Sugar Mamy

Sugar Mamy
Surprise


"Kamu yakin menjual jetmu Pada Anthony?" Pertanyaan Dion bukan tanpa alasan. Karena hingga saat ini, Elena tidak sibuk memberikan beberapa dokumen untuk pengalihan nama.


"Itu bukan urusan kamu" Elena hanya membuang muka ke arah hamparan jendela kantor barunya yang bernuansa caramel.


"Jadi.... Tebakanku benar? Kamu membantu Anthony? Dan juga berpihak Pada Harry Pada saat bersamaan?" Dion mulai bersuara akan kegelisahannya ahir - ahir ini.


Desas desus tentang kejadian Maria saat itu tentu sudah mulai berhembus kencang, Meski belum terkonfirmasi kebenarannya. karena sulit sekali membayangkan bahwa seseorang Bisa bertindak sejauh itu Pada sosok wanita seperti Maria.


" Aku harap kamu tidak meremehkan perasaan seorang ibu, kalau Keinginanmu menjadi seorang ibu itu benar adanya"


Elena masih terdiam, tawaran Anthony untuk Bisa memiliki posisi Di Tower High meski tanpa selembar saham cukup menggiurkan. Dia suduh cukup muak dianggap tidak pintar hanya karena Kecantikannya. Dan selalu Di anggap tidak layak hanya karena status kelahirannya.


"Aku melakukannya justru karena Aku ingin menjadi ibu" Elena memutar kembali tubuh eloknya dengan elegant dia menghampiri suami yang juga rekan kerjanya.


"Apakah kamu pernah berfikir ketika anakmu berdiri Di depan kelas Dan harus memperkenalkan orang tuanya atau bercerita tentang keluarganya?"


"Dia Bisa bicara jujur, aku bekerja dengan keras Dan profesi yang cukup jelas"


"Bagaimana denganku Yon?" Elena mengambil langkah lebih tak berjarak "Hanya wanita cantik atau anak haram?"


"Kamu punya kedudukan sekarang?"


"Jangan bodoh, aku tahu Harry memilihku karena hanya karena Kecantikanku. Siapa yang tidak? Tapi aku menganggap ini bukan ahir"


Dion tak Bisa berkata - kata, hampir tak percaya. Sosok Elena yang ceria Dan selalu easy going. Ternyata memiliki variable yang cukup rumit.


"Bekerjalah dengan baik Yon! Pastikan perusahaan ini terus meraup keuntungan. Dan aku masih belum menyerah untuk memiliki keturunan"


Elena segera meraih tumpukan map dari mejanya Dan menyerahkannya Pada Dion.


"Jangan khawatir aku akan membayarmu lebih dari seharusnya" Elena tersenyum singkat Dan meraih handbag bermerk high-class sebelum melangkah keluar ruangan.


Kini hanya Dion sendiri yang justru merasa bersalah dengan apa yang terjadi.


*****


"Bonjour...." Elena melenggang santai Pada ke dalam mobil mewahnya.


"Aku tidak mendengar apapun dari Melissa" jawab pria Di seberang sana.


Tawa renyah segera mengalun seiring suara mesin yang Halus "Tentu saja tidak, gadis - gadis ingusan itu, tidak panda memasang perangkap. Tapi aku salur dengan keberanian mereka"


"Damn!!! Mereka gagal?"


" Sebenarnya hampir berhasil, hanya saja mereka lalai untuk mengontrol Harry malam itu. Padahal Harry bukan lelaki yang suci, menggodanya sedikit tentu tidak sulit" Elena terus melajukan mobilnya.


Terdengar suara memaki dari pria yang berada Di seberang.


" Aku sudah memperungatkan kamu untuk lebih cermat. Jadi, janjimu harus tetap kamu tepati" Elena memutar laju mobilnya memasuki parkiran gedung perkantoran mewah.


"Kamu tidak akan absent dari Rapat hari ini bukan?" Tanya Elena memastikan.


"Tentu saja, aku CEO nya. Mana mungkin aku tidak hadir"


"Kalau begitu, akan sangat menyenangkan Apabila kamu menyambutku Di lobby" Elena menghentikan mobilnya Dan segera melangkahkan kaki keluar dari Porche navy miliknya.


