Savior System

Savior System
Bab 72 : Pertempuran Melawan Bos PT 02


Mengulurkan tangannya menunjuk ke arah Draith yang ada di bawah kota.


Detik berikutnya, ratusan ribu Draith perlahan terangkat ke atas, Agler menariknya dengan kekuatan gravitasi.


Tentara tercengang melihat pemandangan ini, mereka tidak mengerti kenapa Monster ini tiba-tiba terbang ke atas kota.


Para Draith sekarang melayang di atas kota Amsterdam, kemudian mereka saling berdekatan menuju satu arah.


Ratusan ribu Draith terkumpul di satu titik di langit kota Amsterdam, mereka semua berteriak hingga suaranya bisa didengar dari jarak puluhan kilometer.


Berdempetan membentuk bulatan para Draith berdiameter 1 kilometer yang melayang di udara.


'Thunder Dragonhead!'


Kata itu keluar dari mulut Agler.


Saat berikutnya, Awan hitam yang melingkar berputar-putar muncul di atas langit kota, kemudian petir kuning yang berbentuk kepala Naga Besar keluar dari pusaran awan hitam itu.


Kepala Naga terus turun ke arah kumpulan Draith yang melayang di udara.


Semua Draith ketakutan melihat kepala naga ini, mereka berteriak sekuat tenaga, tanpa sadar melepaskan energi penghancur berwarna merah.


Energi merah dari ratusan ribu Draith menyatu membentuk kepala banteng berwarna merah yang besarnya sama dengan skill Agler dan itu bergerak menuju kepala naga besar di atasnya.


"Hmm, menarik ...." Agler mengangguk, sepertinya energi merah ini bisa menyatu dan terbentuk ketika mereka sedang terdesak.


Mungkin ini adalah keterampilan mereka alami mereka dan ada situasi tertentu untuk mengaktifkannya.


'Super Thunder Dragonhead!'


Setelah ucapan Agler itu keluar, selanjutnya kepala naga petir menjadi lebih besar menjadi 5 kilometer dan berubah menjadi warna ungu cerah.


Dua kepala itu saling maju ke arah yang berlawanan.


Adegan ini sangat menegangkan, semua orang di kota bisa mendengar raungan naga dan banteng, dan juga mereka melihat cahaya ungu yang besar dan merah di langit kota Amsterdam.


Kepala naga petir perlahan melebarkan mulutnya, kepala banteng Draith menyeruduk kuat dengan dua tanduknya.


Sayangnya, perbedaan besar ukuran terlalu jauh, kepala naga besar menelan kepala banteng dari energi penghancur.


Tidak berhenti sama sekali dan kepala naga terus maju sambil melebarkan mulutnya.


Adegan berikutnya, ratusan ribu Draith ditelan bulat-bulat oleh kepala naga besar itu.


Kemudian kepala naga itu menukik tajam ke atas, dan seketika meledak di udara membubarkan awan hitam yang ada di langit.


Booommm....!


Cahaya ungu menerangi seluruh kota hingga ke kota sebelahnya.


Berlangsung selema beberapa menit, lalu menghilang tanpa adanya jejak.


Ancalagon yang melihat kekuatan Agler menjadi sangat kagum dan semakin menghormatinya.


Dalam benaknya dia membayangkan bagaimana jika Agler menyerang dia dengan jurus kepala naga petir itu, dia tidak bisa menjamin bahwa dia bisa selamat dari serangannya.


Saat ini, Agler tiba-tiba mengarahkan kedua tangannya ke arah para pasukan tentara yang ada di kota.


'Boom Heal!'


Sinar biru keluar dari tangannya dan menerangi seluruh sudut kota Amsterdam.


Pasukan tentara yang terluka parah dalam sekejap sembuh dan seperti biasa.


Semua yang mengalami cedera berat menjadi sehat seperti sedia kala tanpa ada lagi luka di tubuhnya.


Ancalagon juga sembuh dari luka-luka yang dihasilkan Draith.


Semua orang tercengang tidak bisa berkata-kata melihat kejadian ini, mereka semua mengucapkan terima kasih kepada Agler di dalam hatinya dan melalui ucapan.


"Akhirnya satu portal telah selesai lagi, tapi masih ada tersisa satu ...."


Agler menoleh, memandang Ancalagon yang terbang di bawahnya, lalu berkata, "Ayo Black kita menuju Red untuk membantunya!"


Whoossh...


Mereka berdua melesat cepat, terbang menuju tempat Great Red bertarung melawan para Draith.


.....


"Sial!"


"Monster kecil bajingan ini tidak ada habisnya!"


Great Red memuntahkan sinar api yang sangat panas ke arah jutaan Draith yang berlari ke arahnya.


Sudah 15 menit dia melakukan ini, tetapi para Draith terus keluar dari portal yang ada di atas permukaan gurun.


Ratusan Golem menyerang melawan Draith ini, tetapi beberapa dari mereka hancur, karena di setiap satu Golem melawan ratusan Draith secara bersamaan.


