Savior System

Savior System
Bab 102 : Lalat


13 Maret 2023.


Hari-hari berlalu begitu cepat, sudah enam bulan Agler hidup di Dunia ini.


Banyak hal yang terjadi lima minggu yang lalu, diawali dengan pembuatan cetak biru Baymax yang sekarang sudah selesai Jarvis buat, dan dia segera mengirimkan cetak biru itu kepada Mirage.


Dengan tingkat kecanggihan teknologi sekarang, cukup sulit untuk menciptakan Baymax dalam waktu yang cepat.


Kemungkinan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk Baymax dapat dibuat dengan tingkat kesesuaian 100% sama seperti yang dimiliki Agler itu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun dari sekarang.


Itu terbilang cukup cepat, karena modalnya yang dipakai juga banyak.


Dan masalah Reaktor itu bahkan memakan waktu yang lebih lama dari pembuatan Baymax.


Itu tidak masalah karena Agler masih menimbang keputusan untuk menjual reaktor atau tidak.


Manfaat reaktor mini ini sangat besar tetapi resikonya pun tidak kalah besar.


Jadi, Agler tidak bisa mengambil langsung keputusan begitu saja, tanpa berpikir panjang dan matang.


Persoalan Tiga anak-anak itu, mereka bertiga belum bisa sekolah dan harus menunggu sampai bulan Mei atau Juni untuk mendaftar sekolah, karena bulan ini sudah sangat lambat untuk masuk sekolah.


Mereka juga tidak masalah untuk hal ini, mereka sabar menunggu.


Nayla dan yang lain sangat menyambut mereka bertiga, dan sekarang mereka semua seperti saudara, tidak ada yang membedakan antara satu sama lain.


Mengenai sistem, Agler hanya mendapatkan 1 tugas di setiap minggunya, dengan total Agler mendapatkan 5 lotere dan 150 Savior Coin.


Entah kenapa Sistem jarang memberi dia tugas, dan akhir-akhir ini sistem seperti berubah.


Sistem lebih jarang muncul, dan tidak seperti sebelumnya yang setiap dia memanggil Sistem akan selalu menjawabnya.


Tapi Sistem saat ini, jarang menyahut seruan darinya.


Hal inilah yang membuat Agler selalu berpikir, dan menjadi beban pikirannya.


"Love you~"


Muach!


Rem mencium Agler dengan sangat penuh cinta, seiring berjalannya waktu Rem semakin berani menunjukkan kasih sayang dan cintanya kepada Agler.


Tidak hanya Rem saja, tapi semua wanitanya sama seperti itu, setiap malam hari mereka akan mengeluarkan sifat aslinya yang sangat brutal dan liar pada Agler, tentu saja pada akhirnya mereka yang liar dengan mudahnya ditaklukkan oleh Agler yang perkasa.


Setelah dicium oleh wanita imut ini, Agler membalas ciumannya, dan mereka berdua saling ******* bibir satu sama lain selama beberapa menit.


Di rumah tidak ada siapa-siapa kecuali mereka berdua. Pina dan Baymax sedang bermain dengan tiga anak yang belum bersekolah.


Selain mereka, semuanya sudah pergi menjalankan aktivitas mereka sehari-hari.


Melepaskan ciuman, Agler merasakan adik besarnya mulai terbangun, menegang sangat keras dan terasa sesak di bagian celananya.


Dia tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak memakan Rem di pagi hari ini.


Melihat jam yang baru menunjukkan jam 8 pagi, Agler masih memiliki sedikit waktu untuk bermain dengan Rem, sebelum dia pergi ke Kafe Cass untuk suatu keperluan.


Dia segera memeluk Rem, dan mulai berjalan membawanya ke dalam kamar.


"Aaaa~... mau kemana?" Rem menjerit manja pada Agler dan berpura-pura tidak tahu.


Agler sampai di kamar, lalu dengan tergesa-gesa, dia bermain dengan Rem yang imut ini.


Walaupun imut dan kecil tubuhnya, dua bagian lemak di dadanya sangat besar, bahkan Agler mengukur dari semua wanitanya saat ini bahwa Rem ketiga paling besar setelah Adena dan Cass.


