
'Kenapa hanya tiga menit?' Agler berkata dengan bingung di dalam hati. 'Bukankah biasanya tiga hari atau tujuh hari?'
Dalam pandangan Clark, ekspresi wajah Agler berubah-ubah saat menundukkan kepalanya menatap tanah.
[Ding! Ketentuan yang berlaku sudah seperti itu. Setiap dunia akan memiliki perbedaan waktu untuk bisa Anda tinggali sementara waktu.]
Mengingat kembali ke pertama kali Misi Sepuluh Ribu Dunia muncul dan diadakan, Sistem telah menjelaskan mengenai berapa lama waktu yang dapat Agler tinggali.
Semua itu tergantung pada dunia yang dikunjungi, hukum dunia dan alam semesta setiap dunia itu tidaklah sama, dan ada beberapa tingkatan.
Apa yang bisa dilakukan oleh sistem hanya sebesar itu saja untuk Agler tinggal, hukum dunia sulit untuk ditentang.
Sistem masih belum diketahui berasal dari mana, entah di dari keberadaan di dimensi tertinggi atau bukan. Setiap dia bertanya jawabannya tetap sama, yakni Sistem tidak bisa menyebutkan perihal itu.
Mau tidak mau Agler harus pergi dari sini, lagi pula misi sudah selesai.
"Clark, aku tidak bisa tinggal lebih lama, satu menit lagi aku akan pergi." Agler berjalan menuju Clark yang masih berdiri sembari memandang aneh kepada dirinya.
Menggelengkan kepalanya dengan cepat untuk menyadarkan diri sendiri, lalu dia mengubah ekspresinya. "Kau ingin pergi ke mana?"
"Aku akan pergi ke tempatku berasal." Agler menepuk sekali bahu Clark.
"Di mana? Bolehkah aku mengunjungimu di sana?" tanya Clark yang tertarik untuk pergi ke tempat Agler.
Tetapi ini takkan bisa. Dia tidak tahu apakah di masa depan Agler bisa membawa Clark Kent ke dunianya.
Agler menggelengkan kepalanya dan sedikit sedih. "Maaf, Clark. Aku belum bisa memberi tahu tempat aku berasal kepadamu."
"Kalau begitu, aku tidak akan memaksamu untuk memberi tahu."
Clark memahami kondisi Agler, sebagai orang yang baru saja dia temui, ia tidak boleh terlalu antusias dan agresif.
"Aku memiliki sesuatu untukmu, ambil ini." Agler mengorek kantung hoodienya, lalu menyerahkan satu buah kacang ke telapak tangan Clark.
"Apa ini?" Clark bertanya pada Agler dengan wajah ingin tahu.
"Ini adalah kacang peri, kegunaannya adalah untuk menyembuhkan luka akibat pertarungan, penyakit tidak dapat disembuhkan ...." Agler berhenti sesaat karena Sistem memberi pengingat baginya bahwa waktu tersisa lima belas detik lagi, lalu dia melanjutkan, "Gunakan ini saat terluka parah atau mendekati kematian."
"Oke, aku mengerti." Clark mengangguk lalu memegangnya dengan erat.
"Aku akan menghilangkan tanah ini terlebih dahulu." Agler segera pergi ke atas arena pertarungan.
Kemudian dia mengangkat tangannya ke depan.
Sebuah lingkaran sihir berwarna cokelat dengan simbol yang tak dikenal muncul di depan telapak tangannya, perlahan memutar.
Arena pertarungan langsung bergetar hebat lalu terpecah belah menjadi bagian dengan beberapa ukuran.
Bongkahan tanah itu terbang menuju lingkaran sihir Agler dan menghilang di sana, seakan lingkaran itu menyedot bongkahan tanah itu ke dalam.
Dalam beberapa detik tanah yang begitu luas menghilang, kota yang gelap kini telah kembali terang, tak lupa Agler menghilangkan awan hitam yang tersisa dengan kekuatan buah getaran.
Menoleh ke arah Clark yang melayang di kejauhan, Agler melambaikan tangan kepadanya, dan pergi melesat ke luar bumi.
Melihat lintasan ketika Agler pergi, Clark mencoba untuk mengikutinya, namun saat di luar atmosfer Bumi, Clark tidak melihat apa-apa.
"Ke mana dia?" Penglihatan x-ray dinyalakan untuk melihat ke area sekitar.
