
Blaaarrr...!
Dua tangan Mark I mengeluarkan semburan api yang besar, membakar semua yang ada di depannya.
"Tony, kamu sedang membakar apa? targetmu masih jauh di sana," ucap Agler sambil menggelengkan kepalanya tanpa daya.
Semburan api Tony tidak membakar musuh sedikitpun, apinya hanya membakar barang yang mudah terbakar di jangkauan semburannya di pangkalan ini.
"Maaf, Yinsen." Tony berkata dengan canggung, lalu dia mengeluarkan rudal kecil dengan cara manual.
Swoosh...
Duar!
Rudal itu menghancurkan batu tempat persembunyian dua musuh itu.
Penjaga yang mati itu tidak tahu akan kematian yang tiba-tiba, mereka kira akan aman jika bersembunyi di situ.
"Bagaimana?" tanya Tony Stark menoleh ke arah Agler.
"Lumayan untuk saat ini, tetapi di masa depan rudal itu tidak dapat diandalkan," jawab Agler memberi penilaian, tetapi ucapannya ada benarnya, di masa depan dia tidak akan bisa membunuh lawan yang lebih kuat dengan rudal itu.
"Benar, karena itu aku ingin mengembangkan baju besi ini, tapi aku tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud tentang masa depan itu," ucap Tony Stark sambil menatap Agler dengan rasa penuh ingin tahu.
"Aku akan memberitahumu nanti, sekarang aku akan membawa kalian pulang." Agler berjalan menghampiri Tony Stark, Yinsen pun mengikutinya.
"Bagaimana caranya?" tanya Yinsen heran, dia tidak melihat kendaraan apapun yang memungkinkan bisa membawa mereka pulang, karena semuanya sudah terbakar hangus oleh Tony Stark tadi.
"Ouh iya aku lupa memberitahu kalian, aku tidak punya tempat untuk pulang, kampung telah rusak dan hilang karena geng ini," kata Yinsen dengan wajahnya kelihatan sedih.
Tony Stark menepuk pundaknya, yang membuat Yinsen merasakan sakit.
"Aduh!" lirih Yinsen kesakitan.
"Maaf aku lupa, aku masih menggunakan baju besi ini!" ucap Tony meminta maaf kepada Yinsen.
"Kau boleh tinggal di rumahku Yinsen, sebagai balas budiku telah menyelamatkan hidupku," tambah Tony Stark sambil merangkul pundak Yinsen.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih Tuan Tony Stark!" ucap Yinsen berterima kasih kepada Tony.
Melihat ini Agler tersenyum senang, lalu membuat berlian biru dan memberikannya kepada Yinsen.
"Terima kasih!" ucap Yinsen sambil memeluk berlian yang diberikan oleh Agler.
"Sama-sama."
[Ding!]
[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Menyelesaikan Misi Sepuluh Ribu Dunia!]
[Hadiah telah diberikan!]
[Apakah tuan rumah ingin kembali atau tinggal di Dunia ini?]
'Tinggal di sini,' ucap Agler di dalam hati.
[Tuan rumah hanya memiliki tiga hari untuk tinggal di Dunia ini]
'Baik!'
Mengalihkan pandangannya kepada Tony, dan bertanya, "Baju besi itu mau sampai kapan kamu pakai, Tony?"
"Kamu benar, sebentar aku lepas dulu." Tony Stark mulai melepaskan bagian-bagian armornya, tetapi dia memiliki kesulitan ketika membuka bagian tangan.
Melihat ini, Agler segera membantu melepaskan armor dari tubuh Tony Stark.
"Kalian sudah siap?" tanya Agler sambil menatap ke arah mereka berdua yang ada di samping kanan dan kirinya.
Dia sudah membersihkan jejaknya, entah itu KrystalGolem dan baju besi Mark I, dia sudah menghilangkannya.
"Ya!" jawab Tony Stark dan Yinsen dengan serempak.
