
Walaupun Agler sudah tidak ada di lapangan dan pergi menuju ke dalam Guild.
Para petualang masih terkejut dan terpesona dengan kekuatan Agler.
Kekuatan yang sangat luar biasa, mereka bahkan bertanya kepada dirinya sendiri, apakah manusia bisa mencapai ini.
Sejujurnya hal yang ditampilkan oleh Agler tadi bukan kekuatan sepenuhnya, bahkan bukan setengahnya.
Kekuatan fisik Agler tidak boleh diremehkan, dia belum mengeluarkan tinjunya untuk menyerang makhluk di sini.
Walaupun dia akhir-akhir ini sering memakai sihir atau kemampuan elemen dan pikiran untuk melawan monster atau makhluk yang lemah.
Dia melakukan itu karena terlalu malas bergerak apalagi mengeluarkan tenaga ekstra untuk memukul makhluk yang lebih lemah, dia berfikir terlalu berlebihan jika dia mengeluarkan kekuatan pukulannya untuk menghancurkan yang lemah.
Tentunya kurang epic jika dibaca.
Berjalan mengikuti Guild Girl, lalu mereka menaiki tangga, Agler tidak melihat Penyihir sexy itu.
Tapi, dia juga tidak perduli dengannya.
Dia tidak bisa memasukkan wanita sembarangan ke Istana haremnya, harus ada persyaratan yang sesuai dengan keinginan Agler.
Tok! Tok! Tok!
Guild Girl mengetuk pintu ruangan Pemimpin Guild, dan Agler berdiri diam di belakangnya.
Tidak lama setelah pintu diketuk, suara Pemimpin Guild terdengar dari dalam ruangan.
"Silahkan masuk.."
Mendengar perintah Pemimpin Guild, Guild Girl membuka pintu dan mereka berdua masuk ke dalam.
Pria yang terlihat sekitar berumur 50 tahun dengan janggut dan rambutnya agak beruban, berdiri dari kursinya.
"Halo, Tuan Cullen!"
"Halo!"
Mereka berdua berjabat tangan, lalu pemimpin Guild meminta Agler untuk duduk.
"Begini Tuan Cullen, langsung ke intinya saja, saya memanggil anda untuk memberi kalung ekslusif ini untuk anda ...."
Pemimpin Guild menyerahkan kalung berwarna ungu ke tangan Agler.
Agler melihat kalung yang terlihat keren ini beberapa detik, lalu menyimpannya di ruang sistem.
Dalam pandangan Pemimpin Guild dan Guild Girl kalung itu menghilang di udara tipis.
"I-itu kemana perginya kalung?"
Melihat ini pemimpin Guild bertanya dengan gugup.
"Saya simpan," Agler menjawab dengan singkat.
"Oh oke."
Mendengar ini pemimpin Guild terdiam sejenak, lalu kembali tersenyum.
"Selamat Tuan Cullen sudah menjadi petualang peringkat Platina tercepat dalam sejarah!"
Pemimpin Guild mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, lalu Agler menjabat tangannya.
"Terima kasih Pemimpin Guild!"
Setelah berbincang beberapa kata dengan pemimpin Guild, Agler pamit untuk pulang.
Saat keluar turun ke lantai 1 banyak para petualang yang memuji, dan menjilati dirinya.
Tidak sedikit yang meminta maaf karena ucapannya kepada Agler sebelumnya.
Agler tidak begitu memikirkan masalah itu, dia hanya tidak ingin terlihat lemah di mata orang, dan tidak ingin direndahkan di depan banyak orang.
Lagipula, dia tidak memiliki dendam kepada mereka, jadi Agler memaafkan mereka atas perbuatannya tadi.
Setelah itu Agler bergegas ke rumah paman Cow Girl.
Saat berjalan keluar dari kota, Agler melihat sosok Sword Maiden yang juga sedang keluar dari kota itu.
Melihat lebih jelas, Agler melihat Sword Maiden remaja membawa satu kantong besar di tangannya.
Sword Maiden remaja kebetulan melihat Agler dan segera menghampirinya.
"Apa itu?"
Melihat kantung yang dipegang Sword Maiden, dan bertanya kepadanya.
"Hehehe~ Ini koin emas yang aku menangkan dalam pertaruhan di Guild!"
"Pertaruhan?"
"Iya! tadi banyak petualang yang bertaruh karena kamu!"
"Pertaruhan tentang kamu membual atau tidak.."
