Savior System

Savior System
Bab 62 : Kesalahan Sistem


Agler dan dua wanitanya muncul di dalam istana yang megah dan terlihat menakjubkan.


Bangunan Istana bertingkat 7 lantai ini dilapisi oleh berbagai permata indah dan juga emas, di dalamnya terdapat ruangan yang banyak, dan juga memilki halaman di depan dan belakangnya yang luas, setiap halaman pasti terdapat taman yang indah.


Banyak bunga hias yang sangat langka dan mempesona ditanam di taman itu.


Air mancur yang sangat indah berdiri di tengah halaman depan istana yang mewah ini.


Ruangan yang banyak itu terdiri dari kamar yang luas dan mewah, serta ada aula di lantai dasar istana ini, di aula ada singgasana atau tahta untuk Agler duduk, dan juga ruangan yang lain yang memiliki fungsinya masing-masing, seperti ruang perjamuan makan, ruang lukisan wajah wanita Agler, ruang dapur yang luas, ruang dansa, ruang konser atau karaoke, ruang bioskop dll.


"Dimana ini?"


Kakak GS melihat ruangan di sekelilingnya, lalu bertanya kepada Agler.


"Ini Dunia kecil milik kita, dan tempat kita berada adalah Istana kita."


Agler memandang merek berdua dan tersenyum.


"Istana kita di dunia kecil?"


Kakak tertua bertanya lagi, dia berdua belum mengerti apa yang Agler katakan.


"Ini adalah Dunia kecil yang khusus untuk kita tinggali. Di dunia kecil ini terdapat semua bangunan dari berbagai negara atau peradaban, dan juga semua alam yang indah ada di sini, seperti air terjun, pantai, pegunungan, laut, sungai, danau dan hutan sebagainya."


"Apa yang kalian mau ada di sini, jadi kalian bisa bersenang-senang, tapi kalo kamu berdua mau kalian bisa tinggal di duniaku tinggal."


Mereka berdua sedang mencoba untuk menyerap ucapan dari Agler.


"Ini adalah dunia yang luas seperti dunia asal kita berada sebelumnya? jadi, apakah kita sedang ada di dunia lain sekarang?"


Berfikir bahwa mereka sedang berpindah ke dunia lain, tapi nyatanya ini dunia kecil untuk khusus harem Agler atau milik mereka.


Mungkin bisa dibilang mereka sekarang ada di dunia lain.


"Ini dunia milik kita, tapi bisa dibilang ini adalah dunia lain."


"intinya ini tempat khusus kita, tidak ada yang lain kecuali wanitaku dan aku."


Agler menjelaskan singkat kepada mereka berdua, melihat mereka sepertinya mulai memahami apa yang dia ucapkan, Agler mengangguk seperti yang diharapkan oleh wanitanya.


Tidak banyak orang yang dengan cepat memahami kondisi aneh atau yang tiba-tiba terjadi pada dirinya, mereka harus beradaptasi secara perlahan untuk menerima apa yang terjadi.


Seperti hal sekarang, wanitanya sudah memahami apa yang terjadi kepadanya, dan menerima kondisinya sekarang.


"Aku ingin bertanya!"


Kakak tertua tiba-tiba berkata.


"Iya, Manisku?"


Pipinya langsung memerah, dia menatap dengan tatapan malu yang bercampur penasaran, kemudian membuka mulutnya.


"Itu aku ingin bertanya tentang tubuhku, setelah aku berhubungan itu denganmu aku merasa tubuhku menjadi lebih segar dan tidak cepat lelah, tapi walaupun begitu aku selalu kalah denganmu~"


"Ouhh aku lupa memberitahu itu!"


Agler menepuk jidatnya, dia sepertinya sudah lupa memberitahu efek dari istana dewi ini.


"Semenjak kalian berdua menjadi wanitaku, kalian semua menjadi awet muda atau bebas dari namanya umur. Jadi kalian awet muda selamanya sekarang, atau bisa dikatakan kalian abadi dalam penampilan dan umur."


Apa yang diucapkan Agler membuat mereka tercengang, sepertinya dia sangat beruntung bisa memilih Agler sebagai suaminya.


Mereka tidak menyangka bisa mendapatkan keabadian dan kecantikan yang selamanya dengan cara ini, mereka saling memandang dan mengangguk, Mereka berencana untuk membalas budi.


Dia berdua tidak akan mengecewakan Agler dan semampu mereka untuk menyenangkannya, karena itu balas budi yang mereka bisa lakukan kepada Agler.


Walaupun apa yang dilakukan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang Agler berikan kepada mereka.


Agler menatap mereka berdua, sepertinya mereka memiliki pemahaman diam-diam.


"Apa yang kalian lakukan?"


