Savior System

Savior System
Bab 105 : Melawan Para Gycleps PT 01


Bang!


Pukulan dari tangan yang besar itu menghantam Agler dengan kuat, menimbulkan efek gelombang kejut yang kuat hingga menghempas awan di sekitarnya.


Tubuh Agler terbang terbalik menuruni langit.


"Sial tangan apa itu!"


Agler berhenti di langit pada ketinggian 10 kilometer, mengangkat kepalanya ke atas, dia melihat pusaran ruang yang menempel di langit.


Terdapat satu tangan dari makhluk hidup yang muncul dari pusaran ruang itu, dia sendiri tidak tahu makhluk apa itu.


Kemungkinan besar ini adalah monster yang Sistem tugaskan kepadanya.


Menurunkan tangannya yang menyilang, terdapat bekas goresan dari pukulan tangan monster itu, fisiknya yang ratusan milyaran kali dari orang dewasa, masih bisa tergores dari monster ini.


Mengerutkan keningnya, dia harus serius dengan monster kali ini.


Tanah tiba-tiba muncul dan membentuk permukaan, dan kakinya sebagai pusat dari pembentukan Terrain of Earth.


Terrain of Earth terus meluas mencakup 60 kilometer yang cukup untuk menutupi seluruh daerah Jakarta Pusat.


Seiring meluasnya Terrain of Earth, pusaran ruang itu melebar dan membesar hingga 1 kilometer ukurannya.


Tangan yang muncul menghilang, digantikan oleh sesosok makhluk besar yang aneh botak bermata satu sambil memegang palu besar di kedua tangannya dan mengenakan armor hitam di tubuhnya.


Mata Agler terus terfokus pada pusaran ruang ini.


Di belakang satu sosok monster berkepala gundul ini muncul dua sosok yang sangat mirip dengan monster membawa palu ini.


Dua monster ini memiliki senjata yang berbeda, satu monster memegang tongkat serta memakai jubah dan yang lainnya memiliki gelang berwarna yang melayang di pergelangan tangannya serta memakai armor hitam pada seluruh tubuhnya.


Tatapan Agler beralih ke belakang tiga monster ini, terlihat ribuan monster dengan bentukan yang sama, tetapi lebih besar dari tiga monster yang di awal.


Monster besar ini dua kali lebih besar daripada tiga monster ini, dan mereka bersenjatakan pedang dan berbagai alat senjata zaman perunggu lainnya.


"Mereka semua adalah Gycleps monster botak?" ucap Agler yang merasa heran.


"Besarnya sama seperti salah satu makhluk dari ras Draith, tapi yang ini lebih kecil," gumam Agler.


"Aku bisa merasakan tekanan yang lebih kuat dari ras Draith, tapi... tiga monster yang paling depan ini auranya jauh lebih kuat dari monster di belakangnya."


"Sepertinya mereka bertiga bos dari Gycleps."


Agler menganalisis kekuatan monster-monster ini, dia bisa merasakan tekanan dari makhluk besar dengan kepala botak ini.


'Ghidorah segera ke sini,' ucap Agler kepada Ghidorah melalui telepati.


Diawali dengan tiga monster yang mendarat di Terrain of Earth, lalu semua monster raksasa ikut turun dan mendarat di depan ketiga monster yang lebih kecil itu.


Agler duduk di singgasana es dan berliannya sambil memperhatikan ratusan ribu monster raksasa berjatuhan dari pusaran ruang yang dia sebut portal.


Tidak hanya dia saja, helikopter milik beberapa negara melihat pemandangan ini dan juga beberapa acara berita yang menyiarkan ini secara langsung.


Setelah beberapa saat, semua Gycleps keluar dan berdiri di permukaan Terrain of Earth-nya.


Dan portal itu pun menghilang.


"Tanah apa ini?" Gycger bertanya sambil menginjak-nginjak permukaan tanah ini.


"Aku tidak tahu, tapi yang aku tahu tempat yang kita pijak adalah buatan dari makhluk dari planet ini," jawab Gycmer dengan raut wajah yang serius.


Dia sempat melihat Agler yang membuat Terrain of Earth ini, dia tercengang pada awalnya, tetapi rasa ingin bertarung perlahan membara di dalam tubuhnya.


"Benar aku bisa merasakan jejak sihir yang ada di tempat ini," tambah Gycser memperkuat pernyataan Gycmer.


Jejak sihir bisa dia rasakan dari tempat ini, dia merasa sedikit takut dengan pembuat tempat ini, mana yang dibutuhkan sangat besar untuk membentuk tempat sebesar ini, bahkan dia pun belum tentu bisa membuatnya.


"Gycser bawa kita ke tempat yang lebih tinggi, aku ingin melihat makhluk apa itu," pinta Gycger kepada Gycser.


Gycser mengangguk, tongkat yang dipegangnya bersinar, mengeluarkan asap biru dari kepala tongkat dan menyelimuti tubuh mereka bertiga.


Asap biru menjadi terlihat samar-samar saat menyelimuti mereka, dan perlahan membawa mereka bertiga melayang tinggi, berhenti melayang di 50 meter dari atas permukaan tanah.


Secara bersamaan mata mereka menangkap sebuah titik ungu kecil di ujung pandangannya.


"Kalian melihat apa yang aku lihat, Kan?" Gycmer berkata kepada Gycser dan Gycger.


