
Pada Sore hari Agler berjalan menelusuri kota yang ada di dekat rumah Paman Cow Girl, sepanjang jalan dia melihat bangunan yang terasa sekali suasana isekai, bangunan yang terlihat seperti struktur bangunan-bangunan pada abad pertengahan.
Agler membeli 10 set baju yang sering dia pakai 1 T-shirt, 1 celana pendek dan 1 hoodie di Mall Sistem seharga 1 Savior Coin, lalu meletakkannya di ruang sistem.
Menggunakan pakaian yang biasa dia pakai untuk melihat-lihat kota isekai ini.
Banyak orang yang mengomentari pakaiannya, karena yang dia pakai termasuk aneh atau unik.
Wajah tampan yang sesuai dengan estetika barat dan asia terlihat jelas, ditambah dengan pakaian kasual sehari-hari Agler menambah kesan kece, dan ketampanan Agler juga sesuai dengan estetika dunia ini.
Banyak para petualang atau penduduk perempuan yang sering melirik Agler.
Mereka terpesona oleh mata Agler yang indah, seolah bisa menarik jiwanya ke dalamnya, tatapan yang tidak peduli dengan hal apapun, membuat para wanita tertarik padanya.
Ketika berkeliaran Agler tak sengaja melihat sebuah bangunan besar yang bertingkat, lebih dekat memandang bangunan ini.
Dia agak merasa familiar melihat lambang pedang yang ada di depan bangunan ini.
"Hmm.... Aku ingat ini adalah bangunan Guild petualang!"
Agler penasaran lalu mulai mendorong pintu itu perlahan.
Para petualang sekarang sedang bersantai di dalam guild dan sedang meminum alkohol, mereka semua telah menyelesaikan miis
"Bagaimana kamu bisa membunuh iblis itu?"
"Aku hanya sat set sat set lalu iblis itu mati.."
"Aku bosan membunuh tikus terus terusan~"
"Haaa... Kapan aku mempunyai peralatan seperti para petualang peringkat perak!"
Kreeekkk~
Ketika mereka semua mengobrol tiba-tiba suara pintu terdengar, seperti pintu masuk Guild sedang dibuka seseorang.
Semua petualang yang ada di dalam Guild fokus melirik pintu, semua aktivitas berhenti mereka hanya menatap pintu guild yang terbuka pelan-pelan.
Pintu itu terbuka semakin lebar hingga akhirnya terbuka luas.
Orang yang membuka pintu guild terlihat jelas oleh mereka.
Seorang pemuda berambut hitam yang sangat tampan bagaikan pangeran negeri dongeng dengan pakaian aneh tapi keren perlahan berjalan ke dalam guild.
Petualang wanita terpesona melihat wajah Agler, mereka semua langsung jatuh cinta kepada Agler.
Para petualang pria hanya bisa iri dan dengki dengan wajah Agler, apalagi setelah melihat partner wanitanya berubah menjadi nympho ketika melihat ketampanan Agler.
Berjalan mengabaikan petualang yang fokus memandangnya dan terus melangkah menuju wanita yang menjaga Guild, bisa dibilang sebagai resepsionis Guild.
"Selamat sore, apakah anda ingin mendaftar menjadi seorang petualang?"
Guild Girl tersenyum bertanya kepada Agler.
"Boleh, saya ingin mendaftar."
Cukup menarik untuk menjadi petualang, dia ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang petualang.
Mendengar jawaban Agler, Guild Girl berambut cokelat yang cantik ini menyerahkan kertas formulir kepada Agler.
"Tolong mengisi formulir ini dengan lengkap," kata Guild Girl yang tersenyum manis.
Menatap tulisan yang ada di formulir, Agler menggaruk pipinya canggung, dia tidak mengerti tulisan dunia ini.
"Maaf saya tidak bisa membaca dan menulis ...."
Kata itu keluar, para petualang wanita dengan cepat berlari membantu Agler.