Sword Maiden belum dia ukur, Karena dia masih belum dewasa di Dunia nya, dia diberitahu oleh sistem bahwa Sword Maiden masih belum dewasa, mungkin butuh 1 bulan atau lebih untuk bisa membawanya ke Dunia nyata.


"Aaahhh~" Goyangan pinggul kecilnya selalu bisa membuat adik besarnya merasakan kenikmatan.


Satu jam mereka berdua bermain, diisi dengan berbagai macam gaya, entah itu di kasur, berdiri atau duduk.


Diakhiri dengan keluarnya air suci yang banyak dari Rem.


Selama bermain Agler belum mengeluarkan air nya sedikit pun, melihat Rem berbaring di dadanya yang terlihat lemah dan matanya nampak sayu, membuat Agler tak ingin melanjutkan lagi ke ronde selanjutnya, dia tidak tega untuk melakukan itu.


Meletakkan Rem di Kasur dengan lembut, lalu menutupi tubuhnya dengan selimut. Wajah imutnya saat tertidur tampak kelelahan, dahinya masih ada sedikit keringat, melihat ini Agler tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium wanita yang paling imut ini.


Setelah mencium pipi Rem, sudut mulut Rem perlahan naik, dan memperlihatkan ekspresi sangat bahagia dan senang.


Mencuci dirinya dari keringat, Agler pergi keluar menuju ke Lokasi kafe tiga wanitanya ini, karena ada sesuatu hal yang harus dia urus.


Omong-omong tentang Kafe tiga wanita itu, sekarang Kafenya sudah sangat berkembang dan bahkan mereka berniat untuk membuka cabang di Mall terdekat.


Kebanyakan dari pelanggan Kafe mereka adalah dari kalangan anak-anak muda, terkadang ada jug orang yang sok kaya datang ke sana dan mendekati mereka bertiga.


Dan orang yang berpura-pura kaya ini selalu menyatakan cinta kepada salah satu dari tiga wanitanya, tentu saja mereka bertiga menolak cinta orang tersebut mentah-mentah.


Tapi orang ini masih tidak menyerah, dan dia tetap pergi ke kafe wanitanya setiap hari dan terus mendekati mereka seolah dirinya tidak akan pernah menyerah sebelum mendapatkannya.


Ini membuat Agler kesal, orang ini sudah mengganggu wanitanya bekerja, mereka bahkan sering mengeluh tentang masalah ini.


Mendengar keluhan ini, Agler dengan cepat bergerak untuk menuntaskan masalah ini.


Hari ini dia akan menuntaskan masalah yang mengganggu ini.


Membawa Rolls-Royce Solid Phantom Gold, mengenakan Kemeja Hitam Versace kustom yang paling mahal dengan celana jeans Levi Strauss dari tahun 1800-an yang dia beli dari kolektor jepang yang harganya hampir menyentuh angka 2M.


Brooom!


Ciiitttt!


Mobil mewah berwarna emas berhenti tepat di depan parkiran sebuah Kafe.


Semua orang yang berada di bahu jalan dan di luar Kafe langsung memusatkan pandangannya ke arah mobil mewah ini.


Bukan karena tidak ada mobil mewah yang terparkir di kafe ini, sebaliknya di parkiran depan kafe ini terdapat banyak sekali mobil mewah dari berbagai macam brand, seperti BMW, Ferarri, Lamborghini, Dll.


Karena Mobil mewah berwarna emas ini nominal harganya melampaui semua nilai beli dari semua mobil yang ada di sini.


"Solid Phantom Gold?"


"Serius orang sekaya ini datang ke sini hanya untuk meminum secangkir kopi?"


"Orang-orang kaya yang ada di sini sepertinya akan kalah saing dengan pemilik mobil ini."


"Kenapa orang-orang kagum pada mobil ini, palingan mobil ini tidak sampai 1M."


"Apa katamu bilang? coba kamu cari mobil ini di hp kamu, jangan asal bicara!"


