Savior System

Savior System
Bab 35 : Memusnahkan Draith Pt 02


Ribuan Draith keluar dari portal itu, segera meloncat jatuh di tanah.


Melihat tanah yang kosong, tidak ada apa-apa di sekelilingnya, mereka merasa bingung dan berpikir apakah mereka salah memasuki planet.


Draith terus bermunculan hingga setengah dari medan tanah yang dibuat Agler terisi penuh oleh mereka.


Orang-orang yang ada di depan Televisinya masing-masing terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.


Mereka mengira apa yang diberitakan 3 hari yang lalu di internet dan televisi adalah kebohongan dan editan.


Sekarang mereka semua percaya dengan adanya monster di dunia ini.


Melihat jumlah monster yang terus bertambah. Semua orang berdoa semoga Agler menang dalam melawan jutaan monster ini.


Sementara itu, Agler yang ada di ujung medan tanah pertempuran memandang Jutaan Draith yang ada di depannya.


"Buset banyak banget!"


"Satu versus Jutaan kah?"


Melihat jumlah Draith yang jutaan ini, Agler tidak merasa takut, tetapi dia merasa senang karena ingin mencoba kemampuan supernya lagi dan mengukur sejauh mana kekuatannya berkembang.


Para Draith yang bingung akhirnya menemukan sosok Agler di ujung pinggiran medan pertempuran.


Mereka mengaum keras ke arah Agler sebagai tanda permusuhan.


Graaahhh...!


"Bacot bet nih monster!"


Agler perlahan melayang setinggi 100 meter dari permukaan tanah, Ratusan ribu senjata yang terbuat dari es seperti pedang, tombak, sabit dan lain lain, menyebar dan melayang di belakang Agler.


Dia terlihat seperti dewa pengendali es yang mengamuk.


Jutaan Draith yang melihat ini segera berlari maju untuk menyerang Agler.


Tersenyum memandang Draith yang berlari ke arah dirinya, Agler mengangkat tangannya ke langit lalu melambaikan ke depan.


Ratusan ribu senjata es langsung melesat cepat menuju pasukan Draith seperti hujan yang deras.


Whuushhh...! Whuushhh...!


Para Draith mengangkat kapaknya untuk menahan serangan Agler, tapi sayangnya ketika senjata es Agler bertabrakan dengan kapaknya, kapak Draith langsung membeku dan hancur hingga menjadi pecahan kecil.


Sebelum Draith bereaksi apa yang terjadi dengan kapaknya, senjata es yang lain menusuk tubuh Draith dengan cepat.


Jleb..! Jleb..! Jleb..!


Tubuh mereka yang telah ditusuk oleh senjata es perlahan membeku, dan senjata es lainnya menghantam tubuh mereka hingga akhirnya hancur seperti kaca yang pecah.


Seluruh orang di Aquater melihat pemandangan ini dalam layar televisi dan handphone mereka. Mereka terkejut dengan apa yang terjadi di Kota Paris sekarang, tidak menyangka kekuatan Agler begitu kuat hingga membunuh Draith begitu mudahnya.


Ada yang tidak tega melihat monster ini dibunuh oleh Agler, karena ini tidak seperti skenario yang seharusnya.


Monster datang ke sini dengan tujuan untuk menyerang dan menghancurkan Aquater.


Tetapi kenyataannya mereka semua dibantai oleh oleh Agler layaknya semut.


Ini bukanlah pertempuran lagi tetapi pembantaian oleh satu pihak.


[Kill : 1.562.689/ 10.000.000]


Melihat indikator jumlah Draith yang telah dibunuh olehnya, Agler merasa ini berjalan cukup lambat.


Mengulurkan kembali kedua tangannya ke depan, lalu dia mengalirkan mana ke tangan kanannya.


Perlahan kilatan petir muncul keluar dari tangan kananya, benang petir berwana kuning yang tak terhitung jumlahnya terus berkumpul di depan Agler.


Suara seperti kicauan burung terdengar nyaring di sekitar dirinya.


Beberapa detik kemudian benang petir saling menyatu dan membentuk naga asia sepanjang 50 meter.


Agler mengeluarkan naga petir 5 juta volt.


Tangan kiri Agler juga mengeluarkan naga yang sama tetapi terbuat dari elemen api yang panas dengan suhu 500.000 Celsius.


"Mati!"


Suara Agler keluar dan Dua Naga yang terbuat dari petir dan api langsung terbang menuju para Draith.


Terbang cepat meliuk-liuk agung lalu dengan gila menghantam jutaan Draith.


Duarr..! Blarr...!


Dua ledakan energi yang dahsyat muncul tepat di tengah-tengah jutaan pasukan Draith.


Ledakan itu menelan dan memusnahkan Draith yang ada di dalam jangkauan ledakan menjadi abu.


Jangkauan ledakan semakin meluas hingga lebar 10 Km di atas permukaan medan tanah yang Agler buat.


Mind Barrier bergetar hebat karena efek dari ledakan itu.


Suara bergemuruh yang keras terdengar hingga ke luar kota.


Para jutaan Draith tidak memiliki perlawanan sama sekali saat ini mereka hanya bisa pasrah dan menyesal telah datang ke sini.


