Savior System

Savior System
Bab 108 : Melawan Para Gycleps PT 04


Duaarr!


Dua serangan itu bertabrakan dan menciptakan efek gelombang kejut yang luar biasa.


Angin yang sangat kencang seperti badai, menerpa semua yang ada di dekatnya.


Terrain of Earth sedikit bergetar karena daya ledakan ini.


Beberapa detik terjadinya benturan yang sangat keras itu, dua sosok terpental dan menjauh ke arah berlawanan seolah berpisah dan tak pernah bertemu lagi.


Bam!


Tubuh Agler menghantam tanah dengan keras, tanah menjadi hancur lebur, dan membuat lubang yang sangat lebar di permukaan Terrain of Earth miliknya.


Sedangkan Gycmer melambung tinggi sangat jauh, sebelum dia akhirnya terjun ke bawah dan jatuh menabrak tanah.


Suasana menjadi hening sejenak, setelah adanya suara yang sangat keras yang dikarenakan hantaman dari serangan mereka berdua.


"Uhuk!"


Gycmer pelan-pelan bangkit dan berdiri sambil menopang tubuhnya dengan memegang palu besarnya.


Sosok Gycmer terluka, tangan kirinya terdapat terluka remuk, darah mengalir dari kedua telapak tangannya, ini hasil dari hantaman yang luar biasa tadi.


Lengannya tidak kuat menahan efek getaran dari akibat benturan itu, dan akhirnya terluka.


Tubuhnya pun tidak kuat menahan getaran yang dahsyat ini, dia merasa organ di dalam tubuhnya bergeser.


Cuhhh!


Sekali lagi Gycmer meludahkan darah dari mulutnya, tatapannya terus mengarah kepada lubang yang jauh di depannya.


Asap biru tua keluar dari palunya, lalu merasuki tubuhnya untuk menyembuhkan luka dan cedera akibat adu kekuatan sebelumnya.


"Makhluk sekecil itu, memiliki kekuatan yang sangat besar. Sepertinya aku terlalu meremehkannya," gumam Gycmer masih menatap baik-baik tempat Agler berada.


Brak!


Bongkahan batu dan tanah terlempar jauh ke segala arah dari lubang tempat Agler terjatuh tadi.


Perlahan sosok Agler keluar dari lubang tanah yang mengubur tubuhnya.


Terlihat ketika Agler keluar dari kawah yang dia sebabkan ini, baju flugel hancur berkeping-keping, armor di bagian dada, tangan, dan kaki tidak utuh.


Kedua tangannya terluka parah, dari ujung jari hingga sikutnya dibanjiri oleh darah miliknya. Tulang di bagian lengan remuk dan patah tidak beraturan, orang-orang yang menonton ini merasakan kesemutan di kepalanya ketika melihat luka Agler seperti ini.


"Sayang tutup mata kamu!"


Seorang wanita dewasa tiba-tiba menutupi mata seseorang yang ada di sampingnya.


"Sayang, aku udah besar, aku tidak takut melihat luka seperti itu," ucap Seorang Pria yang sedang ditutupi matanya oleh tangan Pasangannya.


"Oke, Sayang."


Wanita itu melepaskan tangannya dari mata Pria ini.


Tepat ketika Pria ini membuka matanya untuk melihat layar yang menyoroti luka Agler lebih dekat.


Wajahnya langsung berubah menjadi pucat, terlihat sangat ketakutan.


"Aaaaa!"


Pria itu berteriak kencang, lalu meloncat dan memeluk wanita di sampingnya.


"Sudah aku bilang jangan melihat, kamu tetap ngeyel dan ingin melihatnya. Sudah tahu kamu takut dengan darah, sok berlaga kuat padahal takut," Wanita itu meledek Pria yang ada di pelukannya.


"Maaf~..." kata Pria itu sambil menatap Wanitanya dengan tatapannya yang berair.


"Jangan lihat aku dengan mata seperti itu, kamu sudah besar, jangan seperti bayi!"


Wanita itu mendorong Pria itu hingga terjatuh ke atas karpet.


Mata pria itu seperti ingin menangis.


Dan benar saja dia langsung menangis seperti anak kecil.


"Waaaaa!"


"Waaa—..."


Plak!


"Berisik!"


Wanita itu melempar buku tebal ke pipi Pria itu, sambil berkata dengan mata yang melotot.


Lalu dia kembali menonton televisi yang sekarang sudah menayangkan luka Agler dengan sensor.


Seketika Pria itu berhenti menangis dan dia berdiam diri terlihat murung sambil berbaring di atas karpet, dan melanjutkan menonton televisi dengan tatapan kosong.


•••••


"Kekuatan mereka berdua nampak seimbang ...."


Setelah melihat hasil dari duel serangan antara keduanya, Gycger menilai bahwa kekuatan antara mereka berdua seimbang.


"Tidak, kau salah Gycger. Aku bisa melihat bahwa Makhluk itu tidak menggunakan seluruh kekuatannya saat dia memukul Gycmer."


Saat melihat pukulan Agler, Gycser bisa melihat bahwa Agler tidak menggunakan 100% pukulan penuhnya.


Kekuatan mereka berdua tidak seimbang dalam artian sebenarnya.


"Apa kamu yakin, Gycser?" tanya Gycger yang sedikit tidak percaya dengan penyataan Gycser.


"Lebih baik kamu perhatikan baik-baik," jawab Gycser tanpa ekspresi apapun.


Mendengar ini, Gycger kembali melihat Agler dan Gycmer.


"Seharusnya Gycmer tidak melakukan penyerangan tanpa persiapan seperti itu," gumam Gycser sambil menggelengkan kepalanya.


Seketika seluruh luka yang ada di tangannya diisi oleh kobaran api biru-ungu.


