
"Aku pulang!"
Masuk ke dalam rumah, dia melihat anak-anak bersama empat wanitanya sedang sibuk bermain di ruang keluarga, melihat pemandangan ini membuat hatinya merasa tenang.
Ibu Naimah serta suaminya mengawasi tingkah anak-anak mencegah perbuatan yang tidak baik atau nakal kepada sesama temannya.
Dia berjalan mendekati mereka, Nayla tidak sengaja melihat Agler dan dia langsung berlari memeluknya.
"Abang!!"
Agler segera menggendong Nayla, dan berjalan ke arah empat wanitanya.
Pada awalnya, Ibu Naimah terkejut dengan dua wanita cantik yang tiba-tiba ada di sini, dia mengira itu adalah tamu rumah, tapi setelah Adena memberitahunya bahwa itu adalah saudara perempuannya, dia menjadi tidak terkejut lagi, sama seperti ketika melihat Rem yang datang ke sini dengan baju pelayannya.
"Sepertinya kalian berdua sudah nyaman tinggal di sini."
Agler berbicara dengan Kakak GS dan kakak tertua yang sedang bermain dengan anak perempuan di sini.
"Iya, karena di sini banyak anak-anak yang lucu dan pintar."
Kakak GS membalas sambil tersenyum.
"Benar, karena orang di sini juga baik."
Melihat mereka sedang berbicara Adena dan Rem segera mendekati Agler.
"Bagus kalau begitu."
"Oh iya sayang, kita berempat mau belanja baju di Mall siang hari ini!"
Adena memberitahunya bahwa mereka berempat ingin pergi ke Mall, membeli baju untuk Kakak GS dan kakak tertua, semenjak mereka berdua datang ke sini mereka memakai pakaiannya.
"Hati-hati di jalan oke, jangan lupa bilang Jarvis kalau ada masalah atau telpon aku."
"Iya sayang~"
Mereka berempat mengangguk lalu Adena dan yang lain mencium Agler bersama dan mereka pergi ke kamar untuk bersiap-siap ke Mall karena jam sudah menunjukkan waktu siang.
Setelah melihat mereka berpamitan kepada orang di rumah dan keluar untuk pergi ke Mall, sekarang giliran Agler yang menemani anak-anak bersama Ibu Naimah dan suaminya.
.....
Di pagi hari yang indah, matahari menampakkan dirinya, sinarnya menyapu belahan dunia.
Kamar Agler tepatnya di kasur yang lebar dan luas, terdapat 5 orang yang tidur di kasur itu.
Satu laki-laki dikelilingi oleh 2 wanita di sisi kanan dan kirinya, melihat lebih dekat kita dapat mengenali siapa mereka.
Benar, itu adalah Agler dan 4 wanitanya, hampir setiap malam mereka bermain, tetapi selalu kalah oleh Agler di setiap ronde pertempuran.
[Ding! Telah terjadi pertempuran dalam ruang binatang psikis tuan rumah!]
[Harap tenangkan binatang tuan di dalam!]
"Hmm~"
Suara sistem yang muncul di kepalanya membuat Agler terbangun.
Mendengar isi peringatan sistem dia langsung menggerakkan pikirannya dan dia tiba-tiba muncul di ruang binatang psikisnya.
Terbang melayang lalu dengan cepat mendekati gunung tempat Great Red tidur.
Saat dia terbang di depannya terdapat dua makhluk besar yang seperti sedang di tekan ke tanah oleh sesuatu yang tidak bisa dilihat.
Dia segera turun di depan mereka berdua, mereka adalah Great Red dan Ancalagon.
Melihat posisi mereka yang saling berhadapan dan terdapat satu luka di kaki depan Ancalagon yang lebih besar ini, sepertinya mereka sempat bertempur satu sama lain.
"Ada apa ini?"
Mendengar ucapan Agler, Great Red segera mengirim suara melewati telepati-nya.
"Si besar bodoh ini tiba-tiba mencoba menyerangku saat aku tidur, Tuan!"
"Lalu ...."
Great Red memberitahu apa yang terjadi kepada mereka barusan kepada Agler.
Ternyata mereka berdua berkelahi karena provokasi Ancalagon yang tiba-tiba menyerang Great Red tanpa sebab.
Karena sisiknya sangat kuat dia tidak tergores oleh serangan semburan api Ancalagon dan dia membalas menyerang dengan mencakar Ancalagon.
Karena serangan cakar itulah Ancalagon terluka, dan membuatnya marah.
