
Tiga sinar kuning keluar dari tiga kepala Ghidorah, melesat menuju para Gycleps yang berada di barisan paling depan.
Sinar kuning yang terbuat dari petir menghantam ratusan Gycleps, dan menghancurkan segalanya yang ada di depannya.
Ribuan Gycleps yang terkena sinar petir menjadi hangus terbakar, dan beberapa ratus dari Gycleps berubah menjadi abu yang beterbangan ke udara.
"Cukup kuat juga makhluk ini, aku jadi semakin menyukainya!" gumam Gycmer sambil menatap Ghidorah.
Keserakahan lebih terlihat jelas di pupil matanya itu, dia masih menatap baik-baik setiap tindakan Ghidorah.
Ghidorah terus menerus mengeluarkan semburan petir kuning dari ketiga kepalanya.
Meluluhlantakkan semua barisan terdepan para Gycleps.
Pada akhirnya puluhan ribu Gycleps musnah tanpa sisa oleh sinar kuning Ghidorah yang sangat destruktif.
"Hahaha aku suka makhluk ini!... aku jadi ingin mencoba melawannya," ucap Gycmer yang masih menatap Ghidorah semakin intens.
Tiba-tiba, Ghidorah bergerak maju mengepakkan sepasang sayapnya menuju ratusan ribu Gycleps.
Angin besar menerbangkan semua debu dan abu yang ada di atas permukaan tanah, Ghidorah menggunakan cakar di kakinya untuk mencabik-cabik tubuh Gycleps yang ada paling dekat dengannya.
Sinar petir juga dia keluarkan beriringan dengan dia sambil terbang dan menebas para Gycleps.
Tentu saja, para Gycleps juga melakukan perlawanan terhadap Ghidorah, mereka meluncurkan serangan berupa tebasan, pukulan dan tembakan menggunakan senjata yang mereka punya.
Namun sayang, semua perlawanannya menjadi sia-sia, karena di sekitar tubuh Ghidorah terdapat sisik sangat keras melindungi tubuhnya.
Ghidorah masih terus melawan para Gycleps yang setiap detik semakin banyak yang datang melawannya.
Sisik sangat keras yang melindunginya semakin melemah daya pertahanannya seiring dirinya terkena serangan dari para Monster berkepala botak.
Ding!
Krakk!
Suara retakan terdengar dari tubuh Ghidorah, seperti kaca sudah rapuh yang akan hancur di beberapa detik kemudian.
Salah satu Gycleps mengayunkan pedang hitamnya, menebas cepat menuju Ghidorah.
Swooshh...
Pedang itu menebas horizontal, menunjuk ke arah kaki kanan Ghidorah.
Bang!
Pertahanan dari sisi emas keras di seluruh bagian kaki kananya hancur berantakan, untuk sementara waktu Ghidorah tidak memiliki pertahanan yang absolut di kakinya.
Lalu pedang itu terus maju hingga akhirnya menyayat kaki Ghidorah.
Gruoaahhhhhh!
Raungan kesakitan Ghidorah membuat semua yang ada di dekatnya menjadi sedikit pusing beberapa detik.
Darah mengalir keluar dari kakinya, sedikit noda merah mewarnai permukaan tanah.
Luka bekas sayatan oleh pedang Gycleps di kaki Ghidorah berhenti mengeluarkan darah, darah yang mengalir keluar mulai mengental dan memadat.
Dengan kecepatan yang lumayan lambat luka di kaki Ghidorah telah pulih sepenuhnya
Tidak sampai lebih dari setengah menit berlalu, luka telah hilang tanpa ada bekas, dan sisik emasnya pun tumbuh kembali.
Hal Itu disebabkan karena kemampuan regenerasi alami Ghidorah, dia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri ketika dia terluka.
Ghidorah menyemburkan nafas petir-nya sekali lagi, dan memusnahkan Gycleps yang membuat dirinya terluka.
