
"Hmm???"
Agler merasa tubuhnya sedang ditutupi oleh sesuatu, mengangkat kepalanya dan melihat sosok wanita cantik di depannya sedang menatap dirinya dengan tatapan sedikit aneh.
"Kenapa kamu belum tidur?"
Suara Agler membangunkan Kakak Goblin Slayer, dari nymphonya, lalu dengan panik dan malu dia berkata kepada Agler.
"I-ini aku akan ke-kembali untuk tidur!"
Kakak Goblin Slayer hendak pergi, tetapi ditahan tangannya oleh Agler.
Menarik tubuhnya dan dia langsung duduk dipangkuan Agler.
Merasa tubuhnya seperti ada yang aneh, karena dia tidak pernah merasakan hal sebelumnya.
Tubuhnya perlahan memanas dan juga jantungnya berdetak lebih cepat, pipinya memerah seperti apel.
Dia belum pernah sedekat ini dengan pria manapun, aroma wangi maskulin Agler tercium oleh hidungnya yang membuat dia semakin malu tak tertahankan.
"A-nu aku ingin k-kembali ke kamarku~"
Mengabaikan omongannya, Agler langsung memeluk pinggang kakak Goblin Slayer.
"Aaahhh~"
Terkejut dengan tindakan Agler, dia belum pernah melakukan hal ini.
Kehangatan dan nyaman saat dipeluk oleh Agler membuatnya merasa bahagia dan berharap perasaan ini berlangsung selamanya.
Tidak disadari dia sangat menikmati momen indah ini.
"Apakah kamu menyukainya?"
Agler berbisik di belakangnya, angin yang keluar dari mulut Agler mengenai belakang lehernya, dan itu membuat dia merasa semakin aneh.
Kakak Goblin Slayer hanya diam dan menggenggam roknya.
"Sepertinya kamu tidak menyukainya..."
Dia melepaskan pelukannya pada Kakak Goblin Slayer ....akan tetapi di tahan oleh kakak Goblin Slayer.
"Ja-jangan lepaskan~"
Masih ingin merasakan perasaan ini lebih lama kakak Goblin Slayer tidak ingin melepaskan pelukan Agler.
Melihat ini, Agler tersenyum lalu memeluknya dengan erat.
"Aaaaa~"
Merasa kurang pas, Agler melepaskan pelukannya lalu memindahkan posisi duduk kakak Goblin Slayer di pangkuannya menjadi saling berhadapan.
"Ummm~"
Kakak Goblin Slayer sangat malu dan dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Penampilan imut ini membuat Agler tidak bisa menahan lebih lama lagi, membeli kasur serta ranjang di Mall Sistem lalu meletakkannya di ruang tengah yang kosong.
Bangkit lalu dia menggendong kakak Goblin Slayer.
Melingkari leher Agler seperti koala, lalu dia bertanya dengan penasaran.
"Aaaa~... mau kemana?"
"Ke ranjang itu!"
Agler menunjuk kasur yang ada di depannya sambil menggendong kakak Goblin Slayer, dan berjalan perlahan ke kasur.
Menoleh ke belakangnya, kakak GS bisa melihat ranjang yang mewah belum pernah dilihatnya sudah muncul di dalam rumahnya.
Sejak kapan dia mempunyai kasur ini?
Apakah pemuda ini yang belum menyebutkan namanya yang memunculkan kasur ini?
Sekuat itu kah dirinya?
Dalam beberapa detik, kakak GS memikirkan tentang kasur ini.
Agler yang melihat ekspresi bingungnya, tak bisa menahan tawa.
"Si manis ini bingung? hahaha~"
Tertawa sambil mencubit pipinya yang lucu dengan lembut.
Merasa pipinya telah dicubit oleh Agler, dia langsung menundukkan kepalanya dan memeluk Agler dengan erat.
"Ummmmm~"
Tidak menyangka sosok yang selalu terlihat dewasa di filmnya memiliki sifat imut di sisi lainnya.
