Savior System

Savior System
Bab 45 : Berbincang Dengan Paman Ben


[Ding! Tugas Sistem Sepuluh Ribu Dunia Tersedia!]


[Tugas : Selamatkan Paman Ben Parker dari Perampokan]


[Hadiah : 1 Tiket Lotere, 200 Savior Coin]


[Hukuman Kegagalan : Paman Ben Tewas]


[Apakah tuan rumah menerima tugas sistem?]


"Apakah itu Paman Ben yang adalah Paman Peter Parker dari film spiderman yang diperankan oleh Bully Maguire?"


[Betul tuan rumah]


Setelah mendengar verifikasi dari sistem, Agler tentu saja langsung menerima tugas ini.


"Terima Tugas!"


Agler segera memakai pakaian kaos hitam dengan hoodie hitam polos dan celana pendek hitam.


Dia ingin sekali menyelamatkan Paman Ben dari kematian, menurutnya Paman Ben tidak pantas meninggal dengan ending yang buruk.


Paman yang sangat baik, paman dari seorang superhero yang sempat memberi nasehat yang sangat bijak kepada Spiderman sebelum kematian datang kepadanya.


Nasehatnya menjadi pegangan serta motto hidup Spiderman yang akhirnya memilih untuk menjadi superhero dan menyelamatkan banyak orang.


Petuah bijak yang dikeluarkannya juga banyak diingat oleh para penonton Spiderman 2002 di kehidupan sebelumnya.


Sebenarnya Petuah penting itu ditulis oleh penulis di komiknya, munculnya di penutup dari kisah Spiderman.


"Saat datang ke dunia Spiderman apakah waktu di dunia nyata juga berjalan? apakah ada perbandingan waktu antara dunia nyata dan dunia spiderman?"


[Tidak ada perbandingan waktu tuan, ketika tuan rumah datang ke dunia yang ditugaskan, waktu di dunia nyata akan berhenti]


"Kalau begitu ...mulai tugasnya!"


[Mulai Memindahkan ...]


Cahaya putih entah datang darimana mulai membungkus seluruh tubuh Agler.


[3..]


[2..]


[1..]


Cahaya putih itu meledak terang selama beberapa detik lalu sinar putih itu perlahan memudar, kemudian menghilang dan memperlihatkan Agler yang sudah tidak ada di dalam kamar mandi.


......................


Di atas daerah Manhattan, Kota New York.


Seberkas cahaya putih muncul di salah satu gedung di Manhattan, tidak lama kemudian cahaya putih menghilang digantikan oleh pemuda memakai baju hitam dengan hoodie hitam.


Langit mulai gelap menandakan akan adanya pergantian dari sore ke malam, Agler melihat ke jalan raya yang ada di bawah gedungnya.


Banyak mobil-mobil melaju di jalan raya menuju tujuannya masing-masing, orang-orang berjalan di trotoar ada yang berbincang dengan temannya dan juga menikmati angin yang berhembus santai.


Gedung-gedung yang berdempetan dan juga terlihat tinggi memenuhi sisi jalan, lampu satu persatu menyala, membuat pemandangan yang damai menjadi indah.


"Tempat yang indah tak lama lagi dirusak oleh penjahat jalanan kecil."


Agler kembali untuk melihat jalanan di bawahnya, dan dia merasa familiar dengan mobil putih-krem yang terlihat classic yang sedang di pinggir jalan depan gedung perpustakaan, mengingat lagi di benaknya dan dia tahu itu adalah mobil Paman Ben Parker.


Menyalakan mata Tenseigan dan melihat dengan jelas bahwa di dalam mobil ada seseorang pria tua.


"Sepertinya Paman B sendirian sambil menunggu Peter Parker datang!"


Dia dengan cepat terbang ke gedung di sampingnya yang terdapat gang kosong.


Whooosh...!


Mendarat di gang yang gelap dan hanya ada lampu penerang agak remang-remang, Agler memakai kupluk hoodie untuk menutupi kepalanya dan memakai topeng hitam.


