
Berdiri di udara sambil melipat tangannya, Agler menatap Drago dengan mata yang meremehkan.
"Kamu masih ingin melanjutkan pertempuran?" Agler berkata pada Drago dengan nada yang menantang.
Diberi pertanyaan seperti ini, hanya bisa terdiam dan Dragon tak bisa menjawab, seolah mulutnya tertahan oleh sesuatu sehingga membuatnya tidak bisa berbicara.
"Pertempuran sebelumnya dengan Suku Berk itu tidak adil, kau berani bertempur karena ada Bewilderbeast yang membantumu. Sekarang kau hanya bisa terdiam saat posisimu sedang berada di posisi Hiccup yang sebelumnya." Agler melirik Drago tanpa memindahkan pandangannya.
"Kau pengecut! Kau tidak berani sama sekali ketika melihat musuhmu lebih baik dan kuat, sama sekali tidak ada niat ingin melawan."
"Ka-kamu!" Drago ingin menjawab pertanyaan Agler, namun mulutnya tak sanggup untuk melakukan.
"Ya?" Agler menaikkan alisnya sambil menatap Drago.
"Ka-kamu, bajingan!" Akhirnya kata yang diucapkan Drago keluar dan ditujukan untuk Agler.
Umpatan ini hanya membuat Agler merespon dengan senyuman, tetapi tangan kanannya bergerak dan menunjuk pada Dragon.
"Kemari," ucap Agler sambil mengaitkan jari telunjuknya.
Segera tubuh Drago melayang dan bergerak menuju Agler yang sedang terbang melayang.
"Tidak-tidak! Aku tidak bermaksud menghinamu!"
Sikap pengecut dan pecundang ditampilkan saat ini. Drago memberontak selama terbang kepada Agler. Namun, usahanya sia-sia dan tidak berarti, dia tetap melayang mendatangi Agler.
"Kau bilang apa tadi?" Agler berkata tanpa ekspresi di depan wajah Drago.
"Tid ...."
Sebelum bisa menjawab pertanyaan Agler dengan tuntas, tubuh Drago meluncur sangat cepat menuju laut yang ada di belakang Bewilderbeast Drago.
Byurr!
Riak tinggi tercipta akibat tubuh Drago yang dengan cepat masuk ke dalam air laut.
"Maaf, aku tidak ingin mendengar alasanmu." Agler berkata sambil melihat riak air laut yang kembali tenang.
Tentu saja Agler tidak akan membunuh Drago di depan Hiccup dan suku Berk.
Ia sengaja menceburkan Drago ke dalam laut, lalu membiarkannya mati ditusuk oleh berlian serta emas yang dia buat di dalam air. Darah yang keluar tidak akan mengapung dan muncul di permukaan atas laut, Agler akan menyebarkan darah itu ke tempat yang jauh. Tubuh Drago akan dimakan oleh para naganya yang akan dia perintah secara diam-diam.
Mengalihkan pandangannya ke naga besar di depannya, ia tiba-tiba menghilang di udara dan muncul secara tiba-tiba di depan kepala Bewilderbeast.
"Bagaimana mendapatkan Bewilderbeast ini, Sistem?" tanya Agler dengan suara yang kecil.
[Ding!]
[Anda hanya perlu menyentuh bagian kepala Bewilderbeast, sisanya serahkan pada sistem.]
"Oke, aku laksanakan." Agler menggunakan kekuatan pikirannya untuk mengurung semua gerakan Bewilderbeast supaya tidak bergerak ke mana-mana.
Agler terbang untuk lebih dekat dengan kepala Bewilderbeast ini, lalu menjulurkan tangan kanannya dan menyentuhnya.
Pada saat telapak tangannya menempel pada kulit Bewilderbeast ini, sebuah cahaya muncul dari telapak tangannya dan menembus ke dalam kulit tebal Bewilderbeast lalu menghilang.
[Ding!]
[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Menyelesaikan Misi Sepuluh Ribu Dunia!]
[Hadiah misi telah diberikan!]
[Selamat Anda Telah Mendapatkan Binatang Psikis Bewilderbeast!]