Kapak mereka mengikis tubuh Golem dan regenerasinya terus digunakan hingga akhirnya bola elemen pada tubuhnya habis dan mereka tidak bisa bangkit lagi.


Tapi sisik Great Red mampu menahan energi penghancur yang dari Draith ini.


Portal itu masih mengeluarkan ratusan ribu Draith.


Great Red menembakkan sinar merah dari mulutnya ke arah Draith yang akan keluar dari portal.


Blarr....


"Tidak ada gunanya sialan!"


Ratusan ribu Draith tetap terus bertambah dan keluar dari portal itu.


Seolah-olah serangan Great Red tidak memberikan kerusakan apapun.


Swooshh...


Buumm!


Pedang besar sepanjang 20 kilometer berwarna-warni terbuat dari kristal tiba-tiba datang menghantam kumpulan jutaan Draith.


Angin kencang menerpa hingga radius ratusan meter seperti efek ledakan nuklir.


Pasir-pasir berterbangan tampak seperti badai pasi yang besar yang mengelilingi Gurun.


"Apa itu?!"


Great Red terkejut bukan main, dia melihat pedang besar ini entah dari mana datangnya, dengan mudah menancap ke tengah gurun dan membuat setengah jumlah Draith mati.


"Ini aku Red!"


Agler segera mendarat di sisi Great Red dan Ancalagon mengikutinya.


Pemandangan ini dilihat oleh para petinggi semua negara dari pemantauan rahasianya.


"Tuan?!"


"Si Bodoh Besar?"


Great Red terkejut, ternyata itu adalah serangan dari tuannya.


Dia tidak menyangka bahwa tuannya begitu kuat, tetapi jika dipikir-pikir lagi, dia seharusnya tidak begitu terkejut karena tuannya sering berjemur di matahari yang begitu panasnya.


Bahkan tuannya sendiri yang meminta dia untuk membuat portal ke sana.


Graaaahhh....


Ancalagon meraung tidak terima disebut bodoh oleh Great Red ini.


Dia bisa mendengar karena telepati Great Red tak sengaja tersampaikan kepada Ancalagon.


"Kenapa bodoh besar?!"


"Kamu tidak terima?!"


Menoleh ke arah Ancalagon dan berkata dengan nada yang meremehkan.


Sifat gangster Great Red tanpa sadar muncul keluar.


Ancalagon sangat marah, tangan kanannya dengan cepat menyerang Great Red.


Bamm!


Seketika Agler muncul di udara dan menahan serangan Ancalagon dengan jari telunjuknya.


Agler melototi mereka berdua, lalu kembali ke bawah gurun.


Ancalagon dan Great Red langsung menundukkan kepalanya, takut akan dihajar habis-habisan oleh Agler.


{Tuan, ada pesan dari pemerintah Korea Selatan}


"Beritahu isi pesannya, Jarvis."


Suara Jarvis muncul dari Airpodnya dan memberitahukan ada pesan dari Korea Selatan.


{Isinya adalah terdapat portal yang muncul di langit kota Seoul, Korea Selatan, Tuan}


"Sial ternyata masih ada lagi!" Agler berkata dengan marah, ternyata masih ada portal lagi.


'Aku harus cepat menyelesaikan portal ini,' pikir Agler.


Dia melihat ke depan, masih ada sekitar 1 juta Draith yang menyerang ratusan golem ini.


Portal yang ada di atas gurun telah menghilang, dan artinya tidak ada lagi Draith yang muncul di sini.


Klik!


Suara jentikan jari terdengar, Golem yang ada di Gurun pasir berjatuhan menjadi bongkahan tanah, mereka kehilangan bola elemen pada tubuhnya.


Para Draith mengaum kegirangan, mereka berpikir bahwa karena mereka Golem ini hancur.


Padahal Agler lah yang menghilangkan bola elemen dan membuat Golem hancur.


Dia mencoba menyerap kembali mana ini ke dalam tubuhnya, dan ternyata itu bisa.


Setelah itu, dia melangkah maju ke depan, kaki kanannya menginjak gurun pasir di bawahnya.


'Domain Zero!'


Detik berikutnya, Gurun pasir yang ada di depannya terselimuti es, menjalar dengan sangat cepat menuju jutaan Draith.


Mengangkat tangan kanannya, Agler mengendalikan pedang kristal besar yang menancap di gurun pasir, dia mengeluarkannya dan didiamkan di udara tepat di atas mereka bertiga.


Uap es membekukan semua Gurun pasir di depan Agler seluas 100 kilometer.


Semua yang ada di area itu menjadi beku total.


Termasuk jutaan Draith yang tersisa semuanya membeku tidak bergerak.


Cahaya matahari di atas menyinari jutaan patung es ini.


Kemudian pedang kristal besar bergerak, dan Agler mengendalikannya, pedang besar itu menebas jutaan patung itu dengan sangat cepat.


Baaammm!