Hasilnya tetap saja, dia tak melihat jejak Agler satu pun.
"Terima kasih," ucap Clark sembari melihat ke satu arah di luar angkasa.
....
Sebuah cahaya putih yang bersinar terang muncul kembali di permukaan matahari.
Sosok manusia muncul dengan mengenakan kostum manusia super hitam.
"Aku lupa untuk tidak pamer kostum ini kepada, Clark." Agler berkata sambil tersenyum.
Baju atau jas manusia super ini berasal dari Clark Kent. Terlalu senang saat bertemu tokoh pahlawan di dunia film sehingga membuatnya terlupa dengan hal yang seru ini. Tapi, kalau dipikir lagi saat Agler memakai kostum ini, apakah dia tidak akan curiga dan menganggap Agler seorang pencuri. Sepertinya itu beresiko.
"Omong-omong, kenapa sistem memintaku untuk mengambil mayat General atau Jendral Zod ini?" Agler bergumam sembari sedikit menebak.
"Sistem, apa gunanya mayat yang aku ambil?" tanya Agler pada Sistem.
[Ding! Tubuh Zod termasuk ke dalam bahan untuk melakukan fusion suatu kemampuan.]
[Terdeteksi bahan untuk melakukan fusion kemampuan telah terkumpul!]
[Tubuh Zod + Tenseigan Eyes + Phoenix Eyes \= ???]
[Apakah Tuan Rumah ingin melakukan penggabungan?]
[Membutuhkan 1000 Savior Coin untuk melakukan fusion]
"Lakukan fusion!" Agler berkata tanpa ragu.
Ia pernah bilang bahwa melakukan fusion keterampilan tidak akan membuatnya rugi, tapi sebaliknya itu akan membuatnya untung.
[Mulai melakukan fusion...]
[1%...]
[5%...]
[12%...]
Proses penggabungan kali ini tidak begitu lama dan juga Agler tidak merasakan sakit apa pun.
Berbeda dengan penggabungan saat pertama kali dia lakukan, yakni Bloodline Phoenix. Penggabungan itu benar-benar menyedot keringat dan ketahanan tubuhnya.
Rasa sakit itu benar-benar tidak terlukiskan, rasanya seperti dia dicincang tubuhnya sampai ke bagian terkecil, lalu disembuhkan lagi dan dicincang sekali lagi, siklus itu terulang selama beberapa waktu sampai proses selesai.
Syukurnya sekarang dia tidak merasakan kesakitan itu lagu dalam proses ini.
Agler menunggu proses fusion selesai sembari dia memejamkan mata mengingat karakter wanita yang ada di film yang pernah ia tonton.
[90%...]
[96%...]
[100%...]
[Ding! Fusion telah selesai!]
[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Keterampilan Xenophod Eyes!]
[Xenophod Eyes]
[Efek: 1. Semua kemampuan Tenseigan masih dapat diakses untuk digunakan. (Diperkuat) 2. Semua kemampuan Phoenix Eyes dapat digunakan. 3. Phoenix Heat Vision: mengeluarkan sinar ungu-merah dari kedua mata menimbulkan efek panas yang suhunya mencapai 500 juta derajat celsius.]
"Kekuatan mata?" Agler menatap layar hologram transparan di depannya.
Kemudian dia membaca sederet tulisan yang di layar hologram ini sampai selesai.
Beberapa detik kemudian Ager telah selesai membaca informasi mengenai penjelasan keterampilan atau kemampuan yang dia dapatkan dari hasil penggabungan.
"Menarik!" ucap Agler setelah membaca layar hologram transparan.
"Kekuatan Tenseigan diperkuat dan kekuatan Phoenix Eyes masih bisa digunakan, hanya ada satu efek baru yaitu bisa menembakkan sinar laser dengan energi panas murni." Agler bergumam sambil menatap layar hologram.
"Aku ingin mencoba untuk mengaktifkan kekuatan ini."
Sosok Agler menghilang di detik selanjutnya dan dia muncul di atmosfer Aquater hanya dalam beberapa detik.
Sebuah cermin bundar muncul di depan Agler, dan ia melihat tampilannya di dalam cermin.
Matanya yang normal mulai berubah secara perlahan dan bertahap, pupil matanya yang bulat menjadi pupil mata Tenseigan namun dengan warna yang berbeda, yaitu ungu-merah, bagian putih mata tetaplah sama.