Berjalan keluar dari gang perlahan menuju mobil Paman Ben Parker.


Orang-orang di trotoar banyak yang melirik Agler, karena pakaiannya tidak sesuai dengan trend pada jamannya.


"Pakaian apa itu? aneh sekali malam begini pakai celana pendek..."


"Iya pakaiannya aneh..."


"Tapi kamu liat ga? kayanya dia tampan kalau di lihat dari postur tubuhnya."


"Benar juga kalau aku lihat-lihat sepertinya cowok tampan."


Dua perempuan mengomentari pakaian Agler sambil melirik Agler terang-terangan.


Agler merasa malu dan juga risih setelah mendengar percakapan mereka berdua.


Mempercepat langkahnya menuju mobil putih yang jauh di depan.


Melihat tukang hotdog di samping jalanan, Agler membeli hotdog terlebih dahulu setelah itu dia membeli coca lola, Agler melanjutkan berjalan menuju Paman Ben


2 menit kemudian Agler sampai di samping mobil Paman Ben.


"Halo Pak!"


Paman Ben menoleh kesamping mobil, melihat pemuda memakai topeng hitam sambil membawa makanan dan minuman, berdiri di samping mobilnya, sepertinya anak ini yang memanggilnya.


"Halo nak!"


"Sedang apa di sini pak?"


"Saya sedang menunggu keponakan saya yang ada di dalam perpustakaan."


"Oh begitu pak, sambil menunggu mending bapak makan dulu."


Menyerahkan satu Hotdog yang di belinya tadi kepada Paman Ben.


"Tidak usah nak, paman sudah makan tadi."


Kata itu keluar, bunyi keroncongan tiba-tiba muncul dari perutnya, Paman Ben langsung menutupi perutnya karena malu.


"Haha, ini pak jangan di tolak..."


"Yasudah kalau begitu."


Paman Ben keluar dari mobilnya dan mengambil hotdog yang Agler beri.


"Namamu siapa nak?"


Paman Ben bertanya sambil memakan hotdognya.


"Ouh Nak Agler, Perkenalkan nama saya Benjamin Parker, kamu bisa memanggil saya dengan sebutan Paman Ben..."


"Oke Paman Ben."


"Nak Agler sedang apa ke sini? dan kenapa kamu memakai topeng?"


"Saya ingin menikmati udara di malam hari, jadi saya memutuskan untuk keluar rumah dan berjalan di daerah sini, dan juga saya memakai topeng karena tidak ingin wajah saya terkena angin malam, Paman Ben."


"Paman mengerti, tapi Paman sarankan jangan sampai terlalu malam, kalau kamu berjalan-jalan di daerah Manhattan, di sini banyak penjahat berkeliaran."


Paman Ben memberitahu Agler agar tidak celaka di kemudian hari.


Mendengar perkataan Paman Ben, hati Agler sedikit hangat, dia lalu tersenyum.


"Terima kasih Paman sudah memberitahu."


"Sama-sama."


Mereka berdua berbincang sambil menyenderkan tubuhnya di mobil Paman Ben, mengobrol lama di pinggir jalan dan tiba-tiba seorang pemuda berambut putih dengan jaket hitam kulit membawa sekantung uang berlari terburu-buru ke arah mereka.


"Serahkan kunci mobil ini!"


Agler tau plot cerita sudah dimulai, dan pemuda di depan mereka adalah perampok yang keluar dari tempat pertandingan.


Perampok itu menodongkan pistol ke arah mereka berdua.


"Cepat berikan kunci mobil ini, atau aku tembak kalian berdua!"


Matanya menatap tajam ke arah mereka berdua dan sambil mengancam.


Paman Ben ketakutan tapi ia terlihat tidak ingin memberikan kunci mobil kepada perampok itu.


Agler melihat moncong pistol yang di arahkan ke kepalanya, lalu dia membangkitkan amarahnya.


"Saya tidak suka di ancam oleh siapapun, apalagi orang yang mengancam itu sepertimu!"


Plak!


Menepis dengan cepat pistol itu, hanya terlihat bayangan kabur dari tangannya.