"Oke, kita berangkat!" Kekuatan pikiran Agler menyelimuti mereka berdua, lalu kaki mereka meninggalkan permukaan tanah, dan terapung di udara.
Kemudian, mereka terbang dengan kecepatan yang tidak begitu cepat atau pun pelan meninggalkan kawasan Goa.
....
"Apakah begini rasanya terbang? sangat menakjubkan!" seru Tony Stark menikmati perasaan terbang di langit.
Yinsen juga terlihat senang, ekspresi gembira dapat dilihat di wajahnya.
Setelah beberapa menit mereka bertiga melayang di udara, dua Helikopter terlihat jauh di depan mereka.
Tony Stark segera mengenali helikopter ini, dengan wajahnya yang bergembira, dia meminta Agler untuk terbang menuju Helikopter itu.
"Apa itu?" tanya kolonel Rhodes kepada anak buahnya sambil menatap tiga titik yang melayang di langit.
"Sepertinya itu manusia, Pak!" jawab salah satu anak buahnya setelah melihat itu melalui teropong.
"Cepat mendekat menuju objek itu!" perintah Rhodes kepada pilot helikopter.
Ketika helikopter mereka semakin mendekat dengan objek yang melayang itu, mereka segera melihatnya dengan jelas apa objek itu sebenarnya.
"Tony?" ucap Rhodes tanpa sadar ketika melihat wajah Tony dari tiga manusia yang melayang itu.
Ekspresi wajah yang sedih berubah menjadi sangat gembira, dia hampir meneteskan air mata dari matanya.
"Rhodes?"
Tony bergegas dan langsung memberi pelukan kepada Rhodes.
Rhodes pun memeluk kembali Tony, lalu menampar punggung Tony dengan bercanda.
Setelah bercanda gurau, dia menatap Tony dengan serius dan tidak mengeluh kepadanya, "Telah aku katakan beratus-ratus kali kepadamu untuk selalu memastikan keselamatan diri sendiri dimana pun dan kapan pun. Dalam urusan berbisnis persenjataan biarkan pegawai atau bawahan milikmu yang datang, karena bisnis seperti itu sangatlah mengancam keselamatan!"
Tony hanya tersenyum penuh di wajahnya, dan tidak mengatakan apa-apa.
Setelah melihat mereka berdua seperti ini, Agler hanya bisa ikut tersenyum, dan Yinsen pun tidak terkecuali.
Tidak lama mereka pun melepaskan pelukan, lalu Tony menoleh kepada Yinsen dan Agler.
"Ayo Rhodes, izinkan aku memperkenalkan mereka berdua, mereka adalah orang yang menyelamatkan aku," kata Tony mulai memperkenalkan Yinsen dan Agler.
Dia membawa Rhodes mendekat menuju Yinsen, dan berkata, "Ini Dokter Yinsen, dia adalah penyelamatku, jika tidak ada dia yang membuat perangkat elektromagnetik yang bisa menahan pecahan peluru di dadaku tepat waktu, aku pasti akan mati dan meninggalkan dunia ini.
Rhodes maju dan berjabat tangan dengan Yinsen, "Terima kasih Dokter Yinsen telah menolong nyawanya, jika ada perlu bantuan, tidak perlu sungkan untuk memintanya kepada saya!"
Yinsen menanggapi dengan anggukan kepala dengan senyum di wajahnya.
"Ini adalah Agler, dia memiliki kekuatan super, dan kita bisa sampai ke sini karena kekuatannya, dia juga yang mengalahkan para penjahat dan berhasil menyelamatkan kita," kata Tony memperkenalkan Agler kepada Rhodes.
Seketika Rhodes terkejut, lalu menatap Agler sejenak, ternyata dia adalah orang membuat Tony dan Yinsen terbang dan sampai ke sini.
Walaupun dia tidak ingin mempercayainya, akan tetapi fakta telah jelas ada di hadapannya.
