Savior System

Savior System
Bab 84 : Bibi Cass


[Ding!]


[Misi Sepuluh Ribu Dunia Telah Tersedia]


[Misi : Selamatkan Baymax dan Hiro Hamada juga Abigail dari Portal]


[Hadiah : 3x Tiket Lotere, 120 Savior Coin]


[Hukuman Kegagalan : Tidak Ada]


[Apakah tuan rumah menerima misi?]


"Baymax?"


"Si Robot putih gemuk itu?" gumam Agler.


Robot putih pendamping kesehatan manusia, pembuat dan penciptanya adalah kakak dari Hiro Hamada yaitu Tadashi Hamada.


Di akhir cerita Baymax mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Abigail anak dari penjahat keluar dari portal.


Sad ending pada akhirnya, walaupun Hiro bisa membuatnya kembali sama dengan Baymax, tetap saja Baymax yang ada di portal adalah yang paling berjasa.


Sistem memberinya kesempatan itu, dengan ini Agler bisa menyelamatkan ketiganya.


"Terima misi!"


[Mulai memindahkan...]


......................


Cahaya putih yang terang muncul di atas kota yang sedang ricuh dan kacau.


Tidak ada satupun orang yang menyadari, karena cahaya itu terlalu tinggi.


Seseorang muncul setelah cahaya putih menghilang.


Agler telah dipindahkan ke dunia Big Hero 6, dia melihat ke bawah, kota sekarang menjadi tak terkendali, orang-orang berlarian menjauhi sebuah bangunan yang sudah menjadi reruntuhan.


"Itu adalah tempat portal berada, kemungkinan Hiro dan Baymax sudah ada di dalam, aku harus cepat!"


Terbang menukik dengan kecepatan 10 kali mach, menuju reruntuhan yang ada di bawah itu.


Bum!


Dia mendarat dengan keras di depan teman-teman Hiro.


Asap dan puing puing beton terpental ke segala arah, membuat suasana menjadi lebih gelap dan suram.


"Uhuk! ... Benda apa yang baru saja jatuh?!"


Fred Zilla orang yang memakai kostum monster biru, dan mulut kostumnya bisa mengeluarkan semburan api.


Dia mengibaskan tangannya, menghilangkan asap di depan hidungnya.


"Lihat!"


Wasabi menujuk ke arah tempat Agler mendarat.


Wasabi adalah orang yang memakai peralatan atau kostum baju yang bisa mengeluarkan pisau laser di kedua tangannya yang sangat tajam.


Teman-teman Hiro dan Callaghan menoleh ke arah yang ditunjuk oleh tangan Wasabi.


Mereka dapat melihat seorang pemuda memakai pakaian sederhana, seperti T-shirt putih, celana panjang hitam dan hoodie hitam yang menutupi kepalanya.


Orang itu berdiri di kawah besar dan retakan yang menjalar hingga ke jarah tempat mereka berdiri, itu adalah hasil dari orang ini mendarat dari atas ketinggian.


"Benda itu adalah manusia?" Wasabi berkata dengan wajahnya yang tercengang.


Semuanya juga ikut terkejut tidak percaya, apa yang mereka lihat sekarang.


"Halo~," Agler melambaikan tangannya ke arah mereka.


"Hal-...."


"Suttt! ... kamu jangan langsung menjawabnya, siapa tahu dia bukan manusia," potong Fred Zilla kepada Honey Lemon si wanita berkostum kuning yang serangannya mengeluarkan bola warna-warni dan bisa meledak.


Mendengar ini, Agler tidak tahu harus merespon apa, lalu dia berkata dengan senyuman ramahnya, "Aku adalah manusia, tenang saja ...."


"Oh iya, apa Hiro sudah masuk ke portal itu?" tanya Agler tiba-tiba kepada mereka.


Honey Lemon tanpa sadar menjawab, "Iya ... baru beberapa detik yang lalu."


"Baik!" Agler mengangguk.


Kemudian di depan pandangan mereka semua, Agler melayang dari tanah, kupluk hoodienya terjatuh, dan memperlihatkan sisi wajahnya yang tampan sedang memandang portal yang menyala itu.


Whoosh!


Agler bergerak, terbang melesat cepat memasuki portal.


"Yo, apa ini benar manusia?" tanya Wasabi kepada teman-temannya.


