
Mereka dia bawa ke tempat yang ramai akan wartawan dan juga reporter yang siap memotret momen kembalinya Tony Stark setelah menghilang begitu lama.
Seorang pria botak berjanggut menunggu mobil mereka berhenti, Agler bisa menangkap ekspresi kebencian dari wajahnya ketika pria itu.
Kekejaman dan kemarahan melintas dalam tatapan pria itu.
Dia tidak tahu bagaimana caranya Tony Stark bisa keluar hidup-hidup dari geng Ten Rings di sana, setelah beberapa minggu menghilang.
Seharusnya anggota Ten Rings bisa membunuhnya sesuai dengan kesepakatan, jika mereka tidak menepati janji, setidaknya jangan sampai Tony Stark melarikan diri dan kabur
Mobil berhenti, Tony pertama yang keluar dari mobil.
Ketika pria itu melihat Tony Stark wajahnya dengan cepat berubah menjadi ramah dan lembut juga ada jejak kekhawatiran dalam ekspresinya.
"Tony, akhirnya kamu selamat, aku benar-benar khawatir dengan keselamatanmu selama kamu menghilang," Pria itu memeluk Tony Stark dan berbicara sambil menepuk punggung Tony Stark.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku, Obadiah," kata Tony Stark kepada pria itu.
Pria itu adalah Teman Howard, Obadiah Stane. Dia diam-diam berkolusi atau berkerja sama dengan Grup Ten Rings dan meminta untuk membunuh dan melawan Tony Stark.
Benar, dia adalah dalang di balik peristiwa terjadinya Tony Stark menghilang dan di culik dalam Goa Afganistan.
Mereka melepaskan pelukan, dan Tony mulai memperkenalkan Agler dan Yinsen kepada Obadiah Stane.
Perkenalannya tidak beda dengan perkenalan yang Tony lakukan pada Rhodes.
Rhodes menatap Agler dan Yinsen dengan ganas yang disembunyikan dalam tatapannya, tapi Agler masih bisa melihatnya.
Terdapat kebencian tepat Obadiah melihat keduanya, dia bertanya-tanya bagaimana cara mereka bisa menyelamatkan Tony Stark.
Walaupun mereka berdua memiliki sedikit keahlian bertempur, tidak mungkin bisa membereskan semua anggota Ten Rings.
Obadiah berniat untuk membunuh Agler dan Yinsen cepat atau lambat.
Pada dasarnya, Agler mengetahui niat Obadiah si pengkhianat ini, tentu dia tidak akan meloloskan orang seperti dan membiarkannya hidup lebih lama.
Sihir es diaktifkan, dia menanamkan sihir yang bisa membuat darah pada tubuh target membeku perlahan.
Jantung akan membeku dan tidak bisa lagi memompa darah ke seluruh tubuh, dan pada akhirnya tewas.
Nantinya, dokter dan para orang yang mengotopsi akan mengira Obadiah mati akibat serangan jantung mendadak.
Sihir yang Agler pakai membuat target hanya bisa hidup tidak lebih dari lima hari.
Jadi, Obadiah Stane hanya bisa hidup dalam 5 hari saja.
......................
Tiga hari terlewati begitu saja, hari ini Agler sedang bersantai sambil melihat karya baru baju besi Tony Stark yaitu Mark lll.
Banyak peristiwa yang terjadi dalam tiga hari ini, diawali dengan Tony Stark yang mengumumkan penutupan departemen pada penelitian dan pengembangan senjata Stark Corp.
Berita itu dengan cepat menjadi heboh dan meledak.
Dan itu sesuai dengan harapan Agler, karena adegan ini terdapat dalam plot cerita dalam filmnya.
Agler juga tidak lupa untuk memberitahu fakta dari konspirasi yang menimpa Tony Stark.
Tepat saat dia memberitahu siapa dalang dibaliknya, Tony Stark terkejut dan tidak percaya pada awalnya.
Orang yang dia anggap sebagai satu-satunya kerabat atau keluarga, tega mengkhianatinya hingga ingin membunuhnya hanya demi kekuasaan dan harta dari keluarganya.
