Savior System

Savior System
Bab 160: Membawa Empat Gadis


Gadis berambut merah muda itu menangis di pelukan Kurumi, suara tangisannya membuat gadis berambut panjang berwarna cokelat yang ada di sebelahnya terbangun dan menatap sosok Kurumi.


"Selamat pagi~" Kurumi wanita yang berambut ungu tua itu mengucapkan salam pagi kepada gadis berambut cokelat.


"Pagi ...." Gadis berambut cokelat itu membalas dengan tatapan terkejut dan bingung.


Perlahan matanya menjadi berkaca-kaca dan gadis berambut cokelat ikut memeluk Kurumi.


"Kurumi!"


Keduanya menangis bersamaan dan disaksikan oleh satu gadis yang lainnya, ia terharu dan menyeka air mata yang jatuh dari kelopak matanya.


"Syukurlah." Gadis berambut pendek berwarna krem berkata kecil sambil menonton mereka bertiga meluapkan emosi sedih dan bahagia.


Tiba-tiba terdengar suara rintihan anjing dari dalam kardus yang ada di pojok ruangan. Terdapat tulisan "Rumah Taroumaru" di depan kardus.


"Taroumaru!"


Gadis berambut krem bangkit dan bergegas menghampiri anjing yang bernama Taroumaru tersebut.


Kurumi dan yang lain berhenti menangis, ketiganya menoleh ke arah Taroumaru dan melihat dengan khawatir.


"Rii-san, Taroumaru akan segera sembuh, 'kan?"


"Iya, kan?"


Gadis berambut merah muda bertanya kepada gadis berambut cokelat yang ada di sebelahnya.


Nama dari gadis berambut cokelat adalah Yuri Wakasa.


Mendengar pertanyaan itu, Yuri mengubah wajahnya menjadi sedih dan berkata, "Aku sudah memberinya vaksin, tetapi mungkin infeksinya sudah terlalu menyebar."


Rasa sedih makin bertambah setelah mendengar perkataan Yuri Wakasa.


Tampaknya Taroumaru sedang berjuang melawan virus yang bersarang dalam tubuhnya. Virus itu adalah virus zombie yang ada di dunia ini.


Gadis berambut krem berdiri di dekat kardus rumah Taroumaru dan ia segera melihat anjing kecil berwarna oranye dan putih sedang meringkuk karena sakit.


"Taroumaru? Kau mengenaliku?" kata Gadis berambut Krem.


Omong-omong gadis berambut krem bernama Miki Naoki dan berambut merah mudah adalah Yuki Takeya.


Taroumaru bergerak, berusaha berdiri untuk melihat sosok Miki dengan jelas.


"Jangan begitu! Jangan dipaksa bergerak seperti itu." Miki berkata penuh khawatir pada Taroumaru.


Yuki berjalan mendatangi Miki dan berkata, "Mungkin dia lapar."


"Huh?"


Miki tidak tahu harus bagaimana, pasalnya ia tidak tahu apa yang dibutuhkan Taroumaru.


Taroumaru menggeram lembut setelah Yuki mengatakan itu.


"Benar, kan?" Yuki berkata lagi ketika mendengar Taroumaru mengeluarkan suara.


Ia mengira Taroumaru membenarkan perkataannya.


"Taroumaru suka sekali makan, ya." Kurumi berkata sambil tersenyum.


"Aku akan mengambil makanannya." Yuri berdiri dan berjalan mengambil makanan anjing kesukaan Taroumaru.


Yuki dan Miki mengangkat Taroumaru dan mengeluarkannya dari kardus.


Meletakkan wadah untuk makanan anjing di depan Taroumaru.


Melihat wadah makanan di depannya, Taroumaru berusaha berjalan ke depan dengan tubuhnya yang gemetar hebat.


"Beri makannya sedikit-sedikit saja." Yuri menyarankan Miki yang memegang kotak makanan anjing.


