
Panah berukuran sangat besar menunjuk ke arah mereka bertiga, sontak mereka langsung panik sekarang. Wajah mereka terlihat sedikit ketakutan dan tidak percaya apa yang dilihat oleh mereka sekarang.
Gycmer pertama pulih, dia segera beraksi untuk melawan serangan ini. Palu yang besar itu dia angkat tinggi-tinggi, perlahan asap biru keluar dari palunya lalu membungkus seluruh palu itu dan membuat kepala palu menjadi sangat besar.
Tapi, jika dibandingkan dengan panah besar Agler itu masih kecil.
Gycser dan Gycger melihat ini, mereka langsung bergegas membantu Gycmer.
Kedua tangan Gycger diangkat ke arah depan, dan dua gelang ditangannya mulai menyala mengeluarkan asap biru.
Asap biru perlahan berubah dan membentuk satu buah kepalan tangan yang sama besarnya dengan palu Gycmer.
Tongkat Gycser mulai bergetar, asap biru yang keluar dari tingkat mulai mengumpul membentuk sebuah kepala yang mirip dengan kepala Gycleps.
Tiga jurus mereka keluarkan, dan siap diluncurkan untuk menghentikan serangan Agler.
Saat mereka membuat persiapan, Agler membungkus panah besar ini dengan lapisan emas dan bungkus lagi dengan lapisan berlian untuk bagian yang paling luar.
Detik berikutnya...
Serangan panah Agler melesat dengan cepat ke arah mereka bertiga.
Gycmer langsung meloncat sangat tinggi menuju panah Agler, lalu dia mengayunkannya mengarah pada panah besar ini.
"Triple Ultimate!!!"
Gycmer, Gycser dan Gycger mengucapkan kalimat itu hampir bersamaan.
Tinju biru dan Kepala Gycleps biru itu meluncur sangat cepat menuju panah Agler.
Ujung panah besar itu bertabrakan dengan palu besar Gycmer, diikuti dengan Tinju besar dari Gycger dan Kepala Gycleps dari Gycser yang menghantam badan panah besar itu dari dua sisi.
BOOM!!!!!!
Hantaman dari tiga serangan pemimpin Gycleps dan panah besar ini menciptakan ledakan yang sangat dahsyat.
Gelombang kejut dan gelombang energi menghancurkan apapun yang ada di dalam jangkauannya.
Terrain of Earth milik Agler bergetar seolah sedang terjadi gempa besar.
Posisi terjadinya ledakan lebih dekat dengan tempat Tiga Pemimpin Gycleps, oleh karena itu banyak Gycleps yang tewas karena ledakan itu.
Beberapa menit berlalu, ledakan besar itu menghilang, meninggalkan kawah besar dan lebar.
Setengah bagian lebih dari Terrain of Earth yaitu sekitar 50 kilometer luasnya hancur tanpa ada yang tersisa.
Kawah itu melubangi Terrain of Earth, dan hanya menyisakan sedikit bagian Terrain of Earth.
Kekuatan yang sangat luar biasa.
Untungnya Agler dengan tanggap menggunakan kekuatan pikirannya untuk membuat Mind Barrier untuk mengelilingi Terrain of Earth ini. Oleh hal itu, dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh ledakan yang telah terjadi tidak akan mengenai daerah Jakarta Pusat dan Sekitarnya.
Mengkonsumsi mananya, dia mengisi ulang lubang itu, dan membuatnya seperti bentuk awal Terrain of Earth terbentuk.
Saat ini, Gycser dan Gyscger sedang memegangi tubuh Gycmer yang sedang terluka sangat parah, jika dibiarkan begitu saja, mereka berdua yakin Gycmer tidak akan bisa bertahan.
Di sekujur tubuhnya terdapat cedera yang sangat fatal. Kedua tangannya rusak dan hancur tidak dapat dikenali lagi apa itu bagian tangan atau bukan. Dari ujung jari kaki hingga pangkal paha kakinya patah tidak karuan, bahkan tidak bisa disebut lagi sebagai kaki.