Tentu saja, hal ini membuatnya Tony Stark terpukul dengan keras, dengan petunjuk yang Agler berikan, dia menemukan bukti yang kuat, transaksi Obadiah dan Ten Rings ditampilkan dalam komputernya saat ini.
Video serta foto ketika dia diculik dan ditangkap ada pada USB yang dia ambil dari Komputer Obadiah.
Semakin dia melihat isi USB ini semakin banyak dia kecewa.
Terlebih lagi ketika melihat perintah Obadiah kepada Ten Rings untuk membunuhnya segera, seketika dadanya terasa sangat sesak, rasa sakit hati memenuhi tubuhnya.
Tony Stark mengembalikan USB itu tanpa sepengetahuan Obadiah, sementara waktu dia tidak akan membalas dendam, dan fokus terhadap perkembangan baju besinya ini.
Plot cerita sepertinya menjadi lebih cepat, Tony Stark sudah membuat Mark III dalam 2 hari saja, alasannya karena itu dibantu oleh Dr. Ho Yinsen.
Juga, Agler tidak ingin menyembuhkan luka di dada Tony Stark, karena menurutnya itu akan bisa mengubah plot lebih banyak.
"Hei, Agler!" panggil Tony Stark.
Mendengar panggilan Tony Stark, Agler menoleh dengan malas, dan berkata, "Ada apa, Tony?"
"Sebelum kamu pergi, lebih baik kita berkompetisi atau melakukan tantangan siapa yang terbang paling cepat, apa kamu berani?" Tony Stark menantang Agler dalam hal terbang yang paling cepat.
Alis kanan Agler sedikit naik, dia tertarik dengan tantangan ini, "Apa yang akan kamu berikan jika aku menang?"
Tentu saja tidak akan seru dan mengasyikkan bila tantangan tanpa adanya ada hadiah, hanya membuang-buang waktu saja.
"Oke, aku mengerti, aku akan memberimu wanita yang cantik, itu juga kenalanku, bagaimana?" kata Tony Stark kepada Agler dengan ekspresi sedikit menjengkelkan di wajahnya.
"Tidak, tidak, aku tidak kekurangan wanita, lagi pula aku tidak tertarik dengan wanita-mu, Tony," jawab Agler sambil melambaikan tangannya.
"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Tony Stark dan duduk di depan Agler sambil menyesap anggur merah yang dia ambil dari meja.
"Bagaimana dengan kamu memberiku cetak biru Mark lll dan reaktor mini, apakah kamu bersedia?" Agler berkata sambil membenarkan posisi duduknya.
Tony Stark masuk dalam kondisi perenungan, dia menimbang-nimbang permintaan Agler ini.
"Jika kamu menang, aku akan memberi hadiah yang sepadan juga, mungkin ini sangat berguna bagimu," tambah Agler untuk mempengaruhi keputusan Tony Stark untuk menyetujui permintaan Agler.
"Oke, kalau begitu aku setuju dengan hadiah yang kau minta, tetapi sebelum itu kamu harus memberitahu juga hadiah yang kamu janjikan itu," kata Tony Stark menatap Agler dengan serius.
Tiba-tiba, Yinsen datang, melangkah ke arah mereka dan ikut dengan pembicaraan mereka, "Ada apa ini?"
"Kebetulan sekali kau ada di sini Yinsen, kamu menjadi juri dari kompetisi ini," celetuk Tony tiba-tiba kepada Yinsen.
Yinsen tidak mengerti, dan bertanya, "Kompetisi apa?"
"Siapa yang paling cepat terbang, Yinsen," jawab Tony Stark.
"Tony kita barus saja membuat ini, dan belum pernah mencoba apakah baju besi itu berfungsi dengan baik atau tidak, juga kamu juga sudah kalah Tony saat percobaan Mark ll oleh Agler," ucap Yinsen sambil mengingatkan Tony Stark.
Yinsen juga membantu dalam pembuatan Mark II ini, dan juga dalam perencanaan dan gambar cetak biru model Mark III.
Wajah percaya diri dan sombong muncul, lalu dia membalas, "Tenang saja, aku percaya dengan karya kita ini, kita pasti menang melawannya!"
Agler menggelengkan kepalanya mendengar omong kosong Iron man, sangat lucu jika Mark lll bisa mengalahkan dia dalam hal kecepatan.