Sesuai dengan saran Yuri, Miki menuangkan makanan anjing yang mirip dengan sereal sedikit demi sedikit.


Taroumaru menundukkan kepalanya dan saat itu juga terlihat perban kain kasa sudah bernoda darah yang melingkar di lehernya, terdapat luka di balik perban putih tersebut.


Baru beberapa gigitan sereal, Taroumaru tersedak oleh makanannya, fungsi moncong atau mulutnya sedang tak bisa digunakan dengan baik akibat cedera yang ada di lehernya, mungkin juga lehernya tidak bisa menelan seperti biasanya.


"Kak Yuri, tolong airnya." Miki berkata pada Yuri.


Segera Yuri mengambil botol air dan memberikannya pada Miki.


Miki berdiri dan mendekati Taroumaru, ia duduk dan mengangkat Taroumaru di pangkuannya.


"Tunggu sebentar, ya." Miki membuka botol air minum, dan menuangkan air di dalam botol ke telapak tangannya yang tidak memegang botol.


Lalu telapak tangan yang menjadi wadah air yang sedikit itu diarahkan ke moncong Taroumaru supaya dia bisa meminum airnya.


"Ayo minum."


Taroumaru minum air yang ada di telapak tangan kiri Miki, dan Miki menatap dengan mata yang berair, ia benar-benar khawatir dengan Taroumaru.


"Selamat datang, Taroumaru."


Miki mulai bergumam sambil mengusap bulu Taroumaru yang lembut.


"Aku telah mendengar cerita dari Kak Yuki, kamu telah menyelamatkannya, 'kan?"


"Kamu memang hebat ...."


Miki berkata dan menceritakan kembali tentang kehebatan dan perbuatan luar biasa Taroumaru dalam membantu mereka berempat melawan para zombie.


Pada intinya, Taroumaru sangat-sangat berjasa bagi mereka berempat karena sudah banyak membantu dalam keadaan genting, bahkan Taroumaru rela terkena serangan zombie demi mereka berempat.


"...Berkat dirimu aku sekarang ada di sini, Taroumaru, Jadi, sekarang semuanya telah baik-baik saja. Kita akan terus selalu bersama."


Air mata menetes dari mata Miki, tak terkecuali tiga gadis lainnya yang mendengarkan ucapan Miki.


Tepat ketika suasana sedang sedih, suara ketukan pintu terdengar di ruangan mereka berempat tempati.


Tok! Tok!


Kurumi yang mendengar ini sontak berdiri dan mengambil sekop berwarna perunggu andalannya dan maju dekat pintu.


"Sutt!" Kurumi memperingati ketiganya untuk tidak berisik.


Yuki Takeya mengambil tongkat baseball yang sudah ia jadikan senjatanya sejak terjadinya serangan zombie di sekolah.


Yuri dan Miki mereka berdua mundur ke belakang dalam ruangan karena keduanya tidak memiliki senjata, Miki masih menggendong Taroumaru yang sekarat.


Pandangan mereka berempat terkunci pada pintu yang masih diketuk oleh sesuatu.


Kemudian suara ketukan itu menghilang.


Begitu keempat ini merasa lega karena suara ketukan pintu telah hilang, tiba-tiba saja pintu itu terbuka dan didorong oleh seseorang.


Kurumi dan Yuki telah memegang erat senjatanya masing-masing dan siap untuk menyerang sosok yang membuka pintu ruangan mereka.


Ujung sekop yang sudah dilambaikan ke arah pemuda itu terhenti di udara.


"Halo, semuanya." Pemuda itu melambaikan tangan kanannya ke arah mereka berempat dan mengabaikan sekop yang terhenti di samping kepalanya.


Wajah tampan itu tersenyum lembut ke arah mereka berempat dan membuat gadis-gadis ini terpesona selama beberapa saat.


Itu adalah Agler yang telah sampai ke sekolahan, dengan mata X-ray yang dapat menembus benda padat, ia mudah untuk menemukan mereka berempat.