Bagian dada dan perutnya rusak berat, berbagai macam luka goresan, sayatan, dan bakat ada terdapat di sana.
Hal ini disebabkan oleh ledakan yang dahsyat tersebut. Dia adalah yang paling dekat ledakan tersebut karena dia yang menyerang panah dengan jarak dekat.
Mode berserk atau mode amarahnya yang menjadi lebih besar terpaksa dipatahkan, dan sekarang dia kembali ke bentuk normalnya.
"Tahan sebentar Gycmer, aku akan menyembuhkan dirimu," ucap Gycser kepada Gycmer yang tengah sekarat.
Dia meminta Gycger untuk meletakkan Gycmer di atas tanah.
Kemudian dia berdiri menghadap Gycmer yang ada di depannya, nampak dia ingin memulai menyembuhkan Gycmer.
Tongkat ditangannya diarahkan kepada tubuh Gycmer, kepala tongkat membidik tepat pada tubuh Gycmer yang terluka hebat.
Lalu mulutnya bergerak sedang mengucapkan sebuah mantra sihir.
"Βάχαι Λορντ δεστρικτιον Μπερι ακού κεκυαταν υντικ μένύεμπουκαν~"
Dengung!
Dengan sedikit suara dengungan...
Cahaya biru tua yang lembut muncul dari pangkal tongkatnya, dan cahaya biru menyelimuti seluruh tubuh Gycmer.
Luka-luka yang terkena cahaya itu mulai pulih, darah yang mengalir keluar mulai memadat secara bertahap, luka yang terbuka perlahan menutup dengan sendirinya, dan tulang-tulang yang patah menyatu kembali.
Hanya butuh waktu 20 detik, semua cedera yang diterima oleh Gycmer menghilang, tubuhnya sepenuhnya sembuh tanpa adanya cacat dan luka maupun bekasnya.
Gycmer segera duduk di tanah dan menopang tubuhnya pada palu besar yang sangat berat ini.
Palu itu kembali seperti bentuk normalnya, walaupun begitu berat dari palu itu sangat berat, sekitar 250.000 Ton.
Setelah melihat Gycmer seperti ini, Gycger berpikir untuk mengulurkan waktu untuk mereka beristirahat dan berpikir cara untuk melawan Agler.
Dia berdiri menghadap pasukannya, lalu berseru kepada seluruh pasukan Gyclepsnya untuk menyerang Agler secara serempak.
Gruoaahhhhhh!
Kraaahhh!
Tinggal tersisa 270 ribu Gycleps yang masih hidup, tentu saja itu masih terbilang banyak, mengingat ukuran Gycleps yang besar membuat mereka semakin terlihat ramai dan banyak.
Segera mereka berlarian dan mengerahkan serangan pada Agler.
"Oh? Mereka tidak takut dengan serangan baru saja aku luncurkan?"
Makhluk-makhluk ini tetap menuruti perintah para tiga Gycleps yang berbeda di belakang mereka ini.
"Baiklah, kebetulan aku ingin menguji kemampuan berpedang ku," ucap Agler sambil mengayunkan pedang Bavdrago nya di tangan kanannya.
Dia menatap santai memandangi mereka semua yang sedang berlarian menuju ke dirinya.
Ratusan ribu Panah sekali lagi mereka tembakan ke Agler, panah yang terlihat seperti titik kecil hujan mendekati Agler dengan cepat.
Panah yang sangat banyak itu mengerumuni Agler dari segala arah.
"Yosh!"
Dia mulai berlari ke satu arah terlebih dahulu, sambil menepis panah yang mendekat ke arahnya menggunakan pedangnya.
Ting!
Ting!
Ting!
Dentingan pedang saat memotong panah terdengar seperti alunan musik.
