Savior System

Savior System
Bab 154 : Percobaan Shadow


[Apakah Anda ingin mengintegrasikan kemampuan?]


[Iya/Tentu]


"Tentu iya!" Agler menjawab dengan penuh kepastian.


Tidak mungkin Agler tolak kemampuan yang sangat kuat, terlebih lagi ini adalah kemampuan yang diidam-idamkan olehnya.


Sungguh bodoh apabila dia menolak. Tapi, selama ini Agler belum pernah menolak pemberian Sistem.


[Mulai mengintegrasikan...]


Energi asing memasuki tubuh Agler dan mengalir ke suatu tempat yang ada di bagian tubuhnya.


Berkonsentrasi sambil memejamkan matanya untuk merasakan energi asing, dan energi itu mengalir ke seluruh tubuhnya lalu kembali ke bagian di daerah dadanya. Energi yang begitu gelap yang setara dengan Manipulasi Kegelapannya terus memasuki tubuhnya dan mengaliri ke seluruh tubuh.


Proses secara terus-menerus terulang lagi dan lagi selama beberapa menit sebelum akhirnya menghilang dan selesai.


[Selamat proses integrasi telah selesai!]


"Aku baru sadar, ada tiga jenis energi yang berbeda yang bersemayam di dalam tubuhku." Agler membuka matanya dan bergumam kecil.


Seperti yang dikatakan oleh Agler, tubuhnya ditempati oleh tiga jenis energi yang berbeda, tetapi semua itu memiliki tempat yang berbeda juga.


Energi Mana bersemayam di tubuh daerah tertentu, tapi Agler merasa energi asing yang baru saja memasuki tubuhnya mengalir ke bagian dadanya, lebih tepatnya dada di bagian tengah. Ia menduga tempat Mana berada adalah daerah dadanya.


Sementara itu, chakra mengalir ke setiap sel tubuhnya, serupa dengan ada yang di aslinya atau dalam filmnya. Dan Cosmo berada di tempat tertentu dalam kesadarannya.


"Sekarang aku bisa mengekstraksi mayat menjadi pasukan bayanganku, Sistem?" tanya Agler pada Sistem untuk memastikan bahwa sekarang dia sudah dapat menggunakan kemampuan yang telah dia dapatkan ini.


[Benar, Tuan Rumah. Anda sudah bisa menggunakan kemampuan itu mulai detik ini.]


"Sial! Kemampuan ini datangnya terlalu lambat!" Agler berkata dengan menyesal. "Selama ini aku selalu menghancurkan musuh hingga hancur tak tersisa satu abu pun."


"Bagaimana aku ingin mencoba untuk mengekstrak jika seperti ini." Agler memegang rambut terlihat sedikit melankolis.


Banyak pertarungan dan pertempuran yang Agler alami, meskipun masih bisa dihitung. Namun, setiap pertarungan yang Agler hadapi berakhir dengan kemenangannya, selain itu dia menghilangkan semua jasad yang musuhnya. Hal inilah yang menjadi masalah untuk Agler, coba saja dia tidak seperti itu sebelumnya, mungkin dia telah mengekstrak banyak prajurit sekarang.


"Sudahlah, berlalu biarlah berlalu. Aku akan fokus ke masa yang akan datang, pastinya aku akan mencoba mengekstrak musuh atau pun makhluk yang telah mati."


Percuma saja dia menyesal karena itu tidak akan merubah keadaan, lebih baik fokus pada yang akan datang dan jangan biarkan sesuatu yang dilakukan di masa lalu terjadi pada masa depan.


"Semoga saja aku mendapatkan Misi Sepuluh Ribu Dunia lagi dalam waktu de ...."


[Ding! Misi Sepuluh Ribu Dunia telah terdeteksi!]


Suara Sistem memotong perkataan Agler dan memberinya suatu informasi yang sedang dia butuhkan sekarang.


"Sungguh?" Agler berkata tidak percaya pada Sistem.


Apa yang Agler inginkan langsung diberikan oleh sistem, bagaikan dia ingin tidur lalu diberi bantal oleh seseorang.


Adegan ini terlalu pas, sulit untuk terjadi di dunia nyata. Kecuali keberuntungan orang itu selama 100 tahun dipakai semuanya untuk satu adegan yang mirip dengan ini.


Sering terjadi, ketika orang membutuhkan sesuatu, tapi sesuatu itu tidak ada, giliran tidak membutuhkan, sesuatu itu datang dengan sendirinya.


[Misi: Lindungi semua manusia di Ginza dari serangan pasukan dunia lain yang muncul dari balik Gerbang.]


[Hadiah: 3x Tiket Lotere, 200 Savior Coin.]