Awalnya ia kira sekarang ada di dunia High School of the Dead, pasalnya latar belakangnya yang serupa, yakni zombie dan sekolahan.


"Eh, anu ... halo juga~" Miki yang pertama tersadar langsung menyapa balik Agler dengan wajah yang tersipu malu.


Kurumi dan Yuki menarik kembali senjatanya yang sudah siap menyerang Agler, dan mereka berempat menurunkan kewaspadaannya.


Mereka kira Agler adalah zombie yang tersisa. Maka dari itu, mereka semua mengambil posisi siap bertarung melawan Agler.


"Kalian semua baik-baik saja, 'kan?" tanya Agler pada keempat gadis bertubuh mungil ini.


"Emm ... tidak apa-apa." Kurumi menjawab seperti orang yang tidak yakin dengan jawabannya sendiri.


Pasalnya di tangannya terdapat luka yang telah diperban menggunakan kain kasa.


Melirik wajah keempat gadis yang aneh dan lemah, Agler menghembuskan napas, dan menggelengkan kepalanya.


Kondisi mereka tidaklah baik-baik saja, berlawanan dengan apa yang dikatakan.


"Heal!"


Agler mengucapkan satu kata, dan segera pemandangan yang ajaib tercipta.


Api biru-hitam berkobar membungkus keempat gadis dan anjing kecil tersebut sebelum mereka sempat bereaksi.


Tidak sampai 10 detik, api itu menyusut dan meninggalkan tubuh keempat gadis itu, lalu menghilang tanpa ada jejak.


Gadis-gadis itu langsung bereaksi terhadap apa yang baru saja terjadi, mereka tercengang sembari melihat sekujur tubuhnya masing-masing.


Taroumaru pun melompat dari pelukan Miki dan berlari-lari mengitari Miki dan yang lainnya, setelah itu ia tiba-tiba berlari menuju Agler yang ada di dekat pintu.


"Anjing yang baik, kamu hebat Taroumaru!" Agler mengelus bulu-bulu lembut Taroumaru dan berkata dengan nada yang halus.


Agler kenal dengan anjing ini, menurutnya anjing ini adalah anjing yang terbaik di dalam serial anime. Meskipun Taroumaru seekor anjing, kecerdasan dan perasaannya begitu hebat, rela berkorban demi empat gadis ini, dan berani melawan zombie untuk melindungi Yuki yang sedang terpojok dan dikepung oleh para zombie.


"Kamu siapa? Apakah kamu seorang penyihir yang bisa menyembuhkan kami semua?"


Yuki dan yang lain menatap Agler dengan perasaan yang penasaran, adegan yang dilakukan oleh Agler begitu menakjubkan dan di luar pemahaman manusia.


"Aku adalah manusia yang datang untuk menolong dan membawamu jauh dari tempat yang berbahaya ini ke tempat yang indah," ucap Agler menatap wajah mereka berempat satu per satu.


"Membawa kita ke tempat yang indah?" Kurumi memandangi wajah tampan Agler dengan manik mata yang tidak percaya.


Mereka masih meragukan ucapan yang Agler lontarkan pada mereka, karena mereka berpikir itu sesuatu yang tidak mungkin.


Bagaimana cara pria di depan mereka ini membawa mereka ke tempat yang dimaksud?


"Ya, apakah kamu ingin ke sana? Aku tidak akan berbohong pada kalian semua." Agler melihat ke arah empat gadis ini dengan wajah yang meyakinkan.


"Emm ...." Mereka berempat saling pandang satu sama lain tampak seperti memberi kode.


Agler berdiri sambil memegang Taroumaru di tangannya, menunggu keputusan mereka yang dilakukan secara diam-diam.


Tidak butuh waktu lama, mereka berempat mengangguk hampir bersamaan, lalu memandang Agler bersama-sama.