"Itu aku saja yang membantunya mengisi formulir!"
Wanita berambut oranye panjang memakai topi penyihir dan membawa tongkat khusus penyihir dengan semangat mengajukan diri untuk membantu Agler.
Agler terkejut melihat wanita penyihir yang ada di sampingnya ini, bola putih itu menonjol hampir keluar dari baju.
Pipi Agler memerah dengan sekejap dan dengan cepat kembali normal kembali.
"Ekhem! sebenarnya aku sendiri juga bisa membantu mengisi formulir pemuda ini," ucap Guild Girl dengan malu.
"Itu aku mending cari orang lain...," kata Agler sambil mengambil kertas formulir pelan-pelan.
"Jangan!" x2
Mereka berdua menahan kertas formulir dan menatap Agler seolah meminta keputusan siapa yang harus menulis formulir itu.
Melihat mereka berdua, Agler langsung merasa pusing, baru saja datang ke sini sudah ada saja masalah yang datang.
"Emm aku pilih kalian berdua, saling bergantian dalam setiap pertanyaan di formulir."
Agler bermain aman supaya mereka tidak bertengkar karena masalah hal sepele.
Terkadang menjadi orang tampan itu sangat merepotkan.
Setelah mereka duit dan hasilnya pertama yang membaca adalah Penyihir wanita, lalu dia membacakan isi formulir Agler.
"Itu nama kamu siapa?"
"Cullen."
Mendengar jawaban Agler, Penyihir wanita langsung menulis nama Agler di formulir.
Guild Girl sekarang yang mengambil alih dan bertanya, "Kamu ahli di job apa?"
"Job?"
Agler tidak mengerti apa itu Job, apakah itu pekerjaan Agler sekarang.
"Iya job, seperti pendekar pedang, tombak, kapak dan lain-lain, Priest, Mage, Summoner dan lainnya."
Mendengar penjelasan Guild Girl Agler me jadi bimbang, sepertinya dia bisa semua kecuali job senjata jarak dekat.
"Saya bisa Mage, Priest, dan Summoner ...dan satu lagi Fighter!"
Dia memberitahu Guild Girl dan suara Agler terdengar oleh semua para petualang di dalam Guild ini.
"Hahaha aku mendengar lelucon paling lucu di tahun ini!"
"Sepertinya dia masih belum bangun dari mimpinya hahaha!"
"Aku lebih percaya tikus bisa melahirkan goblin dari pada percaya omongannya!"
"Heh kalian ga boleh gitu!"
Para petualang pria meremehkan dan merendahkan Agler setelah mendengar ucapannya, sedangkan petualang wanita 90% percaya kepada Agler.
Guild Girl dan Penyihir wanita merasa tidak enak kepada Agler setelah mendengar ucapan para sesama petualang di sini.
"Sepertinya aku harus menunjukannya..."
"Bawa aku ke tanah yang luas di sini!"
Mendengar permintaan Agler para pengurus Guild mengantarkannya ke lapangan di belakang bangunan Guild.
Para petualang yang tidak percaya semuanya ikut ke lapangan untuk melihat kebohongan Agler.
"Aku bertaruh 100 koin emas bahwa pemuda ini berbohong!"
"Aku juga bertaruh 50 koin emas!"
Petualang pria yang berperingkat perak saling bertaruh, dan ada satu petualang peringkat keramik yang ikut bertaruh 100 koin emas untuk Agler bahwa dia bisa membuktikan omongannya.
"Dasar bocah bodoh!"
"Biarkan saja dia kehilangan koin emasnya."
Semua petualang berkumpul di sisi lapangan, Agler menyuruh para pengurus Guild dan pemimpin Guild untuk meminta para petualang mundur agak jauh.
"Aku tidak sabar memenangkan taruhan ini!"
"Aku juga!"
Mereka semua memfokuskan pandangannya pada Agler yang ada di tengah lapangan.
Sepertinya banyak yang akan malu setelah peristiwa ini.
