Savior System

Savior System
Bab 80 : Belajar Rasengan


Jiraiya bingung untuk mengambil keputusan apa, setelah lama menimbang, dia segera masuk ke dalam dengan teknik instan.


Tepat ketika dia masuk, pemandangan yang luar biasa terlihat dalam pandangannya.


Demi menyelamatkan Agler, Jiraiya mengambil Agler dari pelukan big boba para wanita.


Darah terus mengalir keluar dari hidungnya, dan dia berlari sambil mengangkat Agler keluar dari pemandian.


"Awww~!" Para wanita menjerit aneh.


"Maaf ... aku tidak sengaja menyentuhnya!" kata Jiraiya sambil menyeret Agler keluar.


....


"Cho Odama Rasengan!"


Tangan kanan Agler langsung mengeluarkan Bola Chakra berwarna biru yang sangat besar, lalu dia arahkan menuju tanah yang ada di bawahnya.


Bola Rasengan yang besar itu menyentuh tanah.


Detik berikutnya...


Boom!


Permukaan tanah terkoyak, dicabik-cabik oleh chakra yang terkandung di dalam Rasengan, dan menyisakan lubang yang sangat besar hingga luasnya ratusan meter.


Mendarat di lubang besar, Agler berdiri melihat hasil karyanya.


"Wow, hebat sudah menguasai Ninjutsu tingkat S Cho Odama milikku dalam satu menit saja!"


"Sama seperti Rasengan yang biasa, kamu belajar dengan cepat!" Jiraiya muncul di samping Agler, dan memujinya.


Jiraiya kagum dengan bakat Agler yang cepat dalam menguasai Ninjutsu, dia baru saja memperlihatkan dan menjelaskan bagaimana Cho Odama Rasengan bisa dikeluarkan.


Dalam satu kali lihat, pemuda ini langsung bisa menguasainya.


"Hebat, Nak!"


"Kamu sama sepertiku ketika aku muda!" kata Jiraiya lalu memberi jempol pada Agler.


Keluar dari lubang, dia segera mengisi kembali lubang besar yang dia ciptakan ini.


Melihat ini, Jiraiya masih sedikit terkejut dengan kekuatan aneh Agler, dia pernah bertanya tentang kekuatan ini, tetapi Agler menjawab hanya dia yang bisa menggunakan kekuatannya ini, karena energi yang dipakainya berbeda.


Mendengar penjelasan dari Agler, Jiraiya memaklumi Agler, karena dia juga tahu bahwa ada banyak energi yang terkandung dalam tubuh Agler dan itu berbeda sekali dengan Chakra.


Sudah 3 hari berlalu, Agler selama di sini banyak belajar tentang chakra dan Ninjutsu, dia sekarang telah menguasai Sage mode yang dia sempurnakan dan Ninjutsu yaitu Cho Odama Rasengan dari Jiraiya dan berbagai Rasengan yang lain, dan dia buat sendiri melalui ingatannya dalam anime Naruto yang sudah dia tonton.


Namun sayangnya, dia tidak sempat untuk mempelajari Delapan Gerbang milik guru Guy.


Tapi, untungnya dia sudah belajar Ninjutsu Tajuu Kage Bunshin milik Naruto, juga pastinya dia belajar teknik dasar transformasi dan pengganti.


Dia tidak tertarik dengan ninjutsu serangan nafas api dll, karena Ninjutsu C-Rank hingga A-Rank tidak begitu kuat, dia bisa menggunakan serangan yang setara dengan ninjutsu itu semua melalui Mananya.


Ninjutsu rambut yang dimiliki oleh Jiraiya juga dia tidak berminat mempelajarinya.


Alasannya adalah menurut Agler sendiri, penampilannya akan terlihat jelek jika menggunakan Jutsu ini, terlebih lagi, dia tidak memiliki rambut panjang seperti Jiraiya, tidak kompatibel dengannya.


Di hari pertama, dia belajar mengekstrak Chakra di dalam tubuhnya dan dia diajarkan oleh Naruto jurus seribu bayangan.


Dalam dua hari Agler mengekstrak chakra, dan jumlah chakranya sudah setara dengan Jiraiya bahkan sedikit lebih banyak darinya.


Jika dibandingkan dengan chakra para Bijuu, dia masih jauh dari chakra mereka.


