Savior System

Savior System
Bab 78 : Pesta dan Face Reveal


Di langit dia mencoba berbagai skill, sayapnya bisa mengeluarkan berbagai elemen, jenis serangannya berbeda seperti satu sayapnya bisa mengeluarkan angin besar yang menghempas segala sesuatu yang ada di depannya sejauh mungkin, sayap yang lain bisa mengeluarkan kobaran api yang sangat panas, ratusan hingga ratusan ribu paku tanah, hembusan es, sambaran ribuan petir dan pelindung es.


Mode sayap elemen bisa dia batalkan, dan juga menjadikan sayapnya memiliki kendali satu elemen atau tidak sama sekali.


Turun dari langit, dia berdiri di taman bunga yang indah di halaman Istana Dewi.


Penampilannya sedikit demi sedikit berubah, dan kembali menjadi penampilan aslinya, Agler berkaca di atas permukaan air, melihat wajahnya kembali seperti fitur wajah sebelumnya.


"Sangat mudah untuk kembali ke tubuh asli, hmmm ... tapi aku penasaran apa sayap bisa dimunculkan ketika sedang di kondisi tubuh asli."


Mencoba untuk mengeluarkan sayap, tapi dalam beberapa menit dia tetap tidak bisa memunculkan sayapnya.


Tampaknya hanya bisa di tubuh Flugel, setelah itu Agler keluar dari Istana Dewi, dan muncul di permukaan matahari.


Dia melanjutkan berjemur di permukaan matahari hingga beberapa jam, dan kembali pulang dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya menuju Aquater.


....


"Abang Agler!" sahut Nayla sambil berlari menuju Agler.


Agler berjongkok, menangkap Nayla yang tidak bisa memberhentikan kecepatan larinya. "Ada apa sayang?"


"Abang Agler tau ga?" Mata Nayla menatap Agler penuh rasa misterius.


"Tau apa?" tanya Agler yang tidak tahu.


"Tadi aku sama kakak Ghivana, Adena dan kakak yang lain lagi buat sesuatu!"


"Sesuatu? apa itu?"


Nayla tersenyum, lalu melepaskan pelukan Agler dan menarik tangan Agler berjalan menuju tempat makan. "Bang Agler Ikut aku aja!"


"Oke oke ...." Agler membiarkan nayla membawanya ke dapur.


Namun saat sampai di dapur, Agler dikejutkan oleh kue yang ada di meja makan.


Kue besar yang diatasnya terdapat Tulisan Agler yang menggunakan lilin huruf, dan di sisinya terdapat bentuk wajah anak kecil yang lucu melingkari kue.


Sepanduk besar dipegang oleh anak-anak yang bertuliskan 'Terima Kasih Abang Agler, Kami Semua Selamanya Sayang Abang Agler!"


Berjalan perlahan mendekati anak-anak ini, lalu memeluk semua anak bersama-sama.


"Terima kasih juga udah hadir di hidup abang!" Agler memandang mereka semua, dan tersenyum bahagia.


Adena dan yang lain tersenyum melihat adegan ini.


Pada awalnya, mereka bertingkah laku aneh, anak-anak ini seperti terlihat bingung dan gelisah, lalu Adena bertanya, dan ternyata anak-anak ini mempunyai rencana untuk berterima kasih kepada Agler atas semua yang dia berikan kepada anak-anak.


Mungkin mereka masih merasa tidak cukup untuk mengucapkan terima kasih melalui ucapan saja, jadi mereka membuat rencana seperti itu.


Mereka semua sampai mengumpulkan uang jajan yang diberi oleh Ibu Naimah dari uang Agler yang setiap bulan Agler danai.


Jadi, Adena dan 3 wanita yang lain dengan senang hati membantu mereka membuat kue, walaupun prosesnya berjam-jam tapi mereka berhasil membuatnya.


"Kami semua sayang Abang!"


Lalu, mereka bergantian memeluk Agler sekali lagi.


Setelah itu, Agler membagikan potongan kue kepada anak-anak terlebih dahulu, kemudian wanitanya dan Ibu Naimah serta jajaran.


Malam datang, sinar bulan berganti shift dengan matahari untuk menerangi dunia.


Mereka berpesta bakar-bakaran sosis dan BBQ di tempat halaman rumah sambil memandangi langit malam.


Pada momen ini, Agler memamerkan keahlian masaknya kepada mereka semua.


Bakat Sanji dalam memasak sangat berguna di keadaan ini, mereka sampai berebut ingin lagi, dan lagi memakan daging dan makanan yang dibakar serta dimasak oleh Agler.


Anak-anak dan yang lain bermain kembang api kecil yang tidak berbahaya untuk memeriahkan pesta ini.


Malam ini malam yang bahagia.


......................


Hari yang baru datang, dan hari kemarin telah usai.


Anak-anak sedang sarapan bersama Agler dan yang lainnya.


Setelah sarapan, mereka mulai beraktivitas seperti biasa, anak-anak pergi sekolah, Adena pergi kuliah membawa mobil pribadinya, Ghivana dan Svalia sibuk belajar memasak masakan yang ada di dunia ini, dan Rem membantu mereka berdua belajar.


Melihat ini, rumah yang sepi Agler melangkah keluar rumah, dia berniat untuk pergi berjemur di matahari.


Akan tetapi...


[Ding!]


[Tugas Sistem terdeteksi!]


[Tugas : Berhentikan Truk tronton dan selamatkan orang]


[Deskripsi : 5 Menit kemudian terjadi tabrakan maut akibat truk tronton yang rem blong, dan mengakibatkan pekerja toko dan orang yang ada di jalan tewas di tempat]


[Lokasi : Surabaya]


[Hadiah : 1x Tiket Lotere, 30 Savior Coin]


[Hukuman : Tidak Ada]


....


