Savior System

Savior System
Bab 75 : Pertempuran Melawan Bos PT 05


Mereka saling memandang, memfokuskan tatapannya pada gerakan lawan satu sama lain.


Suasana sekitar menjadi mencekam dan menegang.


Tangan Agler mengepal kencang, dia sudah siap untuk menghajar Draith di depannya.


Sisi lain, Latan memegang pedangnya dengan erat, dia siap memotong Agler.


Detik berikutnya....


Mereka berdua sudah tidak asa lagi di tempatnya.


Dengan cepat Agler meluncur menuju Latan, dua kepalan tangannya di sisi pinggang, siap untuk memukul.


Latan dengan cepat melesat menuju Agler sambil mengangkat pedangnya.


Bang!!


Hantaman keras terjadi antara pedang Latan dan tinju Agler.


Gelombang kejut muncul akibat tabrakan yang dahsyat itu, membuat tanah di bawah mereka berdua hancur terkoyak hingga jangkauan 1 kilometer.


Setelah dua detik bertabrakan, Latan melesat terbalik dengan cepat, lalu menghantam tanah hingga menggerus sepanjang ratusan meter.


Agler masih mempertahankan posisi saat dia meninju.


Tetapi, tangan kanannya menghilang hingga siku-siku, dan itu meneteskan darah yang banyak, seluruh lengan kanannya terluka parah hingga ke bahunya.


Armor yang menutupi tangannya hancur dan menghilang entah kemana akibat benturan dahsyat itu.


"Serangan dari pedang itu mampu menembus pertahanan armor Garuda-ku dan pertahanan fisikku?"


Dia bergumam sambil melihat tangan kanannya yang rusak.


"Sekarang aku harus berhati-hati dan menghindari serangan pedang itu ...."


Menurut Agler, pedang yang dipegang oleh Czar Draith adalah alasan yang menghasilkan luka parah di lengannya, dia bisa merasakan kekuatan yang kuat bahkan dia tidak bisa menahan dengan tubuhnya sekarang ini.


Cara untuk mengalahkannya adalah dengan menghindari semua serangan pedang itu.


Hanya dalam beberapa kedipan mata, tangan Agler beregenerasi membentuk tangan baru, tangan putih yang berotot muncul kembali seperti semula.


"Ada yang aneh dengan pedang yang dipegang makhluk jelek itu, aku tidak yakin bisa menahan tebasan dari pedang ini."


"Energi yang sangat merusak sangat terlihat memenuhi seluruh bagian pedang, mungkin karena itulah Tuan terluka parah."


Great Red berpikir sambil memandang pedang yang digenggam Czar Draith.


"Tidak ... pedang itu bukan hanya merusak!"


"Tetapi ...."


Mengirim telepati kepada Agler, Great Red mengirim informasi yang penting kepada Agler di sana.


Berdiri tegak, menatap Czar Draith yang perlahan bangkit, tiba-tiba dia mendapat informasi dari Great Red.


'Oke, terima kasih Red sudah beritahu aku,' balas Agler melalui telepati.


Czar Draith berdiri memandang Agler yang jauh, lalu dia tersenyum mengerikan ke arah Agler.


"HAHAHA, ARMORMU YANG LEMAH SEKARANG RUSAK HANYA DALAM SATU SERANGANKU."


"AKU SEPERTINYA SALAH MENILAI KEKUATANMU!"


Melambaikan pedangnya, Czar Draith siap untuk menyerang lagi.


"KALI INI AKU PASTIKAN KAU MATI DI TANGANKU!!!"


Kedua alisnya naik, Agler tersenyum mendengar ocehan Draith yang sok kuat ini, dia sekarang akan serius melawan pemimpin Draith.


Tapi dia tidak akan menggunakan seluruh kekuatannya untuk melawannya, karena dia yakin bisa menghilangkan Draith aneh ini dari dunia.


Whoossh!


Agler berubah menjadi siluet garis berwarna ungu, melesat dengan kecepatan yang tinggi menuju Latan.


Latan meluncur cepat dengan semua kekuatannya, dan perlahan berubah menjadi garis merah yang melintasi arena pertempuran.


Baammm...


Dua garis itu bertabrakan keras, menciptakan kerusakan yang besar.


Mereka berdua bertarung di mana saja, dari langit ke tanah dan sebaliknya.


Kawah besar dan retakan arena pertempuran ada dimana-mana.


Selama bertarung Agler selalu menghindari serangan pedang Latan, dengan keunggulan kecepatannya dia terus membombardir tubuh Czar Draith.


Tetapi Armor Garudanya rusak semakin parah.


Tangan kiri Agler dengan cepat memukul dagu Czar Draith, dan menerbangkannya ke atas.


Dia bergerak secepat kilat, menyikut perut Czar Draith hingga tubuhnya membentuk lengkungan ke belakang.


Duaarr....!


