
[Tuan Rumah Telah Memicu Misi Tersembunyi Sistem!]
[Misi : Selamatkan Gadis berambut pirang panjang di dalam sebuah Goa goblin di tengah hutan]
[Deskripsi: Seorang gadis pirang akan di jebak oleh para goblin di Goa tengah hutan 1 menit kemudian]
[Lokasi : 35 km dari posisi tuan rumah]
[Hadiah : 1x Tiket Lotere, 100 Savior Coin]
[Hukuman Kegagalan : Waktu tinggal di dunia ini berkurang 1 hari]
[Apakah Tuan Rumah Menerima Misi?]
"Terima!"
Agler langsung menginjak rem, dan mobil RV berhenti perlahan.
"Kenapa Nii-san?"
"Ada apa sayang?"
Goblin Slayer dan kakaknya yang ada duduk di samping kursi samping bertanya kepada Agler, kenapa kita berhenti tiba-tiba di sini.
"Ada yang harus aku lakukan di luar sana sekarang, kalian tunggu di sini sebentar."
"Baiklah, kita semua akan menunggumu kembali," jawab Kakak GS sambil tersenyum.
Lainnya juga mengangguk.
Setelah melihat ini Agler bangkit dari kursi penumpang dan berjalan keluar dari mobil.
"Hati-hati~"
Mendengar suara itu, Agler menoleh ke belakang dan tersenyum sambil mengangguk kepada kakak tertua tiga bersaudara, lalu dia keluar dari mobil.
Melihat hutan yang luas di sepanjang jalan, sepertinya di sini tidak aman, mungkin banyak saja binatang atau iblis di sini.
Karena timeline sekarang Raja Iblis belum dibunuh oleh para pahlawan, dan para pasukan iblis masih ada untuk menyerang manusia.
Terlebih lagi, pahlawan yang akan membunuh Raja Iblis di masa depan nanti masih belum lahir.
Agler membuat 1 ThunderGolem dan 1 IceGolem untuk menjaga mereka yang ada di dalam mobil.
Setelah membuat Golem, Agler terbang menuju lokasi misi tersembunyi.
......................
Di dalam Goa, Gadis berambut pirang panjang sedang bertahan melawan para goblin.
Dia seorang diri menyerang para goblin, karena dia memilih misi guild untuk membasmi para goblin.
"Rasakan pedangku!"
Pedang panjang menebas leher goblin, kepala goblin itu terjatuh di tanah, darah merah keluar deras dari lehernya.
"Sial, tidak ada habisnya!"
Dia melihat sekeliling Goa yang gelap dan remang-remang, tangan kirinya membawa obor api untuk penerang jalannya.
Gadis itu berjalan semakin dalam di dalam Goa.
Tak Tak...
Suara batu yang terlempar berbunyi di belakangnya, Dia langsung mengarahkan obor ke belakang.
"Siapa itu?!"
Cahaya api menerangi jalan belakang yang dia lewati tadi, tetapi dia tidak melihat apa-apa, tidak ada goblin satu pun.
Berjalan lagi ke dalam Goa, saat dia berjalan, gadis itu merasakan krisis bahaya dari arah belakang tubuhnya.
Dang....
Pedang gadis itu menahan pentungan kayu goblin yang menyerangnya tiba-tiba.
"Serangan diam-diam?"
Pedang itu mendorong pentungan, dengan cepat memotong setengah tubuh goblin itu.
Kraaahh...
Krrr...
Seketika para Goblin itu bermunculan dari bagian gelap Goa, lalu menyerang Gadis itu secara bersamaan.
Bersama pedangnya, gadis itu mulai bertahan melawan goblin, karena kalah dalam jumlah dia semakin kewalahan untuk melawan.
Bajunya robek oleh cakar goblin memperlihatkan kulit bening dan mulus yang ditutupi bajunya itu.
Kulitnya ada yang tergores oleh cakar goblin dan terluka mengeluarkan darah, dia sebisa mungkin menahan rasa sakit ini dan terus berjuang.
"Kalau begini terus, aku tidak bisa bertahan lebih lama!"
Obor yang dia pegang dipukul oleh Goblin dan terjatuh di tanah.
Dengan putus asa dia mengayunkan pedangnya ke segala arah.
Ketika pedang panjang itu diayunkan ke kepala goblin, tetapi di tengah jalan terkena dinding Goa dan terlepas dari tangan gadis itu.
"Sial! kenapa harus terjadi seperti ini!"
