Savior System

Savior System
Bab 112 : Melawan Para Gycleps PT 08


Roaaaarrr!


Monster serigala itu meraung ke depan sambil meregangkan tubuhnya ke arah Agler.


Suara raungannya dapat memekakkan telinga orang yang mendengarnya.


Hembusan angin yang sangat kencang keluar dari moncong monster besar ini, ada sedikit air liur yang ikut keluar dan terciprat berjatuhan di tanah.


“Bau apa ini?!“


“Hoek!“


Agler menutup mulutnya, menahan olahan yang telah dia makan di pagi hari.


“Bau sekali! Mirip bau mulut orang yang tidak pernah menyikat gigi selama beberapa abad!“


Agler berkata sambil mengibaskan tangannya di depan hidungnya, bertujuan untuk menyingkirkan bau yang mengendap di udara saat dia mengambil nafas.


Padahal jarak antara dia dengan monster serigala ini cukup jauh, tetapi bau mulut serigala ini ketika meraung masih bisa tercium dari tempat ia berdiri.


Setelah beberapa detik berlalu, bau yang menyakiti hidungnya itu pun menghilang, Agler bisa menghirup udara segar kembali.


“Haaa~”


Setelah mengambil nafas panjang, dia kembali menatap monster yang tercipta dari gabungan tiga pemimpin monster botak ini.


Monster serigala ini memandangi Agler dengan ekspresi wajahnya yang sangat mengerikan.


Hembusan angin hangat keluar dari dua lubang hidungnya.


Sebenarnya Agler merasa aneh dengan monster serigala ini, dia ini serigala atau hewan banteng, karena lubang hidungnya bisa mengeluarkan hembusan nafas seperti saat banteng ingin menyeruduk target di depannya.


“HAHAHAHAHAHA!“


Monster serigala ini tiba-tiba tertawa tanpa adanya sebab.


Hingga beberapa detik berlalu dirinya tertawa, seketika dia berhenti tertawa dan menatap tajam pada Agler.


“Ingat namaku adalah Ciberlyps… yang akan membunuhmu tanpa tersisa sedikitpun abu yang beterbangan dari mayatmu!“


Ciberlyps berkata dengan nada yang sangat arogan dan mendominasi.


Dari tubuhnya keluar aura yang menekan juga menindas, jika ada manusia biasa yang ditatap oleh mata Ciberlyps yang tajam ini, manusia ini tidak akan kuat menahan perasaan yang menekan dan akan mengalami kejang serta tidak sadarkan diri.


Suaranya menggelegar hingga suaranya pun dapat di tangkap oleh mic pembawa acara berita yang ada di dalam Helikopter.


Sehingga orang-orang yang sedang menonton langsung berita ini merasakan ketakutan dan kedinginan.


“Matikan televisinya!“ Pemuda yang sedang menonton televisi bersama dengan wanitanya, meminta wanitanya untuk mematikan televisi.


Karena remote televisinya dipegang oleh wanitanya.


Dengan tangannya yang bergetar dan bergidik ketakutan, Wanita itu berhasil menekan tombol matikan pada remote itu.


“Haa… ha… ha…”


Wanita itu menghela nafas dan mencoba menstabilkan nafasnya yang tidak beraturan.


Tidak hanya dia saja, Prianya juga tidak terkecuali. Saat ini, Pria itu sedang berpegangan pada tangan sofa di samping kanannya dengan sangat erat.


Wanita dan Pria itu, mereka berdua bercucuran keringat di sekujur tubuhnya.


Ekspresinya masih terlihat perasaan akan ketakutan yang mendalam.


Setelah beberapa detik menenangkan diri mereka sendiri, wanita itu memberanikan diri untuk menghidupkan televisi.


Tak lama televisi di depannya pun menyala.


Mereka melihat kembali televisinya dan menonton apa yang terjadi saat televisi mereka di matikan.


Tepat ketika pandangan mereka berdua diarahkan pada televisinya, pada layar kaca televisi tersebut terdapat sebuah pemandangan yang membuat mata mereka terbuka lebar.


Pada saat ini, Ciberlyps berinisiatif untuk melakukan penyerangan pertama kali.


Dia berlari sangat cepat dengan dua kakinya menuju tempat Agler berada.


Melihat ini, Agler bersiap untuk melakukan perlawanan terhadap Ciberlyps yang akan menyerangnya.


Akselerasi kecepatan Ciberlyps semakin cepat di setiap detiknya, dan tiba-tiba dia menaikkan kecepatannya sangat drastis yang hampir mendekati kecepatan penuh dari Agler.


Di detik berikutnya, Ciberlyps muncul di atas kepala Agler, lalu dia mengayunkan vertikal palunya kepada Agler yang ada di bawahnya.


Boooom…!


Palu besar itu menghantam dengan keras tempat di mana Agler berdiri.


Terrain of Earth milik Agler bergetar seakan ingin runtuh tidak lama lagi.


Asap dan debu itu membumbung tinggi dan menyebar ke segala sisi, Dan pemandangan di sekitar area terjadinya penyerangan Ciberlyps tertutupi asap debu dari tanah.


Membuat semua orang tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi kepada Saviorman.


Beberapa detik berlalu…


Perlahan asap dan debu memudar, dan samar-samar memperlihatkan pemandangan yang dihalanginya.


Nampak Agler menahan palu besar Ciberlyps, dia memegang kepala palu dengan menggunakan kedua tangannya.


Tanah yang dipijak oleh mereka berdua menjadi cekung ke dalam, dan di sekitarnya terdapat retakan serta belahan tanah yang merayap ke segala arah.


Efek kekuatan yang ditimbulkan dari palu Ciberlyps sangat menakutkan, bahkan kini tangan Agler pun bergetar hebat saat menahan palu besar ini.