Chakranya mempunyai semua elemen, ini juga dipengaruhi oleh Mata Tenseigan-nya, dan sistem mengakui itu.


Di hari kedua Agler belajar sage mode dan dia langsung menyempurnakan sage mode yang diajarkan oleh Petapa Genit ini, lalu dia mengajarkan kembali kepada Jiraiya di hari yang sama.


Setelah itu dia mempelajari beberapa jenis Rasengan yang pernah dia lihat dalam animenya, seperti Futton Rasenshuriken, Mini Rasenshuriken, Cho Odama Rasen Tarengan dan Rasengan yang dia isi oleh elemen yang lain.


Dan hari ini, dia memberi latihan singkat kepada naruto cara menggunakan beberapa jenis rasengan, tentu saja naruto belum bisa menggunakan itu semua, dan hanya bisa sedikit menguasai rasengan yang diisi oleh beberapa elemen saja, tetapi dia tetap memberi penjelasan yang mudah dimengerti oleh Naruto, kemudian Naruto dipanggil oleh tetua katak untuk belajar Mode Sennin.


Sebelum Naruto dipanggil oleh Tetua Kodok, Jiraiya meminta dia untuk mengajar Mode Sennin sempurna kepada Naruto, tapi Agler memberi penjelasan bahwa mengajarkan nya membutuhkan waktu yang lama, bahkan Jiraiya sendiri dari hari kemarin belum bisa menguasai sepenuhnya.


Oleh karena alasan waktu, Agler tidak bisa mengajarkan Naruto secara langsung, sebagai gantinya Agler meminta Jiraiya untuk mengajarkan Naruto mode sennin yang sempurna, dengan metode belajar bersama.


Jiraiya menerima permintaan Agler, dan dengan senang hati mengajarkan sage mode kepada bocah ini.


Tepat setelah dia memberikan pengetahuan kepada Naruto, Sistem memberinya hadiah bonus jumlah Chakra yang sebanding dengan Chakra Hamura Otsutsuki.


Tapi anehnya dia tidak bisa membuka mata Rinnegan secara alami, mungkin ini adalah kelemahan dari sistem.


Kalau dipikir lagi, mungkin karena dia tidak memiliki mata Sharingan sebagai media untuk mencapai mata Rinnegan, dan juga chakranya hanya bisa membuka Mata Tenseigan yang di berikan oleh sistem, tidak termasuk chakra Otsutsuki yang bisa membuka mata Rinnegan.


Walaupun begitu, Mata Tenseigan sudah cukup untuk sekarang ini.


Karena potensi Mata Tenseigan itu sebenarnya sangat kuat, itu tergantung bagaimana penggunanya, Toneri memakai mata ini bisa memotong Bulan dengan mudahnya, tapi dia tetap kalah oleh Naruto, Toneri yang lebih lemah dari Naruto saja bisa seperti itu.


Chakranya sekarang sudah sebanding dengan para Otsutsuki bahkan melebihi Bijuu.


Awalnya dia ingin mempelajari Ninjutsu dari Hashirama akan tetapi tidak ada yang tahu.


Jadi, mulai sekarang dia memiliki energi yang berbeda dari Mana, dan dia akan menggunakan ini hanya untuk Ninjutsu seperti Rasenshuriken, membuka Mata Tenseigan-nya dan Kagebunshin yang akan dia pakai di masa depan.


Tampak seperti energi ekslusif yang hanya untuk khusus beberapa keterampilan saja.


Jika dibandingkan dengan Mana, Chakra lebih lemah, apalagi diadu dengan Cosmo Saint Seiya.


Sistem memberitahunya, apabila chakra habis saat di pertarungan atau pertempuran, Ninjutsu masih bisa digunakan melalui konsumsi Mana.


Akan tetapi, serangan non chakra seperti manipulasi elemen dan sihir tidak bisa menggunakan dengan energi Chakra.


Cosmo juga serupa konsepnya, energinya hanya bisa digunakan untuk keterampilan dari dunia Saint Seiya, dan tidak bisa yang lain.


Kesimpulannya, Agler sekarang mempunyai Energi yang berbeda untuk keterampilan atau skill yang juga berbeda.


Sistem juga memberi sedikit sebuah rahasia, bahwa ketika dia sudah mengumpulkan 5 atau jenis energi dari dunia yang berbeda, sistem akan memberinya energi yang bisa digunakan untuk keterampilan semuanya.


