Savior System

Savior System
Bab 115 : Merenovasi


[Senjata Bavdrago Sword otomatis ditingkatkan!]


Pedang Bavdrago yang dipegang Agler memancarkan cahaya yang terang, dan melayang melepaskan diri dari genggaman tangan Agler.


Sinar putih membungkus seluruh tubuh pedang. Cahaya yang bersinar dari pedangnya terlalu menusuk mata orang yang melihatnya. Bahkan Agler pun harus menghalangi pandangannya dari cahaya ini.


Beberapa waktu berlalu, pedang Bavdrago berhenti memancarkan sinar yang menyilaukan. Kini penampilan pedang Bavdrago dapat terlihat oleh Agler.


Agler mengulurkan tangannya dan menangkap pedang ini.


[Bavdrago Sword Legend (S-Rank)]


[Bavdrago Level S : Exp (0/1.000.000)]


[Efek Kemampuan: 2/5]


[1. Meningkatkan kerusakan pada makhluk jahat]


[2. Pedang tidak akan rusak]


[3. Beregenerasi jika rusak]


[4. Terkunci]


[5. Terkunci]


Dia melihat informasi yang ditampilkan dalam jendela sistem sekilas, kemudian dia memasukkan pedangnya ke dalam ruang sistem.


[Rage Mode telah habis]


[Masa pakai 10 menit, Pendinginan 1 kali sehari]


[Selamat Tuan Rumah Telah Menyelesaikan Tugas Sistem Tingkat Berbahaya!]


[Hadiah telah diberikan!]


Serangkaian notifikasi sistem muncul di hadapan Agler, seperti surat kertas yang menumpuk di atas meja.


[Terdeteksi bahan fusion tersedia!]


[Tubuh Ciberlyps + Tubuh Marshall D Teach \= ???]


[Apakah tuan rumah ingin menggabungkan?]


[Iya/Tidak]


"Tidak," jawab Agler tanpa ekspresi.


Mulutnya datar tidak melengkung ke bawah atau atas. Matanya terlihat kosong seolah hampa tanpa ada jiwa.


[Tubuh Ciberlyps akan sistem tahan di dalam ruang sistem untuk sementara waktu hingga tuan rumah ingin menggabungkannya]


Tubuh Ciberlyps beserta darahnya menghilang dari permukaan tanah Terrain of Earth. Bahkan tidak ada satupun jejak tetesan darah yang terlihat di atas tanah.


Semua orang yang melihat ini langsung terpana. Apa yang mereka lihat adalah sebuah keajaiban baginya dari sekian banyaknya keajaiban yang Agler tunjukkan.


Respon Agler terhadap pemandangan tadi hanyalah diam tanpa ekspresi yang jelas.


Tingkah laku dan penampilan Agler terlihat aneh sejak tadi. Mungkin dia masih belum pulih akibat adegan yang baru saja dia alami.


Kejadian mendadak ini membuat Agler sangat terpukul. Kehilangan keluarga terakhirnya selain orang tua. Sesuatu yang membuatnya bersedih yaitu dia pernah bertemu dengan mereka. Bahkan dia merasakan kehangatan yang terjalin di antara mereka dan dirinya.


Agler sempat tertawa dan berbagi cerita dan kondisinya pada waktu itu. Seperti menjalin hubungan yang baik layaknya keluarga harmonis pada umumnya.


Pada saat ini, semua peristiwa itu hanya menjadi kenangan baginya, kenangan yang tidak akan dia lupakan. Masa-masa dia berinteraksi dengan keluarga Agler Si Pemilik Tubuh tertanam dan tersimpan sangat dalam di ingatannya. Pastinya dia akan mengingat momen kebersamaan dengan mereka selamanya.


"Kalian segera masuk ke dalam."


Agler berbicara kepada Naga-Naga besar ini dengan nada datar. Menyuruhnya untuk masuk kembali ke dalam ruang psikisnya.


Sebuah portal besar muncul di hadapan mereka berempat, lalu mereka bergerak masuk ke dalam ruang psikis Agler secara berurutan.


Great Red yang bisa melakukan telepati kepada Agler, tidak berani menanyakan apa yang telah terjadi kepada diri Agler.


Mungkin dia tahu apa yang terjadi pada Agler. Namun, dia tidak mau bertanya dan memastikan kondisi Agler untuk saat ini.


Semua orang yang menonton berita live di televisi-nya masing-masing pasti sadar akan hal ini, sadar akan sosok Agler yang mendadak terlihat aneh.


