
Mami need to go... Something go wrong" bisik Maria Pada putrinya.
"Manda... Chocolate untuk kalian aku taruh Di meja teras, jangan lupa Di ambil" lanjutnya sambil menyerahkan kembali Tania ke Tangan Mbak Manda.
Mbak. Mandapun seolah mengerti Dan langsung kembali mengambil jarak Di antara Kami.
****
"Be my date?"
Aku menawarkan untuk berkencan dengan Maria hari. Memang bukan saat yang tepat, tapi terus membahas hal yang menyedihkan juga tidak baik.
"bukan aku tidak menghormati kesedihanmu, tapi..."
"OK!" potong Maria cepat dengan wajah yang tetap menatap luar jendela.
"o.... K"
Aku memarkir mobil di Sebuah mall, menurutku untuk kencan pertama kami Bisa di mulai dengan kencan pemula. Seperti.... Nonton cinema dengan pop corn Dan makan Di food court Dan belanja. Sederhana saja,
Aku melirik Maria yang mungkin Akan bersuara memberi usulan. Tapi.. Rasanya dia akan tetap membisu. Perempuan seperti Maria biasanya akan menelan kesedihannya sendiri. Mereka benci terlihat lemah.
Uhf...
"Let's go..."
Tanpa menjawab Maria segera keluar dari mobil Dan segera menuju pintu masuk mall. Aku berlari kecil menyusul ya dengan tanpa ragu meraih tangannya.
"Nonton film yuk!!! "
Tanpa menunggu Maria menjawab Akupun segera memesan dua ticket film romantics yang sedang berlangsung.
Benar saja, Maria menangis hampir lebih dari separuh film. Aku yakin bukan karena kisah cinta tragis yang merupakan alur film, tapi lebih soal kejadian hari ini.
Matanya nampak sembab ketika lampu bioskop mulai Di nyalakan.
"Lapar?" tanyaku seadanya,
Maria mengangguk, jemaringa mengusap kasar surainya yang mulai tak beraturan.
Aku memberani kan diri membantu membuatnya lebih rapi Dan menghapus beberapa titik bening yang masih bersarang Di sudut maniknya.
"I am OK" Maria mencoba terlihat baik - baik saja meski kekacauan hatinya sedang jelas nampak.
"Atau... Mau cuci muka dulu, biar tambah cantik" rayyku sedikit mencoba menghibur.
Sebuah sunggingan merebak Di wajah Maria. "Jangan merayu"
"Who knows... Aku dapat bonus"
Aku sedikit menyeringai.
Maria mulai terkekeh kecil, "kalau aku cantik aku kamu traktir makan ya?"
"yah... Bonusnya jadi nggak utuh dong"
"Special untuk hari ini, Bonusnya Di potong 50%"
Tawa kami berderai di ikuti langkah kami yang beranjak dari ruangan bioskop.
Ternyata Maria cukup pemilih soal makanan, butuh yang non msg, organic Dan high kalori.
"Kalau kayak gitu, jangan Di Mall kita ke restaurant healthy food aja" protesku yang mulai Lapar dalam adegan pemilihan menu. "Kamu order lalapan aja, pake telor ceplok, dan Sambel bawang kan aman"
"Gitu ya.." Maria mencebik sesaat "Yah... Gimana lagi.."
Ahirnya Akupun jadi ikutan memilih menu yang sama.
"untuk hidup sehat" Jawab Maria singkat "Mau bagaimana lagi aku sudah tidak muda, lagi pula memilih makanan sehat adalah bagian dari me rawat tubuh dari Pada operasi sedot lemak sana sini"
Benar juga, nampak ramping seperti awal dua puluhan dengan ritme olah raga yang jarang, apalagi klo bukan soal makanan. Rupanya begitu lah Maria.
"Aku ini orangnya nggak Asik, kalau kamu kapok ngedate lagi aku siap" sekilas senyum terukir kembali Di wajah Maria.
Aku menghela nafas kasar, Dia memang bukan teman yang Asik, selalu ada batasan.
"Kamu nggak pernah ngedate?"
"enggak.." jawab Maria singkat dengan jemari yang mulai meraih sendok Dan garpu untuk memakan sepiring menu lalapan telor. Sampai sini, aku jadi ragu kalau Maria tumbuh Di pertanian.
"Waktu pacaran sama Jonathan?" aku memberani kan membawa nama pebisnis besar itu.
"Ah...!" Sepasang manik Maria yang masih belum pulih beranjak menatapku tajam.
"Kami... Menghabiskan hari dengan Di tempat seminar, lapangan basket, sirkuit renang, go-cart Dan pertemuan Bisnis milik Jo"
Aku tertawa kering dengan apa yang baru aku dengar. "Bukannya kalian pacaran saat masih belasan?"
Maria mengangguk, "Karena itu aku menganggap kamu nggak kompeten" jawabnya sekenanya " cara kamu hidup sangat jauh dari cara hidup Jonathan sebagai pewaris tunggal"
Aku memicingkan mataku "dia sudah menikah bukan?"
Mencoba menyelidiki saingan beratku, satu - satunya mantan pacar Maria. Pria yang pernah memiliki cinta nya.
"Dia selingkuh?"
Maria menelan kasar makanan yang sepertinya belum terkunyah sempurna Di Mulutnya.
"yang pertama, iya... Dia sudah menikah Dan yang kedua.. Dia tidak serendah itu"Maria meneguk segelas Air es dingin Di Tangan kirimnya.
" Dia baru berpacaran setelah 4 tahun kami berpisah Dan menikah setahun kemudian, kami adalah rekan Bisnis yang baik saat ini"
"hoho... Kalian masih berhubungan?"
Maria menggeleng pelan.
"Hi anak muda... Di dunia Bisnis kenalan juga investasi. Aku tidak mungkin menghapus seorang yang sangat genius dalam Bisnis dari hidupku, tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi kami"
Aku menghela nafas panjang... Benar juga. Aku memilih diam Dan memutuskan menghabiskan makanan Di piring ku dengan hening
" Mar... Apakah kamu tidak merasa sia - sia memeliharaku?" Entah inspirasi dari mana aku menanyakan pertanyaan konyol ini ketika kami berjalan mengelilingi Mall.
"Kamu menghasilkan uang untukku" jawab Maria ringan.
"Tapi... Itu setimpal dengan gajiku sebagai karyawan" sanggahku yang kali ini mulai menyesal telah mengajukan pertanyaan konyol ini "Untuk sebagai suamimu aku merasa belum berguna selain menunggu tuntutan Anthony yang belum tentu waktunya"
"Aku ini pebisnis, aku pastikan aku tidak akan rugi jangan menghawatirkan aku berlebihan"
Aku melipat sepasang bibirku dan mengarahkan pandang Pada Sosok Maria yang lebih rendah dua puluh centimeters lebih dariku.
"Ambillah....sedikit kebahagiaan dariku, setidaknya aku tidak merasa bersalah untuk semua uang yang ada di rekening ku"
Aku mengulurkan Tangan ku ke arah Maria yang masih nampak sedikit tercengang dengan ucapanku.
"Bagaimana... Kalau kita mulai dengan hanya ada aku dan kamu, no kontrak, no Bisnis, no The gap of the Age just you Maria Dan Me as Harry in love"
Maria masih tidak bergeming dari expresinya.
"Start for today.... Or just for today?" Aku menegaskan maksudku...
Sepasang manik Maria mulai menegang dengan ribuan bimbang yang bisa aku tangkap dari Raut wajah Maria..
"Har...." suara Maria seakan tercekat kikuk untuk mengantakan..