Mereka berdua mengangguk, mereka semua hanya bisa melihat titik cahaya kecil yang jauh di sana.


"Tunggu sebentar, aku akan melihat jelas apa titik cahaya itu sebenarnya," ujar Gycser sambil mengucapkan mantra dari mulutnya.


Asap biru muncul dari tongkatnya, terbang menuju kepalanya dan menempel tepat di matanya.


Matanya bercahaya biru muda, mengeluarkan efek kobaran api berwarna biru dari kelopak matanya.


Seketika penglihatan Gycser meningkat, dan dia bisa melihat dengan jelas sosok dari titik cahaya ungu itu.


Postur gaya makhluk ini terlalu mendominasi, dia bisa merasakan tekanan yang sangat kuat dari makhluk ini.


"Di sana ada makhluk kecil, tetapi—"


"SEMUANYA BUNUH MAKHLUK YANG ADA DI CAHAYA ITU SEKARANG!" seru Gycmer memotong kalimat yang diucapkan oleh Gycser.


Graaaahhhh!


Kraaaahhh!


Oraaaaaaa!


Para Gycleps bergerak maju, mengikuti arahan Gycmer untuk menyerang sosok di balik cahaya yang bersinar itu.


"Apa yang kamu lakukan!" Gycser berkata dengan kesal kepada Gycmer.


Sifatnya yang selalu semena-mena tanpa meminta saran kepada mereka berdua membuat Gycser kesal.


Lawan di depannya tidak mudah, dan harus memikirkan strategi yang tepat, jangan asal menyerang tanpa persiapan, tapi... sudahlah dia tidak tahu haru melakukan apa.


Mendengar perkataan Gycser di sampingnya, Gycmer menoleh untuk melihat Gycser yang terlihat marah.


"Ada apa, kenapa kau marah seperti itu?" tanya Gycmer seolah tidak melakukan kesalahan sedikitpun.


Gycser menenangkan amarahnya, dan dia berkata, "Dengarkan aku terlebih dahulu, aku belum selesai berbicara jangan asal potong seperti itu."


"Makhluk yang di depan kita, kemungkinan besar memiliki kekuatan yang sama seperti kita."


Mimik wajah Gycmer terlihat meremehkan, "Lalu? aku harus takut dengan makhluk itu? Gycger saja tidak menentang keputusanku."


Gycser menoleh kepada Gycger.


Melihat Gycser melihat ke arahnya, Gycger hanya bisa mengangkat bahunya.


"Terserah kau, Mer!" kata Gycser sedikit kesal.


Dan dia kembali menatap para Gycleps-nya yang semakin dekat dengan sosok itu.


Di sisi berlawanan, terdapat Agler yang menatap tiga monster ini dengan santai dan bersahaja.


"Sepertinya salah satu dari mereka baru saja melihatku tadi."


Dia bisa merasakan tatapan dari seseorang, yang jaraknya jauh darinya.


Suara dentuman keras dari ratusan ribu langkah kaki monster terdengar sangat jelas, membuat permukaan Terrain of Earth miliknya sedikit bergetar.


Dang!


Tiba-tiba, suara benda tumpul menabrak sesuatu yang keras terdengar dari luar.


Agler segera mencari sumber suara itu, dan saat dia melihat ke atas di samping sisi kanan Terrain of Earth, ternyata terdapat Ghidorah yang menggelengkan salah satu kepalanya.


Jelas sekali salah satu dari kepala Ghidorah menabrak dinding Mind Barrier-nya.


Ghidorah telah sampai dan terbang mengepakkan sayapnya di luar Terrain of Earth.


"Puftt—... hahaha!" Agler tidak bisa menahan tawanya setelah melihat adegan Ghidorah sebelumnya.


Setelah puas tertawa, Agler membuat celah untuk untuk Ghidorah masuk ke dalamnya.


Bum!


Ghidorah dengan gagah mendarat tidak jauh di depan Agler.


Tiga pasang mata menatap tajam melihat ratusan tibu makhluk berkepala tanpa rambut yang sedang bergegas ke arahnya.


Gruuuooooaaahhhhh!


Raungan keras Ghidorah membuat para Gycleps berhenti bergerak, memfokuskan matanya untuk melihat Ghidorah.


Tekanan dari Ghidorah menyelimuti sebagian Gycleps, dan membuat yang terkena aura intimidasi langsung berlutut.


"Makhluk besar apa ini? Aku belum pernah melihat makhluk ini sebelumnya," kata Gycger.


"Aku tidak peduli makhluk apa ini, tapi aku tertarik dengan makhluk besar berwarna kuning ini, aku harus merampasnya sebagai tunggangan eklusif ku!" balas Gycmer sambil menatap Ghidorah dengan mata penuh keserakahan.


Gycser memutar matanya, dia masih kesal dengan Gycmer ini karena persoalan yang tadi.


Kaki Agler dinaikan ke atas meja berlian, tangan kanannya menopang kepalanya sambil melihat para makhluk botak besar yang ketakutan ini.


"Serang mereka, Ghidorah." perintah Agler dengan santai.


Segera Ghidorah membuka mulutnya, cahaya kuning muncul dari dalam lehernya, kepalanya membidik para Gycleps gundul yang mulai kembali bergegas ke arah dirinya.