"Aku hanya ingin kejutan Di dalam sana. Bukan terang - terangan menabuh genderang perang"


"uhf... Maria benar, kamu hanya pengecut!" Elena berdecih "Pastikan kamu tidak mempermalukanku nanti"


"Itu mudah!!! Aku tunggu.. Kedatanganmu Di ruang rapat"


******


Rapat pemegang saham Tower High segera di mulai. Sungguh di luar perkiraanku aku mampu hadir hari ini, tanpa campur tangan orang tuaku. Bukan Papi apalagi Mami. Meski aku melakukan barter dengan Tanteku Elena.


Mesin lift terasa begitu lambat hingga ke lantai dua puluh lima. Aku tidak Bisa membayangkan bagaimana wajah mereka yang terkejut melihatku hadir dengan lima persen saham Di Tanganku.


Haha.. Aku rasanya Bisa tersenyum bangga Dan juga cukup nervous untuk menyatakan pendapatku yang negative tentang CEO kesayangan mereka.


"Anthony... Aku pastikan kamu akan kehilangan pekerjaanmu hari ini" desisku dalam hati.


*****


Rapat baru Di mulai lima menit yang lalu. Tentu saja pintu ruang Rapat sudah mulai tertutup. Aku membayangkan semua mata mengarah padaku dengan Mulut menganga.


Huh.... 1...2.... 3..


Semua bersikap biasa saja, semua mata hanya memandang sekilas Dan senyum simpul ke arahku.


Suara bisik - bisik juga mulai bergemuruh pelan Di sudut bangku para sekertaris.


Ya.. Ya... Mereka pasti sudah bergossip Di ruang chat perusahaan sepanjang perjalanan aku ke sini.


Sesekali aku mendengar riuh kata tampan Dan ' Kenapa dia tidak hadir dari dulu pasti menyenangkan'. Inilah salah satu kerugian memiliki penampilan rupawan.


"Kami selalu menantikanmu Har!!" Ayah Renata menyambutku dengan tatapan dingin. Yang jelas itu berarti Sebaliknya.


Tenang... Tenang... Fokus dengan tujuan utama. Singkirkan Anthony Dan setelah itu aku akan segera pulang Dan menikmati perayaan kecil bersama Maria.


" Semuanya sudah lengkap?" Suara Anthony yang Berat Dan penuh wibawa menggema ke setiap sudut ruangan.


Kami Saling memandang satu sama lain, hingga..


"Aku rasa sudah" ucap salah satu lelaki yang sudah cukup berumur Di ujung meja.


"Tapi... Masih ada kursi yang kosong" Entah dari mana aku berani bersuara secara otomatis.


"Itu kursi willy.. Setiap tahun seperti itu" jelas ayah Renata yang masih memasang senyum simpulnya padaku.


"Om Willy tidak pernah datang? " Kali ini suaraku lebih mirip berbisik.


"Willy selalu mau untungnya saja.." Balas Ayah Renata dengan pandangan yang mulai berpaling.


"OK...kalau begitu kita mulai saja" Anthony melanjutkan " sesuai dengan agenda Rapat kali ini. Selain tentang pembagian laba bersih tahun ini, saya Akan menambahkan Perubahan structure management perusahaan yang baru"


Anthony mengambil sedikit jeda ketika wajahnya yang merasa kurang nyaman mengarah padaku


"laporan tentang Perkembangan tower high sudah tersaji Di hadapan kalian berikut juga dengan beberapa kandidat structure management yang baru". Anthony ahirnya melanjutkan dengan nada yang tenang.


Rupanya, kepiawaian Anthony soal pekerjaan bukan isapan jempol semata. Tanpa merampas hak orang lain atau cara instant dia tentu mampu meraih karir yang gemilang. Sebagai pemegang saham tentu aku sangat puas dengan hasil kerjanya. Sayangnya aku harus merelakannya meninggalkan posisinya itu.


Tunggu...... ELENA?


Mataku membuat sempurna Pada nama Dan wajah yang tidak asing yang terpajang sebagai komisaris independent. Ini tidak masuk akal, bukankah Elena sudah menyerahkan seluruh sahamnya padaku?


Derit pintu terdengar terbuka lamban. Seutas wajah cantik dengan penampilan menawan. Segera memasuki ruangan dengan langkah yang Elegant. Tanpa segan wanita itu yang jelas adalah Elena segera mengambil posisi Di kursi kosong yang tersisa.


"Saya Elena Kildman.... Salam kenal" Semua mata lelaki tentu tidak akan melewatkan pemandangan menawan. Meski beberapa dari mereka sudah terbilang kakek - kakek.


Senyum penuh rona mulai menghiasi wajah mereka secara bergantian. Kecuali aku, yang mulai tersulut emosi.