
Di tempat penginapan, saat Agler masuk ke dalam dan dia melihat empat wanita yang sedang makan, di penginapan ini terdapat tempat makan atau bisa juga disebut restoran.
Agler menghampiri mereka, lalu duduk di sebelah Kakak GS.
Melihat makanan di meja, makanan di sini terlihat sama seperti yang ada di animenya, makanan di sini banyak varian dan anehnya ada makanan yang serupa dengan masakan di Aquater dan Bumi.
"Dari mana kamu?"
Kakak GS bertanya kemudian dia menyuapi Agler makanannya.
Setelah menelan makanan, Agler menjawab, "Aku baru saja mengantarkan adikmu ke orang yang aku percaya, untuk berlatih menjadi kuat ...."
"Kenapa tidak izin terlebih dahulu kepadaku?!"
Kakak GS sedikit marah mendengar adiknya pergi.
"Tenang, dia baik-baik saja ...."
"Ta-tapi aku takut adikku di sana sendirian ...."
Agler langsung memeluk Kakak GS, lalu mengusap rambutnya.
"Tidak apa-apa, aku percaya kepadanya, dia akan menjadi kuat setelah kita bertemu dengannya nanti, dan dia akan mencapai keinginannya menjadi kuat."
Menenangkan Kakak GS yang menangis di pelukannya, sebenarnya dia juga tidak tega melihat kakak GS berpisah dengan adiknya, tetapi ini demi kelangsungan plot cerita dan juga kehidupan Goblin Slayer.
Dia akan berusaha menjaga kakak GS dan juga membahagiakannya.
Setelah mendengar ucapan Agler, Kakak GS mulai tenang.
"Kamu percaya sama pilihan aku, Kan?"
Melihat tatapan Agler langsung membuatnya hatinya melunak, lalu dia mengangguk.
"Istri yang baik~"
Setelah mengucapkan itu, Agler mengecup kening kakak GS.
"Uhuk! uhuk!"
"Ekhem!"
Para tamu yang sedang makan di sini, merasa iri melihat kemesraan mereka berdua.
Sedangkan kakak tertua tersenyum, dia merasa bahagia bila rekannya juga bahagia, tapi di dalam hatinya dia ingin dimanja oleh Agler.
Adik-adiknya sedikit memerah melihat adegan di depannya, mereka belum pernah melihat ini sebelumnya.
Setelah ditegur halus oleh para tamu, Kakak GS merasa sangat malu dan dia menguburkan kepalanya, dan pura-pura sedang makan makanan.
Agler terlihat biasa saja ketika banyak orang melihatnya, karena mungkin sudah terbiasa sekarang, wajahnya sudah mulai menebal.
Melihat makanan di meja yang sudah mulai sedikit, dia memesan lagi makanan untuk dirinya sendiri.
Mereka makan bersama di sana, tapi makan bersama ini membuat tamu yang lain tidak begitu menyukai hari ini.
Benar, itu karena Agler disuapi oleh dua wanita yang cantik selama makan.
Orang-orang yang makan ini belum tahu siapa Agler, karena hanya banyak desas-desus Agler tanpa memberi ciri-ciri fisik atau wujudnya Agler.
Matahari bergulir digantikan oleh dua bulan berwarna hijau dan merah di langit.
Agler masuk ke kamarnya di penginapan yang terlihat remang-remang karena pencahayaan hanya disinari oleh api lilin.
Mobil RV telah diparkir di depan penginapan ini dari kemarin dan membuat penginapan menjadi ramai karena ini.
Dia sudah menanamkan Mind Barrier yang ketat di bodi RV, agar tidak mudah dirusak atau dicuri seseorang.
Setiap sore dia akan mandi di RV, karena di sini mandi hanya bisa mengelap memakai lap basah atau kain yang dibasahi dengan air, dan tidak ada kamar mandi.
Juga dia menyuruh wanitanya untuk mandi di RV, sebenarnya tanpa disuruh pun mereka pasti memilih untuk membersihkan diri di kamar mandi RV.