Latan terlempar ke permukaan medan pertempuran, sampai melubangi Terrain of Earth Agler dan jatuh ke laut.


Byuurr!


Gelombang air laut naik tepat saat Latan jatuh cepat ke dalam laut.


Melesat ke dalam laut, Agler sekali lagi meninju Czar Draith dengan keras di dalam air.


Secepat kilat Latan terlempar kembali menuju Arena pertempuran yang ada di langit.


Agler bergerak lagi, seketika muncul di atas tubuh Czar Draith, mengangkat kedua tangannya, mengeluarkan 60% kekuatannya memukul Draith ini.


Boomm!


Czar Draith menghantam tanah dengan begitu keras hingga membuat lubang yang cukup dalam, retakan tanah menjalar cukup jauh hingga setengah dari luas arena pertempuran.


"Uhuk! uhuk!"


Latan terbaring lemah di dalam kawah besar, dia memuntahkan darah ke tubuhnya.


Pukulan Agler sangat kuat, semua tubuhnya terasa sangat sakit, semua organnya remuk, jika bukan karena energi merah yang menyelimuti tubuhnya dia pasti akan mati kali ini.


"Aku akui kau sangat kuat manusia~...." Suara Latan tidak se-arogan sebelumnya.


Melayang di atas Czar Draith, Agler memandangnya tanpa ekspresi di wajahnya.


"Tapi pada akhirnya aku yang akan MENANG!"


Adegan berikutnya Czar Draith menghilang, tiba-tiba dia muncul di depan Agler, lalu mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat.


Dia mengerahkan semua kekuatannnya yang tersisa pada serangan ini.


Tersenyum di wajahnya, seolah dia yang menang.


Namun pada saat ini.


Wajah Latan berubah dari tersenyum menjadi tercengang.


Ekspektasinya ternyata salah.


Di depannya, Agler menahan tebasan pedangnya oleh pedang yang entah dari mana muncul di tangannya.


"Kenapa kamu tersenyum barusan?" Agler bertanya memperlihatkan senyum yang seram.


Kemudian Agler menggerakkan pedang Draga Volar-nya ke depan, dan pedang Czar Draith terlepas dari genggaman tangannya, jatuh ke bawah menancap tanah.


Energi merah menghilang di tubuh pedang, dan menampakkan bentuk tubuh pedang tanpa warna merah yang hanya ada warna hitam pekat.


Latan mengangkat kepalanya, memandang Agler dengan tatapan terkejut.


Kekuatan pikiran Agler mencengkeram kuat tubuh Latan, sebelumnya dia tidak ingin menggunakan ini karena takut jika pedangnya menyerap kekuatan telekinesisnya.


Tapi Agler tidak tahu apa saja yang mampu diserap oleh pedang itu dan yang tidak.


Dilihat dari bentrokan antara pedang Agler dan pedang itu, pedang Agler bisa menghilang energi merah-nya.


Pedang Czar Draith tidak bisa menyerap kekuatan kekosongan yang dikeluarkan dari pedang Draga Volar.


"Apa ini?!!"


Latan si Czar Draith panik, tubuhnya seperti sedang digenggam dengan sangat kencang oleh sesuatu yang tidak terlihat.


"Apa ada kata-kata terakhir yang ingin dikatakan?"


Agler melayang, menghampiri Latan yang terlihat seperti anak kecil yang ketakutan.


Tersenyum kecil sambil menatap Draith di depannya.


"Apa maksudmu?!"


"Maksudku?"


Mengayunkan pedangnya, Agler memotong dua kaki Czar Draith, potongan kaki menghilang saat terkena energi ungu yang ada di Draga Volar.


Tampak seperti penghapus yang menghapus suatu gambar yang ada di dalam buku gambar.


Seperti tidak ada hambatan sama sekali ketika menebas kaki Latan.


"AAARRRGGHHHHH!!!"


Latan menjerit keras, dia merasa sakit yang tak tertahankan.


"Ada yang ingin dikatakan di detik terakhirmu?"


Agler bertanya sekali lagi kepada Czar Draith ini.


"AKU AKAN MEMB-...."


Swooshh!


Pedang Agler memotong tubuh Czar Draith menjadi potongan terkecil, dan menghilang karena tersentuh kobaran energi ungu yang ada di pedangnya.


"Maaf aku tidak ingin mendengar kata terakhirmu, lebih tepatnya tidak tertarik ...."


Latan pasti akan sangat kesal jika dia mendengar perkataan Agler, namun sayangnya tidak bisa, dia bahkan tidak bereaksi ketika Agler membunuhnya.


Jiwa Latan terhapus otomatis oleh pedang Agler, dan dia tidak akan bangkit sampai kapanpun.


[Ding!]


[Tugas Sistem Tingkat Berbahaya Telah Selesai!]


[Hadiah telah diberikan!]


Mendengar suara notifikasi sistem, Agler langsung mengangguk, memasukkan pedang Draga Volar kembali ke dalam ruang sistem.


