Savior System

Savior System
Bab 98 : Menguji Kemampuan


Menatap jendela status yang mengambang di depannya, Agler tidak menyangka mendapatkan hadiah yang luar biasa ini.


Kemampuan yang diberikan cukup kuat untuk membasmi musuh yang setara dengannya, apalagi melihat penyerapan energi matahari yang meningkat 10 kali lipat, itu sangat berguna sekali untuk waktu jangka panjang.


"Regenerasi dan penyembuhan sangat meningkat, sekarang aku tidak khawatir bila terluka parah."


"Kemampuan api yang sangat kuat, berkali-kali lipat dari panas inti matahari."


"Atribut dasar meningkatkan 10 kali lipat, keren sekali!"


"Phoenix Eyes?" gumam Agler setelah melihat salah satu efek garis darah ini.


Dia mencoba mengaktifkan kemampuan ini seperti menyalakan mata Tenseigan-nya.


Matanya berubah menjadi mata berwarna biru laut dengan pupil-nya berbentuk bintang berwarna ungu, tapi dia tidak merasakan perubahan saat mengaktifkan mata ini.


"Apa aku harus terkena ilusi, agar kemampuan ini berguna?" pikir Agler sambil mematikan Phoenix Eyes-nya.


Melanjutkan melihat kemampuan terakhir, dia berpikir bahwa dirinya tampak seperti Marco jika dia berubah menjadi bentuk hybrid yaitu phoenix-manusia.


Pertama dia mencoba dalam bentuk Phoenix penuhnya.


Api biru-ungu menyelimuti tubuhnya, perlahan membesar dan membentuk seekor burung.


Tampak seperti burung elang jawa dengan tiga jambul di kepalanya, memiliki empat sayap yang sangat lebar di tubuhnya, tidak seperti Marco yang memiliki tiga ekor, dia mempunyai 9 ekor dengan warna ungu gelap, seluruh tubuhnya berwarna biru tua dan jambul berwarna ungu gelap, semua bagian tubuhnya terbuat dari api yang sangat panas.


Ukurannya sangat besar saat dalam bentuk Phoenix, sekitar 25 meter panjang tubuhnya dan mempunyai rentang sayap 90 meter lebarnya, terlihat ramping dan keren, berbeda sekali dengan bentuk Marco.


Mungkin ini hasil dari penggabungan beberapa kemampuannya, dan tidak sengaja membentuk seperti seperti elang jawa.


Dia merasakan bahwa tubuhnya bisa membesar, dia ingin mencoba untuk membesarkan tubuhnya sampai batas ukurannya.


Berjaga-jaga agar tidak menyebabkan fluktuasi suhu matahari menjadi tidak stabil, Agler terbang menjauh dari posisi matahari, lalu mulai membesarkan ukurannya.


Tubuhnya menjadi lebih besar di setiap detiknya, dan dalam 1 menit tubuhnya menjadi sangat besar, ukuran panjang tubuhnya 25 kilometer dengan lebar kedua pasang sayap 90 kilometer, ukuran paling besar yang bisa dia lakukan untuk saat ini.


Lagipula, dia garis darahnya belum sempurna, ukurannya pasti akan menjadi lebih besar jika dia sudah menyempurnakan garis darah ini.


"Sangat-sangat hebat!"


"Aku merasakan kekuatan yang tidak ada habisnya, hahaha!" Agler tertawa sangat senang mendapatkan garis darah ini.


Mengepakkan sayapnya di luar angkasa, Agler hanya butuh kurang dari 1 detik untuk mengelilingi matahari, kecepatan terbangnya telah mencapai 20 kali lipat dari kecepatan cahaya.


Puas mencoba kemampuan ini, kemudian dia mengubah ukurannya lagi, kali ini dia mencoba mengubahnya menjadi bentuk yang lebih kecil.


Tubuhnya mengecil hingga ukurannya sebesar burung elang Harpy.


Setelah mencoba ini, dia kembali ke ukuran normalnya, dan berubah ke bentuk manusia biasanya.


"Sangat keren menjadi burung mitologi ini, tetapi bentuk tubuhku berbeda, sejak kapan Phoenix mempunyai dua pasang sayap dan 9 ekor yang menjuntai," gumam Agler setelah merasakan menjadi makhluk mitologi ini.