Dia juga pernah mendengar desas-desus mengenai Ten Rings, meskipun dia belum pernah melihat markas dan pangkalan mereka secara langsung.
Tidak mungkin jika setiap pangkalan hanya memiliki puluhan orang, setidaknya di atas seratus orang.
Apalagi, Ten Rings dikenal sebagai kelompok yang selalu membunuh dengan senjata api.
Sebenarnya satu orang membunuh ratusan orang bersenjata api dengan peralatan lengkap.
Terdengar seperti bercandaan akan tetapi ini adalah kenyataannya.
Jadi dia untuk sementara mempercayai Agler mempunyai kekuatan dan menyelamatkan Tony
"Halo Pak! aku tidak menyangka bisa bertemu dengan orang sekuat dirimu, terima kasih telah menyelamatkan Tony dari para Ten Rings, aku berharap kita bisa berteman," ucap Rhodes sambil mengulurkan tangan kepada Agler dan memperlihatkan senyum ramahnya.
"Kita sekarang berteman, Rhodes," jawab Agler lalu menjabat tangan dengan Rhodes dan membalas tersenyum.
"Oke, kita tidak perlu berlama-lama lagi, ayo kita segera pergi sampai di bandara, Rhodes!" kata Tony sambil menepuk pundak Rhodes.
"Benar, ayo kita pergi dari tempat yang panas ini," jawab Rhodes, meminta pilot untuk segera pergi ke bandara tempat mereka sudah siap mengirim Tony Stark pulang ke New York.
Tiba-tiba Tony menoleh kepada Agler, tatapannya berubah menjadi seperti ingin memohon untuk sesuatu.
"I-itu Agler, apa kamu bisa mengeluarkan satu buah Burger cheese lagi?" Tony berkata sedikit ada rasa malu.
"Aku masih memiliki banyak, tangkap ini!" kata Agler lalu mengeluarkan 3 bungkus burger cheese dan memberikannya kepada Tony, Yinsen dan Rhodes.
Melihat Burger di tangannya, Rhodes masih belum bisa pulih dari keterkejutannya, pikirannya dipenuhi oleh pertanyaan tentang dari mana burger ini muncul, bagaimana bisa muncul dari udara yang tipis.
Dia sekarang percaya kehebatan Agler, fakta sudah jelas terlihat di depannya.
Membuka bungkus burger perlahan memakannya, tidak ada yang aneh daei burger ini, sepertinya ini bukan rekayasa ataupun trik sulap.
....
Di New York.
Mereka akhirnya sampai di bandara Newyork dan siap untuk keluar.
Rhodes telah menyampaikan berita tentang kepulangan Tony Stark dengan selamat kepada asisten atau sekretaris Tony yaitu Pepper Potts.
Dia sudah menyiapkan mobil untuk Tony Stark, Yinsen dan Agler untuk mengantarkannya ke rumah Tony Stark.
Dengan cepat Pepper Potts menyebarkan berita kembalinya Tony Stark dan bersiap mengadakan konferensi pers.
Dalam sekejap mata, Reporter dan bahkan investor menjadi heboh setelah mendengar kabar ini.
Saham Stark Corps yang awalnya menurun, segera berhenti dan mulai naik perlahan.
Tony Stark sebegitu pentingnya bagi Industri perusahaannya.
Mereka bertiga disambut oleh seorang perempuan berambut pirang yang cantik, seketika wajah Tony memilki ekspresi senang.
Dia berbicara sebentar, kemudian memeluk Pepper Potts.
Agler dan yang lain tersenyum ikut senang melihat ini, walaupun ada sedikit rasa iri di dalam hati mereka.
Pepper Potts membawa mereka ke dalam mobil dan mengantarkannya ke suatu tempat pertemuan.
......................
...Terima kasih banyak sudah membaca bab ini!...
...Mohon dukungannya untuk novel ini!...
...Stay Healthy!...
...Arigatou Gozaimasu!...