Dia mengumpat di dalam hati, sambil menatap para goblin di sekitarnya yang siap menyerangnya kapan saja.
Para goblin sekejap berlari menyerangnya, dia menutup mata dan berdoa dalam hati semoga Dewa Agung menolongnya.
Beberapa waktu berlalu, dia masih tidak merasakan hal yang aneh di tubuhnya, tidak merasakan sakit dipukul atau disayat oleh cakar goblin.
"Apakah ini rasanya mati?"
Bergumam di dalam hatinya, dia mengira bahwa dirinya sudah mati.
"Halo?"
Suara seorang pria tiba-tiba terdengar di telinganya
"Apakah ini suara Dewa Agung?"
Bertanya-tanya apakah dia mendengar suara Dewa yang dia sembah.
"Halo?"
"Apakah kamu baik-baik saja?"
Suara itu sekali lagi terdengar olehnya.
Gadis itu merasa aneh, apakah dia belum mati.
Akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka matanya, dan melihat apa yang terjadi.
Saat Gadis pirang membuka mata, dia melihat seorang pemuda tampan melambaikan tangannya di depan matanya.
"Kamu baik-baik saja?"
Wajah pemuda itu sangat dekat dengan dirinya, dia dengan jelas melihat lekukan wajah pemuda yang tampan itu.
Dia bersumpah belum pernah melihat pria yang setampan ini dalam hidupnya.
Pipinya memanas, dan matanya malu-malu menatap wajah Agler.
"Itu...aku tidak apa-apa~"
Agler melihat tubuh gadis ini yang penuh luka bekas sayatan dari benda tajam, mengulurkan tangan kanannya ke arah tubuh gadis ini, dan menyembuhkannya.
"Heal!"
Sinar biru muncul di tangan Agler, lalu menyembuhkan semua luka yang ada di tubuh gadis itu.
Melihat tubuhnya yang benar-benar sudah tidak terluka, dia menatap Agler penasaran, dia baru pertama kali melihat sihir penyembuhan tanpa mantra.
Dia bertanya kepada Agler dengan hati-hati, "Apakah itu sihir penyembuhan?"
Mendengar pertanyaan gadis ini, Agler menaikkan alisnya sebelah, kenapa gadis di depannya bertanya hal itu.
"Iya, ada apa?"
"Tidak, kenapa?"
"Aneh ...aku belum pernah sihir seperti itu."
Gadis itu merenung memikirkan sihir penyembuhan Agler, setelah beberapa saat, dia kembali menatap Agler dan melihat sekelilingnya.
Dia baru menyadari bahwa semua goblin di sini menjadi beku.
Gadis itu menatap Agler tidak percaya dan matanya melebar.
"Apakah kamu yang melakukan ini?"
"Iya?"
"Benarkah?"
"Benar..."
Agler mengangkat jari telunjuk kirinya dan bola api melayang di udara, sinar bola api menerangi dalam Goa ini.
Kemudian dia, menjentikkan jarinya, sekejap semua patung es goblin terbelah-belah hingga menjadi bagian terkecil.
Melihat semua ini, Gadis itu terkejut tak terhingga.
"Ayo kita keluar!"
Agler mengabaikan gadis yang terkejut ini, dan mulai berjalan keluar.
"Tunggu!"
"Kenapa?"
Agler berhenti dan menoleh pada gadis ini.
"Terima kasih sudah menolongku!"
Gadis itu membungkukkan kepalanya, tidak sengaja bola putih dan mulus itu terlihat di pandangan Agler.
'Masih kecil tapi sudah besar!'
Agler berbicara di dalam hati, hampir saja darah keluar dari hidungnya.
Entah itu para gadis remaja dan wanita dewasa di dunia ini, bola di dadanya selalu besar menonjol keluar.
"Uhuk! itu tolong jangan membungkuk kepadaku~"
Mendengar ucapan Agler, gadis itu menyadari kesalahannya, dia langsung berdiri tegak dan pipinya memerah malu.
"I-itu Misi Guildku belum selesai sebelum membantai semua g-goblin yang ada di Goa ini~"
Gadis itu berkata malu-malu kepada Agler.
"Kalau begitu kita sama-sama membunuh para goblin, aku merasakan banyak goblin di bagian paling dalam di gua ini..."
"Oke~"
Agler menerbangkan pedang panjang yang tergeletak di tanah kepada gadis itu.
Setelah Melihat wajah gadis ini dengan baik, Agler merasa familiar dengannya.