Sekarang dia ingin mencoba menumbuhkan sayap dari punggungnya, dia tidak ingin tangannya berubah menjadi sayap seperti Marco, itu kurang terlihat keren baginya.


Dua pasang sayap yang sangat lebar muncul dipunggungnya, terlihat sangat cantik saat sayap digerakkan.


Tubuh Agler pada setiap aktivitas berjemur dia selalu tidak memakai sehelai kain pun, dia sengaja melakukan ini agar penyerapan energi matahari lebih maksimal.


Penampilan Agler kali ini tampak seperti dewa yunani kuno yang memiliki sayap yang bercahaya, namun, sayap Agler bercahaya karena api Phoenix biru tua dan ungunya.


Sayap Phoenix jauh lebih lebar dibandingkan dengan enam pasang sayap flugel.


Lebar sayap flugel adalah 9 meter, lalu lebar sayap Phoenix yaitu 15 meter, tentu saja bisa lebih besar dari ukuran itu, tetapi dalam keadaan hybrid ukuran normal sayapnya selebar itu.


Selain menumbuhkan empat sayap di punggungnya, Agler juga bisa memunculkan cakar Phoenix berapi di tangannya ataupun di kakinya.


Cukup kuat untuk menebas sesuatu yang keras seperti berlian dan zat yang lain.


Dari segi kekuatan penghancur dan juga pertahanannya sekarang sudah sangat kuat, tapi ini masih jauh dari kekuatan yang bisa dia raih di puncaknya.


"Saatnya menguji kemampuan manipulasi emas, mereka pasti akan senang untuk ini," ucap Agler sambil membayangkan ekspresi Ancalagon dan lain melihat dia mengeluarkan emas yang banyak.


Menggerakkan kesadarannya dia memasuki ruang binatang psikis, tempat makhluk besar tinggal.


Ruangan asri dan indah disajikan di depan mata Agler, udara segar tanpa adanya polusi memenuhi ruang binatang psikis.


Menenggak kepala ke atas, Agler melihat dua makhluk satu besar dan satu kecil sedang terbang di langit yang biru.


Agler mengenali makhluk ini, sepertinya mereka adalah Ancalagon dan Drogon.


"Tumben Ancalagon cepat berteman dengan pendatang yang lain," gumam Agler sambil menatap mereka berdua terbang di langit.


Lalu dia mengalihkan pandangannya ke gunung besar jauh di depannya, itu adalah tempat Great Red biasanya bermalas-malasan.


Suara burung-burung berkicau dengan bebas di area hutan sekitar gunung, menambah kesan suasana yang damai dan tenang.


Tapi, Agler tidak melihat yang lain, dia harus menemukan mereka satu persatu, sambil mengetahui dimana daerah mereka tinggal.


Dia terbang, mencari tempat mereka bernaung, omong-omong pemandangan di sini sangat memanjakan mata, dan udaranya pun sangat segar, sesekali Agler memejamkan matanya menikmati kesegaran ini, bersamaan dengan menghirup udara segar yang sehat.


"Huhh~ bau mem-... Apa itu?"


Pandangan Agler terfokuskan dengan pemandangan di balik air terjun dekat danau.


Di sana terdapat makhluk aneh, berwujud beberapa gabungan hewan, seperti kepala sapi dengan 4 tanduk di atasnya, tubuh bagian atasnya berotot, punggung seperti bison dan kedua tangannya berduri di bagian siku, tubuh bagian bawahnya adalah 8 tentakel yang sekaligus menjadi ekornya.


Ini adalah Hachibi si ekor delapan.


Melihat Hachibi, Agler langsung mendekatinya dan mendarat berdiri di atas air tepat di depannya.


'Hachibi?' panggil Agler kepada Hachibi melalui telepatinya.


'Halo, tuan!' sahut Hachibi lalu menundukkan kepalanya sedikit.


'Tidak perlu sopan seperti itu, kita adalah keluarga!' kata Agler.


'Baiklah,' jawab Hachibi menuruti perkataan Agler.


'Bagaimana dengan di sini? apa kamu sudah berkenalan dengan mereka semua?' tanya Agler.