Agler menarik kembali sayap-sayap di punggungnya, tubuhnya kembali ke bentuk normal atau bentuk manusianya. Tetapi dia masih mempertahankan bentuknya sebagai Flugel tanpa sayap.


Tentu saja, dia tidak akan mengubah bentuk manusia biasanya di muka umum seperti sekarang ini.


Setelah berdiam diri sementara, Agler akhirnya bergerak. Dia membungkukkan diri lalu tangannya menyentuh tanah. Apa yang dia lakukan adalah mensterilkan tanah Terrain of Earth dari jejak Gycleps.


Dia takut bila DNA darah atau sisa-sisa sel dari tubuh Gycleps ada di sini, lalu tak sengaja jatuh ke kota Jakarta yang ada di bawah Terrain of Earth.


Kemudian ada pihak atau seseorang yang menggunakan DNA itu untuk tujuan yang tidak baik.


Permukaan tanah Terrain of Earth miliknya mulai memanas secara bertahap.


Suhu dari 40 derajat Celcius terus naik sedikit semi sedikit, kecepatannya tidak cepat dan juga tidak lambat.


Setelah melakukan ini, Agler mulai melakukan satu hal lagi. Dia mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangannya mengarah ke atas langit. Sebuah kobaran api keluar dari telapak tangannya, lalu kobaran api itu membesar membentuk pusaran angin di atas langit.


Pusaran angin yang terbuat dari api biru-ungu terus melebar, nampak seperti sedang memurnikan udara yang ada di langit dari uap darah Gycleps.


Proses ini tidak berangsur lama hanya beberapa menit saja. Agler menutup telapak tangannya dan pusaran api menghilang di udara.


Setelah tugas pembersihan lingkungan bebas zat yang mengandung apapun dari Gycleps. Agler meninggalkan permukaan tanah Terrain of Earth dan terbang tinggi ke udara.


Dia terus melayang menjauh dari Terrain of Earth yang dibuat olehnya. Lalu Agler berhenti di jarak beberapa kilometer dari Terrain of Earth miliknya.


Helikopter tempur milik beberapa negara dan beberapa milik acara televisi swasta menjauh dari Agler. Mereka takut keberadaannya mengganggu apa yang dikerjakan oleh Agler kali ini. Jadi, mereka semua mengamati Agler dari jarak yang cukup jauh.


Agler bertepuk tangan beberapa kali. Setiap dia bertepuk tangan Terrain of Earth miliknya melipat sendiri dan dalam beberapa kali tepukan tangan. Terrain of Earth menjadi sebuah kotak kecil hasil dari lipatan.


Kotak yang terbuat dari tanah ini Agler hancurkan dengan kedua jarinya yang dia tekan dengan santai seolah melakukan itu tanpa mengeluarkan tenaga.


Semua orang masih merasa takjub ketika melihat kekuatan yang dikeluarkan Agler, padahal mereka telah melihatnya berkali-kali entah itu live atau dalam bentuk video yang bisa mereka tonton semaunya di manapun dan kapanpun.


Agler kembali bergerak. Kali ini dia pergi meninggalkan langit kota Jakarta yang sekarang telah kembali cerah karena tidak lagi ditutupi oleh luasnya Terrain of Earth yang melayang di atas langit Jakarta Pusat.


Terbang perlahan dan kecepatannya tidak secepat biasanya, bahkan helikopter tempur pun bisa mengikutinya dari belakang.


Dia terbang menuju ke arah area Bogor yang kini hanya tinggal kawah yang besar juga sedikit dalam.


Semua orang yang melihat lubang yang sangat luas yakin bahwa lubang ini akan dipenuhi air dan menjadi danau jika dibiarkan seperti ini.


Potensi untuk menjadi danau sangat besar, apalagi mengingat bahwa Bogor adalah kota hujan. Dalam beberapa waktu Bogor akan menjadi sebuah danau yang indah dan luas.


Jenderal besar TNI AD telah diberi kabar oleh pemerintah pusat bahwa Bapak Presiden aman. Untungnya beliau tidak jadi untuk pergi ke Istana Bogor hari ini untuk tinggal beberapa hari ke depan.


Para Anggota TNI yang mendengar berita ini langsung merasa tenang, mereka menghela nafas lega setelah mendengar kabar ini.


Mereka tidak bisa membayangkan bagaiman jika Bapak Presiden kecelakaan akibat ledakan tadi.


Semua orang turut berduka cita kepada keluarga atau kerabat yang tinggal di Bogor. Orang-orang tidak akan menyangka hari ini akan menjadi begitu menyedihkan. Bukan hanya untuk Agler tetapi untuk semua orang.