"Beli cilok satu porsi ya, Bang!"


"Siap mas!"


Tukang Cilok itu langsung membuat pesanan, memasukkan cilok ke dalam plastik bening.


Agler melihat sekelilingnya, tempat dia sedang membeli cilok seharusnya adalah tempat lokasi yang ada di tugas sistem.


Di belakangnya adalah toko kecil yang berderet di pinggir jalan, dan tepat di depannya ada sebuah jalan raya.


"Ih liat itu!"


"Liat apa?"


"Ada apa?"


"Itu ada cowok ganteng di sana!"


"Eh iya!"


"Bener!"


"Kayanya dia lagi beli cilok, kita beli yuk?!"


"Yuk!"


Tiga wanita berseragam rapih seperti seorang pekerja di daerah sini, awalnya mereka ingin menunggu ojek atau angkutan umum untuk pulang ke rumah, tetapi ketika salah satu dari mereka melihat Agler yang berambut cokelat, tujuan mereka melenceng sedikit.


Mereka bertiga menghampiri Agler, wajah mereka terlihat malu-malu, dan berusaha untuk mencuri pandangan ke arah Agler.


"Mas, tiga bungkus cilok ya," kata salah satu dari mereka.


"Siap mbak e!"


Tiba-tiba Jalanan di depan Agler menjadi agak macet tidak selancar beberapa menit sebelumnya.


"Ini mas cilo-..."


Ketika tukang cilok itu mengulurkan tangannya, menyerahkan cilok pesanan Agler, tiba-tiba dia melihat sebuah truk yang melaju cepat ke arah gerobaknya.


Mengetahui remnya blong, supir itu tanpa sadar membanting setir Truk ke arah kiri, menghindari mobil yang ada di depannya, dan truk itu agak menyamping, mengarah ke arah mereka dan toko serta orang yang ada di pinggir jalan.


"Aaaaa!!!" xN


Tulang Cilok terkesima tidak bergerak, tangan yang memegang bungkusan cilok itu perlahan terbuka.


Orang-orang yang ada dipinggir jalan hanya bisa menatap tidak bisa menolong, dan sebagian ada yang menutup matanya.


Hanya dalam 3 detik depan truk itu hanya tinggal jarak 2 meter dari mereka.


Pemandangan yang tidak disangka-sangka terjadi!


Truk itu tiba-tiba berhenti bergerak di depan mereka, mereka semua yang melihat ini langsung membeku.


Dan mereka menjadi tercengang lagi, karena seorang pemuda yang tampan tanpa cacat yang sedang membeli cilok mengulurkan tangannya tampak sedang menahan truk ini agar tidak menabrak.


Kemudian tangan anak itu bergerak dan truk tronton itu berpindah, dan diletakkan pada jalan yang kosong.


Bam!


Suara truk yang jatuh di aspal beton terdengar di setiap telinga semua orang yang ada di dekatnya, dan itu membuat orang tersadar.


Mereka semua melihat wajah pemuda itu baik-baik.


Setelah Agler melakukan itu, dia dengan tepat waktu mengambil bungkusan cilok yang terjatuh di udara.


Dia mengocek kantung hoodienya, lalu mengeluarkan uang 100k, dan memberinya ke tangan tukang cilok.


"Ini uangnya, Pak!"


"Terima kasih ciloknya!"


"Sama-sama, Em-mas!" jawab Tukang Cilok yang masih teekejut.


Tanpa berbicara lagi, dia melayang di dalam pandangan mereka semua, terbang ke atas langit dan menghilang.


Tukang cilok itu baru sadar, dan meneriaki Agler, "Mas ini uangnya kebanyakan!"


Tiga wanita itu saling memandang, ekspresinya masih bingung tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi.


"Itu Saviorman kan?" Salah satu wanita berbicara terlebih dahulu.


"Iya kayanya ...."


"Kita ga mimpi, kan?!" Ekspresi wanita yang bertanya langsung berubah menjadi gembira.


"Engga, kita ga mimpi!'


"Aku ga percaya bisa melihat wajah asli Saviorman secara langsung!"


"Aaaa!!" Salah satu temannya berteriak histeris karena terlalu senang.


Orang-orang yang ada disekitar juga sudah sadar, bahwa pemuda tadi itu adalah Saviorman.


Saviorman dikenal tidak pernah menampakkan wajahnya sama sekali, dia selalu memakai topeng di setiap beraksi menyelamatkan orang.


Tetapi sekarang secara terang-terangan, Saviorman memperlihatkan wajahnya.


Dan bergaul seolah dia seorang manusia biasa, dan bahkan Saviorman membeli cilok.


Mulai hari ini, tukang cilok Abang ini menjadi saksi sejarah Agler.


Otomatis dagangannya menjadi laku, setelah Agler menghilang, banyak orang yang membeli dagangan ciloknya.


Tukang cilok setiap hari full senyum.


Sekarang mereka bisa melihat wajah Saviorman secara tatap langsung, itu membuat mereka tidak akan melupakan peristiwa ini.


Dalam beberapa menit, kejadian ini menimbulkan kehebohan massal skala internasional, berbagai berita, postingan di internet menjadi viral, foto-foto dan video wajah Saviorman tersebar luas.


Penampilan Flugel Agler menjadi terkenal di seluruh dunia.


Banyak orang yang mencari identitasnya tetapi tidak ada satupun orang yang mengetahuinya, seolah Agler bukan orang yang lahir di dunia ini.


Agler masih belum mengetahui ini, karena dia sekarang sedang berjemur di permukaan matahari setelah menyelesaikan tugas sistem.


Berusaha meningkatkan kekuatannya secepat mungkin.