Setahu Agler kecepatan Mark ll hanya 1 kali kecepatan suara, dan kecepatan Mark lll tidak akan jauh lebih cepat dari itu, bila dibandingkan dengannya, tentu saja kalian pasti tahu siapa yang akan menang dalam kompetisi ini.
Tiba-tiba, Agler memunculkan dua benda aneh yang mirip dengan tongkat serta 3 buah kacang, lalu dia menempatkannya di atas meja.
Sebelumnya Agler sudah bertanya kepada sistem, apakah barang yang dia beli dalam Mall Sistem bisa dia kasihkan kepada orang lain, dan Sistem menjawab itu boleh dan diizinkan.
Tony Stark penasaran dengan benda yang dikeluarkan Agler, lalu bertanya, "Tongkat apa ini?"
"Ini Light Cycle, motor yang sangat cepat dan tampilannya sangat canggih, kamu pasti suka dengan ini," jawab Agler dan menyerahkannya kepada Tony.
"Bagaimana cara memakainya?" tanya Tony sambil membolak-balikkan Light Cycle.
Agler bangkit dari sofa dan meminta Tony untuk menyerahkan tongkat itu, "Aku akan tunjukkan, perhatikan baik-baik!"
Kedua ujung tongkat Agler pegang dengan dua tangannya tampak seperti memegang setang motor, kemudian Agler meloncat ke depan sambil meregangkan tongkat itu ke samping.
Perlahan sosok seperti motor yang bercahaya terbentuk di udara, dan jatuh ke lantai, memperlihatkan motor penuh rasa futuristik muncul di depan mata Tony Stark dan Yinsen.
Ekspresi terkejut kembali muncul di wajah keduanya tetapi itu tidak bertahan lama, wajah mereka berubah dengan cepat, dan memperlihatkan ekspresi yang cerah dengan mata berbinar.
Agler turun dari Light Cycle, seketika Light Cycle kembali menjadi bentuk tongkatnya.
Setelah itu, Agler menghadap mereka berdua, dan berkata, "Bagaimana menurutmu Tony dengan hadiahku?"
"Cukup bagus, aku menyukainya, lalu dengan benda itu?" tanya Tony dan tangannya menunjuk pada benda seperti kacang yang ada di atas meja.
"Aku akan memberitahunya setelah kita bertanding," balas Agler
"Oke!"
....
Dua sosok yang sedang terbang dengan cepat di langit malam kota New York.
"Jarvis, berapa kecepatan orang ini?" tanya Tony Stark pada Jarvis dalam Mark lll miliknya sambil menatap Agler yang jauh terbang di depannya.
{Lapor Tuan, Orang ini memiliki kecepatan 5 kali kecepatan suara}
"Sial, aku tidak akan kalah lagi darinya!"
"Jarvis, kerahkan energi yang ada pada reaktor, kita tidak boleh kalah kali ini!" perintah Tony kepada Jarvis.
{Baik tuan!}
Repulsor yang ada di tangan dan sepatu di kakinya berakselerasi, meningkatkan kekuatan dorongannya.
Kecepatan Iron Man melebihi 2 kali kecepatan suara dan masih jauh bila ingin mengalahkan Agler.
Tidak lama kemudian, Agler sampai di Villa Tony Stark, dia disambut oleh Yinsen dan juga Pepper Potts.
"Dimana Tony?" tanya Pepper Potts sambil menatap Agler.
"Dia masih di belakang, tunggu saja dalam beberapa menit," Agler menjawab pertanyaan Pepper Potts.
"Baiklah, akau akan menunggu!"
Beberapa menit kemudian, Tony Stark mendarat dengan pose yang ikonik khas dirinya.
"Sial, kamu terlalu cepat, Agler!" Tony Stark berkata kepada Agler sedikit kesal.
Dia sedikit tidak terima dengan kekalahannya sekarang.
"Sebenarnya, kecepatan terbang yang aku tunjukkan kepadamu itu baru pangkalnya saja, dan bukan di puncak kecepatanku," ucap Agler dengan jujur.
Kecepatan yang dia miliki sekarang adalah hampir dua kali kecepatan cahaya, kecepatan 5 mach seperti siput jika dibandingkan dengan kecepatan penuhnya.
