itu jauh lebih tidak beradab"
Papi berjalan penuh wibawa menuju kursi utama Di pusat meja Rapat. Tempat yang seharusnya menjadi milik Anthony.
"Kita sudah mendengar suara mayoritas, jadi sisanya harus menerima keputusan dengan lapang dada" Maria menutup pidatonya tanpa rasa bimbang.
"Mulai hari ini, Tower High akan saya pimpin kembali. Saya harap tuan Antonio Bisa bekerja sama dengan baik untuk processnya" Papi menyeru dengan penuh wibawa, tanpa ada satupun yang berani menatap.
Termasuk Anthony yang masih belum usai dari wajah pucatnya. Dia tetap mematung tanpa satu kata yang terucap. Begitu pula Elena yang mengerat giginya dengan wajah merah antara Malu Dan amarah.