
Bola hitam memudar, memperlihatkan monster yang ada di dalamnya.
Masih seperti Drithaur tetapi lebih besar dengan tinggi 50 meter dan panjang ke belakang 60 meter.
Drithaur sekarang memakai Full Body Armor berwarna merah yang terbuat dari energi penghancur.
Dua tangannya memegang Palu Godam yang sangat besar dengan kepala palu berdiameter 30 meter dan panjang palu 55 meter.
Aura merah atau energi merah yang ada di semua tubuh Draith itu adalah energi penghancur yang diwarisi oleh Lord of The Destruction.
Seperti namanya energi penghancur, bisa menghancurkan segala apapun.
Energi penghancur bisa dikeluarkan oleh tubuh makhluk yang diciptakan oleh Lord of The Destruction.
Setiap Draith memiliki kekuatan energi penghancur yang berbeda, dan Drithaur termasuk salah satu makhluk yang memiliki energi merah paling kuat di bandingkan Draith biasa.
Masih banyak makhluk monster yang diciptakan oleh Lord of the Destruction.
Dan Draith adalah yang paling lemah dari semuanya.
Bum!
Drithaur mendarat keras di tanah membuat retakan yang besar seperti sarang laba-laba.
Mata yang seluruhnya hitam menoleh ke arah 10 ThunderGolem yang jauh di depan.
Graaahhhhh!
Dua kepala itu meraung, lalu berlari menuju ThunderGolem berdiri.
Kecepatan Drithaur lebih cepat dari sebelumnya, dalam beberapa detik dia sudah hampir sampai.
Mengayunkan palu godam-nya ke salah satu ThunderGolem.
Tapi sayang, ThunderGolem menghindar lebih cepat dari ayunan Drithaur.
Bum!!!
Palu Godam menghantam tanah dan langsung membuat lubang yang besar.
Sepuluh ThunderGolem meluncur cepat menyerang Drithaur, yang selagi mengangkat palu godamnya.
Desing! x10
Suara seperti benturan pedang memukul besi terdengar nyaring.
Armor melindungi tubuh Drithaur dari semua serangan Belati Petir ThunderGolem.
Belati Petir ThunderGolem rusak parah karena mencoba memotong Armor Drithaur.
Mengaum!
Drithaur marah karena dia diserang diam-diam oleh mereka.
Berlari sambil menyeret palu godam-nya mendekati ThunderGolem dengan cepat.
ThunderGolem saling memandang dan memberikan isyarat satu sama lain.
Wuussh....!
Szzzzttt!
Detik berikutnya, mereka menghilang di tempat.
Melihat ThunderGolem yang sudah tidak ada di tempat yang dia lihat tadi.
Drithaur menoleh ke sekitarnya mencari-cari keberadaan mereka.
Desing! x10
Serangan tak terlihat ThunderGolem kembali muncul.
Tetapi semua serangannya itu percuma karena Armor Drithaur tidak lecet sedikitpun setelah di tebas oleh Belati Petir ThunderGolem berkali-kali.
Boomm!!!
Krak! krak!
Menginjak tanah di bawahnya dengan keras menggunakan kaki depan.
Tanah langsung terkoyak dan naik ke atas menjalar 360 derajat.
Sebagian ThunderGolem yang ingin menyerang langsung terpental jauh terkena tanah yang muncul ke atas.
Tubuhnya rusak parah karena serangan Drithaur.
Melihat ini Drithaur segera melanjutkan serangannya.
Berlari cepat menuju ThunderGolem terdekat kemudian dia mengayunkan palu godam-nya ke ThunderGolem.
Brakk!
ThunderGolem hancur menjadi serpihan tanah tak terhitung jumlahnya.
Grrrrrr...
Muncul senyum di kedua wajah Drithaur, dia merasa sangat senang akhirnya bisa menghancurkan satu dari sepuluh makhluk berkaki dua yang cepat ini.
Berjalan ke depan dua Bola Petir yang tergeletak di tanah, dan mengabaikan serangan dari ThunderGolem yang lain.
Energi merah keluar dari Armor, terbang menuju Bola Petir itu.
Menyentuh Bola Petir dan perlahan energi merah seperti mengisap energi kedua Bola Petir ini.
Bola Petir akhirnya diselimuti energi merah dan akhirnya lenyap begitu saja.
Energi merah kembali ke Armor Drithaur dan membuat Drithaur menjadi lebih kuat.
Sesekali benang listrik dan percikan api muncul dari Armor nya.
Armor ini bisa menyerap energi lain dan menerapkan-nya kepada diri sendiri.
Klik!
Suara jentikan jari datang tiba-tiba di samping Drithaur.
Setelah itu lapisan es dengan sangat cepat menyelimuti tubuh Drithaur.
Menghentakkan keempat kaki untuk menghancurkan es yang menempel ditubuhnya.
Usahanya itu sia-sia, lapisan es terus muncul membekukan tubuhnya, Armor yang terbuat dari energi penghancur juga tidak terkecuali semua menjadi es, beberapa detik kemudian setengah dari tubuhnya menjadi es.