Bersantai di jendela kamar sambil memandangi malam di Kota Air, para pejalan kaki semakin sedikit seiring berjalannya malam.
Menatap ke bangunan yang besar di tengah Kota Air terlihat megah bila dilihat pada siang hari.
Bangunan itu sepertinya disebut kuil hukum.
Setelah Sword Maiden remaja kemarin berjalan ke arah sana, mungkin itu kuil tempat berlatihnya.
Tok! Tok! Tok!
Pintu kamar Agler diketuk pelan oleh seseorang, Agler menoleh dan berkata, "Masuk saja, pintunya tidak terkunci."
Kemudian pintu itu terbuka, dan masuklah seseorang ke dalam kamar Agler.
Melihat orang yang memasuki kamarnya yang ternyata Kakak tertua, dia merasa heran.
Tumben, biasanya dia berdua bersama dengan Kakak GS ke sini, kenapa malam ini dia hanya sendiri.
Setelah menutup pintu, kakak tertua menundukkan kepalanya Sepertinya dia malu.
"Ada apa?"
Berjalan ke arahnya sambil bertanya.
"Itu aku ...."
Jarak Agler dan dia sudah dekat sekali, lalu Agler berhenti 10 cm dari Kakak tertua.
"Aku apa?"
Dia kembali bertanya lagi.
"Aku ingin kamu!"
Lalu Kakak tertua meloncat dan memeluk Agler dengan erat.
Melihat wanita ini, Agler tidak bisa berkata-kata lagi.
Menyelimuti kamar dengan kekuatan pikirannya agar suara mereka beraktivitas tidak terdengar hingga keluar.
Tanpa berlama-lama dia langsung membawa Kakak tertua ke kasur, Agler mulai membuka bola besar yang diselimuti oleh baju.
Agler mulai mendaki dua gunung besar itu, selama dia mendaki gunung Agler tidak lupa untuk menelusuri Goa yang pernah dia masuki ini.
"Aaaa~"
"Jangan yang itu~"
Sepertinya sudah cukup pemanasan bagi kakak tertua, dia mendorong Agler ke samping dan dengan cepat menindihnya.
Timun ini terlalu besar baginya, dia butuh waktu beberapa detik untuk terbiasa, lalu dia mulai menggoyangkan tubuhnya semakin cepat.
"Emmhhh~"
Bola besar yang putih itu memantul membuat Agler ingin memegangnya, dan ekspresi yang nakal di wajah Kakak tertua membuat Agler bersemangat.
"Aaaa~"
Satu jam berlalu, mereka mulai berganti gaya karena Kakak tertua sudah keluar, Agler berdiri lalu menggendong Kakak tertua saling berhadapan dan kali ini Agler yang menggoyangkannya.
Mereka mempertahankan gaya ini selama satu jam lagi, tapi ketika mereka sedang asik melakukan gaya ini di dekat jendela, pintu kamar terbuka dan melihat mata orang yang sedang mengintip mereka.
Agler merasakannya karena Mind Barrier mendeteksi keberadaan tersebut.
Dia mencabut timunnya yang besar dari goa seketika, dan membuat kakak tertua mengeluarkan airnya lagi.
Lantai kayu yang dia injak menjadi basah lagi, dia sudah berganti posisi karena kakak tertua membuat becek lantai yang dia injak.
Mungkin Timun Agler terlalu enak baginya.
Menurunkan tubuh kakak tertua yang dibasahi keringat harum dan terlihat terengah-engah.
Kemudian dengan cepat dia muncul di depan pintu, lalu dia melihat celah pintu itu.
Ternyata kakak GS yang mengintip mereka berdua.
Agler segera membuka pintu dan dia melihat Kakak GS yang sedang mengelus Goanya.
Dia takut ada orang yang melihatnya, Agler dengan cepat membawanya ke dalam.
Akhirnya malam ini mereka bermain bersama lagi.