"E-eh aku minta maaf!"


Orang-orang berbisik dan berbicara satu sama lain, membuat Kafe menjadi ramai berkumpul.


Mereka semua terus memperhatikan mobil ini, ingin tahu siapa pemilik mobil semewah ini.


Pintu mobil terbuka, seorang pemuda dengan wajah yang paling tampan yang pernah ada keluar dari dalam mobil.


Pemuda berkacamata hitam dan berkemeja hitam terlihat sangat megah dan kuat karena otot tubuhnya samar-samar terlihat, dengan pesona seperti seorang Bangsawan dia mulai berjalan menuju ke dalam Kafe.


Walaupun pemuda ini memakai kacamata, tetapi tidak mengurangi rasa ketampanannya.


"Seharusnya aku tidak mencoba memakai kacamata hitam biasa ini," gumam Agler yang menyesal karena mencoba kacamata hitam yang lain, katena ingin tahu apakah efeknya akan sama dengan kacamata hitam Superman.


Sudah terlambat jika ingin mengganti kacamata hitam Superman, semua orang sudah mengenali ketampanannya.


"Bajunya saja sudah bisa membeli mobil yang aku bawa.""


"Apa seperti ini kehidupan seorang anak dari orang kaya?"


"Andai saja aku memiliki 1% dari ketampanan orang ini."


"Tampan sekali anak muda ini! sayang sekali dia lebih kaya dari wanita dewasa ini!"


Agler mengabaikan semua perkataan orang dan bisikan orang yang ada di tempat ini, dia mendorong masuk pintu Kafe dan berjalan di dalamnya.


Saat di dalam, Agler melihat semua bangku yang tersedia penuh oleh para pelanggan di sini.


Matanya melihat ke arah tiga wanita yang sedang sibuk melayani pelanggan, tetapi ada sesuatu yang mengganggu pandangannya.


Seorang pemuda yang agak tampan sedang mencoba menggoda Ghinava yang sibuk mempersiapkan minuman untuk seorang pelanggan.


"Cantik... kamu yakin menolak aku yang kaya raya ini? aku punya segalanya yang kau mau, semua permintaanmu akan ku penuhi," ucap pemuda itu sambil memamerkan kunci mobil Lamborghini-nya.


"Bagaimana... apa kamu sudah mengubah keputusanmu dan setuju menjadi istriku satu-satunya?"


Pria ini terus merayu dengan kata-katanya yang cukup menjengkelkan saat orang mendengarnya.


Tiba-tiba, aura dingin menghantam tubuh pria itu, dan membuatnya bergidik ngeri.


'Ada apa ini? kenapa tubuhku seperti ini?' gumam pemuda ini di dalam hatinya, sembari keringat mengucur dari dahinya.


Berhenti merayu wanita cantik ini, dia memberanikan diri untuk menoleh ke belakang.


Dia melihat seorang pemuda yang tinggi berdiri menghadap dirinya.


Cass, Svalia dan Ghivana yang sebelumnya merenung tampak tidak bersemangat karena di ganggu orang ini, sekarang berubah ekspresi tersenyum gembira.


Pria yang memamerkan kekayaan ini hanya bisa melihat ke atas, ingin tahu siapa orang yang mengganggunya ini.


"Anu ... apa ada yang bi-bisa saya ba-bantu?"


Penampilan seperti orang kaya yang bergelimang harta perlahan runtuh, berubah menjadi seperti seekor anak ayam yang ketakutan akan dimangsa Elang yang ganas.


Butuh waktu yang lama untuk menenangkan psikologis dirinya sendiri, dia tenang kembali dengan cara memegang erat kunci mobil Lamborghini-nya.


"Ada apa?! Kenapa kamu melihatku seperti itu?! Ada masalah?!" Pria ini kembali percaya diri, dengan nada yang tinggi bertanya kepada Agler yang ada di depannya.


Agler tidak menjawab, dia hanya menatap Pria ini dengan seksama, ingin tahu tindakan apa yang akan dilakukannya selanjutnya.


"Kenapa berdiam diri?!"