Dia segera mendarat di depan pedang besar ini, lalu bertanya kepada sistem, "Sistem, bisakah aku menyimpan pedang ini dan menggunakannya?"


[Tentu bisa, akan tetapi pedang ini terlalu mengerikan Tuan Rumah]


"Mengerikan?" tanya Agler heran.


[Benar tuan, pedang ini di dalamnya terdapat jiwa makhluk yang mengerikan berbentuk domba]


[Makhluk ini bernama Bavometha, dia adalah nenek moyang dari Draith, makhluk ini sangat kuat hingga akhirnya dia segel oleh seseorang yang lebih kuat darinya, dan menyegelnya ke bentuk pedang]


[Pedang ini memiliki energi penghancur yang kuat dan bisa menyerap energi yang dihancurkan untuk meningkatkan kekuatannya, lalu membagikannya sebagian untuk pengguna]


[Pedang ini memiliki kutukan, apabila pengguna terus menerus memakainya, jiwa mereka akan diambil alih, dan Bavometha menjadikannya tubuh baru untuk dia hidup]


Agler mengangguk, dia mengerti penjelasan, dia juga melihat Latan yang semakin lama semakin aneh, tidak seperti sebelumnya, dia terlihat lebih kuat sepanjang waktu.


"Lalu bagaimana menghilangkan kutukan ini?"


[Anda harus menaklukkan Bavometha yang ada di dalam pedang]


[Disarankan untuk tuan menaklukkannya sekarang, karena dia sudah terluka akibat pedang tuan rumah]


"Draga Volar?" tanya Agler terkejut.


[Betul tuan rumah]


"Oke sistem, terima kasih infonya."


Menatap pedang besar di depannya, Agler terbang perlahan dan memegang gagang pedang.


Sekejap kesadaran Agler dipaksa masuk ke suatu ruangan.


Menoleh ke sekelilingnya Agler mendapat dirinya ada suatu ruangan yang gelap, di depannya terdapat cahaya merah yang semakin lama seperti mendekat.


Melangkah maju, dia berniat untuk mendekati cahaya itu.


Tidak lama kemudian, Agler bisa melihat sosok cahaya merah itu, dan ternyata itu adalah sesosok monster berwarna merah, kepalanya adalah kepala domba yang bertanduk melingkar, di punggungnya terdapat dua sayap kelelawar yang lebar, di belakangnya memiliki ekor seperti ekor singa, tubuhnya adalah tubuh banteng.


Secara keseluruhan makhluk ini memiliki tinggi 69 meter dan panjang ke belakang 99 meter.


Tapi saat ini, sekujur tubuhnya terluka parah, darah hitam mengalir membasahi tempat dia berdiri di tengah kegelapan


"SIAPA KAMU?!"


"APAKAH KAMU ORANG YANG MEMBUNUH LATAN?!"


Mulut domba itu bergerak, dan bertanya kepada Agler yang tiba-tiba datang.


"Benar!"


"HAHAHA KAMU TELAH SALAH UNTUK DATANG KE TEMPAT INI!"


Kepala Domba itu tiba-tiba menyeringai mengerikan ke arah Agler


"AKU AKAN SEGERA MENGAMBIL JIWAMU DAN TUBUHMU!"


Puluhan tentakel hitam meluncur menunjuk ke arah Agler.


"Sepertinya hari ini aku juga akan membunuhmu juga dasar makhluk aneh!"


Tanpa banyak omong, Agler meloncat cepat, kepalan tangannya terbungkus oleh berbagai elemen membentuk seperti aura warna-warni.


Semua kekuatannnya terkumpul pada pukulan ini.


Alasan kenapa dia melalukan itu, karena ia bisa merasakan kekuatan yang sangat besar dan kuat dari tentakel ini.


Pukulan Agler menghancurkan tentakel yang mendekat.


Hingga akhirnya semua tentakel menghilang.


"TIDAK!" Bavometha merasakan kekuatan yang tidak tertandingi dari kepalan Agler.


Dia sangat ketakutan.


Tapi sayang, pukulan Agler dengan sangat keras menghantam makhluk aneh ini, sampai menembus ke punggung tubuhnya.


Dan Bavometha menghilang menjadi bubuk yang berterbangan, seketika ruangan yang gelap menjadi berwarna putih terang.


Kesadaran Agler pun ditarik keluar, dan kembali ke dunia nyata.


Pedang panjang ini perlahan berubah menjadi berwarna putih susu, ukurannya menjadi sama dengan Draga Volar, dan tanduknya yang memisahkan antara bilah dan gagang berubah bentuk menjadi tanduk naga yang mengarah ke atas sejajar dengan bilahnya.


Bilah yang bermata dua sedikit berbeda, terdapat tulisan yang aneh di sekujur bilah.


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Senjata Baru Tidak Diketahui]


[Silahkan beri nama untuk pedang baru tuan]


"???"