"Terima kasih, Guru Bejat, sudah mengajariku Ninjutsu ini!" kata Agler sambil membungkukkan badannya sedikit sebagai tanda penghormatan kepada orang yang mengajarinya.


"Tidak usah seperti itu, Nak!" Jiraiya memegang pundak Agler, lalu tersenyum.


"Seharusnya aku yang berterima kasih, karena kamu aku bisa hidup sampai saat ini," ucap Jiraiya.


"Aku akan pergi dulu, terima kasih sudah merawatku tiga hari ini."


Jiraiya membalas tersenyum, lalu mengangguk.


"Oh iya, salam untuk Naruto dan yang lain, maaf aku tidak bisa lebih lama di sini untuk belajar Ninjutsu bersama," kata Agler sambil memandang Gunung Myaboku.


Di sana Uzumaki Naruto sedang berlatih jurus sage mode dari tetua kodok, Naruto baru tadi pagi datang ke sini untuk belajar beberapa Rasengan dengannya, dan di siang hari Naruto ditarik oleh Tetua kodok.


Sesuai dengan permintaan Agler, Jiraiya juga akan membantu Naruto agar lebih cepat menguasai Sage mode.


Para Tetua di sini yakin bahwa Uzumaki Naruto adalah anak ramalan yang membawa perdamaian di dunia ini.


Agler hanya beberapa kali bertemu dengan Tsunade, karena dia terlalu sibuk menjadi Hokage, jadi selama tiga hari ini, juga Agler tidak mungkin mengambilnya menjadi kekasihnya, mungkin saja sistem memberinya melalui lotere, atau di masa depan Agler akan mengambilnya.


Jadi, dia menghabiskan waktu bersama Jiraiya dan berlatih bermacam-macam Rasengan bersama Naruto.


Dikarenakan dirinya Naruto sedikit lebih kuat dari Naruto aslinya di anime, itu bagus.


Dengan kekuatan yang dia dapatkan di dunia ini sudah cukup, dia tidak ingin lebih serakah lagi, biarkan sistem yang memberinya kekuatan.


[Ding!]


[Waktu tuan tersisa 30 detik lagi!]


Mendengar notifikasi sistem ini, dia harus segara pergi dari dunia ini.


Dia mengeluarkan kacang peri dari udara, dan melemparkannya kepasa Jiraya.


Melihat ini Jiraiya tanpa sadar menangkapnya.


"Apa ini, Nak?" tanya Jiraiya sambil melihat-lihat kacang peri.


"Itu kacang peri, berguna untuk menyembuhkan orang yang sekarat akibat peperangan, semua luka dalam sekejap akan sembuh bila kacang itu dimakan, jadi gunakan itu dalam keadaan darurat, Pak Tua!"


Mengangguk mengerti apa yang dijelaskan Agler, lalu dia berkata, "Tenang, aku tidak akan terluka seperti tiga hari yang lalu, Terima kasih banyak, Nak!"


Jiraiya menghampiri Agler, dan memeluk sebagai tanda perpisahan.


Melepaskan diri, lalu Agler berkata, "Selamat tinggal, mungkin suatu saat aku akan datang ke Dunia ini lagi, jaga dirimu baik-baik, Pak Tua!"


"Ingat dirimu itu sudah tua jangan terlalu banyak bergerak, Hahahah!"


Perlahan tubuh Agler bersinar, mendengar perkataan Agler, Jiraiya hanya bisa tersenyum dan mengangguk.


"Hati-hati di sana, Nak!"


"Jangan sampai perempuan memperkaos dirimu lagi, Hahahaha!"


Mereka berdua masih sempat saling menertawakan.


Agler tersenyum dan sedikit tertawa kecil, dia melambaikan tangannya ke arah Guru Bejat, dan tidak lama kemudian, dia berubah menjadi bola cahaya.


Bola cahaya melayang ke udara, dan menghilang di langit, Agler telah meninggalkan dunia Naruto.


"Pemuda yang baik, aku sangat bangga mempunyai murid sementara seperti dia," gumam Jiraiya sambil menatap ke arah jejak terakhir Agler pergi menghilang.


Dia tersenyum bahagia, lalu berbalik badan, dan segera pergi menuju Gunung Myaboku.