Drithaur mengamuk hingga batasnya, mencoba memecahkan es sebening kristal yang menempel hingga menutupi sampai ke dadanya.
Namun sayang, es itu begitu keras tidak bisa di hancurkan olehnya.
"Percuma saja...."
Agler melayang di udara tepat di depan wajah Drithaur.
Memandang monster di depannya yang semakin membeku, lapisan es terus merambat hingga ke lehernya.
Grrrrr...!!!
Kedua kepala itu meliuk-liuk untuk memperlambat kecepatan lapisan es yang bergerak dilehernya.
"Penasaran, siapa ya pemimpin monster-monster ini?"
Agler menatap Drithaur dengan tenang dan santai, sambil melipat tangannya di bawah dada.
"Siapa tuan kalian berdua?!"
Agler bertanya kepada Monster ini dengan tatapan mengancam.
Graaaahhh!
Drithaur hanya bisa meraung kencang.
"Sepertinya monster ini memiliki kebijaksanaan yang rendah, mengerti apa yang aku bicarakan tetapi tidak merespon."
"Oke! pertempuran akan berakhir!"
Kata Agler keluar dan Drithaur menjadi patung es seutuhnya.
"Monster yang sangat menyeramkan, bila pertempuran ini berlangsung, bisa-bisa dia mendapatkan semua kekuatan dari ThunderGolem dan FlameGolem."
Crack!
Retakan mulai muncul di patung es Drithaur.
"Bahkan bisa menyerap kekuatan es?"
Agler terkejut.
Menjentikkan jarinya sekali lagi, dan lapisan es yang baru menyelimuti patung es lalu memperkuat lapisan es sebelumnya.
"Hah?"
"Oke kalo mau mu seperti itu!"
Agler berpura-pura mendengar suara dari Drithaur yang berubah menjadi patung es raksasa.
Menyalakan Mata Tenseigan dan memunculkan satu Godoudama di belakangnya.
Mengulurkan tangan ke arah Drithaur, segera Godoudama melesat cepat seperti peluru proyektil yang dilontarkan dari lubang senapan.
Wusshhhh!
Duarr....!
Patung es itu ditembus oleh Godoudama dengan kecepatan tinggi, dan hancur berkeping-keping.
Saking cepatnya Godoudama menembus Terrain of Earth milik Agler.
Agler mengendalikan Godoudama ke dirinya sendiri, kemudian menonaktifkan Mode Tenseigan, dan Godoudama menghilang seperti hantu.
Melirik ke bawah kepingan es Drithaur, Agler berpikir untuk memusnahkan monster ini tanpa ada satu sel pun yang tersisa.
Terlalu bahaya jika bagian dari Drithaur dijadikan bahan eksperimen oleh manusia.
Agler mendarat di tanah, dia segera berjongkok kemudian mengangkat jari telunjuk tangan kanannya, dan menurunkannya ke tanah.
Perubahan tanah terjadi pada tanah yang ditunjuk Agler, seluruh tanah tiba-tiba menjadi panas hingga asap keluar dari dalam tanah.
Tanah terus menjadi panas, kepingan es mencair kemudian daging Drithaur terpanggang di atas tanah.
Tidak hanya berhenti disitu Agler segera menambah panas tanah hingga 10 juta derajat Celcius.
Daging meleleh lumer seperti cokelat yang di panaskan, lalu cairan daging menguap dan akhirnya hilang sepenuhnya.
Mengambil kembali jarinya, tanah perlahan mendingin dan kembali normal.
"Fiuh~"
"Akhirnya selesai .... tapi tunggu, ini belum selesai!"
Agler membuka jari tangannya, dan mengangkat tangannya di atas kepala.
"SuperCyclone-Wind!"
Pusaran angin yang sangat besar muncul dari telapak tangan kanan Agler, mengobrak-abrik semua yang ada di udara dalam Mind Barrier.
Setelah 3 menit, angin menghilang dan digantikan oleh udara yang bersih.
"Sip, udah selesai!"
Menoleh, melihat 9 ThunderGolem yang muncul di hadapannya.
"Terima kasih atas kerja keras!"
ThunderGolem mengangguk dan kemudian tubuh mereka runtuh menjadi bebatuan tanah.
18 Bola petir berkumpul terbang menuju Agler lalu masuk ke dalam tubuh Agler.
Setelah itu Agler mengambang lalu kakinya meninggalkan tanah, terbang melayang ke atas langit.
[Ding! Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Menyelesaikan Tugas Sistem!]
"Oke, makasih ucapannya tem."
Melirik ke bawah pada Terrain of Earth, Agler melepas Mind Barrier dan mengompres Terrain of Earth menjadi bola kecil seukuran kelereng.
Terbang menunju Agler dan dia mengambil kelereng tanah itu.
Krak!
Kelereng tanah itu hancur dijepit oleh jari telunjuk dan jempolnya.
Memandang Helikopter yang berterbangan mengelilingi dia, Agler mengangguk ke arah helikopter tempur milik Negara Amerika.
Dengan gelombang sonic, Agler menghilang begitu saja.