Meletakkan kakak GS di ranjang itu, lalu dia melambaikan tangannya ke udara dan Mind Barrier langsung terpasang di sekeliling ranjang.
Memasang Mind Barrier untuk suara dari ranjang tidak terdengar sampai luar.
"Ka-kamu mau apa?"
Posisi kakak GS yang berbaring di kasur, wajah imutnya memerah, memandang Agler dengan mata yang terlihat malu.
Sial aku tidak bisa menahan keimutan onee-san Goblin Slayer!
Meloncat ke ranjang dan dengan ganas mulai melahap kenikmatan kakak GS.
"Aaaahhhh~"
"Eeemmmmhhh~"
Proses ini memakan waktu hingga fajar tiba.
......................
Sinar matahari menyinari wajah Agler dan membuatnya terbangun dari mimpi indahnya.
Melihat ke samping dan tidak ada siapa-siapa, sosok cantik tiba-tiba keluar dari sebuah ruangan membawa semangkuk sup, yang terbuat dari potongan daging dan kuah susu.
"Kamu sudah bangun?"
Kakak GS bertanya sambil tersenyum manis kepada Agler.
"Seperti yang kamu lihat."
Agler menjawab pertanyaannya dan juga tersenyum.
Kemudian dia berjalan dan duduk di samping Agler di ranjang.
"Mau aku suapi?"
Melihat Kakak GS yang menawarkan ini, dengan rasa bahagia di hati dia langsung menerima tawaran itu.
Satu sendok kayu mengarah ke mulut Agler, lalu dia membuka mulutnya dan memakan satu potongan daging dengan kuah susu.
Kemudian suapan kedua datang lagi, dan Agler memakannya lagi, pada suapan pertama Agler tidak begitu menyukai rasanya karena agak aneh dan asing di mulutnya, tetapi pada suapan kedua Agler mulai merasakan kelezatan makanan ini.
"Enak?"
Kakak GS bertanya kepada Agler bagaimana masakannya.
Agler mengangguk dan tersenyum.
Kakak GS yang melihat ini juga tersenyum bahagia.
Kemudian Agler disuapi hingga semangkuk sup habis tidak tersisa.
"Onee-san!"
Goblin Slayer yang masih kecil bangun dari tidurnya dan berlari ke arah mereka berdua.
Mengusap kepala adiknya dan dia berkata.
"Apakah kamu mau sarapan?"
Mengangkat kepalanya ke kakaknya dan dia mengangguk.
"Kamu tunggu disini bersama kakak barumu ini..."
"???"
Goblin Slayer tidak mengerti apa yang kakaknya bicarakan, lalu dia memandang Agler yang ada di sampingnya.
Mengusap rambut Goblin Slayer masih kecil, terlihat lucu saat kecil, dia tidak bisa membayangkan bila plot yang seharusnya berjalan, dipertontonkan di depan matanya.
Adegan saat diperkaos wanita seluruh desa dan juga disiksa lalu dibunuh di depan matanya sendiri.
"Apakah kamu menjadi kakak baruku seperti yang Onee-san bilang?"
Goblin Slayer kecil bertanya dengan matanya yang cerah dan juga terlihat penasaran.
"Iya."
Mau tidak mau Agler mengiyakan pertanyaannya.
"Horee!"
Goblin Slayer yang masih kecil menari-nari gembira di depannya.
"Kenapa kamu terlihat senang seperti itu?"
Kakak Goblin Slayer bertanya, sambil berjalan ke arah mereka membawa semangkuk sup daging ayam.
Menoleh ke kakaknya, lalu dia menjawab dengan senang.
"Aku punya kakak baru!"
"Apakah kamu senang?"
"Senang Onee-san!"
"Ya sudah kamu makan ini dulu!"
Menyerahkan sup daging ayam kesukaan Goblin Slayer ke tangannya.
Dan Goblin Slayer masih kecil ini melahap makanannya dengan penuh ekspresi kenikmatan.
"Makanan buatan Onee-san enak!"
Kakak perempuan Goblin Slayer dan Agler tersenyum melihat ini.
"Apakah kamu ingin menjadi lebih kuat?"