Sayangnya, tidak ada satupun temannya yang menjawab, mereka sekarang dalam keadaan terkejut dan tertegun setelah melihat Agler terbang menuju portal, mereka masih belum mengerti apa yang telah terjadi.


Pada saat ini, Baymax melindungi Hiro dan pesawat luar angkasa dari bongkahan bangunan yang menabrak mereka.


Brak!


Bongkahan bangunan hancur menghantam tubuh Baymax.


Kostum Baymax hancur, hanya tersisa bagian tangan kanan yang masih berfungsi, pendorong jet yang ada di kakinya rusak dan mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan.


Hiro bingung harus bagaimana, Baymax berkata kepada Hiro, "Masih ada jalan, aku bisa membawa kalian berdua ke tempat yang aman."


Setelah mengatakan itu, dia menempatkan kepalan tangannya di ujung pesawat luar angkasa, bertujuan untuk mendorong mereka berdua dengan tangan roketnya keluar dari portal ini.


"Aku tidak bisa menonaktifkan sampai kamu mengatakan 'kamu puas dengan perawatannya'," lanjut Baymax, dia siap meluncurkan tangan roketnya.


Hiro segera menjawab tergesa-gesa, "Tidak, tidak, tidak, tunggu bagaimana dengan kamu?"


"Kamu adalah pasienku, kesehatanmu adalah satu-satunya urusanku," jawab Baymax.


"Berhenti, aku berpikir ki-...."


"Apakah kamu puas dengan perawatanku?" potong Baymax.


"Tidak! ... pasti ada cara lain, aku tidak akan meninggalkanmu di sini, aku akan memikirkan caranya!"


"Tidak ada waktu, apakah kamu puas dengan perawatanku?"


"Tolong, aku tidak bisa kehilangan kamu juga!" Hiro gelisah dan menatap Baymax, ada rasa kesedihan dan keengganan dalam matanya.


"Hiro!" Baymax memanggil nama Hiro.


"Aku akan selalu bersamamu...."


Hiro menatap Baymax, dan Baymax juga menatapnya, Hiro mengulurkan tangannya untuk memeluk Baymax untuk terakhir kalinya.


"Ekhem, maaf mengganggu obrolan kalian berdua."


Suara seseorang terdengar di samping mereka, seketika mereka menoleh ke sumber suara.


Mereka berdua melihat Agler yang melayang di portal ini dengan baju yang biasa saja, dan tanpa adanya kostum yang khusus.


"Halo~," sapa Agler agar suasana tidak begitu canggung.


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Hiro dengan heran.


"Aku di sini datang untuk menyelamatkan kalian," jawab Agler.


"Bagaimana caranya kamu bisa menyelamatkan kita?"


"Tidak ada waktu untuk bertanya, kamu dan Baymax segera pegang erat-erat pada pesawat luar angkasa ini!"


Walaupun Hiro tidak memahami dan masih tidak mengerti, dia dan Baymax mengikuti perintah Agler dan dia memeluk erat pesawat itu.


"Aku akan membawa kalian keluar dari portal ini," lalu Agler memegang bagian belakang pesawat itu.


"Hei bagaimana ka-... aaahhh!"


Mendorong pesawat itu dengan cepat, juga memotong ucapan Hiro.


Sisi lain, teman-teman Hiro khawatir sambil bersembunyi dibalik bongkahan reruntuhan, portal di depannya tampak tidak kuat lagi menahan hisapan, portal itu bergetar hebat.


Sebelum portal itu hancur, Agler keluar bersama Hiro dan yang lainnya.


Boom!


Portal meledak dan hancur di detik berikutnya.


Agler mendarat dan meletakkan pesawat roket itu di tanah.


Semua teman hiro ternganga melihat ini, Hiro pun tidak terkecuali.


[Ding!]


[Selamat telah menyelesaikan Misi Sepuluh Ribu Dunia!]


[Hadiah telah diberikan!]


[Apakah ingin pergi atau tinggal di dunia ini?]


'Tinggal di sini!'


[Ding!]


[Tuan rumah memiliki waktu 5 hari untuk tinggal di dunia ini!]


"Kita harus pergi, para polisi akan datang dan segera mengamankan tempat ini!" kata Agler kepada mereka yang masih tertegun.


Mereka semua langsung tersadar, dan saling memandang satu sama lain.


