
Gemuruh!
Kekuatan logam Agler gunakan untuk mencopoti Gerbang besi yang tertancap di bebatuan.
Bebatuan di sekitarnya menjadi retak dan serpihannya berjatuhan.
Gerbang besi di depan mereka terlepas, lalu melayang dan terkompresi hingga membentuk bola.
Bola besi itu terbang dan jatuh ke tangan Agler, Dia mencengkram bola besi itu dengan sedikit kekuatannya, dan bola besi itu berubah menjadi bubuk.
"Ayo kita keluar, ikuti aku!" kata Agler sambil mengambil langkah ke depan.
Tony dan Yinsen tersadar dari adegan Agler menghancurkan gerbang besi, dan dia segera mengikuti Agler yang ada di depannya.
KrystalGolem berjalan sambil menjaga mereka berdua dari belakang.
Grak! Grak! Grak!
Suara langkah kaki dari banyak orang terdengar oleh mereka berempat, para penjaga sedang bergegas ke arah mereka akibat dari getaran yang bergemuruh tadi.
Belasan orang berkumpul di depan Agler dan yang lain, wajah Tony dan Yinsen menegang setelah melihat para penjaga bersenjatakan senapan api ini.
Wajah para penjaga pada awalnya terlihat garang dan mengerikan, ketika melihat Agler dan Golem yang ada di belakang, ekspresi wajah para penjaga berubah menjadi gugup.
Suara senjata api yang telah di isi peluru berbunyi, belasan moncong diarahkan fokus ke Agler.
Mereka bisa melihat bahwa Agler adalah orang yang paling bahaya.
"Bajingan! siapa kamu?! bagaimana kamu bisa masuk ke sini sialan?!" Pemimpin para penjaga berkata sambil melotot tajam pada Agler.
Mereka adalah anggota dari Ten Rings, jika dilihat dari wajah dan sikapnya, mereka biasa membunuh orang bagaikan membunuh hewan atau serangga, dan sudah kebiasaan sehari-hari mereka.
Orang-orang seperti ini yang Agler paling benci dalam hidupnya, wajib baginya untuk membunuh mereka.
"Mau tahu?" tanya Agler yang terlihat menjengkelkan.
"Sial! serang mereka!" teriak Pemimpin itu kepada anak buahnya.
Da! Da! Da! Da! Da!
Banyak peluru dilontarkan oleh mereka menuju Agler dan yang lain, mereka menembaki Agler dengan panik.
Tony dan Yinsen ketakutan, dia berdua menutup mata, Yinsen juga menutupi telinganya karena suara tembakan senjata membuat telinganya sakit.
Suara tembakan terus berbunyi nyaring, sampai akhirnya ratusan peluru lebih dari masing-masing penjaga habis.
Mereka berdua membuka matanya, dan melihat pemandangan yang belum pernah dilihatnya selama hidupnya.
Ribuan peluru berhenti di udara tepat di depan hadapan Agler, peluru-peluru itu perlahan berbalik mengarah ke para penjaga.
"Holisit!" Pemimpin para penjaga berteriak, dia terkejut melihat ini, lalu melompat ke belakang para anak buahnya.
Swooshh!
Peluru itu melesat cepat menuju mereka semua, melebihi kecepatan yang keluarkan dari senapan mereka.
"Arghhhh!"
"Tidak! kakiku!"
"Fak!!"
Mereka ditembaki oleh peluru mereka sendiri, darah bercucuran di tanah, mereka terluka parah, ekspresi kesakitan muncul di wajah mereka.
Pemimpin itu baik-baik saja karena dia bersembunyi di balik tubuh salah satu penjaga.
Sangat licik mengorbankan orang lain untuk keselamatan dirinya sendiri.
Wajah pemimpin itu terlihat sangat ketakutan, dia belum pernah melihat pemandangan yang di luar kesadaran manusia dan di luar nalar mereka.
"Sial aku seharusnya tidak menyerang orang itu," gumam Pemimpin itu yang masih bersembunyi.
Melambaikan tangannya, semua senjata api mereka ditarik terbang menuju Agler, senjata api itu bentuk ulang menjadi pedang besar yang tajam.
Menggenggam pedang besar itu, Agler berjalan perlahan ke arah para penjaga yang terbaring lemah di tanah.
Buk!
Tubuh salah satu anggota penjaga jatuh, memperlihatkan sosok pemimpin yang berjongkok gemetar karena ketakutan.
Agler dengan sengaja menembak mereka bukan di titik vital tubuh mereka, dia menghindari bagian kepala dan jantung mereka, dan hanya melukai bagian tangan dan kaki, agar mereka tidak bisa melakukan apapun.
Klik!
Menjentikkan tangan kirinya, api yang bersuhu hangat muncul di tubuh masing-masing para penjaga, perlahan api itu menaikkan suhunya menjadi lebih panas.
"Tidak!"
"Panas!!!"
"Tolong aku pemimpin!"
Mereka semua hanya bisa berteriak histeris dan tidak berdaya, tubuh mereka tidak bisa digerakkan sementara api terus melahap tubuh mereka sampai mata.
Mengontrol suhunya dari hangat hingga sepanas permukaan matahari, sengaja Agler lakukan agar mereka merasakan siksaan amat dahsyat sebelum mereka mati sepenuhnya dan menjadi abu yang berterbangan.
Pupil mata pemimpin itu gemetar ketakutan, ekspresi putus asa muncul di wajahnya.
Melihat Agler yang semakin dekat dengannya, Pemimpin itu segera mundur sejauh mungkin.
Tubuh pemimpin itu ditarik oleh sesuatu, dan terbang ke arah Agler.
"Ughh!"