Mendengar ucapan Agler, Goblin Slayer langsung mengangguk dengan semangat.
"Besok kita akan pergi meninggalkan desa ini sementara..."
"Kita akan kemana?"
Kakak perempuan GS menatap Agler dengan tatapan penasaran.
"Kamu akan tahu sayangku..."
Menjawab lalu tersenyum kepadanya.
Pipi kakak GS menjadi merah, dan tangannya mencubit pinggang Agler diam-diam.
Melihat mereka berdua bermesraan di depannya, Goblin Slayer tidak mengerti apa yang dilakukan pada mereka.
Dia mengabaikan, lalu melanjutkan menikmati makanan buatan kakaknya.
"Nyam Nyam~"
......................
Di pagi hari pada hari berikutnya, Agler berdiri di pintu masuk desa, para penduduk desa termasuk Kakak Goblin Slayer dan adiknya berdiri dibelakangnya.
Mereka semua ingin melihat apa yang akan dilakukan Agler di depan pintu desa.
"Kenapa kita di sini?"
"Apakah kamu tidak ingin melihat keajaiban yang dilakukan sang petualang? kalau tidak, kamu pulang saja..."
"Apa yang dilakukan sang petualang di sana?"
"Entahlah aku juga tidak tahu..."
Mendengar jelas obrolan mereka di belakangnya, Agler tidak tahu apa dia harus menangis atau tertawa, sudah ratusan kali memberitahu bahwa dirinya bukan seorang petualang.
"Kalian semua tolong mundur dua puluh langkah dari sini!"
Mendengar perintah Agler, mereka semua mengikuti apa yang diminta Agler.
"Nee-san tahu apa yang ingin dilakukan Nii-san itu?"
Goblin Slayer masih kecil bertanya kepada kakak perempuannya.
"Aku juga tidak tahu, kita lihat saja bersama-sama.."
Penduduk mengarahkan pandangannya kepada Agler.
Memunggungi mereka semua, kemudian Agler menjentikkan jarinya.
Click!
Saat berikutnya, tanah di bawah Agler terkoyak dan melayang ke atas, membentuk dua Golem setinggi 20 meter.
Dua lubang besar muncul di depannya.
Dia membuat 1 Thunder Golem dan 1 AquaGolem.
Segera Dua Golem itu berlutut hormat di depan Agler.
"Waaahh~"
"Sungguh hebat!"
"Keren sekali!"
"Sugoi!"
"Sugiono!"
"Hanya jentikan bisa membuat monster tanah sebesar ini, lalu bagaimana jika sang petualang menepuk tangannya? apakah dia langsung membuat monster yang lebih besar?"
Para penduduk tercengang dan terpesona melihat pemandangan ini, Goblin Slayer yang masih kecil semakin memuja Agler, dan dia memiliki tujuan untuk sekuat Agler.
Orang tua Cow Girl setelah melihat ini, mereka berdua saling memandang, mereka pernah melihat kekuatan para petualang yang ada di ibukota tetapi tidak sekuat Agler, biasanya mereka akan mengucapkan mantra jika ingin melepaskan sihirnya, tetapi Agler tanpa casting.
"Tolong jaga desa ini bila ada suatu penyerangan!"
Agler memerintahkan kedua Golem ini untuk menjadi penjaga desa ini selama dia pergi ke dunia nyata.
Kedua Golem menganggukkan kepala tanda mereka berdua mengerti.
Para penduduk langsung bersorak gembira kemudian berterima kasih kepada Agler.
Orang tua Cow Girl menghela nafas lega setelah melihat ini, akhirnya mereka berdua tidak takut lagi oleh ancaman goblin yang akan datang.
"Kekuatan Nii-san benar-benar kuat, aku ingin sekuat dia ketika aku dewasa nanti!"
Goblin Slayer yang masih kecil berkata kepada Kakak perempuannya dengan penuh ambisi.
Kakak Perempuan GS membalas tersenyum melihat adiknya dan dia berharap apa yang diinginkan Adiknya bisa tercapai.