Pistol itu terbang jauh tidak tahu kemana arah perginya.


Pergelangan tangan perampok itu patah karena tamparan Agler dan dia berteriak keras kesakitan.


"Aaahhhhhh!!!!"


Jatuh berlutut melepaskan kantung yang berisi uang ke tanah, dia memegang pergelangan tangannya yang patah.


Paman Ben belum bereaksi apa yang terjadi di depannya, menoleh ke pemuda di sampingnya dan berkata dengan tatapan bingung.


"Kamu yang melakukannya?"


"Eh itu tidak sengaja, Paman Ben."


Agler berpura-pura tidak sengaja atas perbuatannya tadi.


"Kuat sekali kamu, tapi perampok ini memang pantas mendapatkannya!"


"Iya Paman Ben, kita ikat saja dia, sebelum kabur!"


Mereka berdua menahan perampok ini, tidak lama kemudian polisi dan pemilik acara pertandingan pertarungan yang di rampok datang.


Polisi segera menangkap perampok ini, orang-orang berdatangan ingin melihat apa yang terjadi, dan setelah mereka tahu seorang paman dan pemuda yang menangkap seorang perampok segera orang-orang memuji mereka berdua.


Paman Ben tersenyum malu, seharusnya hanya Agler saja yang mendapatkan semua pujian ini.


Polisi menangkap dan membawa perampok itu ke kantornya.


Meminta Paman Ben, Agler dan pemilik sekantung uang yang adalah pria pemilik Pertandingan pertarungan untuk memberi saksi dan juga penjelasan.


Mereka bertiga dibawa ke mobil polisi dan berangkat menuju kantor polisi di Manhattan.


Mobil paman Ben ikut dibawa oleh Polisi ke kantor.


Saat di Kantor Agler diminta untuk memperlihatkan KTP-nya, Agler bingung bagaimana menghadapi situasi ini, lalu bertanya kepada sistem.


"Dimana KTP saya sistem?"


[KTP sudah di tempatkan di kantung hoodie tuan rumah]


Tangan Agler mengorek kantung Hoodie dan menemukan kartu KTP-nya.


1 jam kemudian mereka bertiga kembali lagi ke depan perpustakaan.


Paman Ben dan Agler di beri hadiah karena telah menangkap perampok itu.


Setelah itu Agler meminta Paman Ben untuk mengikuti mobil polisi yang membawa pria itu.


Melirik pria pemilik pertandingan pertarungan yang turun dari mobil polisi, Agler segera keluar dari mobil paman Ben.


"Sebentar paman Ben ada masalah yang harus aku urus."


Setelah melihat mobil polisi sudah pergi, Agler berjalan mendekati pria pemilik pertandingan pertarungan ini.


Lalu menatap mata pria itu.


"Sepertinya kamu belum tahu apa salahmu!"


Dia yang membuat Spiderman berbuat tidak adil, membiarkan perampok melarikan diri, Pria ini memberi uang 100 dolar kepada Spiderman dan itu tidak sesuai dengan hadiah perjanjian yang ditulis yaitu 3000 dolar.


Dan itu pasti membuat kesal dan marah Spiderman.


Mengeluarkan aura membunuh dari tubuhnya untuk mengancam pria didepannya.


Pria itu melihat ke arah Agler, dia hanya bisa menatap matanya saja karena wajahnya ditutupi oleh topeng hitam.


Ketika melihat matanya, pria itu merasa seperti melihat orang yang pernah membunuh jutaan orang di medan perang


Aura membunuh yang sangat besar dan kuat, orang biasa seperti dia tidak mampu menahan aura ini.


Dengan kaki bergetar, cairan kuning turun dari bawah kakinya.


"A-aku me-mengerti apa maksudmu, aku akan memberikan uang yang sesuai kepada dia!"


"Beri saja uang itu ke saya, saya temannya!"


"I-ini uangnya!"


Mengambil sekantung kecil berisi uang dari tangan Pria itu, memasukkannya ke dalam saku di hoodie, lalu berbalik meninggalkannya di atas trotoar.