Orang-orang yang sekarang merasakan duka lara atas kehilangan keluarganya akibat bencana yang baru saja terjadi tidak menyalahkan Agler sama sekali.


Mungkin ada yang tidak terima ini.


Penglihatan semua orang tidak buta, mereka melihat jelas ketika Saviorman menangis begitu pedih. Orang yang melihat ini juga ikut merasakan kesedihan yang begitu mendalam, terlebih lagi orang Indonesia.


Peristiwa ini membuat semua orang semakin yakin bahwa Saviorman berasal dari Negara Indonesia. Lihatlah betapa sedihnya Saviorman ketika daerah Bogor musnah dan menghilang.


Sebagian orang mengerti apa artinya ini. Sesuatu yang begitu berharga yang bisa membuat Saviorman yang sangat kuat begitu menyedihkan saat ini yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah Sebuah Keluarga.


Agler telah menghabiskan waktu untuk terbang begitu lama di udara menuju lubang yang bisa membuatnya menangis.


Segera, dia berhenti dan melayang tepat di atas pusat lubang yang gersang dan penuh dengan tanah dan bebatuan ini.


Sejak awal dia melakukan pembersihan pada Terrain of Earth dirinya terus diam tidak berbicara. Wajahnya mengungkapkan rasa kesedihan sepanjang dia melakukan hal-hal itu.


Agler perlahan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Lingkaran sihir berwarna cokelat terbentuk di kedua tangannya. Beberapa simbol yang tidak diketahui berputar di lingkaran sihirnya.


Selanjutnya, serpihan dan bongkahan tanah keluar begitu deras dari kedua lingkaran sihir itu. Bongkahan tanah itu terbang menutupi setiap inci lubang besar ini.


Ada lebih dari seribu kilometer luas dari kawah besar yang melubangi tanah ini, kini sedang diisi untuk menutupi lubang secara perlahan.


Beberapa menit berselang, saat ini lubang telah berubah menjadi permukaan tanah yang datar dan merata.


Agler turun perlahan dan mendarat di atas tanah.


Kedua matanya memandangi area sekitarnya. Dia merasa tempat ini terlalu tandus dan kering, jadi dia merencanakan sesuatu yang bagus.


Dari dalam tubuhnya, aliran mana mengalir ke telapak kaki kanannya.


Kakinya yang memakai sepatu bot dari pakaian Flugel menginjak tanah di depannya.


Pemandangan yang menakjubkan dan mengesankan tampil saat ini. Dari tanah yang diinjak oleh Agler tumbuh banyak rumput hijau yang merembet ke segala arah membentuk lingkaran yang terus meluas.


Berbagai tanaman dari beberapa jenis bunga yang sangat cantik dan juga indah seperti beberapa jenis dari bunga tulip, anggrek, lily, mawar dan bunga matahari tumbuh di sini.


Selagi Agler menumbuhkan berbagai macam tanaman dan tumbuhan, dia membuat sebuah danau yang dia buat dari beberapa kilometer luas lahan yang masih kering dan tandus ini.


Sebuah lubang yang pinggirannya tidak sempurna berbentuk lingkaran muncul di arah utara tempat Agler ini. Lalu rumput hijau, berbagai bunga, dan pohon mengelilingi tepi danau ini.


Menggunakan Mananya, Agler mengeluarkan air dari udara tipis di atas danau, nampak seperti air terjun yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


Pada pinggiran lahan seribu kilometer ini, Agler tumbuhkan pohon-pohon besar dan tinggi sebagai tanda perbatasan.


Kemudian, di akhir sesi pembuatan, Agler membuat bukit kecil tidak jauh dari danau. Bukit itu di tutupi oleh rumput hijau yang rindang, jika angin menerpa bukit itu, rumput-rumput itu akan bergoyang seperti membentuk ombak yang bergelombang.


Danau yang memiliki air sangat jernih dan bening, sehingga dapat memantulkan cahaya sinar matahari dari langit dan merefleksikan pantulan pemandangan yang terbang di atas danau.


Tepi danau dikelilingi oleh berbagai macam jenis tanaman bunga yang bermekaran dan pohon yang berbuah lebat. Menambah kesan yang sangat indah dan damai ketika orang melihat tempat ini.


Sangat cocok untuk orang yang ingin merasakan kenyamanan dan ketentraman dalam hidup. Dan untuk melupakan masalah hidup sejenak, hanya dengan berdiam diri di sini dan menikmati pemandangan danau yang sejuk ini.


Tempat yang sebelumnya adalah sebuah lubang besar yang rusak, kini disulap oleh Agler menjadi sebuah tempat yang sangat indah.