[Apakah Tuan Rumah ingin tinggal di dunia selama tiga hari atau pergi meninggalkan duni ini?]
"Aku ingin tinggal di sini dahulu, Sistem." Agler segera menjawab tanpa berpikir lagi.
[Tersisa waktu 71:59 menit untuk kembali ke dunia nyata.]
[Selamat bersenang-senang!]
Mendengar suara robotik Sistem, dirinya tersenyum dan mengangguk.
Pastinya dia akan bersenang-senang di dunia ini dan menikmati setiap detik yang ada. Ini adalah liburan sebenarnya.
"Kau sekarang adalah mitra dan temanku, jika kau berbuat jahat dan tidak melanggar aturan, jangan harap kau bisa hidup. Apakah kau mengerti?" Agler berkata pada Bewilderbeast dengan wajah yang serius.
Bewilderbeast di depannya menganggukkan kepalanya yang besar dengan gading tanduk yang panjang ini.
"Bagus, kalau kau mengerti." Agler sedikit mengangguk.
Selanjutnya, Agler mengulurkan tangan kirinya ke arah Bewilderbeast ini, sesuatu yang belum pernah dilihat oleh Hiccup dan yang lain sekali lagi ditunjukkan.
Sebuah kobaran api berwarna biru-hitam menyembur keluar dari telapak tangannya.
Secara besar-besaran kobaran api menyembur dan melahap Bewilderbeast dengan utuh.
"Apa ini? Kenapa ada seseorang yang aneh seperti ini?" Hiccup memandang Agler yang sedang menyemburkan api dari telapak tangannya kepada naga besar di depannya.
Ia heran dengan Agler, dia belum mengerti apa yang telah terjadi, dan juga siapa pemuda ini.
Api biru-hitam yang menyelimuti seluruh tubuh Bewilderbeast menghilang, api itu kembali lagi pada telapak tangan Agler, seolah dia menghisapnya.
"Kau tidak merasakan sakit lagi?" tanya Agler untuk memastikan bahwa tindakannya berfungsi dengan baik.
Bewilderbeast ini mengangguk lagi sebagai responnya terhadap pertanyaan Agler.
Tubuh Bewilderbeast yang terluka akibat tembakan plasma Toothless telah pulih kembali dengan instan, tidak ada cedera lagi yang muncul.
Membalikkan badan, perlahan Agler terbang semakin rendah dan mendarat di atas tanah, tepat di depan Toothless, Hiccup, dan Ibunya.
"Semua sudah selesai." Agler berbicara sambil tersenyum pada Hiccup.
Mendengar ucapan Agler, suku Berk semuanya bersorak meneriakkan kemenangan.
"Hore!"
"Kita menang!"
"Hahaha, menang!"
"Yuhuuu!"
Teman-teman Hiccup dan anggota suku Berk mengangkat tangannya dan bersorak ria. Mereka semua gembira karena masalah ini telah selesai.
Hiccup dan Agler tersenyum cerah melihat semua orang senang, tak terkecuali Ibunya, ia pun tersenyum lebar.
"Terima kasih, Agler." Hiccup tersenyum kepada Agler.
"Tak perlu berterima kasih kepadaku, Hiccup." Agler menepuk bahu Hiccup lalu menggelengkan kepalanya.
"Seharusnya kau yang berterima kasih kepada dirimu sendiri. Jika tanpamu mungkin semua ini takkan terjadi, kemenangan takkan ada." Agler menatap serius pada Hiccup.
"Hehe." Hiccup hanya tersenyum dan tertawa kecil sedikit canggung.
"Dia benar, Hiccup." Ibu kandung Hiccup yaitu Valka pun menegaskan ucapan Agler pada Hiccup.
"Bukan karena aku saja, tapi Toothless juga." Hiccup berjalan mendekati Toothless.
Memegangi kepala Toothless dan sedikit membelainya. "Kau tidak pernah berhenti untuk membuatku takjub, tapi terima kasih, Toothless."
Hiccup menempelkan dahinya pada Toothless saat berbicara sembari keduanya menutup mata.
Mereka benar-benar satu jiwa seolah mereka itu saling bertaut dan terikat.