Agler mulai bergerak, Mind Barrier dia aktifkan mengelilingi lapangan untuk berjaga-jaga agar tidak ada korban saat dia mengeluarkan kekuatannya.
"Apa ini?"
"Ada sesuatu yang tidak terlihat yang menahan lapangan ini!"
"Coba kita pukul!"
Para petualang bodoh mencoba memukul Mind Barrier Agler dan hasilnya Mind Barrier tidak rusak sama sekali.
Mereka kembali fokus kepada Agler.
Setelah Mind Barrier sudah terpasang, Agler mulai mengeluarkan sedikit kekuatannya.
Klik!
Seperti biasa Agler menjentikkan jarinya, kemudian Bola Api, Air, Angin, Tanah, Petir dan Es yang besar muncul melayang mengelilingi Agler.
"Omagaaaaaa!"
"Pukul aku, apakah aku bermimpi atau tidak!"
"S-sepertinya te-tebakanku sa-salah..."
Petualang berperingkat perak ke atas melebarkan matanya, mereka terkejut oleh kekuatan Agler.
"Tanpa ucapan mantra?"
"Mataku sedang salah atau hal di depanku benar-benar terjadi?"
"Sepertinya kita telah salah meremehkan orang.."
Guild Girl dan Penyihir wanita tercengang, mereka berdua tidak menyangka pemuda tampan ini memiliki kekuatan yang luar biasa, para petualang wanita juga tercengang tidak main, mereka semua semakin ingin mendekati Agler.
Wanita mana yang tidak mau memiliki pria yang kuat.
Agler membuka Mind Barrier dan menerbangkan Bola elemen sihir ke langit dengan cepat.
Wushhh... Wushhh.. Wushhh... Wushhh....
Lalu bola itu menyatu dan meledak di atas langit yang tinggi.
Lingkaran ledakan yang sangat luas sejauh belasan kilometer yang bisa dilihat dari ribuan kilometer jauhnya.
Glup!
Semua orang yang ada di lapangan menelan ludah, kaki mereka bergetar ketakutan.
Mereka tidak bisa membayangkan bagaiman jika semua bola elemen Agler itu meledak di sini.
Mereka tidak yakin bisa selamat dari ledakan bola elemen itu.
Agler tidak berhenti sampai di situ, dia tetap melihat langit dan berkata, dengan dingin, "Keluarlah Great Red!"
Suara itu terdengar oleh semua orang.
Seketika portal hitam merah muncul di atas langit kota itu, kemudian kepala naga yang besar muncul, terlihat sangat mendominasi dan kuat.
Para monster dan iblis di sini merasa ketakutan.
Di suatu daerah yang gelap di sebuah kastil, seorang Raja Iblis tiba-tiba menoleh ke arah Agler dan Great Red berada.
"Sungguh makhluk yang luar biasa..."
Raja Iblis bisa merasakan betapa kuatnya Agler dan Great Red ini, dia bahkan bisa merasakan krisis yang hebat dari mereka berdua.
Berapa saat kemudian, Great Red muncul sepenuhnya di atas kota ini.
Tubuh panjang sekitar 100 meter, terlihat menindas dan juga mengintimidasi, Great Red terbang dia atas kota ini dan melihat mereka semua yang ada di bawah.
"Apakah itu Naga asli!!!"
"Naga yang aku lawan waktu itu tidak sebesar dan segarang ini!"
"Naga ini di panggil oleh pemuda itu?!"
"Maafkan aku Tuan!!!"
Para petualang berkomentar dan menyesali perbuatannya yang menghina Agler tadi.
Agler mengabaikan mereka, lalu kakinya perlahan meninggal tanah dan terbang dengan cepat menuju Great Red.
"Sial, apakah dia bisa terbang tanpa mantra?!"
"Apakah dia perwujudan dari Dewa?!"
Agler menatap Great Red, sepertinya ada yang ingin dikatakan oleh Great Red.