"Baiklah, kami semua setuju." Kurumi menjawab pertanyaan Agler yang menawarkan mereka untuk pergi ke tempat Agler.


"Oke, tunggu beberapa detik, aku akan membawa kalian ke sana," kata Agler pada mereka semua.


"Pertama-tama kalian semua berkumpul di depanku, dan saling berpegangan tangan." Agler menambahkan.


Mereka semua mengikuti arahan Agler dan berkumpul di depan Agler dengan berbaris miring membuat setengah lingkaran.


"Kalian pejamkan mata dan merelaksasi tubuh kalian agar tenang," perintah Agler pada keempat gadis dengan wajah yang lembut.


Mendengar instruksi Agler, mereka semua mengikutinya dengan baik dan sungguh-sungguh.


Perlahan mata mereka menutup dan tarikan napasnya panjang mereka lakukan, diakhiri dengan hembusan napas yang panjang.


Tangan Agler memegang yang satunya memegang pundak Kurumi yang ada di paling kanan barisan dan tangan Yuki berada di paling kiri dalam barisan, ia gerakkan dengan telekinesisnya untuk menyentuh tubuhnya.


Segera setelah semuanya siap, sebuah cahaya jatuh pada mereka semua dan membungkusnya secara merata.


Beberapa detik kemudian mereka semua menghilang di sekolah yang kosong dan hancur tersebut.


....


Di taman bermain, di titik buta semua orang yang tidak diperhatikan sama sekali, sebuah cahaya yang sinarnya tidak terlalu memancar muncul begitu saja bagaikan jelangkung yang datang tanpa diundang.


Sebuah cahaya itu membuat kelompok gadis dan satu pria menggendong anjing oranye.


Yuki, Kurumi, Miki, Yuri, Taroumaru, dan Agler datang ke Aquater tanpa masalah dan dengan tubuh yang baik-baik saja.


"Tempat apa ini?"


Yuki berkata tanpa sadar, melihat ke area sekitarnya.


Sebuah taman di tengah perkotaan yang ramai terdengar suara tawa dan canda anak kecil yang asik bermain permainan di taman bersama teman.


"Ini duniaku, sama persis dengan duniamu, di sini tidak ada zombie yang berkeliaran dan cukup damai walaupun ... terkadang tidak aman."


"Tidak aman?"


Kurumi menoleh dengan sedikit mendongak untuk melihat Agler.


"Tidak aman karena akhir-akhir ini banyak monster yang muncul di dunia ini, padahal tidak pernah ada sejarah dan data tentang kedatangannya di masa lalu."


Agler mengatakan itu dengan ekspresi yang rumit, entah kenapa ia menunjukkan wajah seperti itu.


"Kalian tidak perlu khawatir, kalian akan aman berada di sisiku. Kau sudah melihat kekuatanku, kan?" Agler tersenyum ke arah mereka berempat.


Senyuman Agler begitu hangat seakan menyihir mereka berempat dengan perasaan aman dan nyaman


"Emm ... baiklah."


Keempat gadis itu tersipu malu ketika melihat senyuman Agler yang menawan.


Rasanya mereka sedang dihipnotis oleh senyuman Agler dan alam bawah sadar mereka masing-masing menyuruh mempercayai Agler.


"Ikuti aku, aku akan menjelaskan semua tentang kondisiku saat ini," kata Agler sambil berjalan menuju anak-anak yang sedang asik bermain dan wanitanya yang tidak sadar akan kehadirannya.


Alasan kenapa mereka tidak merasakan kehadiran Agler dan yang lain, hal itu dikarenakan oleh telekinesis Agler yang menyelimuti mereka semua yang membuat keberadaan mereka semua tidak disadari oleh orang, kecuali orang itu sudah melihat Agler dengan jelas.


Mereka berempat membuntuti Agler dengan langkah kaki yang kecil, dan terus berjalan sambil melihat pemandangan sekitar.