Savior System

Savior System
Bab 92 : Melawan Admiral


Di suatu medan pertempuran.


Pasukan dari kedua belah pihak yang sedang bertarung seketika berhenti, mereka semua memusatkan perhatiannya pada dua orang yang sedang beradu tinjunya satu sama lain.


Dua tinju itu masing-masing masih memiliki unsur api pada kepalan tangannya.


Tinju magma dan tinju api saling beradu kekuatan, sampai tanah yang dipijak oleh mereka berdua terkoyak hancur, dan bongkahannya terpental ke segala arah.


Saat ini, pemilik tinju magma, dengan tatapan meremehkan, dia berkata kepada lawannya, "Whitebeard dan kalian semua yang memanggilnya 'ayah', hanyalah seorang pecundang!"


Kemudian dia meningkatkan kekuatan tinju magmanya, dan akhirnya mengalahkan pukulan tinju api lawan.


"Aaarrghhh!"


Pemilik tinju api terlempar jauh ke belakang, dan mendarat menghantam permukaan lantai yang keras.


Orang itu terbaring tengkurap, dan mulai berusaha untuk bangkit dari lantai.


"Apa kau lengah hanya karena dirimu seorang pemakan buah iblis tipe logia?"


"Kau hanyalah api... sedangkan aku adalah magma yang membakar api sekalipun!"


"Kekuatanku jauh lebih kuat darimu," ucap pemilik tinju magma yang meremehkan lawannya.


Pemilik tinju api mendengarkan sambil berusaha untuk bangkit, akan tetapi seluruh tubuhnya bergetar, dan tidak mampu untuk bangun.


Melihat ini, seorang pemuda berompi kuning, dengan celana pendek merah dan topi jerami di belakangnya, berjalan ke arahnya berusaha menolongnya.


"Ace!" panggil Pemuda itu, lalu dia terjatuh dan berlutut di lantai.


Orang Itu adalah Portgas D. Ace yang kalah beradu kuat dalam tinju dengan Laksamana Armada Akainu si pengguna buah iblis magma.


Pemuda berompi kuning itu lelah dan tidak kuat lagi untuk bergerak, dirinya telah menghabiskan banyak tenaga saat bertarung sejak awal pertempuran.


Bersamaan, secarik kertas kecil terlepas dan terbang di udara dari pemuda tepat ketika ia berlutut jatuh di tanah.


"Hei luffy, kamu sudah tidak boleh bertarung lagi!" teriak temannya yang ada di belakangnya.


Monkey D. Luffy yang adalah seorang pemuda berompi kuning, dia menatap kertas kecil dan mencoba menggapai kertas itu, akan tetapi, kertas itu terus menjauh disebabkan oleh angin yang berhembus sedikit demi sedikit.


"Raja Bajak Laut Gold Roger dan Sang Revolusioner Dragon... aku sangat terkejut mendengar kalian adalah anak dari kedua orang itu."


Laksamana Akainu berdiri tegak dengan setelan jas merahnya yang terbuka di bagian dadanya, memakai topi marinir standar dan mantel angkatan laut, tangannya masih mempertahankan kondisi tinju magmanya, dan dia menatap Ace yang masih berusaha untuk bangkit.


"Kalian berdua memiliki darah keturunan terlarang... aku tak perduli mereka akan kabur, tapi tak akan kubiarkan kalian berdua lari!" kata-kata itu terlontarkan dari mulut Akainu.


"Lihatlah apa yang akan aku lakukan."


Setelah mengatakan itu, Akainu mengalihkan pandangannya pada Luffy yang berada sedikit jauh di belakang Ace.


Ace melihat ini, dan segera berteriak, "Tunggu!"


Namun sayangnya, Akainu telah bergegas meloncat menuju Luffy, dan berniat untuk membunuhnya.


Luffy masih berusaha mengambil kertas yang adalah kartu Vivre Ace, dan dia belum tahu bahwa hidupnya akan berakhir.


Segera Akainu ada di hadapan Luffy, mengangkat tangannya dan memukul Luffy dengan tinju magmanya yang sangat panas.


Bum!


Suara dentuman kencang akibat dari benturan hebat sesuatu yang keras, dapat didengar sampai ke sisi medan perang.


Gelombang angin menerpa semua orang yang ada di medan pertempuran Marineford.


Ace ingin menyelamatkan Luffy, akan tetapi, sesuatu yang ada di depan Luffy membuatnya tercengang.


