Savior System

Savior System
Bab 40 : Memusnahkan Draith Pt 05


Jendral tentara Amerika yang ada di dalam helikopter tempurnya tercengang melihat pemandangan ini melalui teropongnya.


Sangat menakjubkan jika melihat secara langsung daripada menonton dari video yang beredar di internet.


Monster yang sangat mengerikan dengan dua kepala banteng dan tubuh setengah badak, dia tidak bisa membayangkan jika monster itu menghancurkan kota New York.


Melihatnya dari jauh saja sudah membuat dirinya merasa ketakutan.


Walaupun dia adalah seorang jendral yang mempunyai banyak pengalaman dalam peperangan dan pertempuran, dan sudah terbiasa akan ketegangan dan rasa takut saat berperang.


Tetap saja rasa takut ketika dia melawan monster lebih besar daripada melawan seseorang manusia dengan senjata apinya.


Melihat dari ukuran dan aura monster ini sudah membuat orang biasa seperti dia, merasakan keputusasaan yang tak terhingga.


Orang-orang yang melihat monster lewat layar kaca juga merasakan ketakutan di lubuk hatinya.


"Mamah itu apa?" Anak kecil yang melihat monster di layar tv, dan ingin tahu apa sebenarnya makhluk itu dan dia bertanya kepada mamahnya.


Ibunya melirik anaknya yang masih balita bertanya tentang monster yang ada di dalam televisi.


Dia berhenti memasak lalu berjalan mendekati anaknya dan tersenyum. "Itu namanya monster jahat, monster itu suka makan orang dan juga katanya monster itu suka makan anak kecil yang nakal dan ga nurut sama mamahnya."


Mendengar jawaban dari ibunya,


Anak itu segera ketakutan dan langsung memeluk ibunya. "Dede nda bakal dimatan kan mah? Dede kan nda nakal, dede judha nuyut cama mamah~"


"Iya Dede ga nakal, Dede anak baik kesayangan mamah."


Anak kecil itu menatap televisinya lagi dan kebetulan dia melihat Agler yang disorot oleh kameraman berita.


"kalo itu siapa mah?" tanya anak itu lagi dengan rasa penasaran yang besar.


"Itu namanya pahlawan, dia adalah orang yang sangat kuat dan bisa mengalahkan monster jahat itu."


"Hebat! aku mau jadi pahlawan yang suka mengalahkan monster jahat!"


Ibunya tersenyum memandang anaknya yang bersemangat ingin menjadi seorang pahlawan, lalu ibunya berkata lagi, "Kalo kamu mau jadi pahlawan, kamu harus jadi anak yang baik dari sekarang, suka membantu sesama teman atau orang lain, Dede ngerti?"


Tentu saja anak ini tidak mengerti pada saat ini tetapi perkataan ibunya akan selalu diingat olehnya hingga dia dewasa.


Rem yang ada di rumah juga sedang menonton berita tentang Saviorman.


Dia merasa sangat familiar dengan orang yang sedang duduk disebuah singgasana es.


Mana orang itu terasa mirip dengan Agler majikannya.


Kamera berita kembali menyoroti Drithaur monster berkepala dua.


Melihat monster itu Rem langsung bisa merasakan krisis kematian.


Mungkin dia bisa melawan monster itu tetapi tidak bisa nengalahkannya.


"Aura penghancur yang sangat kuat!"


"Semoga orang yang dipanggil Saviorman bisa mengalahkannya!"


......................


Graaahhhh...!


Pada saat ini, Drithaur mengaum keras penuh amarah menunjuk ke arah 20 Golem itu.


Setelah auman itu keluar, jutaan Draith segera berlari dengan kecepatan maksimumnya menuju Golem yang jauh di depannya.


Duduk santai di singgasana-nya sambil menopang kepala dengan tangan kanannya.


Agler mulai memerintahkan Golem untuk maju menyerang Draith.


Golem-golem ini seperti robot yang bisa menjalankan apa yang diperintahkan Agler.


Seperti robot dengan fitur Oke gugel.


"FlameGolem berlari ke arah mereka dan bila kalian sudah dekat, keluarkan jurus Flame Punch!"


Mengerti apa yang pencipta suruh kepada mereka,


FlameGolem mengambil langkah maju menghadapi para Draith.


Asap debu berterbangan ketika FlameGolem berlari, setiap langkah membuat tanah retak dan hancur.


ThunderGolem masih ditempatnya dan tidak ikut maju menuju Draith seperti FlameGolem.


"ThunderGolem luncurkan jurus Lightning Rain."


Semua ThundeGolem mengangkat kedua tangannya dan membuat gerakan seperti memanah.


sszztttt zizizi~~


Suara petir dan kilat terdengar sampai 2 km dari Golem.


Panah dan busur besar yang dibentuk dari petir muncul di tangan setiap golem.


Menarik busur petir sepanjang 17 meter, lalu mengarahkan busur panah sedikit ke atas dengan sudut 75 derajat, mereka melepaskan anak panah petir secara bersamaan.


Whuusshh...!


10 anak petir melesat cepat mengarah pada jutaan Draith yang berlari mendekat.


Sebagian Draith mengangkat kepalanya menatap ke atas langit dan melihat 10 cahaya yang bersinar kecil seperti sedang menuju ke arah mereka.


Cahaya itu semakin lama semakin terang dan membesar.