"Tuan, saya bisa merasakan kekuatan yang kuat tetapi masih lemah dari tuan!"
"Siapa itu Red?"
"Saya tidak tahu, tapi aku tahu dimana dia!"
"Dimana letaknya, Red?!"
Dia sangat penasaran siapa yang dikatakan oleh Red.
"Ada di arah timur tuan!"
Sepertinya dia akan pergi ke sana besok atau lusa, dia penasaran dengan orang yang dibicarakan oleh Great Red ini.
"Baik, Great Red kamu kembali ke dalam ruang binatang psikis, aku akan memanggilmu ketika aku butuh bantuan ...."
"Laksanakan Tuan!"
Portal besar kembali muncul lalu Great Red kembali ke ruang psikisnya.
Setelah melihat Great Red benar-benar kembali, Agler menukik terbang ke bawah dengan cepat dan mendarat tepat di tengah lapangan.
Boom!
Debu berterbangan menutupi pandangan mereka semua.
Beberapa detik kemudian debu menghilang dan memperlihatkan Agler yang berdiri tanpa cedera di atas lubang yang luasnya 25 meter.
Dia sudah menahan efek dia mendarat agar orang lain tidak terluka.
Semua orang yang ada di lapangan tercengang lagi melihat Agler yang jatuh dari langit tanpa luka sedikitpun.
"Sungguh pria yang sangat kuat!"
"Aku ingin memilikinya!"
"Apa-apaan kau, dia itu milikku!"
Petualang wanita bertengkar memperebutkan Agler.
Agler menoleh ke sekitar, lalu berkata, "Di sini apakah ada yang terluka?"
"Silahkan kumpul di depanku!"
Setelah kata itu keluar, para petualang yang luka akibat misi hari ini atau yang sudah lama, keluar dari kumpulan penonton di pinggir lapangan dan berjalan menuju Agler.
Tidak lama, 37 petualang yang terluka berkumpul di depan Agler lalu memperlihatkan lukanya.
Mereka semua dapat melihat para petualang ini memiliki luka di tubuhnya, ada yang ringan dan dan berat bahkan cedera yang sangat serius.
"Oke, aku akan mulai menyembuhkan kalian!"
Setelah itu Agler mengulurkan jari telunjuk tangan kanannya ke arah mereka, lalu mengucapkan satu kata, "Heal!"
Cahaya biru laut bersinar dari jari Agler, kemudian luka mereka sembuh dalam beberapa detik saja.
Luka sobek, luka bakar dan luka sobekan yang dalam di kulit kembali menyatu seperti pernah ada luka sebelumnya, patah tulang, mata buta akibat bertempur, tangan dan kaki putus semua menjadi sembuh oleh Agler.
"A-aku harus meminta maaf kepadanya.."
"Aku tebak pemuda ini setara dengan petualang peringkat Platina bahkan melebihi!"
"Tidakk!!! Koin emasku yang aku kumpulkan selama dua tahun menghilang begitu saja!!!"
Tanpa melihat orang-orang ini, Agler berjalan menghampiri Guild Girl dan Penyihir wanita.
"Bagaimana?"
"Saya tidak berbohongkan?"
Guild Girl dan Penyihir wanita mengangguk, sambil menatap terpesona melihat Agler.
"Akan lebih baik jika aku mempunyai pria seperti dia~"
Pikiran itu muncul di benak Guild Girl, lalu dia menggelengkan kepalanya dengan cepat untuk menyadari dirinya sendiri.
"Itu kamu, apakah boleh ikut ke ruang pemimpin Guild sebentar?"
Tadi dia diberi pesan oleh pemimpin Guild untuk membawa ke ruangnya yang ada di atas lantai dua bangunan Guild.
"Oke!"
Dia tidak lupa untuk mengisi lubang yang ada di tengah lapangan tadi dengan sihir tanahnya, kemudian mengikuti Guild Girl berjalan menuju ruang pemimpin Guild ini.