"Sebagai orang yang aku su-... eh sebagai orang yang aku kenal pasti aku memasang taruhan bahwa kamu punya kekuatan, karena aku sudah melihat kekuatanmu!"
"Seperti yang kamu lihat aku menang taruhan hahaha~"
"Tapi aku masih tidak menyangka kamu sekuat itu ...."
Ternyata bocah yang memasang taruhan bahwa Agler punya kekuatan dan tidak berbohong tadi adalah Sword Maiden remaja.
Mendengar penjelasan Sword Maiden, dia mengerti apa yang terjadi ketika dia menampilkan kekuatannya.
"Apakah kamu senang?"
"Senang!"
"Baik, ayo kita pulang bersama!"
Sword Maiden mengangguk, lalu mereka berdua berjalan bersama menuju rumah paman Cow Girl.
..................
Sudah 6 hari, Agler tinggal di dunia ini.
Ada hal yang terjadi dari beberapa hari kemarin, salah satunya Agler berhasil menaklukkan Sword Maiden remaja dan juga kakak tertua dari tiga bersaudara, jadi sekarang anggota haremnya bertambah.
Dan juga rombongan Agler sudah sampai di Kota Air kemarin, Orang tua Cow Girl tidak ikut pergi karena mereka ingin tinggal di rumah paman Cow Girl, jadi yang ikut hanya Agler, Kakak GS, Goblin Slayer kecil, Tiga perempuan bersaudara dan Sword Maiden remaja.
Tapi sayangnya, Sword Maiden remaja tidak ikut perjalanan lagi, karena dia ada urusan dengan Kuil Dewanya, sebenarnya dia itu adalah seorang biarawati di sebuah kuil.
Agler sudah mengetahui ini, jadi dia tidak akan membawa Sword Maiden sekarang, mungkin di masa depan bila ada misi sistem ke dunia ini.
Dia membiarkan Sword Maiden berjalan seperti yang seharusnya di dunia ini, meningkatkan kekuatannya sendiri hingga sampai menjadi petualang yang membunuh Raja Iblis.
Di sebuah penginapan di Kota Air, Agler terbangun dari tidurnya, melihat ke samping dan melihat dua wanita yang tertidur pulas dengan senyum di wajah mereka.
Wanita ini adalah kakak GS dan Kakak tertua.
Sword Maiden tidak ada karena dia sudah pergi ke kuil-nya kemarin, dan Agler juga memberinya cincin yang ditempa di kota sebelumnya dan dia isi dengan mananya serta beberapa kekuatan elemennya untuk melindungi Sword Maiden di keadaan yang terpojok.
Cincin itu juga, tanda bahwa Sword Maiden adalah milik Agler.
Semalam mereka melakukan pertempuran yang sangat luar biasa, pada awalnya Agler tidak ingin melakukan pertempuran tadi malam, tetapi karena dua wanita ini yang menerobos masuk ke kamar yang dia sewa, dan dengan wajah yang menggoda, mereka membujuk Agler untuk bermain.
Pertempuran pun tidak terelakkan dan terjadilah kegiatan seperti yang kalian bayangkan.
Alasan karena Agler tidak memasukkan kedua adiknya kakak tertua ke dalam harem, karena terlalu banyak tentunya dan mereka juga tidak sebegitu suka kepadanya seperti kakak tertua.
Biarlah mereka hidup sesuai keinginan mereka.m berdua.
Melihat pipi imut wanita yang selalu bertanggung jawab melindungi adiknya ini, Agler tidak menahan untuk tidak menciumnya.
Setelah dicium oleh Agler, ekspresi mereka semakin bahagia, sepertinya mereka tahu bahwa dirinya telah dikecup oleh Agler.
Agler bangkit dari kasur, lalu bersiap-siap untuk keluar dari penginapan sebentar.
"Kita mau kemana Nii-san?"
Memandang Goblin Slayer yang bertanya, tersenyum lalu menjawab, "Kita akan menemui gurumu yang akan membantumu lebih kuat ...."
"Guru?"
Goblin Slayer kecil agak terlihat bingung, melihatnya seperti ini, Agler berbicara lagi.
"Kamu harus menjadi kuat untuk melawan goblin yang menyerang desa seperti desamu, goblin itu makhluk bodoh tetapi dia bisa mempelajari keterampilan dari pengalamannya, goblin bisa berkembang menjadi kuat ...."
"Dan kamu juga harus menjadi kuat, jangan selalu bergantung kepada orang lain, kuatkan lah dirimu hingga dirimu menjadi tempat orang lain meminta pertolongan, apakah kamu mengerti?"