Ledakan memudar menyisakan dua lubang yang besar dan dalam sekitar 70 meter ke bawah.


Melihat jumlah Draith yang terbunuh sudah bertambah banyak menjadi 7.263.918 dari 10.000.000.


Agler mengangguk puas dengan kerusakan yang dihasilkan dari jurus yang dia buat secara spontan.


"Apakah ini kekuatan sebenarnya Saviorman?"


Presiden Prancis tercengang dengan apa yang dilihatnya sekarang.


"Saya belum pernah melihat kekuatan yang sebenarnya dari Saviorman pak," jawab Jendral.


Semua manusia yang ada di Aquater tercengang kembali karena serangan Agler yang begitu kuat menghancurkan para Draith.


"Apa-apaan itu anjir, Saviorman itu manusia apa bukan dah?!" Pemuda yang menonton kejadian tadi di televisi berseru kaget setelah melihat kekuatan Agler.


"Alien mungkin!" jawab pemilik rumah.


"Ga mungkin coy! di luar nalar!"


"Bacot tod mending fokus nonton!"


......................


Melirik jutaan Draith yang tersisa di tanah, Agler mendarat di tanah dan berjalan perlahan ke arah mereka dengan tujuan ingin mencoba kekuatan pukulannya.


Para Draith saling memandang mengisyaratkan satu sama lain bahwa ini adalah kesempatan mereka untuk membunuh Agler.


Dengan bersamaan mereka berlari dengan cepat menuju Agler.


Agler tersenyum kecil ketika melihat Draith ingin menyerangnya hanya dengan kekuatan fisik saja.


Dia berjalan perlahan, semakin lama semakin cepat dan akhirnya berlari dengan kecepatan tinggi menuju Draith.


Whooshhh...!


Pada saat yang sama kekuatan pikiran melilit tinjunya untuk melindungi kepalan tangannya dari energi penghancur yang dimiliki Draith disaat dia memukul mereka.


Bang!


Agler meninju salah satu Draith dengan satu pukulan yang biasa saja, dengan pukulan itu tubuh Draith meledak seperti balon yang di isi air ketika diledakkan.


Draith terus meloncat ke Agler sambil mengangkat Kapaknya.


Graaahhh...!!!


Tanpa melihat, Agler memukul lagi Draith yang menyerangnya, seketika Draith itu tewas tanpa adanya bangkai.


Draith yang melihat ini semakin marah lalu mereka melakukan penyerangan secara bersamaan.


Dengan kilatan cahaya, Agler langsung muncul di depan Draith yang ada di dekatnya seperti berteleportasi. Belum sempat bereaksi, Draith itu dipukul oleh Agler sampai mati, dan darah hijau berceceran di tanah.


Berulang kali Agler melakukan serangan seperti itu hingga 1 juta Draith tewas oleh pukulannya sendiri.


Dia memukul Draith itu hanya dengan 5% dari kekuatan fisiknya.


Sudah cukup puas dengan kekuatan fisiknya, Agler perlahan melayang ke langit sambil memandang Jutaan Draith yang tersisa di bawahnya.


Membakar setengah dari energi cosmo-nya untuk memanipulasi gravitasi pada Draith yang tersisa, Agler mengirim mereka terbang setinggi mungkin.


Draith bingung apa yang sedang terjadi, kenapa mereka bisa tergantung di udara.


Merasakan krisis kematian yang hebat, para Draith menggerakkan tubuhnya dengan cepat berharap mereka bisa terlepas dari kekuatan yang membuat mereka terbang ini.


Graaaaahhh.....!!!


Menatap mereka yang sudah melayang di ketinggian 1 km di atas langit, merasa cukup tinggi menurut Agler. Kemudian mengembalikan gravitasi ke keadaan normal dan menarik mereka kembali ke tanah dengan kecepatan 100 kali kecepatan suara.


Bamm..!!!


Semua Draith membentur tanah dengan sangat keras dan mereka semua hancur tanpa tersisa satupun tulang.


Orang tua yang menonton ini sudah melarang anak-anaknya yang masih kecil melihat ini, karena mereka merasa cara Agler membunuh monster terlalu sadis dan tidak family friendly.


Mereka semua menahan mual setelah melihat ini di televisi dan handphonenya.


Mengabaikan lautan darah hijau di tanah, Agler melihat jumlah Draith yang sudah dibunuhnya.


[Kill : 9.999.997/ 10.000.000]


"Tiga Draith lagi? apakah nanti ada bos yang muncul lagi?" gumam Agler.


Agler melihat ke arah portal itu yang masih terbuka dan belum menghilang.


Tiba-tiba tiga Draith muncul dari retakan itu dan jatuh ke tanah.


Portal akhirnya mengecil lalu menghilang tanpa jejak setelah mengeluarkan tiga Draith itu.


Merasakan momentum ratusan kali lebih kuat dari Draith biasa, Agler segera waspada.


Menatap mereka bertiga, Draith ini mirip dengan Draith biasa tetapi hanya lebih besar dan tinggi kira-kira 10 meter.


Membawa satu kapak yang sebesar tubuhnya di tangan kananya, juga memiliki rantai yang berisi energi merah penghancur di tangan lainnya.


Sepertinya sudah saatnya Great Red tampil melawan mereka.