Setelah itu Toothless menjilat wajah Hiccup kerena senang, orang-orang di sana pun ikut bergembira bersorak merayakan kemenangan.
Para naga mereka turun dan bertemu dengan para penunggangnya, mereka saling bertemu dan berpelukan, meski hanya memeluk kepala naga mereka.
Semuanya bertemu dengan naga-naga mereka dan menebus rasa rindu karena telah berpisah beberapa waktu saat Bewilderbeast Drago mengontrol mereka untuk berbuat jahat.
"Itu pertengkaran yang bagus, kamu telah menjadi penjebak yang hebat." Eret sang penjebak naga mendekati Hiccup dan berkata tiba-tiba.
Eret adalah sang penjebak naga yang lihai, naga hasil jebakannya selalu dia jual kepada Drago. Namun, sekarang dia telah menjadi baik dan bergabung dengan Hiccup dan penunggang lainnya.
Skull Crusher datang dan menyenggol Eret dengan bercanda. Eret pun tertawa karena tindakan Skull Crusher.
Naga besar berkepala merah dengan seluruh tubuhnya berwarna hijau ini adalah Skull Crusher naga milik Stoick ayah kandung Hiccup, namun dia telah tiada saat tragedi Toothless yang sempat dikendalikan oleh Bewilderbeast Drago dan hendak menembak nafas plasma pasa Hiccup, tetapi Stoick mengorbankan dirinya untuk menahan serangan Toothless yang dikendalikan.
"Kau tahu, aku sekarang sedang membutuhkan penjaga naga ini sekarang." Hiccup berkata sambil tersenyum pada Eret.
"Aku?" Eret yang mengerti maksud Hiccup langsung menunjuk dirinya untuk memastikan bahwa Hiccup meminta dia untuk merawat Skull Crusher.
Hiccup masih tersenyum pada Eret, lalu Skull Crusher mengendus-endus sambil mendekati kepalanya pada Eret.
Tindakan ini membuat Eret setuju dengan tawaran Hiccup dan dia menyentuh kepala Skull Crusher.
"Aku akan melakukannya," kata Eret lalu dia memegang kepala Skull Crusher dan memandang Hiccup.
Hiccup tersenyum semakin lebar melihat Eret menerima tawarannya.
Ibu kandung Hiccup menghampiri Hiccup dan memegang kedua tangannya, lalu berkata, "Ayahmu akan sama bangganya denganku."
"Terima kasih, aku senang kau ada di sini, ibu." Hiccup membalas dengan senyum bahagia sambil menatap mata ibunya.
"Aku akan tinggal di sini," ucap Valka sambil memegang Toothless yang datang mendekati mereka berdua.
Seorang wanita atau perempuan berambut kuning cerah datang kepada mereka. "Lihat, aku katakan itu ada di sini."
Perempuan itu adalah Astrid, wanita cantik yang ada di suku Berk, dia mendekati Hiccup dan berkata sambil menunjuk dada Hiccup. Ia bermaksud bahwa kebahagiaan datang dari hatinya.
Lalu, dia tiba-tiba mencubit perut Hiccup.
Hiccup tersentak terkejut, segera keduanya tertawa.
"Kau masih melakukan itu, itu masih lucu." Hiccup tersenyum senang.
Secara mendadak, Hiccup menarik pinggang Astrid dan dia mencium bibirnya.
Orang-orang yang melihat perilaku mereka berdua, hanya bisa tersenyum dan ikut senang, mereka menutupi pandangan anak kecil yang melihat adegan ini.
Nenek tua dengan tongkatnya datang dan menepuk tangan Hiccup menggunakan tongkatnya.
Hiccup menoleh dan menatap Nenek tua dan segera mengikutinya.
Tangan Nenek itu terulur mengusap abu hitam dari kayu yang telah terbakar dengan dua jarinya, setelahnya jari itu terangkat dan membuat simbol pada dahi Hiccup. Kini Hiccup telah menjadi kepala suku Berk.
Gobber si Sendawa atau pria tua yang dekat dengan ayahnya itu datang, dia menatap tersenyum pada Hiccup, lalu memandang seluruh orang suku Berk. "Ketua sudah pulang!"