[Hukuman: Kurangi 200 Savior Coin.]


[Apakah Anda ingin menerima Misi?]


"Lindungi manusia dari serangan pasukan dunia lain?" Agler berkata sambil mengingat kembali dunia yang memiliki unsur terkait dengan apa yang ada di dalam misi.


Dipikir-pikir Agler sepertinya pernah melihat film yang dimaksud, tapi dia telah lupa sekarang.


"Aku pernah menonton film ini. Pastinya ini adalah kartun buatan Jepang, sebab aku ingat sekali adegan di film itu." Agler masih berusaha mengingat lagi film yang pernah dia tonton di kehidupan sebelumnya.


Saat dia melihat lagi misi pada layar transparan di depannya, ada sebuah kata pada tulisan misi yang membuatnya langsung teringat sepenuhnya dengan misi dunia pada misi kali ini.


"Gerbang?" Agler berkata dengan cerah.


"Benar itu Gerbang!" seru Agler yang berhasil mengingat kembali film yang sekarang menjadi tujuan dia berkunjung untuk misi.


Dunia ini cukup menarik, terdapat karakter yang ingin Agler temui di sana, serta alur cerita yang menarik, senjata modern melawan pedang dan beberapa sihir. Tidak ada alasan untuk tidak pergi ke sana untuk menjalankan misi.


"Aku terima misi ini!" Agler menjawab dengan tegas dan mata yang semangat.


[Mulai memindahkan...]


Seluruh orang dibungkus cahaya yang sangat terang sehingga sosoknya tidak dapat terlihat lagi. Kemudian cahaya itu memudar dan menghilang sambil membawa Agler.


....


Sebuah gerbang besar menutupi salah satu jalan di sebuah kota penuh gedung dan bangunan yang menjulang ke atas.


Kota ini sedang ramai dengan orang yang memiliki tujuan berbeda untuk datang ke sini, tapi banyak orang yang datang karena ada sebuah acara komik indie. Pecinta komik dan anime banyak sekali yang datang untuk melihat pameran, atau sekadar bertemu teman satu komunitas.


"Apa itu?"


"Besarnya!"


"Apakah itu properti syuting?"


"Kenapa itu ada di sini?"


Orang-orang banyak yang mendekati sebuah Gerbang yang sangat besar di tengah jalan.


Terdapat papan jalan yang bertuliskan Ginza. Kemungkinan besar kota ini disebut Ginza.


"Akhirnya aku sampai di sini." Seorang pemuda yang mengenakan hoodie hitam dan celana bahan hitam berdiri di tengah jalan tepat di depan gerbang.


Pemuda itu adalah Agler yang telah datang dari satu menit yang lalu di dunia ini. Saat datang Agler langsung mengetahui tempat apa di sini, ia kenal dengan kota ini dan pernah melihatnya di film.


Memandang gerbang yang tinggi nan besar, melirik ponsel pintarnya, jam menunjukkan 11:50, mengambil nafas dalam-dalam, lalu dia berbalik ke arah orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Kalian semua mundur." Suara pemuda yang nyaman, namun nadanya yang membuat orang sedikit terintimidasi terdengar oleh telinga setiap orang yang turun di jalan ini.


Sontak mereka semua memandang Agler dengan berbagai ekspresi dan respon.


"Siapa kamu! Kenapa kau menyuruh kami?!" Salah satu pemuda yang tidak terima, mulai protes kepada Agler.


"Kau bukan polisi, lebih baik kau ke rumah daripada mengganggu kami."


"Memangnya kamu pemilik properti ini? Coba tunjukkan kartu namamu."


"Dasar, bocah Neet."


Satu per satu orang-orang mulai memarahi Agler karena dianggap sebagai pengganggu kesenangan orang. Mereka tidak melihat wajah Agler karena tertutupi tudung Hoodie.


Tangan Agler terulur, memegang tudung hoodie lalu membukanya. "Aku bilang kalian semua pergi dari gerbang ini."


Orang-orang bereaksi terperangah saat melihat wajah Agler, tapi ketika mendengar ucapan kata-kata Agler mereka masih tidak menerima dan tidak ingin beranjak dari sekitaran gerbang.


'Orang-orang sangat sulit diberi tahu, mau tidak mau aku akan memindahkan mereka secara paksa.' Agler bergumam di dalam hati sambil melihat orang-orang yang ada di depannya.


Mengulurkan tangan kirinya ke arah mereka semua, dan berkata, "Kalian pergi."


Seketika semua orang merasakan bahwa tubuhnya melayang sedikit demi sedikit. Telapak sepatunya tidak menyentuh tanah lagi dan terbang beberapa sentimeter dari jalan.


