Savior System

Savior System
Bab 118 : Tamu Spesial


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Item Baju Sehari-Hari dari Nobita Doraemon]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Item Ikat Kepala dari Itachi Naruto Shippuden]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Karakter Ram dari Re : Zero]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Julukan King of Dragon dari Antares Solo Leveling]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Item Baju Futuristik dari Genji Overwatch]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Kemampuan Manipulasi Racun dari Cobra Fairy Tail]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Item Spatula dari Spongebob Squarepants]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Kemampuan Seni Bela Diri Muay Thai dari Vasco Lookism]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan


Item Rok Mini dari Shizuka Doraemon]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Binatang Psikis Rodan dari Godzilla Universe]


[Apakah tuan ingin menerima hadiah ini?]


Agler melihat ke semua hadiah lotere ini, nampaknya lotere kali ini sedikit harum. Lebih banyak hadiah yang bagus daripada hadiah yang tidak berguna.


"Semua hadiah berupa item masukkan ke dalam ruang sistem untuk sementara, Sistem."


Pertama-tama Agler harus memisahkan hadiah ini dari kategori jenisnya, terlebih hadiah item yang dia dapatkan tidak ada manfaatnya.


[Sudah selesai, Tuan Rumah]


"Keluarkan Ram di dalam Istana Dewi, Sistem."


Ram harus dia tempatkan di Istana Dewi, karena tidak mungkin dia mengeluarkannya di sini, di permukaan matahari yang panas ini.


[Ding!]


[Karakter Ram telah diletakkan di dalam ruang Istana Dewi!]


"Oke, Terima kasih, Sistem."


Kali ini Agler memfokuskan matanya pada hadiah yang berjenis julukan, dia tidak pernah mendapatkan hadiah ini dari sistem sebelumnya. Penasaran akan hal ini, dia bertanya kepada Sistem.


"Apa itu hadiah Julukan ini?"


[Hadiah Julukan adalah hadiah yang akan mendapatkan sesuatu entah itu kemampuan, item, bakat, dan lainnya. Sesuai dengan nama Julukan]


Penjelasan dari Sistem membuat Agler sedikit mengerti. Secara logika, jika dia mendapatkan Julukan King of Dragon berarti dirinya adalah Raja dari semua Naga yang mempunyai banyak Naga, sementara Agler menduga seperti ini.


Memastikan apakah dugaannya itu benar atau salah, dia bertanya lagi pada Sistem.


"Coba perlihatkan informasi lengkap dari hadiah julukan ini, Sistem."


Sebuah layar hologram transparan yang terasa sangat modern dan canggih muncul di depan Agler. Di dalam layar ini terdapat informasi yang diperlukan Agler.


[King of Dragon adalah Julukan yang terpasang permanen. Pengguna yang memakai julukan ini akan mendapatkan binatang psikis eklusif yaitu 10 juta Naga dari Dragon Monarch Antares.]


[Apakah tuan ingin menggunakan julukan/title ini sekarang?]


"10 juta Naga?!"


Agler tercengang dengan hadiah ini. Dia tidak menyangka julukan ini sangat hebat, bisa memberinya 10 juta ekor Naga yang pernah dimiliki oleh Antares Dragon Monarch.


Hadiah ini yang paling sulit ditolak olehnya, jadi dia dengan baik hati dan senang hati menerima hadiah ini.


"Kalau begitu... Tolong gunakan julukan ini padaku, Sistem!" ucap Agler dengan penuh semangat.


[Ding!]


[Title atau Julukan telah dipasang!]


[10 juta Naga dengan ukuran 20 meter telah diletakkan di dalam ruang psikis!]


Melihat dan mendengar pemberitahuan ini membuat Agler tersenyum senang. Hadiah ini sangat luar biasa, dia merasa bahwa dirinya adalah Seorang penguasa Naga yang hebat dan kuat sekarang.


Tidak perlu khawatir dengan jumlah pasukan, sekarang dia telah mempunyai pasukan Naga yang cukup banyak.


"Lanjutkan ke hadiah berikutnya."


[Ding!]


[Manipulasi Racun : Membuat pengguna dapat mengeluarkan dan mengendalikan racun yang mematikan.]


[Apakah tuan ingin mengintegrasikan sekarang?]


Informasi kali ini sangat singkat untuk penjelasan kemampuan manipulasi racun. Mungkin, memang hanya itu kegunaan yang diberikan dari kemampuan ini.


Manipulasi Racun tidak buruk daripada tidak sama sekali.


"Lakukan, Sistem."


[Mulai proses integrasi...]


Waktu yang dibutuhkan untuk proses ini tidak lebih dari 5 menit. Sekarang Agler memiliki kemampuan super yang berbeda.


"Bagus. Satu kemampuan lagi ditambahkan, lumayan jalan yang ditempuh untuk menjadi lebih kuat bertambah dekat, walau hanya sedikit."