'Kekuatannya cukup kuat, hampir menyamai kekuatan pukulan penuhku' batin Agler di dalam hati.


Dia menarik tangan kanannya, dan memukul keras palu yang ada di depannya.


Palu itu terangkat bersamaan dengan Ciberlyps yang mundur ratusan meter.


"Kekuatannya jauh beratus kali dari gabungan serangan mereka bertiga."


Cuhh!


Dia meludahkan darah merah dari mulutnya ke tanah di bawahnya, lalu mengusap sudut mulutnya dengan tangan.


"Hanya menahannya palu itu saja bisa membuatku terluka, bagaimana jika aku terkena serangan tadi mentah-mentah."


Agler merasa organ yang ada di dalam perutnya tergeser akibat menahan serangan palu Ciberlyps, itu membuatnya terasa sakit dan nyeri.


Kemampuan regenerasinya langsung aktif memulihkan cedera yang dialaminya secara instan.


Tiba-tiba, sinar bola biru tua hampir sekilas terlihat berwarna hitam meluncur membidik Agler.


Untungnya reaksi Agler lebih cepat dari sinar bola yang menyerangnya, dia segera mundur dengan satu kali lompatan.


Blaarrr...!


Sinar itu menabrak tanah tempat Agler berada sebelumnya dan menciptakan ledakan yang sangat kuat.


Terrain of Earth sedikit terguncang akibat sinar bola ini.


Agler mendarat di 3 kilometer jauhnya dari pusat ledakan.


Dia berdiri tegak sambil memandang ledakan itu yang tidak lama menghilang.


Sinar bola itu menambah satu lubang besar lagi di Terrain of Earth-nya.


Dia segera menoleh untuk melihat arah dari mana asal sinar bola itu meluncur.


Dan ternyata serangan itu tidak lain dan tidak bukan berasal dari Ciberlyps.


Lingkaran biru di punggung Ciberlyps kembali lagi ke tempatnya semula. Ketika Ciberlyps menembaki sinar bola ke Agler, lingkaran itu berpindah ke depan Ciberlyps dan mengeluarkan sinar bola biru tua.


Ternyata kegunaan lingkaran biru tua yang mirip seperti bentuk gelang Gycger memiliki kegunaan seperti itu.


Saat ini Agler menatap Ciberlyps dari jauh, Ciberlyps yang melihat ini langsung membalas Agler dengan tatapan yang terlihat meremehkan dan merendahkan.


Kemudian Ciberlyps mulai bergerak terlihat ingin menyerang Agler sekali lagi.


Gerak-gerik Ciberlyps membuat Agler merasakan hal yang buruk akan terjadi.


Lingkaran di punggung Ciberlyps perlahan berputar dan bergerak menuju ke depan tubuh Ciberlyps.


Berdengung..!


Suara bising seperti dengungan terdengar sangat jelas ketika putaran lingkaran biru tua ini semakin cepat.


Cahaya biru tua muncul dan menutupi setiap bagian lingkaran ini.


Seiring berjalannya waktu, sesuatu seperti bola energi melayang tepat di lingkaran seperti gelang ini.


Bola energi berwarna hitam sedikit terlihat agak biru tua semakin membesar setiap detik terlewatkan.


Sesuatu seperti benang listrik berwarna hitam berkedip di sekitar bola energi ini.


Mata Agler melebar karena terkejut, dia segera bersiap untuk melawan serangan ini.


"Tenseigan Mode!"


Pupil mata Agler berubah menjadi biru dengan iris berpola seperti bunga yang berwarna putih.


Seketika tampilan sosok Agler berubah, energi berwarna biru yang mirip dengan warna di matanya menyelimuti seluruh bagian tubuh Agler.


Kemudian dia perlahan melayang seolah menumbangkan hukum gravitasi yang berlaku di planet ini. Walaupun hanya beberapa meter tingginya, tetap saja ini disebut dengan melayang dan terbang di udara.


Bola energi semakin membesar dan warnanya berubah menjadi hitam yang sangat pekat, bahkan cahaya matahari sepenuhnya terserap dan tidak terpantul kembali.


"Aku akui kau makhluk yang kuat, namun sayang... kamu ditakdirkan untuk tidak boleh hidup lebih lama lagi."


"HAHAHAHA!"


Ciberlyps berkata dengan suaranya keras, bahkan orang-orang diluar Terrain of Earth-nya bisa mendengar kalimat ini.


"Kau tidak perlu khawatir, aku pastikan makhluk yang ada di sini musnah dan tidak satu pun yang hidup."


"HAHAHAHA!"


Suara tawa Ciberlyps nampak sangat jahat, orang-orang yang melihat ini kembali ketakutan.


Tawa itu berhenti mendadak. Ekspresi wajah Ciberlyps berubah menjadi sangat menyeramkan, dengan senyumannya yang terlihat jahat.


Detik berikutnya...


"Light of Destruction!"


Bersamaan dengan suara itu keluar, energi bola yang besar ini meluncur sangat cepat.


Dan ternyata energi bola ini bukan benar-benar energi bola, ternyata adalah sinar cahaya yang panjang seperti laser.


Swoosshhh!


Dengan cepat lingkaran itu menembaki sinar laser, menunjuk ke arah Agler.


Agler tidak tinggal diam, dia juga melakukan pergerakan.


Sebuah bola hitam muncul di depannya dan melayang, lalu Agler memegangnya dengan telapak tangan kanannya.


Dia segera memusatkan hampir semua chakranya pada bola hitam ini, kemudian sinar cahaya muncul dari telapak tangannya.


"Kinrin Tensei Baku!"


Telapak tangan Agler mengeluarkan sinar laser berwarna emas, meluncur dengan cepat menuju sinar hitam Ciberlyps.