"Ini mirip dengan mata Tenseigan, namun berbeda warna saja," gumam Agler sambil memandangi pupil mata barunya.
[Tidak, Tuan Rumah. Terdapat simbol "+" di pupil mata dengan warna biru.]
Agler segera menatap dengan lekat matanya di dalam cermin mencoba untuk melihat pola yang dimaksud Sistem.
Benar apa yang dikatakan Sistem, Agler melihat pola "tambah" di tengah pupil matanya, tetapi nampak samar-samar dan tidak begitu jelas.
"Keren, aku suka ini." Ager mengangguk puas dengan mata barunya.
Kemudian dia menonaktifkan matanya dan kembali ke mata normalnya.
"Aku ingin mencobannya, tapi aku ingin menarik hadiah tiket lotere." Agler hendak menguji kekuatan matanya tapi tidak jadi.
Kini Agler masih ingin menarik hadiah tiket lotere. Sudah lama dia tidak memutar lotere dan sekarang Agler ketagihan untuk memutar lotere lagi.
Padahal baru saja dia memutar lotere, tapi keinginan untuk menggunakan tiket muncul kembali.
"Sistem, aku ingin memutar lotere!" Agler berkata sambil memandangi planet Aquater di bawahnya.
[Mulai memutar lotere...]
Mesin lotere berbentuk bulat dengan bola-bola kecil berwarna-warni di dalamnya.
Bola itu teracak-acak dengan cepat kemudian tiga bola dengan warna yang berbeda keluar dari mesin lotere.
Tiga bola dengan warna masing-masing keluar melayang di depan Agler, lalu satu per satu membuka isinya.
[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Karakter, Item Bumblebee dari Transformers!]
[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Item Meriam Angin dari Doraemon!]
Satu bola terakhir belum membuka isinya, tiba-tiba saja bola itu bergetar mengeluarkan hawa gelap dari dalamnya, dan kemudian ... isi yang ada di dalamnya keluar.
[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Kemampuan Shadow Extraction dari Sung Jin Woo Solo Leveling!]
[Semua tiket lotere telah digunakan!]
Agler membeku saat mendengar hadiah yang terbuka di sesi terakhir.
"Shadow Extraction?" Agler bergumam tanpa sadar.
Kemampuan ini adalah kemampuan yang sangat dia ingat dari kehidupan sebelumnya. Kemampuan dari seseorang atau karakter fiksi yang cukup keren kekuatannya bahkan terbilang kuat.
[Apakah Tuan Rumah ingin mengeluarkan hadiah?]
Suara mekanis Sistem terdengar, segera Agler pulih dari keterkejutannya.
"Tahan, Sistem. Aku akan pergi ke rumah!"
Setelah kata-kata itu keluar, Agler menghilang dari atmosfer Aquater dan pergi ke rumahnya.
Sesampainya di rumahnya, Agler berjalan ke garasi rumah dan masuk ke dalamnya, di sini masih ada ruang kosong yang cukup untuk diisi oleh satu mobil.
Kebetulan hadiah pertamanya adalah Bumblebee mobil Chevrolet Camaro berwarna kuning.
"Letakkan Bumblebee di sini, Sistem!" Agler menunjuk ruang kosong di depannya.
[Ding! Hadiah sedang dikeluarkan!]
Segera cahaya putih bersinar terang di dalam bagasi ini, untungnya bagasi ini tertutup dan cahaya sedikit yang bisa keluar.
Cahaya yang terang itu semakin memudar dan akhirnya menghilang, sebuah mobil mewah berwarna kuning muncul di depan Agler.
"Bumblebee?" Agler mencoba memanggil mobil di depannya.
Mobil ini tidak bereaksi sama sekali, Agler segera menghampiri dan masuk ke dalam mobil kuning ini.
"Bumblebee?" panggil Agler sekali lagi.
Tiba-tiba, mesin mobil menyala dan lampu depan mobil bersinar.
{Halo, Tuan!}
Suara dari berbagai radio dari seluruh dunia berbunyi, suara ini adalah khas dari Bumblebee.
"Syukurlah, aku kira kau tidak berfungsi." Agler menghembus nafas lega.
Ia kira Bumblebee tidak aktif, atau mobil ini bukan Bumblebee, sebab dia memanggil tapi tak ada jawaban.