Pecahan es dan pasir berterbangan ke udara, terpental sangat jauh.


Semua Draith hancur terpotong menjadi beberapa bagian.


Pedang kristal yang besar itu hancur menjadi bubuk dan menghilang di udara.


Agler menoleh ke atas, menatap dua naga besar ini yang sedang terkejut, lalu berkata, "Kalian berdua selesaikan ini, jangan sampai ada Draith yang hidup satupun dan jangan sampai ada satu tetes darah Draith yang tersisa di sini ...."


Great Red dan Ancalagon tanpa sadar mengangguk.


"Oke, aku akan ke Seoul, kalian menyusul jika telah menyelesaikan tempat sini, aku akan mengirimkan koordinat tempat kepada Great Red."


Mereka berdua sekali lagi mengangguk.


Melihat mereka mengerti apa yang dia katakan, Agler langsung terbang dengan kecepatan tinggi menuju Seoul.


......................


"Segera evakuasi warga!"


"Cepat kita tidak mempunyai waktu banyak!"


Kapten departemen polisi kota Seoul memberi perintah kepada rekan polisinya untuk mengevakuasi warga.


Para tentara korea juga ikut berpartisipasi memindahkan warga dari kota, angkatan bersenjata disiapkan di setiap jalan kota Seoul.


Tank dan pesawat tempur dikerahkan untuk menghadapi monster yang muncul dari portal di langit kota mereka.


"Aku tidak pernah membayangkan portal sebesar ini muncul di kota Seoul ...."


Kapten Polisi melihat ke atas, memandang portal besar yang ada di langit.


Raut wajahnya rumit, rasa khawatir, panik dan sedih bersatu dalam ekspresinya.


"Tenang kapten kita tidak akan kenapa-napa ... masih ada Saviorman yang menjaga kita."


Seorang polisi datang menenangkan Kaptennya, dia tahu menjadi kapten tidaklah mudah, tekanan batin akan lebih besar dan juga tanggung jawab yang ditopang semakin besar.


Sebagai kapten mau tidak mau menerima itu semua, dia sebagai anggota polisi harus membantu kaptennya walaupun hal kecil yang dia bisa berikan kepada kaptennya.


Mendengar anggota polisinya mengatakan itu, Kapten tersenyum, "Semoga tidak akan terjadi hal yang sangat buruk nantinya ...."


Melihat ke samping, memandang anggota polisi ini, lalu berkata, "Semua warga sudah dievakuasi?"


"Sudah Kapten!" Polisi itu menjawab dengan tegas.


Kapten mengangguk.


Tiba-tiba, kegelapan menelan mereka semua yang ada di bawah kota dekat area portal.


Semua orang mengangkat kepalanya ke atas, mereka melihat pulau tanah yang besar melayang menutupi sebagian kota.


Portal yang ada di atas kota menjadi tidak terlihat karena terhalang oleh medan tanah itu.


"Tempat pertempuran Saviorman?!"


Kapten mengenal pemandangan ini, dia setiap hari menonton video Saviorman yang sedang bertarung dan membasmi monster hitam.


Karena itu dia sangat mengenali ini.


Saat ini, Agler berdiri di tepi Terrain of Earthnya, tampak sedang menunggu Draith yang muncul dari portal yang ada jauh di hadapannya.


Beberapa menit kemudian, Draith satu persatu muncul, semakin lama semakin banyak dan menjadi ratusan ribu yang muncul.


Para Draith menengok ke kanan dan kiri, melihat sekeliling arena pertempuran ini.


Mereka merasa asing dengan tempat ini, mereka tidak dapat melihat satupun makhluk hidup di sini.


Waktu berlalu, jutaan Draith telah muncul semuanya di Terrain of Earth.


Portal pun menghilang di udara


Kraaaahhh...


Salah satu Draith melihat keberadaan Agler di ujung tepi arena pertempuran, lalu dia mengaum marah.


Seketika semuanya melihat ke arah Agler, dan tanpa basa basi mereka langsung berlari maju ke tempatnya.


Melengkungkan mulutnya, Agler tersenyum melihat ini, dia membunyikan jari-jari tangannya, dan membunyikan lehernya ke kanan dan ke kiri, sambil berjalan maju ke arah Draith.


Tampak seperti preman yang akan memalak para pedagang di jalan.


"Sudah lama aku tidak menggunakan kekuatan fisik hehehe~"


Senyum Agler berubah menjadi sangat seram, dia tiba-tiba mempercepat langkahnya menuju jutaan Draith.


Langkahnya semakin cepat dan dia berubah dari berjalan menjadi berlari.


Berlari hingga sangat cepat mendekati kecepatan suara.


Baamm!


Agler menekukkan kakinya dan meloncat tinggi ke udara.


"Mati dasar monster sialan!"


Kemudian, tubuh Agler menukik menuju para Draith yang ada di bawah, dengan posisi tangan kanannya mengepal.


Selanjutnya tinjunya jatuh ke tengah-tengah jutaan Draith.


Booommm!!!