Karena luka di tubuhnya tadi, Ghidorah menjadi sangat marah, dia merasa sangat diremehkan, tebasan dari makhluk menjijikan seperti itu bisa melukai tubuhnya.
Sisik emas yang sangat kuat telah muncul lagi menyelimuti kaki kanannya setelah beberapa waktu dalam proses penyembuhan.
Tindakan penyerangan Ghidorah semakin kejam dan mengerikan, tiga semburan petir yang membidik secara acak menghancurkan ribuan Gycleps.
"Setelah melihat kemampuan yang diperlihatkan oleh makhluk ini, keinginanku untuk mendapatkannya semakin besar, aku sangat-sangat menyukainya, Hahaha!" kata Gycmer sambil tertawa puas, dengan ekspresi serakah di wajahnya.
Kemudian dia melirik para pasukan Gyclepsnya, nampak jelas para Gycleps tidak bisa mendekati Ghidorah.
Sebelum mereka mendekat, Ghidorah menyemburkan nafas petir-nya memusnahkan Gycleps yang ingin mencoba mendekatinya.
"Kalau seperti ini terus, aku tidak bisa mendapatkan tunggangan pribadiku."
"Saatnya aku menaklukkan makhluk ini oleh kekuatanku."
Gycmer memutuskan untuk melawan Ghidorah secara langsung, dia sudah tidak sabar lagi mendapatkan tunggangan yang ida dambakan.
"Kau ingin mengambil makhluk besar itu?" Gycser bertanya kepada Gycmer.
"Benar, aku ingin makhluk ini menjadi milikku," jawab Gycmer sambil menatap Gycser yang ada di sampingnya.
"Ingat makhluk ini milik sosok yang kuat itu, apa kau tidak takut dengannya?" Gycser terlihat seperti menahan Gycmer untuk melakukan perebutan dengan sosok yang kuat itu.
"Takut?"
"HAHAHA!" Gycmer tertawa terbahak-bahak seperti sedang menertawakan sesuatu lelucon yang menurutnya sangat lucu.
Melihat Gycmer tertawa seperti ini, Gycser tidak berdaya menghadapi sifat arogan saudaranya ini.
"Sungguh, aku tidak memiliki rasa takut sedikitpun terhadap semua makhluk yang tinggal di planet ini," kata Gycmer dengan penampilannya yang mendominasi seolah makhluk yang ada di Aquater adalah seekor semut yang sangat lemah.
Gycser menghela nafas ketidakberdayaan, lalu berkata, "Sosok itu pasti akan bergerak untuk melawanmu, jika kamu bertindak seperti itu."
"Aku tidak peduli, daripada kau mengoceh seperti itu, lebih baik turunkan aku kembali ke tanah," balas Gycmer tidak peduli dengan omong kosong Gycser.
Cahaya biru yang membungkus seluruh tubuh Gycmer membawanya turun ke bawah.
Dan meletakkan kembali Gycmer di tanah.
Setelah menapakkan kaki di tanah, Gycmer segera bergerak maju sambil menyeret palu besar di belakangnya.
Perlahan dia berjalan, akselerasi kecepatan saat dia berjalan semakin meningkat.
Kecepatan berjalannya meningkat, dan dia berubah menjadi keadaan berlari.
Lintasan yang nampak seperti goresan di tanah terlihat sepanjang Gycmer berlari.
"Gycger, kenapa kamu tidak membantuku untuk menghalanginya?" tanya Gycser sambil memandang Gycger.
Mendengar Gycser bertanya kepadanya, Gycger hanya berkata seadanya, "Karena aku tidak mau melarang dia untuk mewujudkan keinginannya."
Gycser diam sejenak sebelum dia menggelengkan kepalanya.
Menoleh kembali ke depan, fokus melihat apa yang akan dilakukan oleh Gycmer untuk mewujudkan keinginan yang sepelenya itu.