......................
"kamu ga bercanda, kan?"
"Iya, kita hari ini akan meninggalkan dunia ini."
"Tapi kedua adikku bagaimana?"
"Aku akan memberinya koin emas yang cukup untuk mereka berdua dan juga adik laki-lakimu dan itu digunakan untuk mereka hidup yang layak selama kita tidak ada di sini."
"Oke, kalau begitu aku pergi bersamamu!"
"Baik, sebentar lagi kita berangkat ke rumah Paman Cow Girl untuk mengantarkan kedua adik perempuanmu ke sana."
Kakak tertua dan kakak GS memilih untuk ikut dengan Agler, karena mereka berdua sudah percaya kepadanya.
Efek Istana Dewi sudah berfungsi bagi mereka.
Agler memilih untuk membiarkan mereka berdua tinggal di sana bersama orang tua dan paman Cow Girl.
Dia berencana membangun satu rumah lagi di dekat rumah paman Cow Girl untuk kedua adik perempuan wanitanya.
Juga membesarkan atau memperluas rumah Paman Cow Girl agar muat ditempati keluarganya.
.....
Waktu berlalu, mereka akhirnya sampai di depan halaman rumah paman Cow Girl.
Mereka semua turun dari mobil RV, paman Cow Girl dan yang lainnya menyambut mereka.
Tanpa berlama-lama Agler menjelaskan semuanya, tentang persoalan rumah dan kedua adik perempuan ini.
Agler juga menjelaskan alasannya dia pergi, memberitahu bahwa dia ada urusan di suatu tempat yang jauh.
Paman Cow Girl dan Orang tua Cow Girl mengerti, dan menerima usulan Agler, walaupun dia masih belum menerima Agler akan pergi secepat ini.
Kedua adiknya pun setuju jika mereka berdua tinggal di sini.
Agler meminta kepada Paman Cow Girl mencari para tukang yang bisa membangun rumah untuk kedua perempuan ini dan juga untuk merenovasi rumah mereka.
Setelah itu dia menukarkan 10 Savior Coin dengan puluhan juta Koin Emas.
8 karung yang besar berisi koin emas muncul dari udara dan jatuh di depan mereka.
Agler membagikan 6 karung yang besar kepada kedua adik perempuan, dan Agler meminta untuk menyimpan dua karung untuk Goblin Slayer ketika datang ke sini.
2 karung besar untuk keluarga Cow Girl biaya merenovasi rumah.
Sepertinya semua masalah sudah selesai, dan sekarang Agler bersiap untuk pergi.
Memasukkan mobil RV ke dalam ruang sistem, dan mereka berpamitan dengan keluarga Cow Girl dan kedua adik perempuan itu.
Tidak lupa Agler berpamitan dengan Sword Maiden remaja dan juga Goblin Slayer kecil melalui telepatinya.
Memberitahu mereka berdua bahwa dia akan datang ke sini lagi dalam beberapa tahun ke depan.
Sebelum pergi Agler menyempatkan membuat dua golem untuk menjaga mereka semua.
Akhirnya semua urusan sudah terselesaikan.
"Kita akan bertemu lagi di waktu yang akan datang!"
"Jaga diri kalian baik-baik!"
"Jaga diri kalian adikku!"
"Sampai jumpa lagi!"
Agler dan dua wanitanya melambaikan tangan kepada mereka semua.
Kakak tertua tersenyum sambil melambaikan tangannya, air mata perlahan keluar dari matanya.
Sinar cahaya berwarna putih menyelimuti mereka bertiga dan akhirnya menghilang tanpa jejak meninggalkan mereka semua.
"Ternyata Tuan petualang benar-benar utusan Dewa ...."
"Aku tidak menyangka kita semua bisa menjadi teman seorang utusan Dewa, ini sebuah keberkahan bagi keluarga kita."
"Semoga Onee-san bahagia di sana dengan Tuan Penyelamat!"
"Kami akan selalu menunggu kalian!"