Menguji kemampuan ini tidak tepat jika dilakukannya di sini. Jadi, dia mengurung niat sementara untuk menguji kemampuan baru ini.


"Lanjutkan hadiah berikutnya, Sistem."


[Seni Beladiri Muay Thai : Pengguna akan menjadi seseorang yang mahir dalam teknik bertarung Muay Thai, setara dengan Vasco dalam kekuatan penuhnya.]


[Apakah tuan ingin mengintegrasikan kemampuan?]


"Vasco? Lookism?"


Nama-nama ini seperti familiar baginya, dia pernah melihat nama ini di kehidupan sebelumnya.


Memegang dagunya, Agler sedang berusaha mengingat nama-nama ini di ingatan sebelumnya.


"Ya! Aku tahu ini, Vasco karakter bertato di dalam komik itu kan?" Agler berseru setelah berhasil mengingat nama ini.


"Segera integrasikan sekarang!"


[Ding!]


[Mulai proses integrasi...]


Pengetahuan berbagai teknik dan jurus dari seni bela diri Muay Thai dimasukkan ke dalam kepala Agler. Otak Agler otomatis menerima ini, membuat Agler secara instan menguasai semua teknik Muay Thai.


Integrasi ini pun tidak lama, hanya lebih dari dua menit lamanya.


"Keren! Sangat hebat!"


Setelah memahami dan menguasai teknik bertarung ini, Agler mengagumi seni bela diri ini.


Apabila manusia biasa bisa menguasai seni beladiri ini dengan sempurna, tidaklah tidak mungkin jika manusia biasa bisa menjadi seorang pahlawan atau seseorang yang disegani dalam masyarakat.


Tubuh Agler melayang menjauh dari permukaan matahari, lalu dia mempraktekkan satu persatu jurus atau teknik Muay Thai.


Setiap dia bergerak, sesuatu energi keluar dari tubuhnya, seperti benda yang memanas.


Dia melakukan pergerakan dan mencoba banyak teknik Muay Thai selama beberapa menit sebelum dia akhirnya puas dengan keterampilan ini.


"Keren juga!"


Agler memuji keterampilan ini. Seni beladiri ini cukup membantu dia saat di pertarungan jarak dekat dengan musuh.


"Lalu yang terakhir... Letakkan di ruang binatang psikis saja, Sistem."


Agler lupa tidak meminta pada Sistem untuk meletakkan Rodan di ruang binatang psikis miliknya. Padahal Rodan juga makhluk atau binatang psikis. Mungkin saja dirinya lupa.


"Pertama-tama aku akan menemui Ram. Dia pasti merasa aneh sekarang karena tiba-tiba ada di tempat yang asing."


Dengan sosok Agler yang menjadi buram, dalam sedetik dirinya menghilang dari tempat dia berbaring di permukaan matahari dan terbang menuju atmosfer Aquater.


Arah terbang Agler berubah menjadi menukik dan dia pergi kembali ke rumah.


"Aku pulang!" ucap Agler sambil membuka pintu masuk rumah.


"Selamat datang~.. Tumben sekali pulang pagi seperti ini, biasanya kamu pulang ke rumah di sore hari," kata Rem sembari berjalan mendekati Agler dengan membawa lap kain di tangannya.


"Hehe~.."


Agler tersenyum kecil seperti orang yang sedang cengar-cengir karena malu. Perkataan Rem ada benarnya, dia biasanya pulang ke rumah jika langit sudah sore, atau di siang hari. Tapi sekarang, waktu masih menunjukkan jam 10 pagi yang artinya baru masuk ke permulaan siang hari.


"Ini... aku memiliki tamu spesial hari ini," ucap Agler kepada Rem sambil dirinya memeluk pinggang dengan lembut.


"Tamu spesial?"


Rem mengerti apa yang dimaksud oleh Agler. Lalu dia menatap Agler penuh rasa keingintahuan.


"Siapa itu?" tanya Rem dengan memiringkan kepalanya.


Wajah Rem saat bertanya sungguh lucu, membuat Agler tidak tahan untuk tidak memainkan pipi Rem.


"Sebentar... kamu tunggu di sini, aku akan membawa orang itu sekarang."


Agler mencium lembut pipi Rem, tanpa melihat reaksi malu-malu Rem setelah dicium, dia segera bersiap untuk pergi ke Istana Dewi.


Pikirannya bergerak, Agler dalam kedipan mata pindah ke Istana Dewi yang indah. Dan sosoknya menghilang di depan Rem.


Dia membuka pelan-pelan matanya, dan dia dapat melihat sebuah Istana yang cantik dengan segala pemandangan alamnya yang indah.


Agler berdiri di tengah-tengah halaman depan Istana, dia menoleh ke sekelilingnya dan tidak melihat siapapun orang.


"Kemana Ram?"


Agler bertanya-tanya di mana Ram berada, dia tidak melihat siapapun di sini.


"Aku coba mencarinya di dalam Istana."


Agler langsung berlari ke dalam Istana.