Agler dengan cepat mengayun dan menebas panah yang berdatangan.
"Terlalu lambat," gumam Agler setelah puluhan ribu panah dia tangkis dan dia tepis, tetapi panah itu masih banyak yang berdatangan.
"360° Air Blade Slash!"
Swoosshhh!
Tebasan berbentuk lingkaran bercahaya putih muncul di sekitar Agler, memotong semua panah yang terbang menuju Agler.
Setelah melakukan jurus itu, Agler bergerak sangat cepat melebih 10 kali kecepatan cahaya.
Tiba-tiba dirinya muncul di depan salah satu Gycleps, tanpa basa basi dia segera mengayunkan pedang Bavdrago-nya dengan cepat.
"Super Atomic Slash!"
Agler menebas monster besar ini dengan 100.000 ribu tebasan dalam kurun waktu 1 detik.
Ratusan ribu garis timbul di tubuh Gycleps itu sebelum dia bisa bereaksi.
Cratt!
Tubuh Gycleps itu terpotong hingga menjadi bagian yang paling kecil.
[Kill Gycleps +1 Exp Bavdrago Sword]
[Bavdrago Sword (A) : 30.001/400.000 Exp]
Notifikasi sistem datang memberitahu sesuatu.
Layar transparan yang hanya bisa dilihat olehnya, mengambang di depan tubuhnya, menampilkan indikator exp pedang Bavdrago.
"Membunuh makhluk ini bisa mendapatkan exp untuk meningkatkan pedang ini?"
Melihat ini, Agler menjadi lebih bersemangat untuk menebas dan memotong monster besar ini.
[Kill Gycleps +1 Exp Bavdrago Sword]
[Kill Gycleps +1 Exp Bavdrago Sword]
[Kill Gycleps +1 Exp Bavdrago Sword]
[....]
[....]
Saat ini, mereka bertiga merasa sedikit panik, setelah melihat Agler yang bersemangat membantai para pasukan Gyclepsnya.
"Kita tidak bisa seperti ini terus menerus, kekuatan nya jauh melampaui kita semua," ucap Gycger pada mereka berdua.
"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengalahkannya?" sahut Gycmer berkata dengan lemah.
Dia masih menyesuaikan tubuh, efek pada cedera yang sebelumnya dia dapatkan membuat trauma pada otot-ototnya.
Memerlukan beberapa saat untuk menenangkan ototnya agar bisa kembali bergerak tanpa terasa nyeri di tubuhnya.
Sekarang dia tidak terlihat arogan lagi seperti saat pertama kali tampil, kini nampak sangat lemah.
"Untuk mengalahkannya hanya ada satu cara, tapi tidak tahu berapa persen keberhasilan untuk memenangkan pertempuran ini dengan cara itu.
Tapi perkiraan ku jika kita menggunakan cara itu, lebih dari 50% keberhasilan kita untuk menang," balas Gycser setelah menganalisis kekuatan Agler ini.
"Apa tidak ada cara lain?" kata Gycmer dengan wajahnya terlihat tidak senang dan enggan.
Sepertinya yang dimaksud dengan cara yang disebutkan oleh Gycser, membuatnya tidak nyaman dan dia kurang setuju dengan cara itu.
"Tidak ada, dengan kekuatannya seperti itu, terlalu sulit untuk kita mengalahkan dia," balas Gycser sambil menggelengkan kepalanya.
"Sebentar... beri aku waktu untuk memilih ini," ucap Gycmer sambil merenung memikirkan apa yang dia pilih untuk solusi dari masalah ini.
Boom!
Suara yang keras tiba-tiba hadir begitu saja.
Mereka bertiga segera menoleh melihat dari mana datangnya sumber suara itu.
Saat menoleh, mereka dapat melihat empat makhluk yang besar dan salah satunya paling besar di antara yang lain, berdiri di atas tanah sambil memandangi Agler yang sedang asik membantai para pasukannya.