"I-ini kenapa?"


"A-aku terbang?"


"Kenapa a-aku bisa te-terbang?"


"Pemuda itu yang melakukan!"


Saat orang-orang bertanya-tanya kenapa mereka seperti inj, salah satu orang yang melayang berkata sambil menunjuk Agler.


Seketika itu orang-orang tercengang dan tidak mengerti apa yang terjadi. Tidak hanya orang yang ada di jalan terpana, orang yang ada di dalam mall dan gedung juga terkejut saat melihat orang-orang di jalan melayang di udara.


"Pergi."


Satu kata itu keluar dari mulut Agler, kemudian semua orang segera terbang.


Whooshhh!


Tak lama Agler mengirim orang-orang ke tempat aman, sesuatu yang besar keluar dari gerbang.


Berbalik badan melihat ke arah gerbang di belakangnya.


Agler segera melihat seekor naga atau wyvern kecil terbang keluar menuju ke arahnya, makhluk ini ditunggangi oleh orang berpakaian tempur zaman eropa kuno.


Selanjutnya sebuah pasukan yang terdiri dari ras manusia, goblin, ogre, dan lainnya keluar dari gerbang ini dan membentuk formasi.


Semua orang yang ada di dalam Mall dan melihat ini bertambah terkejut lagi.


Pasukan yang datang adalah pasukan dari dunia lain yang ingin memeriksa dunia ini, tetapi dengan cara yang salah dan tidak ramah.


Seorang pemimpin yang melihat lingkungan di depannya yang dipenuhi bangunan bata dan marmer langsung bingung. Tetapi, dengan cepat dia fokus ke rencana awalnya.


Pandangannya beralih kepada Agler yang hanya seorang diri ada di tengah jalan menghadap mereka semua.


Sosok Agler menarik perhatiannya dan orang yang diduga pemimpin pasukan menatap Agler.


"Serang dia!" Orang itu berkata sambil mengendalikan kuda tunggangannya yang tidak bisa diam.


Segera pasukan pemanah mengangkat busur panahnya dan membidik Agler yang ada di tengah jalan.


Dengan bersamaan mereka menarik panah dan menembak Agler dengan anak panah yang tajam.


Swooshh!


Ribuan anak panah dilepaskan, melesat dengan cepat menunjuk Agler.


Setelah itu para goblin, ogre, dan pasukan kuda mulai bergerak, mereka secara berbarengan berlari kepada Agler yang ada di depannya.


"Akhirnya bahan uji coba datang."


Seringai seram muncul di sudut mulut Agler, dengan lambaian tangan ke depan, sebuah pedang dengan kobaran api putih pada bilahnya muncul di tangan Agler.


"Ternyata di sini ada yang menjual, kalau jam segini pasti masih sempat membelinya."


"Wah! Ternyata ada komunitasnya juga di sini!"


"Ada Meikon juga! Yoshaa!"


Seorang pemuda yang berjenggot tipis nampak sedikit tua sedang menaiki eskalator sambil memegang ponsel di tangannya.


Saking fokusnya memandangi ponselnya, dia tak sadar bahwa sesosok naga beberapa kali menunjukkan wujudnya.


Nampaknya dia terlalu fokus melihat berita tentang acara besar pameran komik indie di kota ini. Pemuda yang nampak sedikit tua ini adalah seorang maniak komik, tapi juga dia memiliki identitas lain.


Nama pemuda ini adalah Itami Youji berusia 33 tahun.


"Eh, apa itu tadi?" Itami menoleh ke samping bangunan setelah sampai di lantai atas.


Baru sadar dia melihat sesuatu yang melintas di sekitarnya.


"Gawat ... gawat ... gawat!" Itami melihat ke luar bangunan dan matanya menangkap sosok naga kecil yang terbang di atas kota.


Mundur perlahan, wajahnya masih menunjukkan rasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. "Ini sungguhan? I-ni tidak mungkin!"


Dengan sigap dia berbalik badan, dan segera berlari menuju luar bangunan.


"Meski mereka sedikit, namun itu tidak masalah."


Agler yang berdiam diri menunggu anak panah yang datang dan para pasukan musuh di depannya menghampirinya.


Menggenggam pedang aneh dengan kobaran api pada bilahnya, ia siap untuk membasmi mereka semua.


Ribuan panah akhirnya telah dekat dengannya, mengayunkan pedangnya ke atas, kobaran api putih menyelimuti seluruh panah yang ada di udara.


Blarr!


Semua panah terbakar menjadi abu dan beterbangan terkena angin.


Sosok Agler menghilang di jalan dan langsung melintasi beberapa meter menuju pasukan berkuda.