Mata Goblin Slayer kecil menjadi tegas, dengan semangat dia menjawab, "Aku mengerti Nii-san!"
Seperti yang diharapkan dari tokoh utama dunia ini, kecerdasan Goblin Slayer kecil memang lebih tinggi dari anak yang lain.
Kemudian dia melanjutkan perjalanan menuju tempat Rhea sang guru Goblin Slayer.
Di sepanjang jalan Kota Air banyak orang yang melihatnya seperti sedang memuja, dan juga banyak orang yang memujinya.
Itu semua karena peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu saat Agler menunjukkan kemampuannya, dan kehebatannya telah tersebar ke seluruh kota dan desa terdekat, bahkan sampai ke kota Air.
Tidak sedikit juga yang tahu kekuatannya yang luar biasa, hingga dia memiliki julukan lain yaitu One Mage Spelless.
Banyak orang yang mengenali Agler sebagai sang penyihir tanpa mantra, oleh karena itu banyak penyihir yang menganggap Agler sebagai tujuannya dan juga idolanya.
Saat berjalan melewati jalanan besar Kota Air, dia merasa semakin kurang nyaman jika dipuji dan dijadikan bahan pemujaan orang lain.
Agler memutuskan untuk terbang menuju Goa tempat Rhea tua guru Goblin Slayer kecil berada.
"Pegang tanganku anak kecil ..."
Goblin Slayer kecil langsung mengikuti perintah Agler, lalu memegang tangannya.
Whooshhh....
Mereka berdua terbang dengan cepat, hingga menghasilkan angin ke belakang tempat para penduduk melihat, rok petualang wanita terangkat dan membuat mereka menjerit malu.
"Aaaa~"
"Jangan lihat dasar bodoh~"
"Hentai!"
Pada saat yang sama, Kakak GS dan kakak tertua terbangun, lalu saling memandang malu, mereka berdua teringat kejadian yang semalam.
"Apakah kamu merasakannya?"
Kakak GS tiba-tiba bertanya kepada Kakak Tertua, dan itu membuat kakak tertua bingung.
"Merasakan apa?"
"Aku merasa tubuhku menjadi lebih segar dan tidak mudah lelah, apakah kamu juga?"
Kakak tertua yang mendengar ini, langsung tersadar, dia mengira hanya dirinya saja yang mengalami seperti itu.
"Iya, aku juga!"
"Semenjak aku berhubungan dengan pria itu~ aku merasa lebih awet muda, sedikit lingkaran hitam yang aku punya sudah menghilang"
Kakak GS belum memahami apa yang mereka alami, sepertinya dia harus bertanya kepada Agler yang membuat mereka seperti ini.
"Sepertinya kita harus meminta penjelasan dari si pria yang sangat kuat itu!"
"Hu'um"
Kakak tertua mengangguk cepat, menyetujui saran kakak GS.
.....
Di sisi lain, Agler dan Goblin Slayer kecil mendarat di sebuah Goa yang gelap, tetapi menurut Great Red ada seseorang di sini.
Melihat badai salju di luar Goa, Agler semakin familiar dengan tempat ini, sepertinya ini tempat Rhea yang tua menguji Goblin Slayer kecil.
Blarr...!
Dia membuat bola api kecil untuk menerangi tempat ini, Agler dan Goblin Slayer kecil perlahan berjalan masuk ke dalam.
"Siapa itu?!"
Mereka berdua mendengar suara seperti suara orang yang sudah tua, Agler tahu ini adalah suara Rhea si Guru Goblin Slayer.
"Aku ke sini datang karena ingin meminta tolong kepadamu!"
"Tolong?"
Perlahan sesosok makhluk mirip seperti goblin tetapi bukan goblin datang, terlihat lebih kecil daripada Goblin Slayer kecil ini.
Tapi Agler tidak bisa meremehkan dia, karena dia lah yang bisa membuat Goblin Slayer menjadi kuat dan penuh strategi.
"Tolong ajarkan dia bagaimana melawan goblin dengan benar ...."
Agler membuat isyarat kepada Goblin Slayer kecil untuk maju.
"Dia?"
"Iya, anak kecil ini."
"Apakah ada sesuatu yang bisa membuatku ingin mengajari anak kecil ini?"
Mendengar ucapan Rhea Agler langsung mengerti, Rhea adalah ras seperti hobbit yang suka mengumpulkan harta dari petualang yang gugur di dalam misi, jadi Rhea di depannya senang sekali dengan harta.
