
Semenyedihkan itukah pernikahan Maria dengan Anthony? Pantas dia bilang Anthony tidak pernah masuk hitungan.
Dan dia selalu bilang, sikap Anthony hanya untuk Tania. Tapi, Di Sisi lain Antony hampir tidak pernah melepaskan pandangannya dari Maria.
Mungkin gengsi Anthony cukup tinggi untuk mengakui dia mencintai Maria. Mungkin seperti Maria bilang, hal itu hanya karena dia tidak secantik Rose.
Persahabatan Anthony Dan Maria yang terbilang lama, sepertinya hampir tidak mungkin tidak ada rasa cinta Di antara mereka..
"Apakah kamu yang menawarkan pernikahan dengan Anthony" tanyaku di kala kami membahas pernikahan Maria di masa lampau.
"Anthony...."
"Kamu tidak pernah mencintainya....?"
"Aku tidak berjuang untuk hal yang tidak abadi Dan tidak bisa di percaya"
" Bagaimana denganku?" aku mencoba mengkonfirmasi pernyataan Maria.
"Setidaknya... Kita punya perjanjian Dan sejauh ini kamu masih Bisa aku jangkau"
"Jadi... Apakah kamu mencintaiku?" Aku coba memastikan.
"Mungkin iya.... Tapi yang pasti aku sedang belajar mencintaimu Dan aku kadang merindukan ucapanmu yang tidak berotak"
"Heii...!?? Aku ini pintar"
"Tapi terkadang kamu tidak memakainya ketika berkata - kata"
Maria benar, aku sering berucap tanpa berfikir. Sangat berbeda dengan Maria yang hampir selalu berfikir tapi terkadang lupa berperasaan.
Sorry.. Anthony.. The music that you pass will be on fire in my hand.
****
Hari - Hari telah berlalu, para wartawan juga masih enggan pergi dari rumah Maria meskipun Melissa juga sudah tidak pernah wira wiri Di layar kaca lagi.
Dan seperti dugaanku, Anthony mengulur waktu untuk mengembalikan Tania dengan membawanya berlibur ke Disney land bersama Renata dengan alasan bonding.
Semua Insting Maria soal Bisnis Bisa aku acungi jempol, tapi untuk urusan pergaulan dia benar - benar nol besar. Aku hampir tidak mendengar dari Mulutnya tentang hal yang bernama buruk sangka.
Awalnya, aku sangat ingin mengungkapkan rasa curigaku pada Maria. Tapi, aku mulai menggunakan otakku untuk membaca situasi. Kenyataan Tania juga harus mengenal serta membiasakan dengan keluarga barunya juga perlu.
****
Tinggi 168cm, berkulit taning sempurna dengan bentuk tubuh yang menawan. Rose datang bersama seluruh keluarganya termasuk suaminya Dan tiga anaknya ke acara pernikahan Anthony.
Benar.. Sekilas mereka seperti teman Pada umumnya. Tapi, tawa dan pelukan itu tidak sulit Di berikan Pada Rose. Kasus dengan Renata tentu berbeda dengan yang di alami Maria, karena ada harga yang di tawarkan untuk menikah dengan gadis yang mungkin Akan malang itu.
Renata juga cukup cantik seperti biasanya, dia tetap menjadi ratu dalam acara pesta pernikahannya yang bisa di bilang lebih mirip dengan pameran Bisnis.
Semua yang hadir adalah para petinggi Bisnis strategies. Setiap orang sibuk memperbincangkan tentang prospek Bisnis Masing - Masing Dan mengharap untuk mendapatkan koalisi tambahan agar Bisnis mereka makin melejit.
Beginilah pernikahan Bisnis, always about money. Hanya ada satu sosok yang mengabaikan semua orang penting itu, dia adalah Maria. Sejak tadi dia hanya sibuk mengikuti Keinginan Tania meski Sebenarnya ada mbak Manda yang juga selalu bersamanya Dan pastinya siap siaga membantunya mengurus Tania.
"Aku ibunya.." jawab Maria ketika aku menawarkan agar mbak Manda membantunya. "Tugas utamaku adalah ibu, sisanya adalah pendukung" Maria meneruskan kalimat ya dengan senyum Dan mata berbinar, tangannyapun masih menggengam erat Tania yang sibuk melahap kue coklat Di tangannya.
Maria memang hampir tidak terlalu mencolok hanya saja dia tetap menjadi pusat perhatian Di manapun dia berada. Mungkin kesuksesannya yang Sebenarnya cukup diraihnya Di usia yang muda. Usia 35 tahun cukup muda untuk memiliki multi Bisnis Namun cukup berumur untuk bermain - Main dengan cinta.
"Oh... Ternyata kamu sudah menikah juga, Kenapa Anthony tidak memberi tahu ku?"
"Dia chandra saudara Rose"
Seperti biasa Maria selalu mengacuhkan pertanyaan yang di rasa tidak penting.
"tepatnya aku ini kakak Rose" pemuda itu mengulurkan tangannya Dan menjabatku. Dia juga sepertinya sudah biasa dengan sosok Maria yang bisa dikategorikan kurang ramah padanya
" Pernikahan kami juga baru.." Maria menjelaskan dengan singkat.
"Oke... Aku hanya menyapa..!" pemuda itupun pamit Dan meninggalkan kami, mungkin dia sadar kalau kehadirannya tidak Di inginkan .
"Jadi kamu mengenal keluarga Rose?"
"Tentu saja"
"Chocolate... I want chocolate cake and strawberry and water melon... OK Mamy?"
Gadis kecil itu tersenyum manis ke arah ibunya sambil mengacungkan jempolnya.
Maria mengangguk setuju.
"Apakah kamu keberatan kalau aku berkeliling Di desert area dengan Tania? Atau kamu berencana ikut kami?"
Aku menggeleng... "Aku Di sini saja"
Maria Dan Tania pun menghilang di antara keramaian.
"Maria...di mana?" Sebuah Tanya segera memecah konsentrasiku
Sosok Rose yang nampak menawan sedang berada tepat Di belakang ku. Bukan hal yang mustahil untuk Anthony sulit melupakan wanita ini. Dia memang cukup mempesona meski bukan selera ku.
"Mengantar Tania untuk makan chocolate cake Di desert area"
"Pantas saja.. Padahal chandra bilang dia di sini"
Aku mengangguk singkat Dan mengalihkan pandanganku Pada keramaian. Tidak ada keramahan yang ingin aku tawarkan, entahlah... Kenapa aku jadi mulai tidak menyukai Rose.
Rose mengambil duduk Di depanku "Boleh aku menunggu Di sini?"
Aku memgukir senyum datar Dan mengangguk cepat..
"Ibu. Rose..? Apa kabar?" Manda mempercepat langkahnya mendekati Rose Dan menyalaminya.
"Hi Manda..?" Senyum indah Rose mengembang sempurna.
"Kapan datang dari Australia?" Manda langsung mengambil duduk Di sebelah Rose mereka nampak sangat akrab.
"Kemarin siang..." wajah Rose melirik ke arahku Sejenak yang tentu saja sedang mengamati mereka berdua.. "ada oleh - oleh untuk kamu... Sudah aku kirim ke rumah Anthony"
"Terimakasih.. Bu..." wajah Manda cukup berbinar.
Benar kata Maria selain ikatan perasaan yang di miliki Anthony Pada Rose, nampaknya tidak ada yang salah dengannya. Mungkin hanya Anthony yang menyukainya berlebihan, Namun bukankah mereka sudah pacaran Kenapa malah putus Dan justru menarik Maria dalam lobang masalah perasaan yang membingungkan?