"Oke, Bee. Kamu di sini dulu, aku akan memanggil melalui Jarvis, kau mengobrol dengannya saja dengannya." Agler berkata lalu keluar dari mobil.
{Baik, Tuan.}
Mobil kuning ini berbunyi dengan suara yang berasal dari berbagai radio.
"Oke, Bee." Agler mengangguk lalu keluar dari bagasi rumah.
Sehabis mengeluarkan Bumblebee ia berniat untuk mengeluarkan hadiah selanjutnya.
Sosok Agler menghilang begitu saja di halaman depan dan dia muncul di langit pada ketinggian puluhan kilometer dari permukaan tanah.
"Keluarkan item selanjutnya, Sistem!" pinta Agler pada sistem.
[Ding! Mulai mengeluarkan Meriam Angin!]
Sebuah cahaya putih muncul lagi, dan sesuatu benda jatuh.
Dengan refleks tubuhnya yang cepat, tangannya menyambar benda itu dan menangkapnya.
Benda hitam yang mirip dengan moncong sebuah meriam tapi dalam bentuk kecil dipegang oleh tangannya ini. Nampaknya Agler pernah melihat benda ini di salah satu film fiksi.
"Bukankah ini benda milik robot kucing itu?"
Dalam pikirannya terbesit sosok robot kucing berwarna biru dan putih, robot ini sangat terkenal di kehidupan sebelumnya.
"Meriam Angin milik Doraemon?"
[Benar, Tuan Rumah.]
"Benar apa yang aku duga, ini adalah Meriam Angin." Agler membolak-balikkan benda ini dan melihat moncong meriam angin.
"Kalau tidak salah ingat, cara pakainya adalah dengan memasukkan tangan pada lubangnya."
Kepalan tangan kanan Agler dimasukkan ke dalam lubang Meriam Angin, lubang ini cukup pas, tidak sempit dan juga tidak lebar.
"Lalu setelahnya adalah mengucapkan kata .... Dorrrr!"
Bertepatan dengan ucapan itu keluar, benda yang menempel pada tangan kanan Agler mengeluarkan tembakan angin yang kuat.
Angin itu tidak sengaja membuat lubang pada awan di kejauhan.
"Ini cukup kuat!" Agler memuji benda kecil ini.
Meski tidak begitu kuat dibandingkan dengan kemampuannya, benda ini dapat dibilang benda yang cukup kuat apabila disandarkan dengan senjata yang ada di dunia ini.
Mengingat tidak ada amunisi untuk mengeluarkan gelombang angin yang kuat, ukurannya yang praktis dan mudah dibawa ke mana-mana, ini senjata yang kuat.
"Aku harus menyimpan ini di rumah dan memberi tahu ke wanitaku apa fungsi benda ini." Agler berpikir untuk menyimpannya di rumah dan berkata.
"Senjata yang cocok digunakan saat dalam keadaan darurat."
Alat keamanan rumah bertambah selain Baymax, rumah bertambah aman dari bahaya.
"Dan yang terakhir! Sebutkan hadiah yang terakhir, Sistem!" Agler berkata tidak sabaran, sebab dia tahu hadiah terakhir ini.
[Shadow Extraction: Kemampuan yang memungkinkan penggunanya untuk menghidupkan kembali makhluk hidup seperti monster, binatang, manusia, dan lainnya-lainnya. Kelemahan seperti hanya dapat mengekstrak makhluk dengan mana telah dihapus oleh Sistem, secara tidak langsung juga kelemahan ekstraksi tidak dapat digunakan pada target yang telah lama mati dihapus oleh Sistem, dan kelemahan peluang ekstraksi hanya tiga kali telah dihapus oleh Sistem.]
[Catatan: Kelemahan tidak bisa mengekstraksi makhluk yang lebih kuat dari pengguna masih berlaku, juga makhluk yang terkontaminasi masih berlaku. Prajurit Bayangan akan memakan mana saat mati dan hidup kembali, sama seperti yang di karya fiksinya.]
"Jadi, apakah sekarang aku bisa membuat pasukan bayangan?!"
Agler terperangah tak percaya, kemampuan yang Agler favoritkan di kehidupan sebelumnya sudah dia dapatkan sekarang.
Mimpinya menjadi penguasa bayangan dan milf akan terwujud.