Karena itu Agler sudah menyiapkan benda yang membuat Rhea mungkin tertarik, kemudian dia mengeluarkan 100 buah Senter SWAT yang dia beli dari Mall sistem seharga 1 Savior Coin.
Melihat benda yang tiba-tiba muncul dari udara, Rhea langsung tertarik dan mendekat kepada Agler.
"Aku memberimu benda ini, untuk kesepakatan kita!"
"Coba aku lihat!"
Agler menyerahkan satu buah Senter SWAT kepada Rhea tua ini.
"Benda panjang apa ini?"
Melihat Rhea yang tidak mengerti Agler segera menjelaskan fungsi senter ini.
Mengikuti gerakan Agler, Rhea ini memencet tombol on off di badan senter, seketika Goa ini menjadi terang.
"Waaaahhhh, benda ajaib yang keren!"
"Aku belum pernah melihatnya seumur hidupku!"
Melihat Rhea tua yang sekarang kegirangan ini, Sepertinya dia berhasil.
"Semua senter ini milik kamu, tapi kamu harus mengajarkan anak ini sampai dia hebat dalam melawan Goblin, kamu setuju?"
Rhea tua ini sedikit menimbang keputusan, dan akhirnya dia setuju dengan kesepakatan Agler.
"Oke, aku setuju!"
"Baik, aku ingin berbicara kepada anak ini sebentar ...."
Agler berjongkok dan memandang dengan serius Goblin Slayer kecil ini, lalu berkata, "Aku akan menyerahkanmu kepada orang tua ini, ingat apa yang aku katakan sebelumnya, kamu harus kuat ketika kamu dewasa, aku akan meninggalkanmu di sini bersama guru barumu!"
"Tetaplah semangat dan ingat apa tujuanmu, mungkin kamu akan belajar dengan gurumu selama beberapa tahun lamanya, setelah itu kamu harus segera kembali ke rumah paman Cow Girl atau ke rumah di desa asalmu!"
"Jangan mencari aku dan kakakmu setelah berguru di sini, karena aku akan pergi ke tempat yang jauh bersama dengan kakakmu dalam beberapa tahun, mungkin kita berdua akan kembali ketika kamu telah dewasa ...."
"Ingat 6 bola yang waktu itu aku beri, gunakan itu sebaik mungkin!"
Lalu Agler mengeluarkan dua kacang peri dan memberinya kepada Goblin Slayer kecil ini.
"Makan ini jika kamu sedang sekarat, kamu bisa memberikan orang lain juga, kacang ini bisa membuatmu pulih seketika dari luka separah apapun!"
"Ini perpisahan kita, jangan menangis, tidak ada gunanya, itu akan membuat terlihat lemah, kakakmu dan aku selalu mendukungmu!"
"Jadilah orang yang kuat Nak!"
Agler perlahan berdiri sambil mengusap kepada Goblin Slayer kecil.
"Mungkin akan ada hadiah jika kamu sudah menjadi kuat seperti yang aku harapkan ...."
"Benarkah!"
Mata Goblin Slayer kecil menjadi cerah dan ekspresinya bersemangat.
"Benar!"
"Baiklah, Nii-san aku akan menjadi kuat ketika aku dewasa!"
"Bagus, sekarang aku akan meninggalkanmu kalau begitu!"
"Terima kasih Nii-san sudah banyak membantuku dan juga kakakku, titip salam dan jaga Onee-san untukku Nii-san!"
"Sama-sama, pasti aku akan jaga!"
Mengalihkan pandangannya kepada Rhea yang asik dengan senter SWAT ini.
"Aku akan meninggalkan anak ini, ingat apa yang kita sepakati!"
"Aku tidak akan mengingkari janjiku!"
Melihat ini, sepertinya Rhea tua ini bisa dipercaya.
"Baik, aku akan pergi!"
"Selamat tinggal, Nak!"
"Kita akan bertemu kembali di waktu yang akan datang!"
Goblin Slayer mengangguk dan melambaikan tangannya sambil menahan tangis.
Setelah itu Agler langsung terbang kembali dengan cepat menuju Kota Air.
Rhea melihat Agler yang menghilang sangat cepat, dia menggelengkan kepalanya, dia tidak mengerti kenapa orang kuat seperti itu menyuruhnya untuk mengajarkan anak ini menjadi ahli dalam melawan goblin.
Dia tidak terlalu memikirkannya, lalu menatap Goblin Slayer kecil dan menyuruhnya untuk berjalan mengikutinya ke dalam Goa.