'Di sini sangat nyaman, aku betah tinggal di sini. Beberapa sudah berkenalan, tetapi ada satu yang susah berkenalan denganku,' jawab Hachibi sambil menggaruk kepalanya.


'Siapa itu?'


'Dia selalu berbicara memakai kalimat yang sama, dia selalu berbicara seperti ini 'em grut!', aku tidak mengerti, tuan.'


Mendengar masalah kecil Hachibi ini, Agler tidak habis pikir.


'Dia mengerti ucapanmu, Hachibi. Meskipun dia hanya bisa membalas dengan kalimat yang sama berkali-kali. Ku perkenalkan dia adalah Groot kemampuannya mengendalikan tanaman,' tutur Agler menjelaskan pada Hachibi.


'Aku mengerti,' balas Hachibi.


'Bersenang-senanglah di sini, suatu saat aku akan mengajakmu keluar, Hachibi. Mungkin kamu bisa bertemu dengan saudaramu." Agler hendak mencari yang lain.


'Benarkah?' Hachibi langsung bersemangat setelah mendengar dia bisa bertemu saudaranya.


'Benar, tunggu saja...'


'Aku lupa, Ada sesuatu hal yang tidak bisa aku tangani, jadi aku butuh bantuanmu, Hachibi.' Agler tiba-tiba teringat satu hal yang lumayan penting.


'Apa itu, Tuan?' Hachibi penasaran.


'Jaga baik-baik mereka, jika ada yang bertengkar tolong pisahkan. Mulai sekarang aku menunjuk kamu sebagai penjaga perdamaian di sini sementara, apa kamu mampu melakukannya, Hachibi?' ucap Agler sambil menatap binatang besar di depannya.


'Tentu bisa, Tuan. Aku tidak akan mengecewakanmu!' jawab Hachibi dengan ekspresi yang sangat serius sesuai dengan kepribadiannya.


'Terima kasih, Hachibi. Aku pamit ingin mencari tempat mereka tinggal. Sampai jumpa, Hachibi!'


Agler melambaikan tangan lalu dengan cepat terbang meninggalkan danau dengan air terjun ini.


Hachibi menggoyangkan dua ekornya membalas lambaian tangan Agler, dia terus menatap hingga sosok Agler menghilang.


'Sangat kuat, tekanan aura tuan sangat besar, aku hampir tidak kuat menahannya,' gumam Hachibi, tanpa sadar tangannya masih sedikit gemetar.


•••••


Kesadaran Agler kembali ke dunia nyata, ekspresi wajah tak berdaya muncul.


"Sifat alami pada naga yaitu serakah akan harta memang tidak bisa dihilangkan," ucap Agler sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah menemukan sarang mereka masing-masing, Agler segera membuat koin emas dan berbagai senjata pedang terbuat dari emas di sarang mereka satu persatu.


Great Red pada awalnya menolak, tetapi setelah melihat banyak koin bertaburan dari tangan Agler, pada akhirnya dia pun tergoda juga.


Ancalagon, Drogon, dan Great Red sama-sama dia beri emas dengan jumlah yang sama, dia memakai kotak logam dengan ukurannya sama sebagai takaran jatah emas mereka.


Di sana, dia mencoba membuat emas batangan, koin emas, perhiasan emas seperti cincin emas, kalung emas, gelang emas, anting emas, baju emas, tidak hanya sebatas itu, dia juga membuat GoldGolem dan beberapa senjata emas berbagai ukuran.


Bahkan dia bisa membuat bola emas dengan diameter belasan kilometer dalam sekali buat, pedang emas besar yang sangat panjang dia juga bisa membuat itu, berbagai elemen mampu menyatu dengan GoldGolem bahkan berlian pun mampu.


Dia juga sudah membuat puluhan cincin emas dan berlian sebagai hiasannya, itu adalah hadiah untuk para wanitanya, membahagiakan pasangan adalah hal yang wajib baginya.


"Lebih baik aku kembali ke permukaan matahari dan melanjutkan berjemur," gumam Agler setelah kembali dari ruang binatang psikisnya.


Berbaring di dasar permukaan matahari yang paling dalam, tubuhnya dengan cepat menyerap energi matahari habis-habisan seakan dia menjadi vacuum cleaner yang menghisap debu dengan hisapan yang sangat kuat.