"Apa ada masalah denganku?!"


"Oh. Aku tahu, kamu cemburu karena aku mendekati wanita cantik ini?"


"Tenang saja, wanita ini menjadi istriku sebentar lagi."


Ocehan terus keluar dari mulutnya sembari Pria ini berdiri melototi Agler.


Tidak lupa pria ini memanasi Agler dan memancing emosinya.


Terlalu percaya diri bahkan menjadi sangat berani, padahal ukuran tubuh diantara keduanya berbeda sekali, Pria ini terlihat kurus dan tidak setinggi Agler.


Tapi lihat, perilakunya tampak seperti dia mempunyai segalanya.


Melihat tingkah pria ini membuatnya mengingat berita yang dia tonton videonya beberapa hari yang lalu.Di dalam berita itu terdapat seseorang yang merasa dirinya paling berkuasa dengan seenaknya menendang motor warga, hingga warga tersebut terjungkir balik dan motonya rusak karena warga itu masih memegang gas motor.


Sebenarnya Agler ingin menghilangkan orang seperti ini tanpa ada abu sedikitpun dan jiwanya akan Agler potong hingga dia tidak bisa hidup di kehidupan selanjutnya.


Tapi dia tidak mempunyai hak untuk itu, hanya polisi yang mengurusnya.


"Hei, Pecundang! kenapa dari tadi kau diam seperti itu?!"


"Bodoh..."


"Kamu takut..."


Semua orang yang mendengar ocehan Pria yang arogan ini sebenarnya sudah cukup geram, dengan tindakan Pria ini, tapi mereka tidak berani menegurnya.


Orang kaya yang melihat ini pun tidak bergerak, dia ingin melihat tindakan Agler bagaimana dia membereskan masalah ini.


Ocehan dari mulut itu seperti dengungan lalat di telinga Agler, tentu itu membuat Agler terganggu.


"Apa kamu bisa diam sekarang..." ucap Agler dengan nada yang datar dan menekan.


"Memang kau itu siapa?! berani memeritahku seperti itu!"


Pria ini tidak kenal takut, dia pikir Agler hanya mengancam saja.


"Berisik!" Agler meninggikan nada perkataannya sambil mengeluarkan tekanan seperti gunung.


"A-ak..." Pria ini ingin menjawab tetapi tidak bisa, dia merasakan tekanan yang sangat mengerikan hingga dirinya tidak bisa lagi menahan tekanan ini.


Buk!


Pria itu terjatuh di lantai dan air berwarna kuning keluar dari celananya menggenangi lantai tempat ia berbaring.


Pria itu pingsan.


Agler meminta pegawai di sini untuk memindahkan tubuh orang ini ke luar kafe, dan membersihkan lantai yang bau ini.


Kafe di sini sudah merekrut beberapa karyawan.


Tiga wanita cantik ini segera berlari menuju Agler, lalu memeluknya serta menciumnya satu persatu.


Adegan ini membuat pelanggan pria menjadi tersenyum masam dan kecewa.


Tapi mereka akan tetap ke sini karena rasa kopi di sini sangat enak, apalagi camilan kuenya.


Agler meminum kopi di sana, ditemani langsung oleh tiga wanitanya.


Setelah setengah jam meminum kopi, Pria yang pipis di celana bangkit kembali dan memasuki kafe lagi.


"Dasar tiga ******!"


"Kalian tidak memberitahu aku, bahwa kalian sudah memiliki pasangan, lihat saja aku akan membalas dendam!"


Pria ini kembali bertingkah lagi, dan sekarang menghina wanita Agler.


Agler hanya menatapnya, lalu mengambil sendok dan dia bentuk menjadi bulat, lalu melemparnya dengan jarinya ke arah Pria itu.


"Kamu bajingan, berani memukulku, aku akan membalasnya seratus kali lipat dari ini!"


"Lihat sa—... ughh!"


Kalimat itu terpotong, dan pria itu memegangi perutnya, dan dia terjatuh pingsan sekali lagi.


Karyawan kafe segera meletakkan Pria ini di parkiran mobil.