Dia pernah melihat wajah ini di film anime Goblin Slayer, Agler mengingat lagi episode Goblin Slayer dan akhirnya dia ingat.
Gadis ini adalah Sword Maiden yang berumur 15 tahun.
Agler langung mempunyai pikiran untuk memasukkan Sword Maiden dalam anggota Haremnya atau tidak.
Tapi, Sword Maiden ketika dewasa itu sangat besar ... tekadnya dan juga sangat terlihat sexy.
Dia memutuskan untuk memasukkan Sword Maiden ke dalam haremnya, dan juga tiga perempuan bersaudara.
Mereka berdua berjalan lebih dalam Goa ini, dengan pencahayaan bola api mereka bisa melihat setiap sudut Goa.
Beberapa menit kemudian Agler melihat dua sarang di depannya.
"Apa ini?!"
Gadis ini bertanya-tanya.
"Ayo kita periksa!"
"kamu tetap di belakangku.."
"Eumm Oke ...."
Agler perlahan masuk ke lubang sarang yang ada di sebelah kanan.
Ketika masuk, dia melihat puluhan anak goblin kecil di sarang ini.
Anak goblin ini melihat Agler dan seketika ketakutan, mengingat kejahatan dan sadisnya goblin dalam Anime-nya, dia tak segan untuk membunuh mereka.
Dengan puluhan bilah pisau angin yang tajam Agler membantai mereka tanpa sempat berteriak.
Sword Maiden yang belum dewasa, saat melihat adegan ini dia langsung merasakan mual di perutnya.
"Biasakan dirimu nak!"
Setelah membunuh mereka, Agler segera melenyapkan mayat anak goblin menjadi abu menggunakan sihir apinya.
Melihat tidak ada satupun anak goblin yang tersisa, Agler berjalan keluar dari sarang dan diikuti oleh Sword Maiden remaja.
Mereka berdua sekarang menuju sarang yang ada di sebelah kiri.
Agler pertama yang masuk sarang, dan Sword Maiden menyusul, di dalam sarang ini mereka berdua melihat belasan wanita yang telanjang dan tubuhnya penuh dengan luka.
Sword Maiden dengan cepat memeriksa mereka semua.
"Goblin bajingan!"
"Mereka sangat sadis bila menyerang para wanita, menyiksa wanita dan memperkaosnya hingga mereka puas, tidak bisa membayangkan seberapa besar rasa sakit yang diterima pada semua wanita ini!"
"Goblin harus dimusnahkan!"
Setelah melihat keadaan semua wanita ini, Sword Maiden berkata penuh amarah dan mengutuk para goblin sang monster cabul ini.
Agler memenangkan Sword Maiden dari amarahnya, karena percuma mengutuk mereka dengan mulut.
"Ada berapa wanita yang masih hidup?"
"Hanya ada lima orang saja."
"Oke ...."
Sihir penyembuhan Agler menyembuhkan luka mereka, dan tidak lama lima wanita itu tersadar.
Melihat mereka yang masih telanjang, dan terlihat mulus Agler tidak kuat dengan pemandangan ini.
Menahan adik kecilnya terbangun, Agler menghabiskan 1 koin untuk membeli lima set baju wanita jaman pertengahan yang sesuai untuk mereka.
Dalam sekejap lima set pakaian wanita muncul di udara lalu jatuh di tangan Agler.
Kemudian menyerahkan pakaian itu kepada Sword Maiden untuk memakaikan kepada mereka.
Agler berjalan keluar sambil membawa jenazah belasan yang meninggal keluar dari sarang dengan kekuatan pikirannya.
Menunggu mereka semua selesai memakai baju, Agler berjaga-jaga di depan sarang.
Setelah beberapa menit, mereka semua keluar dari sarang.
Menatap mereka semua, terlihat di mata mereka rasa ketakutan yang sangat kuat, mereka semua trauma akibat perlakuan goblin kepada mereka.
Agler memandang Sword Maiden lalu mengangguk kepadanya, setelah itu Agler melangkah maju ke arah pintu keluar Goa.
Mereka semua mengikuti Agler dan belasan jenazah melayang dibelakangnya.
Pemandangan mayat wanita terbang agak mengerikan, jadi Agler melarang mereka melihat ke belakang.
Boom....
Suara langkah kaki yang kuat terdengar di dalam Goa.
Perlahan Hobgoblin muncul di depan Agler bersama puluhan goblin di belakangnya.
Sepertinya mereka akan menyerang Agler dan lainnya.