Mendengar ini, mereka kembali menatap Agler dan tersenyum manis.


"Tidak apa-apa, suamiku!"


Kakak GS menjawab dengan penuh godaan.


Melihat sikap dua wanita ini yang sedikit berbeda menjadi berani, Agler berfikir apakah ini termasuk efek dari Istana Dewi.


"Kalian mulai berani ya?"


Kakak GS dan kakak tertua memeluk Agler sambil mengangkat baju Agler, lalu membelai perut eight pack-nya.


Merasakan gerakan mereka berdua yang mencoba menggodanya, Agler segera menghentikan mereka.


"Jangan di sini, aku akan pergi ke dunia nyata, apakah kalian ingin ikut?"


Mereka berdua mengangguk cepat, dia pasti mengikuti kemanapun Agler pergi.


"Sebentar..."


Agler mulai bertanya kepada sistem.


Banyak pertanyaan tentang Istana Dewi ini, yang paling dia pikirkan tentang apakah Istana Dewi atau dunia kecil ini bisa sepuasnya keluar masuk antara dunia nyata dan Istana Dewi ini.


Apabila seenaknya masuk, dia memiliki cara untuk menyelamatkan diri lagi bila kalah dengan lawan yang lebih kuat darinya.


[hGT©su*+siw\=¢°¢}£×khdi%sj]


[aUtwa#_@+k]


"???"


[Peringatan!]


[Telah Terjadi Kesalahan Sistem!]


[Mulai Memperbaiki...]


[1%...]


[10%...]


[30%...]


...


"Apa yang terjadi kepada sistem?"


[100%...]


[Perbaikan Sistem Telah Selesai!]


"Ada apa sistem?"


[Maaf tuan rumah, anda telah menemukan kesalahan sistem!]


[Istana Dewi tidak akan terbuka ketika tuan rumah sedang bertempur]


[Keluar masuk ke dalam Istana Dewi hanya bisa sehari satu kali dan tidak bisa lebih dari itu]


"Oke, mengerti sistem, tapi ada satu hal lagi, tentang waktu yang ada di sini, apakah ada perbandingan waktu diantara dunia nyata dan di sini?"


[Bila tuan rumah tinggal di dunia nyata selama satu hari sama dengan 1 menit di Istana Dewi]


[Jika tuan rumah tinggal di Istana Dewi satu hari sama dengan 1 menit di dunia nyata]


"Aku mengerti, itu waktu tergantung di mana aku tinggal!"


"Terima kasih sistem!"


Dia baru ingat bahwa sebelum ke dunia Goblin Slayer dia sedang berada di permukaan Matahari.


Takut jika mereka bertiga ke dunia nyata, tempat mereka muncul atau respwan di permukaan matahari.


[Tenang tuan rumah anda memiliki 2 kali kesempatan untuk keluar masuk ke Istana Dewi ini]


"Baiklah, terima kasih sistem!"


Memandang mereka berdua yang terlihat malu akibat perbuatannya yang menggoda tadi, Agler berkata, "Tunggu sebentar, aku akan ke dunia nyata dan akan segera pergi ke sini lagi ...."


"Tapi-..."


"Aku tidak akan lama hanya beberapa detik saja!"


Kakak tertua dan kakak GS mengangguk, terlihat wajah mereka sekarang menjadi sedih, Agler tidak tega melihat ini dan segera memeluknya dan mencium kepala mereka.


"Tunggu di sini, oke?"


"Iya, su-suamiku!"


Mereka berdua malu jika memanggil panggilan seperti itu kepada Agler.


Menggelengkan kepala melihat tingkah mereka, dan detik berikutnya Agler menghilang.


.....


Pada saat ini Agler muncul bersama cahaya ilahi di permukaan Matahari.


"Untungnya aku tidak segera membawa mereka langsung ke dunia nyata!"


Setelah itu Agler melayang dan terbang cepat menuju rumahnya yang ada di Aquater.


Selama 19 menit 29 detik, Agler sampai di Atmosfer Aquater, dan dia segera menukik ke bawah.


Dia keluar dari gang dekat perumahannya, dan berjalan menuju rumahnya, ternyata Agler datang ke Aquater yang sedang di pagi hari.


"Aku pulang, sayang!"


Membuka pintu, lalu berkata hingga seluruh ruangan terdengar.


Suara langkah dua pasang kaki seperti sedang berlari dengan cepat ke arah dia, terdengar semakin dekat.


Kemudian Adena dan Rem muncul di pandangannya, Agler melihat mereka berdua berlari sambil menangis.


"Kalian berdua kenapa?"


Mereka berdua menghiraukan Agler dan segera memeluk dengan erat dan mencium Agler.


Agler mengerti, sepertinya dua wanitanya sedang rindu kepadanya.