Lehernya dicekik oleh Agler sangat kencang hingga dirinya sulit bernafas.
Agler melonggarkan cengkeraman tangannya, lalu menatap pemimpin di depannya dengan penuh niat membunuh.
"J-angan bunuh a-aku!" kata Pemimpin penjaga itu dengan penuh usaha, tangannya terus menerus mencoba melepaskan genggaman tangan Agler.
Namun sayangnya, dia tidak akan pernah bisa melepaskannya, tangan Agler sekeras baja dan itu tidak akan bisa dilepaskan oleh orang biasa sepertinya.
Tiba-tiba, dua orang penjaga yang menjaga di bagian luar goa datang sambil membawa RPG-7, lalu tanpa banyak bicara mereka berdua melepaskan peluru granat menuju Agler.
Swooshh...
Sudut mulut pemimpin terangkat naik, menurutnya Agler akan mati terkena roket dari RPG.
Namun perkiraannya salah, peluru granat berhenti di jarak satu meter dari mereka berdua.
Agler menatap main-main kepada Pemimpin, mulutnya melengkung, memperlihatkan senyuman yang mengerikan.
Dia melemparkan Pemimpin itu ke tanah, lalu membuat pelindung berlian dan logam setengah lingkaran menutupi pemimpin itu bersama dua peluru Granat.
Boom!
Ledakan dahsyat terdengar dari dalam pelindung setengah lingkaran.
Dua orang penjaga terkejut, tubuhnya terdiam membeku.
RPG yang mereka berdua pegang ditarik oleh Agler, dan menjadi bubuk dalam sekali genggam.
Pedang besar diayunkan, tubuh mereka berdua terpotong menjadi beberapa bagian oleh sihir angin yang Agler alirkan dari bilah pedang.
Grak! Grak! Grak!
Kali ini langkah kaki menjadi lebih banyak, ratusan orang penjaga datang, pasukan besar Ten Rings datang menuju Agler.
Akibat ledakan tadi yang terlalu hebat bisa membuat goa bergetar dan suara tembakan seperti petasan pernikahan tadi, mereka langsung bergegas ke dalam Goa.
Saat orang orang penjaga melihat Agler, mereka langsung menembaki tanpa ampun hingga semua persediaan peluru habis.
Peluru yang tak terhitung jumlahnya melesat menuju Agler.
Tapi, sekali lagi semua peluru itu tertahan di udara, lalu perlahan berbalik mengarah ke para penjaga semua.
"Aku kembalikan lagi milik kalian!" kata Agler sambil menunjuk ke arah mereka.
Tiba-tiba, semua peluru melesat dengan kecepatan sangat tinggi, melubangi seluruh tubuh mereka.
Para penjaga anggota Ten Rings ini tidak ada perlawanan sama sekali, mereka mati tanpa bisa bereaksi sedikitpun.
Untuk sementara waktu, bau darah memenuhi seluruh tempat ini, bercampur dengan bubuk mesiu dari tembakan senjata api.
Tidak lama kemudian, pasukan Ten Rings masih berdatangan.
Ternyata masih ada puluhan orang anggota yang datang ke dalam sambil membawa senjata yang dibuat oleh Tony Stark.
"Cepat serang mereka!" Pemimpin Pangkalan Goa ini muncul dan memberi perintah kepada semua anak buahnya.
Tony dan Yinsen tetap di tempat dirinya berdiri dari awal tadi, dan tidak pernah berpindah sedikitpun.
Ketika mendengar teriakan Pemimpin yang asli ini, dia berteriak kepada Agler, "Hati-hati, senjata yang mereka pegang sangat berbahaya!"
Tentu saja Tony Stark tahu, karena dia yang membuatnya sendiri.
"Apa?" tanya Agler yang sedang memegang kepala pemimpin yang dia tarik paksa hingga tercopot.
Puluhan orang yang baru saja datang, sekarang dalam beberapa detik sudah menjadi genangan darah di tanah.
"****!" Tony membuka mulutnya dengan ngeri, dia tidak menyangka Agler akan sekuat dan sesadis ini.
Yinsen pun sama, dia tercengang apakah manusia bisa memiliki kekuatan seperti ini.
"Ayo kita keluar!" ajak Agler lalu melangkah pergi menuju pintu goa.
Golem dan Yinsen berjalan mengikuti Agler, dan Tony Stark tertinggal di belakang.
"Tunggu semuanya!" Tony Stark berusaha mempercepat jalannya, akan tetapi baju besinya terlalu berat.
"Baju besi berat sialan!, aku akan membuat yang baru bila aku sudah sampai di rumah nanti!" Tony mengutuk baju besi buatannya sendiri.
Menurutnya baju besi ini terlalu berat untuk di pakai, dia berencana untuk membuat baju besi yang baru, dan itu adalah Mark II.
Sesampainya di luar Goa, Agler dapat melihat jelas dua orang yang bersembunyi dibalik batu yang ada di luar.
Itu terlihat sangat jelas, apalagi moncong senjata dan tangan orang itu yang muncul di samping bongkahan batu.
"Hei kenapa kalian tidak mau menungguku!" keluh Tony Stark sambil berusaha berjalan mendekati mereka bertiga.
Akhirnya dia menyusul mereka bertiga, dan sampai di luar Goa.
"Tony, aku serahkan mereka berdua kepadamu, aku ingin melihat kemampuan baju besi yang kalian berdua buat berminggu-minggu ini," ucap Agler sambil menatap baju besi Tony dari atas sampai bawah.
"Baiklah kalau maumu seperti itu, lihat kehebatan ciptaanku ini!" Tony mengambil langkah ke depan dan siap untuk memamerkan baju besinya.