Suara yang keras itu keluar, segera orang-orang bersorak akan pengangkatan ketua yang baru.
Sebelumnya ketua suku adalah ayah Hiccup, yaitu Stoick, karena beliau telah tiada, Hiccup kini yang memegang jabatan itu.
"Masuk kembali ke dalam ruang psikis, temanku." Agler bergumam kecil, lalu lubang hitam kembali muncul di atas langit yang luas.
Sepuluh juta naga, Ghidorah, dan Ancalagon yang membawa dua Bewilderbeast masuk ke dalam lubang hitam.
Para suku Berk yang bersorak berhenti bergembira dan mengalihkan matanya untuk melihat keajaiban ini.
Semua naga Agler tidak lama kemudian telah masuk ke dalam lubang, dan lubang hitam menghilang dari atas langit.
Mereka melanjutkan kembali sorakan dan yel-yel milik suku Berk.
Naga-naga ikut merayakan, dan dengan bersamaan mereka menembakan nafas apinya ke atas langit dan meledak bersamaan. Ledakan itu menghempaskan awan yang menumpuk menjadi berpencar ke segala arah dengan gelombang kejutnya.
Hiccup dan teman-temannya mendatangi Agler yang sedang berdiri melihat suku Berk yang sedang gembira.
"Terima kasih, kawan." Hiccup yang datang langsung memeluk Agler sebagai seorang teman.
"Sama-sama," ucap Agler dan membalas pelukan pertemanan.
Tangan Hiccup terlepas dan dia menatap Agler dengan mata yang serius.
"Aku ingin tahu apa kau sebenarnya manusia atau bukan, Agler." Pertanyaan terlontar dari mulu Hiccup, dia mengucapkan itu karena memang itu yang ada di hati dan kepalanya. Pemuda ini penasaran dengan Agler.
"Aku manusia, namun aku sedikit berbeda." Agler menjawab ringan. "Jangan anggap aku makhluk aneh, Hiccup. Aku hanya berbeda dengan orang lain."
"Syukurlah, aku kira kau adalah sesosok makhluk yang suci." Hiccup menghela nafas. "Soalnya aku belum pernah melihat orang yang sepertimu di sini."
"Itu hal wajar. Sebab, aku adalah orang yang berasal dari daerah jauh, kau mungkin tidak tahu di mana itu."
Agler berkata dengan kalimat yang memberi kesan misterius pada Hiccup dan teman-temannya. Keingintahuan mereka segera melonjak.
"Di mana itu?" Sontak Hiccup bertanya dengan wajah yang penasaran.
"Nanti aku ceritakan," ujar Agler sambil memandang Hiccup dan teman-temannya yang berdiri di belakangnya.
"Baiklah." Hiccup mengangguk, dia menahan rasa penasarannya untuk saat ini.
"Lebih baik kita merayakan pesta untuk kemenangan ini, bagaimana?"
Tatapan Agler bergerak pada Hiccup dan teman-temannya.
"Aku setuju!" Tuffnut setuju dengan saran Agler.
"Aku juga!"
"Sudah seharusnya kita merayakan."
"Ya, itu benar!"
Melihat temannya yang setuju, Hiccup dengan senang hati menyetujui ajak Agler.
"Baiklah. Ayo kita rayakan kemenangan!"
Hiccup berkata dengan lantang seraya mengangkat kepalan tangannya ke arah langit.
Detik berikutnya orang-orang ikut berkata dengan gembira dan bersorak ceria.
Agler dibawa oleh Hiccup dan teman-temannya kepada semua orang, tujuannya adalah untuk mengenalkan Agler kepada orang di suku Berk.
Orang-orang menerima Agler dan berterima kasih. Sudah berkali-kali Agler katakan bahwa dia bukan yang berjasa melainkan Hiccup, tapi orang-orang seolah tidak mendengarkannya, mau bagaimana lagi, Agler hanya bisa menerima rasa terima kasih mereka.
Beberapa saat kemudian, mereka semua mempersiapkan untuk merayakan pesta secara besar-besaran.