Mendengar ucapan Agler, Tony Stark langsung pasrah dan mengakui akan kekalahannya ini, tapi bukan berarti dia akan menyerah, itu bukan Tony Stark, dia akan terus memperbaiki dan meningkatkan baju besinya hingga benar-benar bisa mengalahkan Agler.
Selanjutnya Tony Stark mengambil salinan cetak biru reaktor dan Mark lll, juga dia memberikan cetak biru tangan robot yang berguna untuk memasang setiap bagian armor Mark lll kepada Agler.
Dia memasukkan semua cetak biru ke dalam ruang sistem, tongkat Light Cycle dan 3 buah kacang peri diberikan kepada Tony Stark.
"Sudah waktunya aku pergi, aku akan memberitahu tentang fungsi atau kegunaan kacang ini sebelum aku pergi, juga Light Cycle tetap diberikan kepadamu, anggap saja sebagai hadiah perpisahan," kata Agler setelah memberikan barang itu.
"Tiga kacang ini memiliki fungsi penyembuhan, apapun luka yang dihasilkan atau diakibatkan oleh peperangan, pertempuran atau perkelahian akan segera sembuh total hanya dalam beberapa detik setelah kamu memakannya, aku harap kamu gunakan ini dengan baik, tidak ada kacang seperti ini di duniamu," tambah Agler menjelaskan kegunaan kacang peri pada Tony.
"Aku mengerti, terima kasih sudah menyelamatkan aku, Agler." Tony Stark memeluk sebentar Agler untuk terakhir kalinya.
"Aku juga, terima kasih sudah memberikan berlian dan menyelamatkanku, Agler." Yinsen ikut memeluk Agler.
Agler menanggapi dengan senyuman dan anggukkan.
[Ding!]
[Tersisa 30 detik untuk segera pergi dari Dunia ini!]
Pengingat sistem telah berbunyi dalam benaknya, sudah saatnya Agler berpisah dengan mereka.
"Jaga baik-baik diri kalian, aku hanya bisa mengingatkan kalian bahwa peristiwa yang besar akan terjadi di masa depan dunia ini, terus tingkatkan kemampuanmu dan terus berjuang!"
"Selamat tinggal!"
Tubuh Agler bersinar, perlahan berubah menjadi bola cahaya putih yang terang, dan terbang ke atas langit, lalu menghilang.
Tony Stark dan yang lain memandang langit, mereka masih mencerna apa yang terjadi tadi.
'Apa tujuan sebenarnya Agler ke Dunia ini?'
Itulah pertanyaan yang ada di dalam kepala mereka, sebelumnya Agler hanya memberi informasi bahwa dirinya adalah manusia dari dunia lain yang bertugas untuk menyelamatkan orang tertentu seperti dirinya.
Tetapi dia tidak menjelaskan lebih rinci, apa manfaat dia untuk menyelamatkannya, juga dia tidak mengerti tujuan Agler meminta cetak biru itu.
'Dia sudah kuat, jadi untuk apa cetak biru itu?'
Pertanyaan ini muncul begitu saja di pikiran Tony Stark, setelah pulih dia melihat kembali kacang dan tongkat Light Cycle yang di kedua tangannya.
Mengingat lagi ucapan Agler tentang peristiwa yang besar akan terjadi di masa depan, seketika dirinya memiliki firasat yang buruk dan itu memenuhi pikiran dan hatinya.
Kemungkinan besar apa yang diingatkan oleh Agler itu benar akan terjadi, dia berpikir untuk menjadi lebih kuat dalam waktu yang cepat, supaya bisa menghadapi dan mengatasi peristiwa besar yang dimaksud Agler tersebut.
Ambisi untuk terus berkembang menjadi lebih kuat muncul di hatinya.
Kekalahan yang dia alami tadi membuatnya ingin terus belajar dan memperbaiki diri dari kesalahan dan kegagalan yang telah terjadi.
Menatap ke atas langit yang gelap, ketegasan dan semangat penuh api melintas di matanya.
Kemudian, Tony berbalik dan kembali ke dalam Villa, Yinsen dan Pepper Potts berjalan mengikutinya dan masuk ke dalam.