Hiro dan Baymax turun dari atas pesawat, lalu Hiro memandang Abigail yang ada di dalam dan masih belum tersadar dalam keadaan hypersleep-nya.


Setelah itu, Hiro mengalihkan tatapannya kepada Agler.


"Aku akan jelaskan nanti."


Segera mereka bertujuh bergegas meninggalkan tempat ini, dan Agler tidak lupa memborgol tangan dan kaki Callaghan agar tidak kemana-mana.


....


Di sebuah kafe kecil, orang-orang sedang bersantai dan meminum kopi dengan kerabat dan teman dekatnya.


Televisi yang ada di dalam sedang melaporkan peristiwa yang terjadi hari ini.


"Pembersihan besar-besaran berlanjut hari ini di markas besar Industri Teknologi Krei."


"Laporan masih membanjiri tentang sekelompok individu tak dikenal yang mengatasi terjadinya bencana besar seluruh kota San Franskoyo."


"Dan menjadikan pertanyaan siapa pahlawan ini dan di mana mereka sekarang ...."


Melihat berita ini, Agler tersenyum, dan teman-teman Hiro pun ikut tersenyum.


Dia sudah tiga hari tinggal di sini yaitu di rumah bibi Cass, atau bibinya Hiro Hamada, ketika Bibi Cass tahu Agler menyelamatkan keponakannya, dia langsung berterima kasih kepada Agler.


"Kita akan pergi ke kampus, apa kamu ingin ikut Agler?" tanya Hiro kepada Agler yang sedang duduk, setelah bersiap-siap dan datang ke meja teman-temannya menunggu.


"Tidak, aku di sini untuk membantu bibimu melayani pelanggan di kafe ini."


"Eumm okeii!"


Bibi Cass datang dan memegang pundak Agler, lalu berkata, "Benar Hiro, Agler akan membantu bibi melayani para pelanggan!"


"Ini bekalmu untuk di sana," lalu Bibi Cass menyerahkan kantung kertas berisi makanan.


Mengambil bekal, lalu memeluk Bibi Cass sebentar sebelum pergi.


"Hati-hati Hiro, Hubungi aku jika ada hal yang kau butuhkan!"


"Baik, Agler!"


"Hei kawan, Kapan-kapan kau datang ke kampus kita!" Fred berbicara kepada Agler sebelum pergi.


"Aku usahakan!" balas Agler sambil menatap mereka berlima keluar dari Kafe.


Setelah mereka menghilang dalam pandangannya, Agler menoleh dan tersenyum kepada Bibi Cass.


"Hari ini, aku akan mengajarkanmu memasak masakan yang lezat~."


Bibi Cass merespon dengan senyuman manisnya, walaupun dia sudah ada gak berumur, akan tetapi dia masih bersegel dan belum pernah menikah, paras wajahnya sangat cantik tidak terlihat tua, dan tubuhnya juga sangat seksi.


Dalam tiga hari ini, hubungan mereka semakin dekat, Agler selalu mengasah keterampilan memasaknya bersama Bibi Cass, terkadang ada saja peristiwa kecil yang membuat mereka menjadi lebih dekat.


Dengan bakat Afinitas-nya, Agler dengan sangat mudah menaklukkan wanita dewasa ini.


Mereka berdua ke dapur, dan mulai memasak.


Hari ini, Agler mengajarkan masakan rendang kepada Bibi Cass.


Berada dibelakang tubuh Bibi Cass, dan sambil memegang tangannya untuk membimbing cara memasak yang baik dan benar.


Posisi mereka berdua terlihat ambigu dan juga romantis, pipi Bibi Cass telah lama memerah seperti kepiting rebus, dia tidak kuat dengan bau tubuh Agler yang sangat maskulin, dia belum pernah sedekat ini dengan pria manapun.


Setelah memasak, Agler menyuapi sedikit potongan daging rendang ke mulut Bibi Cass.


Melihat ini, Bibi Cas dengan sikap malu-malunya, membuka mulut dan memakan suapan dari Agler.


Tatapan Agler yang sangat menawan dan perhatian, membuat Bibi Cass jatuh cinta dengan Agler.


"Permisi, saya ingin memesan secangkir kopi!"


Pelanggan tiba-tiba memesan pesanan, terpaksa mereka berdua harus melayani dan mengurus kafe hingga tutup.