Mereka merasakan ada yang tidak beres dengan cahaya itu.


Sepuluh cahaya itu bercabang menjadi ribuan cahaya saat jatuh cepat ke arah mereka.


Itu adalah anak petir yang dilepaskan oleh ThunderGolem dan anak petir itu membelah diri menjadi ribuan tetapi dengan ukuran yang lebih kecil.


Jika dilihat dari jauh seperti hujan petir maka dari itu Agler menamakannya Lightning Rain.


Para Draith sudah terlambat untuk menghindar, mereka tidak mungkin melarikan diri, dengan kecepatannya tidak mungkin lebih cepat dari kecepatan petir.


Menatap kosong ke atas langit, melihat puluhan ribu anak panah petir yang semakin dekat.


Mata mereka penuh dengan keputusasaan.


Boom...! Jlarrrr!!!


Boom...! Blarrr!!!!


Ribuan ledakan sambaran petir yang dahsyat menghancurkan para Draith.


Draith yang ada di radius ledakan berubah menjadi abu dan menghilang di antara langit dan bumi.


Ratusan ribu petir kecil menjalar pada Draith yang jauh dari jangkauan ledakan.


Draith yang jauh juga tidak bisa lepas dari serangan anak panah petir dan mereka hangus di tempat.


Petir dan kilat berlalu, menyisakan ribuan lubang yang dalam dengan luas puluhan meter pada setiap lubang dan tanah menghitam di sekitaran ledakan.


Agler mengangguk puas dengan jurus yang diciptakannya, akhirnya dia mempunyai cara sendiri untuk menyelesaikan tugas sistem dengan santai.


[Bunuh : 8.063.452 / 12.500.000]


Melihat indikator jumlah Draith yang telah dibunuh oleh ThunderGolem.


"Serangannya kuat banget gila!"


Dia tidak menyangka, jurus buatannya mempunyai kerusakan yang sangat kuat.


Satu anak panah bisa menghancurkan 800.000 lebih Draith.


Mengalihkan pandangannya ke ThunderGolem, Agler bisa melihat bola petir yang ada di tangan Golem menjadi lebih kecil dari sebelumnya.


Setiap ThunderGolem mengeluarkan skill atau jurus akan mengkonsumsi bola petir yang ada di tangannya.


Semakin banyak energi yang dibutuhkan saat mengeluarkan jurus semakin cepat juga Bola Petir mengecil.


"Sepertinya cuma bisa ngeluarin lima tembakan busur panah di setiap satu ThunderGolem."


Melirik FlameGolem yang sudah dekat dengan Draith yang masih hidup.


Agler menonton perubahan FlameGolem-nya.


Saat FlameGolem berlari semakin lama kedua tangannya membesar, Api di dadanya menyalurkan energi api menuju tangannya dan membuat tangan Golem menjadi besar dan terdapat retakan yang di isi oleh lava.


Postur berlari mereka juga berubah, sebelumnya berlari dengan dua kaki, sekarang tangan mereka juga menjadi kaki tambahan.


Terlihat seperti gorila yang berlari kencang.


Beberapa detik kemudian pertempuran terjadi antara FlameGolem dengan Jutaan Draith yang tersisa.


FlameGolem memukul ratusan Draith, setiap pukulan yang jatuh ke tanah membuat lubang di tanah dengan lebar puluhan meter dan terdapat bekas lava yang mengering di dalamnya


Draith yang terkena pukulan FlameGolem, tubuhnya langsung meleleh seperti margarin yang dipanaskan.


Para Draith melawan dengan kapaknya, memukul keras tubuh FlameGolem dengan kapak yang diselimuti energi merah yang sedikit.


Tubuh Golem rusak saat terkena pukulan Draith itu. Tetapi dengan cepat tubuh FlameGolem beregenerasi dengan cara tanah disekitarnya menyatu ke tubuhnya.


Pertempuran berlangsung beberapa menit, efektivitas FlameGolem membantai Draith, memakan waktu yang cukup lama jika dibandingkan dengan ThunderGolem.


Buummm!!!


FlameGolem memukul Draith terakhir menjadi darah yang mendidih di tanah.


Hanya tersisa satu lagi Draith yang masih hidup, yaitu Drithaur.


Melihat pasukan Draith-nya mati tanpa mayat oleh golem-golem ini.


Drithaur sangat marah, aura kesengsaraan dan niat membunuh menyatu pada tubuhnya.


Krakkkk!


Salah satu FlameGolem tiba-tiba hancur tanpa sebab.


Agler yang menonton dari jauh tahu alasan satu FlameGolem-nya hancur seketika.


Karena senjata mace yang digenggam oleh Drithaur memiliki rantai.


Dengan kecepatan ayunan yang sangat cepat, bola berduri yang terdapat di senjata mace terlempar lalu rantainya merenggang.


Saat bola berduri itu menghancurkan satu FlameGolem-nya dari jarak jauh, rantai yang merenggang menarik kembali bola itu ke Drithaur.


"Ga nyangka bisa cepat gitu!"


"Oke gua nyalain mode serius!"


FlameGolem yang hancur berkeping kembali ke bentuk semula.


Sepuluh FlameGolem dengan cepat mundur mencari posisi aman untuk bersiap-siap melakukan penyerangan.


Akhirnya Agler mulai serius untuk melawan satu Draith ini.