Dia melihat seorang pemuda menahan tinju magma Akainu dengan satu tangannya, wajahnya tampak santai, seolah tidak merasakan panas sama sekali.


Pemuda itu adalah Agler yang akhirnya bereaksi setelah menunggu momen yang tepat untuk menyelamatkan Ace dan Luffy.


Dia telah sampai di sini beberapa menit yang lalu, berdiam diri melihat pemandangan medan pertempuran dari atas langit, menunggu momentum yang pas untuk menyelamatkan mereka.


"Menurutku orang yang pantas disebut pecundang adalah kau, Laksamana Armada Akainu!"


Suara itu keluar dari mulut Agler dengan gaya bicara yang mencemooh dan menghina.


Bam!


Saat berikutnya, Akainu terpental sangat jauh, menghantam keras salah satu kapal bajak laut.


Semua orang tidak dapat melihat pergerakan Agler ketika memukul Akainu, hanya orang yang kuat yang dapat melihatnya.


"Apa yang sedang terjadi?!"


"Siapa dia?!"


Para angkatan laut dan anggota bajak laut Shirohige tercengang, muncul dari mana pemuda ini, dan bagaimana bisa dia membuat Akainu seperti itu.


Pemuda itu bergerak, dia membantu Luffy untuk berdiri.


"Siapa kamu?" tanya Luffy sambil menatap Agler dengan ekspresinya masih terlihat lelah.


Dia tidak langsung menjawab pertanyaan Luffy, Agler mengulurkan tangannya dan memegang bahu Luffy, kemudian dari kedua telapak tangannya bersinar biru.


Kelelahan dan luka yang Luffy dapatkan akibat pertempuran, mulai menghilang dari tubuhnya.


"Eeehh?!!"


Luffy terkejut sambil melihat tubuhnya yang pelan-pelan sembuh dari cedera, aliran hangat terasa pada tubuhnya, dan dia menikmati perasaan ini.


Dalam beberapa kedipan mata, semua luka ringan dan juga berat dalam tubuhnya menghilang sepenuhnya.


Setelah melakukan ini, Agler berjalan maju menuju ke tempat Ace yang sedang terluka tidak jauh darinya.


Dia melakukan hal yang sama kepada Ace, menyembuhkan semua luka yang ada pada tubuhnya.


"Siapa kamu?"


"Jangan diam saja, dan jawab pertanyaanku!" Luffy menghampiri Agler dan bertanya dengan rasa penasaran yang besar.


"Aku hanyalah seorang penolong biasa," jawab Agler sambil menatap Luffy yang ada di depannya.


Ace pun ikut bertanya, "Kenapa kau menolong kita berdua?"


"Karena itu salah satu misiku," balas Agler dengan ekspresi yang datar.


Sebelum Ace menyelesaikan kalimatnya, Agler tiba-tiba menarik mereka berdua mundur dengan sangat cepat.


Swooshh....


Boomm!


Tinju magma seketika menyerang mereka bertiga, dan untungnya Agler dengan tepat waktu menghindarinya.


Tanah tempat mereka berdiri sebelumnya, ditinju sangat keras hingga menimbulkan retakan yang mengeluarkan lava merah.


"Sial, serangan diam-diam!" Luffy berbicara dengan marah.


"Kalian mundur, biar aku yang melawannya." Agler meminta mereka berdua untuk mundur.


Mendengar ini, hati Ace menjadi sangat rumit, dia tidak mengerti orang yang tidak dikenal tiba-tiba datang untuk menolongnya.


Semua temannya pun sama, mereka rela mengorbankan nyawanya hanya untuk menolongnya.


"Percayalah kepadaku, Ace," ucap Agler tanpa melihat ke belakang, dan berjalan ke arah tempat mereka sebelumnya berdiri.


Melihat orang yang tadi memukulnya sedang berjalan mendekatinya, wajah Akainu berubah seketika menjadi ekspresi yang ganas, niat membunuh memenuhi hatinya.


"Aku tidak tahu siapa kamu, tapi dilihat dari kejadian yang baru saja terjadi, aku menganggapmu sebagai orang dari kelompok bajak laut itu," kata Akainu sambil menatap Agler yang terus mendekat.


"Ouh ...." Agler menanggapinya dengan malas.


Wajah Akainu berkedut kencang, dia sangat marah kali ini, tangan kirinya perlahan berubah menjadi magma, dia menatap Agler dengan tatapan yang ganas.


"Kau sudah membuat amarahku naik!"