Mendengar ini Agler bisa menyimpulkan bahwa sistem yang menahan mereka bertempur.
Melihat medan sekitarnya, sepertinya sistem sudah membuat kembali tempat yang hancur.
Agler Mengalihkan pandangannya ke Ancalagon yang sangat besar ini, jika dibandingkan faktor besar tubuh diantara mereka berdua, Great Red seperti anak kecil yang berhadapan dengan Hulk yang adalah Ancalagon.
Dia menghampiri Ancalagon yang seperti berbaring di jepit oleh sesuatu, mengulurkan tangannya dan mengusap kepalanya.
"Aku tuanmu sekarang, jangan berbuat saling menyakiti seperti ini lagi kita adalah rekan satu tim yang saling membantu, apakah kamu mengerti Black?!"
Mendengar peringatan Agler, kepala besar Ancalagon dengan kaku mengangguk.
"Oke, aku akan menyembuhkanmu!"
Sinar biru muncul dari tangan Agler yang mengusap kepala Ancalagon, luka yang ada di Ancalagon perlahan sembuh tanpa bekas.
"Semua sudah selesai sistem, bebaskan mereka berdua sekarang."
Dua naga ini merasa beban yang menimpa mereka telah terangkat, mereka segera berdiri menghadap Agler dengan hormat.
"Kalian harus berteman, jangan saling menyerang satu sama lain."
"Aku butuh kalian untuk menjadi teman untuk bertempur melawan musuh jahat, dan kau Ancalagon!"
"Kamu sekarang sudah menjadi orang baik di dunia ini!"
Mendengar ucapan keras Agler Ancalagon mengangguk seperti kucing peliharaan.
"Oke, aku akan memanggilmu jika ada sesuatu musuh yang menarik, tunggu saja!"
"Baik tuan, saya mengerti!"
Agler mengangguk puas lalu menarik kesadarannya kembali ke dunia nyata.
Melihat ke kanan dan ke kiri, wanitanya tertidur lelap dengan wajah yang manis, dia tidak tega membangunkannya, lalu dia mencium pipi mereka satu persatu.
Dia bangkit pelan-pelan dan berusaha untuk tidak membangunkan mereka dari tidurnya.
Berjalan tanpa suara Agler masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dari keringat bekas semalam.
Selesai mandi dia keluar untuk berjemur di permukaan matahari hingga siang hari.
Sementara dia hanya bisa mencapai ini dan belum bisa menahan panas inti matahari, kecuali dia sudah mendapatkan kemampuan dari Superman yang lebih kuat.
Karena garis keturunannya masih manusia biasa dan bukan Superman, penyerapan energi matahari menjadi terhambat dan tidak se-efektif dan efesien yang seharusnya.
[Ding! Misi Sistem Sepuluh Ribu Dunia Tersedia!]
[Misi : Berhentikan kapal pesiar besar yang melaju cepat di laut, cegah kapal pesiar itu menabrak kota]
[Deskripsi : Kapal Pesiar kehilangan kontrol untuk mengemudi karena telah dihancurkan oleh Tuan Incredibles yang sedang dikendalikan oleh kacamata milik musuh]
[Hadiah : 1 Tiket Lotere dan 80 Savior Coin]
[Hukuman Kegagalan : Tidak ada]
[Apakah tuan menerima misi?]
Mendengar kata Tuan Incredibles, Agler langsung teringat dengan film disney yang menceritakan satu keluarga superhero yang kuat tapi sedikit lucu.
Satu keluarga beranggotakan seorang ayah yang memiliki kekuatan super, seorang ibu yang memiliki kekuatan elastis pada tubuhnya seperti karet.
Mereka berdua mempunyai 3 anak super yaitu satu anak laki-laki yang memiliki kecepatan super bernama Dash, satu anak perempuan yang memiliki kekuatan menciptakan medan gaya serta invisible bernama Violet dan juga anak terakhir yang masih balita memiliki kekuatan super yang berubah-ubah bisa menjadi balita api, berat, besar dll yang bernama Jack-Jack.
Melihat deskripsi misi sepertinya timeline kali ini scene terakhir dari the Incredibles 2.
Agler tidak sabar ingin bertemu dengan mereka.
"Terima!"
[Mulai Memindahkan...]
...****************...
Author meminta saran kepada kalian.
Lebih baik menggunakan bahasa formal pada dialog atau non formal?
Voting di kolom komentar ya!