Tidak sampai lebih dari 1 detik berlalu, api yang muncul di tangannya menghilang seperti ditelan oleh tubuhnya, dan menampilkan tangannya yang baru tanpa adanya bekas luka.


Agler berdiri tegap menghadap ke arah Gycmer yang jauh di depannya.


Matanya menatap Gycmer dengan tatapan yang tajam.


Tangan Agler bergerak, dia melepaskan semua bagian armor Flugel yang sudah rusak dari tubuhnya.


Sekarang dia hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam saja, dan dia bertelanjang dada.


Otot ditubuhnya yang sangat sempurna bak diukir oleh seorang Dewa, ditambah dengan wajahnya dengan ketampanan yang melebihi para Dewa, membuat seluruh Wanita yang melihat ini dari layar televisi di rumahnya menjerit-jerit kegirangan.


Sayangnya pemandangan ini tidak bertahan lama, Agler segera memakai baju hitam dari setelan Superman.


Dia sekarang memakai outfit anak kasual seperti anak muda yang biasa saja.


"Kecepatan penyembuhannya lebih baik dari kita semua. Akhirnya aku tahu kenapa Czar Draith mati di sini," gumam Gycser setelah melihat luka Agler yang sembuh sangat cepat.


Gycmer yang melihat adegan ini juga tercengang, lawannya kali ini akan sulit dia kalahkan.


Luka ditangannya baru pulih 60% dari kesembuhan total, tapi dia tidak peduli dengan ini, dia menegakkan tubuhnya, satu matanya memandang Agler dengan ekspresi yang penuh dengan kemarahan.


"Makhluk kecil sialan!" Gycmer mengutuk Agler sangat kesal.


"Aku akan membunuhmu kali ini!"


Suara itu keluar, tubuh Gycmer mulai mengalami perubahan yang aneh.


Diiringi oleh asap biru dari palu bedarnya, tubuhnya perlahan membesar dari sebelumnya, menghancurkan armor yang ada ditubuhnya, juga ekor dan tulang tajam di punggungnya mulai memanjang.


Tidak ada perbedaan yang signifikan dari sebelumnya, hanya ukurannya yang semakin besar menjadi 17 meter tingginya.


Seluruh tubuhnya di lindungi armor yang terbuat dari aura atau asap dari kehancuran.


Dimana itu lebih keras dan lebih kokoh daripada armor biasanya.


Palunya pun sama, material dari palunya itu terbuat dari campuran bahan yang keras dan juga zat atau energi kehancuran yang cukup besar, lalu ditempa oleh seseorang yang hebat.


Melihat mode serius Gycmer, Gycger kembali merasakan perasaan yang tidak baik.


"Kita harus menghentikan Gycmer, aku mempunyai perasaan yang buruk untuk hal ini," ucap Gycger kepada Gycser.


"Baik," jawab Gycser sambil mengangguk.


Sinar biru di tubuh mereka mulai menghilang, membuat keduanya turun ke tanah.


Tepat mereka berdua menapaki kakinya di atas tanah, Agler dan Gycmer mulai melanjutkan kembali pertarungannya.


"Sial, kita harus cepat menghentikannya!"


Gycger langsung berlari kencang menuju Gycmer yang jauh darinya.


Pada saat ini...


Gycmer mulai berjalan menuju Agler, dia nampaknya ingin melanjutkan lagi pertarungannya dengan Agler.


Melihat Gycmer berjalan ke arahnya, Agler tersenyum kecil, lalu mengambil langkah ke depan, dan ikut berjalan mendekati Gycmer.


Tiba-tiba, Gycmer yang sebelumnya berjalan, sekarang sedang berlari menuju Agler dengan cepat.


"Monster botak ini terlalu bernafsu untuk melawan ku, baiklah kalau begitu, aku akan mulai sedikit serius kali ini."


Agler berhenti berjalan, lalu dia menundukkan tubuhnya, dan kakinya sedikit menekuk.


Bum!


Agler melesat dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata orang biasa.


Orang yang melihat ini, hanya bisa melihat kilatan hitam, dan tanah yang hancur akibat dorongan dari kaki Agler.


Gycmer sedikit tertawa, semangat bertarungnya semakin membara, dia meningkatkan kecepatan berlarinya.


Detik berikutnya, Agler muncul di depan Gycmer lalu meninjunya dengan kepalan tangan kanannya.


Bang!


Suara tabrakan yang nyaring terdengar sampai jarak beberapa kilometer jauhnya.


Tanah menjadi cembung, titik tempat Gycmer dipukul hancur, muncul retakan yang membuat tanah terbelah menjadi beberapa bongkahan yang besar.


Beberapa detik berlalu, tetapi tidak ada yang terjadi setelah suara hantaman tadi, hanya ada serpihan tanah yang beterbangan menghalangi sosok mereka berdua.


Tidak lama kemudian, asap debu perlahan lenyap, dan samar-samar sosok mereka berdua terlihat.


Nampak Agler yang sedang memukul Gycmer, tetapi ditahan oleh tangan kiri Gycger dengan mudah.


"Pukulannya terlalu lemah!" Gycmer berkata sambil memegang kepalan tangan Agler yang kecil ini.


"Benarkah?" jawab Agler tersenyum bercanda.


Melihat senyum ini membuatnya Gycmer merasakan hal yang tidak baik akan terjadi.


Bum!


Pukulan Agler yang melebihi 5 kali kecepatan cahaya, menabrak tubuh Gycmer dengan keras.


Gycmer belum bereaksi apapun, dia hanya menatap kosong pada Agler, dan sedikit darah mengalir keluar dari mulutnya.


Detik berikutnya...


Whoooshh!


Gycmer terpental ke belakang dengan sangat cepat.


Dan meninggalkan beberapa jejak tetesan darah di baju hitam Agler.