Pedang itu dengan mudahnya memotong kaki salah satu kuda, lalu menghunus dadanya hingga mati, orang yang menunggangi kuda terjatuh, namun dengan gerakan yang cepat Agler menusuk jantung orang ini.


Semua pasukan dunia lain mencoba mengurung Agler dan melakukan penyerangan secara bersamaan dan serentak.


Akan tetapi, mereka semua tidak bisa, gerakan Agler terlalu cepat, bahkan saat Agler mengayunkan pedangnya mereka tak bisa melihat lintasan ayunannya.


Pasukan dunia lain secara bertahap mati saat menyerang Agler, keberaniannya masih dipertahankan dan tak gentar saat melihat kenyataan bahwa Agler adalah orang yang sulit dihadapi.


Mereka terus mencoba menyentuh dan membunuh Agler meski tahu itu tidak akan mungkin terjadi.


Semua orang segera berbondong-bondong melihat peristiwa ini. Hampir sebagian dari mereka membuka ponselnya dan merekam kejadian yang epik ini. Penikmat komik dan animasi sangat dimanjakan oleh pertarungan satu lawan ribuan orang yang ditampilkan di jalan.


"Gawat! Kalau begini terus ...." Itami yang sedang dalam perjalanan menuju jalan tempat Agler berada.


"Pameran komik indie musim panasnya ... akan dibatalkan!"


Itami Youji mempercepat larinya menuju orang-orang yang sedang berlari ke tempat pertarungan Agler.


Padahal Agler telah mengirim mereka menjauh, tetapi orang-orang ini penasaran dengan Agler.


"Hei! Kalian jangan mendekat!" Itami Youji mencoba menghentikan sebagian orang yang berlarian menghampiri Agler yang sedang bertempur sendirian.


"Kenapa? Ini peristiwa yang takkan terjadi lagi! Aku akan melihat orang hebat itu!" Salah satu orang yang termasuk dalam kelompok yang penasaran ini berhenti berlari dan menjawab ucapan Itami.


"Orang?" Itami tak mengerti apa yang dikatakan oleh orang ini.


"Kau lihat ponselmu, dan tonton siaran langsung, kau akan tahu!" kata Orang itu lalu berlari meninggalkan Itami.


Menatap ponsel di tangannya, Itami langsung melihat berita di internet, dan dia segera menjumpai sebuah unggahan yang sedang menampilkan siaran langsung terkini.


Berdiri di pinggir jalan, Itami menekan unggahan ini untuk masuk ke siaran langsungnya.


Sebuah gambar ditampilkan, Itami melihat seorang pemudah dengan pakaian serba hitam sedang melawan makhluk yang tak dikenal, tapi Itami mengetahui makhluk ini, sebab dia pernah memainkan permainan ponsel dan komik yang menggambarkan makhluk yang dilawan pemuda ini.


"Apakah ini kenyataan?!" Itami melompat karena terkejut setelah melihat isi siaran langsung di ponselnya.


"Tempat ini ... aku tahu tempat ini!"


Setelah itu, Itami berlari menuju arah yang sama dengan orang-orang yang sama penasarannya dengan dirinya.


"Hanya kau yang tersisa." Agler menunjuk pedangnya ke arah Pria yang terbaring lemah di jalan.


Di belakang Agler terdapat banyak sekali mayat yang masih utuh walau tak sepenuhnya tergeletak begitu saja di jalan.


Puluhan naga kecil jatuh di tanah, ratusan ogre, ratusan goblin, dan ribuan manusia mati di sana. Pertempuran dimenangkan oleh Agler seorang.


"A-ampuni a-ku!" Pria tua ini memohon pada Agler dengan wajah yang begitu ketakutan.


"Maaf, sejak awal aku sudah menargetkan pasukanmu untuk menjadi uji cobaku." Agler menjawab dengan senyum di bibirnya.


Sehabis menjawab, Agler mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat.


Kepala Pria itu langsung terpotong dan putus dari lehernya.


[Bunuh lawan +2 Exp Bavdrago Sword!]


[Shadow Extraction bisa digunakan di target ini.]


Sebuah jendela sistem keluar dari udara tipis dan muncul di depan mata Agler.


"Aku ingin membangkitkan semua mayat pasukan dunia lain ini." Agler berkata pada Sistem.


[Tolong pilih ucapan perintahmu untuk melakukan Shadow Extraction.]


"Hmm ...." Agler memegang dagunya sambil berpikir untuk perintah ucapan yang cocok baginya.


"Bagaimana kalau ...." Agler memandang mayat pria di depannya, lalu senyum ganas terbentuk di wajahnya.


"APPEAR!"