Bersamaan dengan teriakannya, dia memukul ke arah Agler dengan tinju kirinya.


"Inugami Guren!"


Tinjunya seketika berubah membentuk kepala anjing besar yang memiliki taring terbuat dari lava, bergerak menuju Agler.


Melihat serangan ini, Agler hanya menunjuk dengan jari telunjuk tangan kanannya kepada jurus Akainu ini.


Dua kepala naga api biru laut keluar dari jari telunjuknya, dengan ukuran yang sedikit lebih besar dari anjing lava Akainu, dan terbang ke arah berlawanan.


Boommmm!


Dua kepala naga dan anjing lava saling bertabrakan, membuat ledakan yang sangat besar.


Dua serangan beradu kekuatan selama beberapa detik, dan membuat area disekitarnya terbakar.


Lava anjing tidak bertahan lama, dan akhirnya dua kepala naga api menghancurkan serangan Akainu.


Tak hanya sampai disitu, dua kepala naga api terbang cepat menuju Akainu.


Akainu yang melihat ini terkejut, dan dia terlambat untuk menghindari.


Kemudian, kepala dua naga api menghantam dan menggigit tubuh Akainu dengan keras.


Blaarr!


Ledakan kobaran api biru memenuhi tempat Akainu berada selama beberapa waktu.


Setengah menit berlalu, ledakan api biru menghilang, menyisakan kawah besar di lantai yang hangus terbakar, dan terdapat Akainu yang terluka parah.


Tubuhnya terkoyak, dada dan perut kiri menghilang, setengah wajahnya rusak, tetapi di dalam tubuh yang rusak itu bukan darah atau daging, melainkan lava yang membara.


Lava magma menggeliat, semua bagian tubuh yang menghilang mulai membentuk kembali seperti semula.


"Serangan-mu cukup kuat, sayangnya itu masih belum cukup untuk membunuhku," ucap Akainu sambil menatap Agler dengan tatapan yang meremehkan.


Dalam hatinya, dia sangat terkejut dengan serangan Agler, karena naga api ini lebih panas daripada lava miliknya.


Dia belum pernah melihat sosok pemuda ini, dia mengakui bahwa orang ini kuat.


"Aku akan memperlihatkan kepadamu apa serangan yang kuat itu!"


Tangan Akainu kembali menjadi magma, lalu dia mendorong pukulannya menuju Agler.


"Dai Funka!"


Pukulannya berubah menjadi kepalan tangan lava yang sangat besar, dan dengan cepat menuju Agler.


Akainu melihat Agler tidak bereaksi, dia mengira Agler ketakutan, dan tidak bisa bergerak.


Tak lama kemudian tinju lava besarnya menghantam Agler dan menelannya.


"Tidak!!!" x2.


Ace dan Luffy berteriak serempak, mereka berdua tidak ingin Agler mati begitu saja.


"Sial, aku harus menolongnya!" Ace ingin menolong Agler, tetapi tangannya di pegang oleh Marco.


"Jangan tahan aku, aku ingin menyelamatkannya!" Ace menoleh dan berkata kepada Marco yang memegang tangannya.


"Lihat ke sana Ace!" Marco menunjuk Agler yang sedang ditelan oleh tinju magma besar.


Ace mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah yang ditunjuk Marco.


Matanya terbelalak terkejut, karena dia melihat Agler yang masih utuh setelah terkena telak serangan Akainu.


Agler berdiri kokoh di atas tanah yang disekelilingnya hancur dan menghitam.


Tubuhnya tidak terluka sama sekali, bahkan baju dengan hoodienya pun tidak ada jejak hangus terbakar.


"Apa ini yang kau maksud dengan serangan yang kuat?" tanya Agler dengan sarkas.


Ekspresi wajah Akainu tercengang, lalu berubah menjadi menyeramkan, bahkan kedua matanya melotot memerah seolah dia ingin menghancurkan Agler berkeping-keping.


Agler menatap Akainu dengan wajahnya yang seolah bercanda, dia menganggap serangan Akainu sebagai lelucon.


Kretek! Kretek!


Dia membunyikan jari-jari tangannya, dan juga lehernya, Agler bersiap untuk menyerang Akainu kali ini.


"Baiklah, sekarang giliran ku yang memberitahumu, seperti apa serangan yang sangat kuat itu," ucap Agler yang tersenyum mengerikan sambil menatap Akainu di depannya.


Pada saat ini, Agler akan serius melawan Laksamana Armada Akainu dalam perkelahian 1vs1 ini.