Agler sedang duduk bersantai sambil meminum coco lola, tapi tidak sengaja matanya menangkap sosok salah satu dari tiga makhluk Gycleps yang berbeda sedang berlarian ke arah Ghidorah-nya.
"Mereka sudah memulai untuk menyerang?"
"Aku kira mereka bertiga akan bergerak di akhir pertempuran," gumam Agler sambil menyesap coco lola di tangan kanannya.
"Aku ingin tahu kekuatan apa yang dia miliki, semoga Ghidorah bisa melawannya dengan imbang."
Mata Agler terus fokus pada sosok Gycleps yang berlari sambil menyeret palu yang besar di tangannya.
Gycmer sekarang sudah sangat dekat dengan Ghidorah, pupil matanya berbinar ketika melihat penampilan megah Ghidorah, keinginan untuk memiliki menjadi sangat kuat.
Dia segera meningkatkan kecepatan berlarinya untuk lebih dekat dengan Ghidorah.
Jarak antara Gycmer dan Ghidorah semakin menipis.
Gycmer sudah bersiap untuk meluncurkan serangan kepada Ghidorah.
Sedangkan Ghidorah dia masih sibuk membantai Gycleps yang ada di depannya.
Bam!
Kaki Gycmer menendang tanah di bawahnya dan membuat dirinya meloncat tinggi ke atas.
Sosok Gycmer terlihat dalam pandangan Ghidorah, dan dia segera meluncur semburan petirnya ke arah Gycmer.
Sinar cerah berwarna kuning keluar dari mulut Ghidorah, menunjuk ke arah Gycmer yang ada di udara.
Di sisi berlawanan, Gycmer terlihat sangat senang melihat sinar kuning yang mengarah ke dirinya.
Tangan kirinya terulur ke depan, asap biru muncul keluar membungkus telapak tangan kirinya.
Dalam sekejap, perisai bundar berwarna biru muncul di tangan kirinya.
Boom!
Semburan petir kuning Ghidorah menabrak perisai biru Gycmer.
Tabrakan antara dua energi itu menghasilkan suara benturan yang sangat nyaring.
Perisai biru berhasil menahan serangan petir Ghidorah dengan mudah, membuat sinar petir ini berpencar ke segala arah.
Sambil dirinya menahan dan maju mendekati Ghidorah, tangan kanannya sudah siap untuk mengayunkan palunya.
Gycmer semakin dekat dengan Ghidorah, pada akhirnya Gycmer berada di jarak 5 meter dari Ghidorah.
Dia langsung mengayunkan palu besarnya menunju dada Ghidorah.
Buuuum!!!
Palu besar itu menghantam Ghidorah dengan sangat keras.
Bahkan Ghidorah terlempar ke belakang beberapa meter sebelum dirinya terseret dan terjatuh di tanah.
Graaahh...
Ghidorah mengeluarkan tangisan kesakitan yang semakin melemah.
Dadanya remuk dan berdarah, terdapat jejak retakan yang menjalar dipusat hantaman dari palu Gycmer.
Sisik yang sangat keras itu hancur, seperti tidak ada gunanya.
Gycmer jatuh mendarat di tanah, wajahnya memiliki senyum yang lebar.
Dia melangkah dan mendekati Ghidorah yang sedang berbaring di tanah.
Matanya selaku fokus kepada makhluk besar berwarna emas ini, sampai dirinya tidak tahu bahwa ada seseorang mengikuti di belakangnya.
"Hei botak! Siapa yang menyuruhmu untuk melukai naga milikku?"
Suara seseorang terdengar dari belakang tubuh Gycmer.
Sontak, Gycmer terkejut dan langsung membalik badan melihat sumber suara itu.
"Siapa it—"
Sebelum menyelesaikan kalimatnya, dirinya terpental dan terbang ke atas langit.
"Botak biadab!" kata Agler dengan nada kesal.